Lady rosella kini telah selesai makan dan juga meminum ramuan dari tabib akibat paksaan dari duke harvey la terlihat masih sedikit lemas tapi lady rosella begitu pandai menormalkan keadaannya saat ini hingga terlihat biasa saja
Setiap gerak-gerik gadis itu tak pernah luput dari pandangan duke harvey yang menatapnya dingin dan tajam
"Jadi bagaimana aku tak ingin membuang-buang waktu lagi seluruh pengawal dan pelayan ku akan dalam bahaya jika kita membuang waktu terlalu lama"
Lady rosella membuka suara dengan nada tak sabaran
menuntut jawaban atas pembicaraan mereka sebelumnya di kamar
"Hmm..menikah" ucapan singkat tapi pelan dengan suara yang berat membuat lady rosella kembali merinding tapi tetap berani menatap tajam ke sang duke
"Ya menikah, aku tau itu konyol karna aku pun merasakan itu tapi seperti yang kau dengar tadi tak ada cara lain selain cara konyol ini"
Mendengar ucapan lady rosella ia sedikit setuju memang ini adalah cara konyol tapi setelah di pikir-pikir tak ada salahnya dengan ini
Kesepakatan di antara mereka berdua bisa berjalan terlebih ia begitu membutuhkan gadis ini demi kelangsungan hidup kerajaan cahaya yang terancam keberadaannya
"Baik sesuai kemauan mu, aku putuskan kita akan menikah besok" ucapnya final
Semua orang di kerajaan cahaya tentu tau apa yang telah di putuskan sang duke adalah mutlak
Duke harvey menatap dingin ke arah gadis yang saat
ini begitu terkejut mendengar ucapannya sampai lady
rosella yang biasanya sangat pandai mengatur ekspresi keterkejutannya tak bisa ia kendalikan lagi mendengar keputusan tiba-tiba yang di ucapkan pria itu
"Apa?! k-kau, apa kau gila?!! gadis itu berdiri dari duduknya saking kagetnya dan melayangkan tatapan sangat tajam ke arah pria itu
"Bukannya kau sangat ingin terbebas dari kutukan itu" sang duke memiringkan kepalanya sembari menaikkan sebelah alisnya menatap dingin kepada lady rosella
"Y-ya aku tau tapi tidak secepat ini orang tua ku bahkan tak disini" ucapnya gugup bukan main atas keputusan pria itu
"Hm jika kau memang tak ingin aku juga tak akan memaksa tapi keputusan ku adalah mutlak, lagipula apa kau tak muak selalu menutupi wajah mu itu"
Ucapan itu membuat lady rosella seketika tercekat ia
benar-benar tak bisa membantah keputusan pria ini dan itu membuatnya tak terima tapi ia bisa apa selain pasrah saat ini
Menghela nafas panjang sembari menutup mata seolah masih merasa ini semua mimpi ia pun akhirnya mengangguk mengiyakan keputusan duke harvey
Melihat ketidakberdayaan sang lady entah kenapa
membuatnya begitu senang ia pun segera memanggil tangan kanannya matthias untuk datang ke ruangannya
Matthias segera datang ketika dipanggil oleh tuannya melalui seorang pengawal
Tiba di ruangan sang duke ia membungkuk memberi
hormat kepada duke harvey dan lady rosella yang kini telah memakai cadarnya kembali ketika mendengar sang duke akan memanggil orang untuk masuk kesana
Mengangguk sebagai balasan ke matthias ia pun segera memerintahkan tugas yang membuat matthias sangat terkejut mendengarnya
"Aku akan menikahi lady ini besok urus semua keperluan pernikahanku dan ingat aku tak ingin ada kekurangan sedikit pun kau mengerti bukan"
Perkataan penuh tekanan itu membuat matthias segera mengangguk mengerti walaupun dirinya begitu terkejut saat ini
"Kalo begitu saya ijin pamit untuk mengurus segalanya yang mulia" menundukkan badan kepada keduanya matthias pun segera keluar dan segera mengurus semua keperluan pernikahan sang duke yang begitu tiba-tiba
Kembali ke ruangan yang masih di isi dua insan berbeda jenis keduanya tampak diam tengah sibuk dengan pikirannya masing-masing
Lady rosella yang merasa sudah tak tahan berada lama-lama disana memutuskan untuk kembali ke kamarnya
"Aku pamit" ucapan singkat itu membuat duke harvey segera menatap gadis yang kini beranjak dari duduknya berjalan.menuju pintu keluar tanpa membalikkan badan untuk.memberi salam kepadanya
Duke harvey hanya diam melihat kelakuan gadis itu ia bisa mengerti lady rosella masih shock akan keputusannya ini Ia pun kembali menyibukkan dirinya dengan membaca buku-buku kuno peninggalan dewa cahaya karna ia sedang mencari sesuatu saat ini
Ketukan kembali terdengar di pintunya dan mau tak mau membuat sang duke harus mengalihkan atensinya lagi.
