Eps. 16

"ADEGAN INI MENGANDUNG ADEGAN DEWASA 18+, HARAP PARA PEMBACA BISA BERKOMENTAR DENGAN BIJAK!!"

...----------------...

Dan seblumnya.

Tok.. Tok.. Tok..

"MASUK!!"

Ceklek

Pintu tersebut pun terbuka.

"Sore, pak!!" Ucap Linda yang membuka pintu ruangan. Linda sebelum pulang, dia mampir terlebih dahulu ke ruangan dosen yang tak lain ruangan yang di tempati Doni.

"Hmm sore." Ucapnya singkat sambil sibuk dengan buku-buku yang ada di depan matanya.

Linda memutar bola mata malasnya sambil melangkahkan kakinya ke arah Doni dengan pelan. Doni yang masih sibuk pun tidak sadar jika Linda sedang berjalan mendekat ke arahnya.

"Pak, kamu sibuk banget, ya?" Tanyanya.

Doni tak menggubris dan masih saja fokus pada buku tersebut. Wajah serius Doni, membuat Linda semakin menyukainya. Pasalnya, Doni terlihat semakin hot saat memakai kacamata, dia terlihat seperti sugar daddy yang bertubuh kekar dan berwajah tampan.

Dalam hatinya, Linda semakin bangga kalau dirinya ini bisa menaklukan hati sang dosen yang sudah lama dia incar. Karena Linda tahu, bukan dia saja wanita yang sudah mengantri untuk menjadi kekasih Doni.

"Sayang..."

Linda tiba-tiba duduk di pangkuan Doni sambil mengalungkan tangannya di leher pria itu. Jelas Doni terkejut dengan aksi yang di lakukan Linda saat ini.

"K-kau..!!" Ucap Doni dengan terbata-bata. Dan bukan hanya itu, Linda duduk di pangkuannya tepat di atas si adik imut yang sekarang mulai membesar.

"Shhttt."

"Sayang, kau sangat sibuk sekali sampai-sampai kamu tak melihat ke arahku sejak tadi." Ucapnya sedikit kesal.

Doni tak menjawab, dia saat ini sedang menahan sesuatu di bawahnya karena tertindih oleh Linda yang sedang duduk di pangkuannya. Benda yang tertindih tersebut semakin besar karena terangsaang oleh sentuhan.

"B-bisakah kau minggir dulu..?" Ucap Doni sambil menahan sesuatu.

Linda pun mengerutkan keningnya, dia mengira kalau Doni enggan berdekatan dengannya dan tak ingin bersentuhan dengannya.

"Kamu kenapa sih, pak? Kamu jadi bersikap begini, apa kamu sudah merasa bosan? Bahkan kita baru perpacaran 2 hari.

Oh ya ampun, Linda terus berfikiran buruk pada Doni. Padahal Doni dengan mati-matian menahan si kekar yang sudah berdiri tegak.

"Eh, apa ini?" Gumam Linda sambil merasakan sesuatu di bawah yang menusuk bok0ngnya.

"Sial..!!"

Srettt

Doni langsung meremat dua bok0ng Linda dengan kuat. Dia sudah tak tahan lagi dan sekarang akhirnya dia kelepasan.

"Kyaaa, apa yang kamu lakukan, pak?!" Pekik Linda saat Doni tiba-tiba menyentuh bok0ngnya.

"Diam. Kau yang sudah membangunkannya. Kau harus bertanggung jawab dan membuatnya tidur kembali.

"Eh....?"

Tentu saja Linda bingung dengan maksud Doni, dia tak paham, siapa yang bangun? Lalu kenapa harus bertanggung jawab juga.

"Aku tak paham, apa maksud......."

Cup

"Hmph.."

Doni langsung melahap rakus bibir Linda tanpa aba-aba. Linda bahkan terkejut sambil melototkan matanya.

Bukan hanya itu saja, tangan Doni berhasil merayap ke arah benda dua gundukan besar dan meremasnya dengan kuat. Benda tersebut sangat empuk dan pas di tangan Doni.

Linda mencoba menyamakan ciuman tersebut yang sedikit membuatnya kewalahan.

Tangan kanan Doni, mulai mencoba turun dan menelusuri ke arah lembah milik Linda. Lembah tersebut bahkan kini sudah cukup basah.

"Tunggu!!" Ucap Linda mendorong dada bidang Doni. "Apa yang bapak lakukan? Ini masih di kampus!!" Ucapnya menekan kata.

Doni bahkan enggan bersuara, dia hanya menatap sayu Linda karena dirinya sudah merasa tak tahan lagi.

"Aku ingin memasukannya, adikku sudah bangun dan mengeras. Apa kau tidak ingin mencobanya?"

Deg

"M-maksud bapak. Kita... Kita melakukan itu disini?" Tanyanya dengan terbata-bata saking terkejutnya.

Ya, Doni hanya mengangguk pelan dan memang sudah tak sabar ingin memasukan miliknya ke lembah yang sudah basah tersebut.

"A-aku takut, pak.. Kata orang-orang, itu akan sakit." Lirihnya pelan.

Mata Doni membola sempurna. Dia tak menyangka kalau Linda ini masih peraw*n. Dan dirinya mencoba meyakinkan Linda agar bisa memberikan mahkota tersebut padanya untuk kali ini.

"Tidak, itu hanya sakit sebentar. Lama-kelamaan akan terasa nikmat." Bisiknya tepat di telinga Linda.

Bisikan tersebut membuat Linda meremang seperti ada aliran listrik yang tiba-tiba menyengat ke dalam tubuhnya.

"Tapi....."

"Percaya padaku, aku akan bertanggung jawab." Ucapnya meyakinkan.

Dan setelah itu. Doni sudah mengunci pintu ruangannya agar seseorang tak bisa masuk ke ruangannya. Linda pun sudah nampak berbaring di sofa kecil dengan posisi tanpa sehelai benang pun yang menempel di tubuhnya.

Perlahan Doni mendekat ke arah Linda dan mencoba menindihnya. "Boleh kumasukan sekarang?"

"Y-ya." Angguknya pelan.

Jleb

"Akh..... S-sakit!!"

"Maaf, aku akan melakukannya dengan pelan."

Setelah mencoba melakukan dengan pelan. Doni merasa bangga dengan dirinya karena dia sudah berhasil membuat Linda menyerahkan mahkota miliknya.

"Pak. Aku mencintaimu."

Vote nya kakak. Janlup juga gift nya😘

Terpopuler

Comments

Miyagi Mitsui

Miyagi Mitsui

bodohnyaaa

2024-12-12

0

+62 88

+62 88

si bodoh ini 🤣🤣🤣

2024-11-12

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!