"Amira kamu hari ini gak usah ke sekolah aja dulu." Saran Romblah berdiri di pintu kamar Amirah.
"Gak bisa Bu hari ini Amira ada praktek mana guru baru lagi, masa ia Bu, hari pertama gurunya ngajar Amira malah bolos sekolah, apa katanya nanti tentang Amira.? Membereskan buku-buku untuk jadwal hari ini.
Memasukan buku ke dalam tas dengan gerakan cepat menghindari permintaan Romblah.
.
"Ibu aku pamit ya. salam Alaikum."
Sementara di luar rumah ada Astrid yang sudah menunggu untuk berangkat ke sekolah bersama.
"Eh mir kamu tau engga kalo ternyata guru baru itu ganteng." percakapan Astrid pada Amira saat mereka berjalan ke sekolah membahas tentang rumor guru baru yang lagi hangat.
"Kamu tau dari mana." tanya Amira membalas percakapan Astrid.
"Bapak ku yang bilang ,tapi katanya dia keliatan nya galak deh." ucap Astrid lagi pada Amira.
"Lah kalo gitu ayo cepetan nanti bisa terlambat Strid ."sambil menarik tangan Astrid dan mempercepat jalan mereka menuju sekolah.
***
"Huff, akhir nya sampai juga." ucap Amira saat memasuki gerbang sekolah dengan nafas susah di atur.
Kedua nya pun segera memasuki ruangan dengan tergesa-gesa.
Ting.... Ting..... Ting....
Bel berbunyi semua siswa yang masih berkeliaran segara masuk ke dalam kelas.
"Mir cepetan kita ganti bajunya." beri tahu Astrid buru buru.
"Ayo kalo gitu kita ke toilet aja." ujar Amira. memberi saran.
Tiba tiba datang seorang anak laki laki yang memberi tahu kan kalau "bapak, tunggu di lapang olahraga dalam 5 menit ke depan. Kalau lambat nanti di tulis bolos di absen katanya." ujar salah seorang siswa laki laki bernama Bima.
"Ha seriusan Bim gila tuh guru baru." sahut Gina sedikit emosi.
"Gak usah ngomong cepetan ganti baju." balas Santi dengan mempercepat gerakannya memakai baju.
"Gak bakal sempet ke toilet mir." Menatap pasrah dengan keadaan. "hei kalian semua para kaum adam keluar dari kelas, karena kami para hawa mau berganti baju." ucap Astrid dengan gamblangnya.
"Ganti sama sama aja Astrid, emang kalo kami lambat dapat toleransi dari bapak itu." sambung raga yang bicara dengan cekatan memakai baju olahraga.
"Terus cuci mata nya di elu bego, kami malah dapat sialnya." sambung siswi lainya heboh.
"Memangnya kenapa kalian bisa kena sial." sambung raga tak mengerti.
"Yah mata kami nanti pada buta liatin perut kalian yang pada buncit buncit itu yang kaga ada pek pek nya." ujar Astrid dengan kesal dan menatap sinis ke arah Raga.
Sontak tawa pun pecah karena ulah para teman temannya. Sedang kan sebagian temannya sudah berkumpul di lapangan .
" Wah wah keajaiban yang natural nih namanya cuci mata pake cinta." ujar Gina saat melihat pak Abi untuk pertama kalinya.
Suara peluit mengalihkan pandangannya para siswa untuk menatap ke arah suara yang menampakkan seorang yang misterius.
Sosok laki laki tinggi dengan bahu lebar, dan perawakan putih, memakai baju olahraga dengan perlengkapan topi dan peluit, aksesoris jam yang melingkar indah menambah keagungan sosok pria yang memiliki mata sedikit sipit dengan tatapan tajam.
"Kalian lambat 2 menit 15 detik." mengangkat tangan kirinya melihat ke arah benda yang melingkar di pergelangan nya. Pak Abi guru baru di sekolahan Amira.