Tepat ketika ia mempersilakan masuk duke harvey bisa melihat raut wajah penuh pertanyaan yang tercetak jelas di wajah pangeran gilbert
Pangeran gilbert yang sedari tadi berada di ruangannya mengurus banyak hal karna tugasnya sebagai putra mahkota tapi setelah kedatangan tangan kanannya kenzo yang mendapat info dari matthias bahwa sang duke akan menikah la tak menunggu lama lagi pangeran gilbert langsung berlari
ke ruangan duke harvey berada karna ia begitu terkejut akan kabar tiba-tiba itu
Setelah sampai ke ruangan duke harvey sang duke langsung memberi salam yang langsung dibalas oleh pangeran gilbert
"Tanyakan" suara berat nan dingin itu seakan membuat pangeran gilbert tercekat begitupun dengan tatapan tajam yang mengarah langsung kepadanya
Pangeran gilbert hanya menghela nafas pelan lalu berjalan untuk duduk di dekat meja sang duke
"Yang mulia apa benar yang saya dengar bahwa kau akan menikah besok dengan gadis asing itu" tanyanya setelah duduk sembari menatap serius ke arah sang duke menanti jawaban
"Ya pangeran, itu benar" mendengar ucapan singkat itu
membuat pangeran gilbert kembali menghela nafas tak mengerti kenapa keputusan besar ini bisa sembarangan di putuskan oleh sang duke mengigat duke harvey bukan lah tipikal orang yang gampang memutuskan sesuatu
"Tapi aku tak mengerti kenapa begitu tiba-tiba, maksud ku kalian bahkan tidak saling mengenal" memang benar mereka bahkan baru bertemu 2 hari yang lalu dan pangeran gilbert pun tak tau nama gadis itu ia hanya tau kalo sang gadis dari kerajaan alaida
"Dia yang akan membantuku kelak untuk membalaskan dendamku pangeran" pangeran gilbert tentu kaget ternyata benar dugaannya bahwa gadis itu lah yang selama ini dicari oleh duke harvey
"Jadi bernar dia adalah pemilik kekuatan spesial seperti mu, dia orangnya?" ucapnya yang entah mengapa mulai senang sekarang
Melihat perubahan ekspresi pangeran gilbert sang duke hanya mengangguk ringan masih dengan tatapan tajam menatap putra mahkota
"Kalau begitu ini adalah keputusan yang baik yang mulia, dan aku sangat mendukung kalian berdua" duke harvey hanya bisa mendengus kecil karna merasa geli terhadap perubahan pangeran gilbert secepat itu
Pangeran gilbert memang awalnya akan menceramahi
sang duke akan keputusan tak masuk akal itu tapi setelah ia benar-benar memastikan bahwa gadis yang selama ini dicari sang duke ternyata adalah gadis itu ia pun merasa senang
karna pangeran gilbert tau penderitaan sang duke selama ini
Sudah bertahun-tahun lamanya duke harvey men cari
gadis itu dan kini mereka akhirnya bertemu jadi ini adalah keputusan terbaik untuk saling bersatu membalaskan dendam sang duke yang membuat pangeran gilbert juga sama dendamnya setelah tinggal lama dengan duke harvey ia seolah merasakan rasa sakit juga karna ia melihat sendiri penderitaan dan trauma yang dilalui dukenya itu
"Kalau begitu aku pamit dulu yang mulia duke harvey"
ucapnya dengan nada yang ceria
Duke harvey hanya menggeleng pelan sebentar sebelum kembali fokus dengan bukunya
Ngestuck banget otaku guys gatau harus kek mana arah cerita ku nih wkk ternyata jadi penulis sesusah itu ya huaaa.Maybe juga faktor dikit yang baca dan dikit vote jadi aku ngerasa kurang semangat lagi buat lanjut
Tapi tenang aja aku tetep bakal usahain selesain kok,
makasih yang udah kasih vote makasih bgt huaaa hal
sekecil itu bikin aku happy bgt🎀
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments