Huftt,sayang anak gadis kita satu-satunya sudah besar dan aku merindukanmu
Sabiru Kahyana
ayo kita pergi
Rena,Zora,Cia
baiklah
Elycia Ariellta
kenapa muka Biru seperti orang yang sedang kesal
Elycia Ariellta
/berbisik
Zora Lyxia
aku juga tidak tahu
Zora Lyxia
sudahlah ayo kita sudah ketinggalan jauh
Arena Alexander
Biru kamu kenapa?
Sabiru Kahyana
huftt,aku di jodohkan oleh papa
Arena Alexander
APA?!!
Arena Alexander
benarkah?
Sabiru Kahyana
eumm
Sabiru Kahyana
/mengganguk
Arena Alexander
dengan siapa?
Sabiru Kahyana
aku juga tidak tahu
Arena Alexander
lalu sekarang kamu mau kemana
Sabiru Kahyana
entahlah
Sabiru Kahyana
aku hanya ingin meringankan isi kepalaku
Sabiru Kahyana
aku kesal sekali dengan papaku
Sabiru Kahyana
kenapa papa tidak memikirkan perasaanku
Sabiru Kahyana
papa tega sekali
Arena Alexander
/berjalan ke hadapan Biru
Arena Alexander
/memegang kedua pundak Biru
Arena Alexander
Biru
Arena Alexander
dengarkan aku
Arena Alexander
Papamu melakukan itu bukan karena papamu tidak menyayangimu
Arena Alexander
kalau papamu tidak menyayangimu tidak mungkin papamu menangisimu setiap hari bahkan sampai lupa makan,minum,dan istirahat teratur saat kamu koma selama 1 tahun itu
Arena Alexander
coba fikirkan itu
Arena Alexander
Biru semenjak mamamu meninggal aku lihat papamu sepertinya sangat menyayangimu lebih dari apapun
Arena Alexander
Biru papamu itu hanya menginginkan pilihan terbaik untuk putri semata wayangnya
Arena Alexander
papamu tidak ingin kamu tersakiti
Arena Alexander
apakah selama ini papamu selalu menuntutmu?
Sabiru Kahyana
/menggeleng
Arena Alexander
lalu bagaimana kamu bisa bilang kalau papamu tega kepadamu?
Sabiru Kahyana
a-a-aku
Arena Alexander
tidak apa aku mengerti perasaanmu
Arena Alexander
kita ber4 sama sepertimu
Arena Alexander
kita juga anak tunggal
Arena Alexander
aku tidak memaksamu untuk menerima perjodohan ini
Arena Alexander
itu hakmu
Arena Alexander
kamu berhak memilih
Arena Alexander
tapi minta maaf lah dengan papamu
Arena Alexander
mengerti?
Sabiru Kahyana
engg
Sabiru Kahyana
/menggangguk
Sabiru Kahyana
terimakasih ya Rena sudah menasehatiku
Arena Alexander
tidak apa
Arena Alexander
kau ini saudara sekaligus sahabatku
Arena Alexander
bagaimana aku bisa membiarkan hubungan ayah dan anak merenggang
Comments