"Tapi, karena ini hari pertemuan pertama saya dengan kalian, jadi kali ini akan saya beri toleransi. Cepat atur barisan masing-masing jangan sampai kalian tak dapat barisan karena akan ada hukum manya." lanjut Abi berucap dengan paras yang rupawan.
"Kalo gini yang hukum aku mau kok."
sahut perempuan lainya dengan malu malu dan mendapat ledekan dari para siswa lainya.
"Sudah sudah sekarang saya akan absen kalian yang tidak menjawab salah sendiri.
Yang sudah selesai nama nya di sebut silahkan lari keliling lapangan." Mulai menyebutkan nama nama para siswa.
"Siap pak." ucap para siswa serentak.
Setelah selesai absen para muridnya, pak Abi pun langsung meniupkan peluit yang di kalung kan di lehernya dan sontak para murid yang mendengar nya pun langsung berbanjar dan berbaris rapi.
Namun ada salah satu murid perempuan yang tidak ikut berlari dan ia adalah Amira. Dengan agak segan Amira mencoba mendekati pak Abi yang sedang berdiri di lapangan dengan melihat ke arah para siswa yang berlarian.
"Pak maaf saya boleh izin soalnya lagi datang bulan." sahut salah seorang siswi yang tak lain adalah Amira.
"Kamu." membalikan diri menatap arah suara. "ke sini nanti biar gerakan ringan saja bagus buat otot-otot perut." ucap Abi yang menatap acuh ke arah Amira.
Setelah mendengar ucapan pak Abi, segera Amira mengambil posisi di belakang pak Abi dengan sedikit gusar ia berdiri sampai mendapatkan intruksi dari pak Abi.
Sementara itu pak Abi menyuruh para siswa yang sudah usai berlari mengelilingi lapangan. Agar mereka segera berbaris rapi dan sejajar. Ia pun mengutus salah seorang siswa memperagakan senam di depan Mereka .
Sementara Amira yang masih berdiri di belakang Abi jadi sangat bingung ia harus bagaimana sekarang sudah cukup lama ia berdiri bahkan ia sudah merasa gerah terlihat dari cucuran air keringat yang membasahi baju amira. Karena tak ingin berdiri terlalu lama ia pun memberanikan diri untuk bertanya lagi.
"Pak." panggil Amira.
"Ya sebentar." meniupkan peluit berirama. "ayo". lanjutnya berkata tanpa menatap Amira.
Suara yang membuat Amira kaget namun ia langsung paham, seketika Amira pun mengambil ancang-ancang
"Kamu ngapain.? tanya Abi heran melihat Amira yang merentangkan tangannya.
"Lah kan mau olahraga ringan, kata bapak tadi.? ucap Amira menjelaskan namun ia kebingungan sendiri saat menjelaskan pada Abi.
"Enggak usah, kamu duduk aja." dengan tatapan ke arah para siswa senam.
Mendengar itu Amira menampilkan mimik heran di wajahnya, kaget dan seperti tak percaya akan ucapan dari pak Abi, namun harus bagaimana lagi, selain mengikuti perintah dari pak Abi. Akhirnya Amira melangkah dengan gusar dan duduk di teras kelas bersandar pada tembok.
Tanpa sadar Amira ketiduran karena tak berbuat apa apa. Datang bulan membuat nya malas bergerak dan mengentuk. Biasanya kalo sama guru lama mereka akan di suruh ke kelas atau UKS lah ini malah di suruh duduk tanpa berbuat apapun selain menatap kawan kawannya yang senam.
"Seharusnya aku emang gak usah ke sekolah tadi, felling ibu memang selalu benar." Gumam Amira sedikit menyesal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 188 Episodes
Comments
Umi Nabila
msh nyimak
2022-10-16
0
Santi Sukmawati
pertama baca langsung suka
2022-08-23
0
Ria Wasis
kalau gua mah pas datang bulan hari pertama mesti bolos sekolah 🤣 untung ibu gua baik . diiyain aja anaknya bolos . the best mom😚
2021-08-11
1