Anna terkulai lemah saat Victor mengakhiri permainan. Dia bahkan merasa tidak bertenaga untuk sekedar duduk. Sekujur tubuhnya masih merasakan sensasi kenikmatan dari hujaman kenikmatan sang daddy.
Berbeda dengan Anna, Victor langsung mengenakan pakaian lengkap. Dia tak berhenti menatap Anna sambil tersenyum.
Melihat Victor sudah berpakaian, Anna memaksakan dirinya untuk bangkit.
"Diamlah di sana! Biar aku yang memasangkanmu pakaian," kata Victor.
Anna tak mendengarkan. Ia merubah posisi menjadi duduk. Saat itulah Victor memakaikan celana segitiga untuknya, lalu dilanjutkan dengan bra.
"Kenapa kau selalu bersikap manis padaku? Itulah yang membuatku tak bisa menahan diri untuk jatuh cinta padamu," ungkap Anna.
"Aku? Manis? Kau harusnya bercermin. Justru kaulah yang bersikap manis. Bahkan sekarang," balas Victor. Dia sekarang memasangkan gaun untuk Anna. "Berdirilah!" suruhnya.
Anna lantas berdiri. Dia seperti anak kecil yang dipakaikan baju oleh orang tuanya. Padahal usianya sudah hampir 17 tahun.
"Ayo kita pulang! Acara begini tidak cocok denganmu," ajak Victor.
"Tidak bisa, Dad. Aku sedang menemani Tara. Dia alasanku nekat datang ke sini," ucap Anna.
"Kau harusnya memikirkan dirimu sendiri terlebih dahulu dari pada memikirkan orang lain. Temanmu itu bahkan tak tahu kau hampir celaka tadi!" Victor tampak bicara dengan serius.
"Aku tahu. Tapi Tara sahabatku, Dad. Kau bahkan mengenalnya," sahut Anna.
"Iya. Aku tahu. Tapi sepertinya kau sudah terlalu dekat dengannya," balas Victor.
Anna terdiam. Untuk pertama kalinya dia merasa aneh dengan sikap sang daddy. Namun Anna berpikir daddy nya bersikap begitu karena memiliki hubungan khusus dengannya.
"Ya sudah. Daddy boleh pulang duluan. Aku akan segera menyusul," saran Anna. Saat itulah dia terpikir mengenai bagaimana daddy nya bisa datang ke rumah Zack.
"Tunggu dulu, Dad. Bagaimana kau tahu kalau aku ada di sini? Padahal tadi aku izinnya pergi menginap di rumah Tara," selidik Anna.
"Ayolah, Sayang. Aku tahu karena diberitahu ibunya Tara." Victor menjawab dengan santai.
"Ah, benar! Ibunya Tara memang tahu kalau aku dan Tara pergi ke sini. Tapi kau tidak seharusnya masuk ke sini untuk mencariku," ujar Anna.
"Aku mencemaskanmu. Aku juga punya firasat buruk. Makanya aku ada di sini bersamamu." Victor berkata dengan tatapan meneduhkan. Yang lagi-lagi membuat Anna terenyuh dan tunduk padanya.
"Thanks, Dad. Aku tidak tahu apa jadinya kalau kau tidak datang." Anna memeluk Victor.
"Kalau begitu, ayo kita pulang..." desis Victor ke telinga Anna. Lalu dia gigit dengan pelan kuping perempuan itu.
Anna reflek terpejam saat merasakannya. Dia sepertinya sudah kecanduan dengan segala sentuhan sang daddy.
Karena terus didesak pulang, Anna lantas ikut bersama Victor. Namun sebelum pergi, dia meminta waktu sebentar untuk menemui Tara.
Akan tetapi setelah dicari, Anna tidak menemukan Tara dimana-mana. Dia lalu mencoba menghubungi Tara melalui telepon. Namun nomor Tara tidak aktif kala itu.
"Kenapa?" tanya Victor. Dia sejak tadi mengikuti Anna mencari Tara.
"Tara tidak menjawab," sahut Anna.
"Mungkin dia pulang lebih dulu," ujar Victor.
"Tidak mungkin." Anna kembali mencoba menghubungi Tara. Namun dia tetap tidak mendapat jawaban.
"Aku jadi cemas. Tolong bantu aku mencari Tara, Dad!" pinta Anna.
Victor terdiam. Dia terkesan ragu untuk mengiyakan. Tetapi dirinya langsung bersedia saat melihat ekspresi Anna yang tampak cemas sekali.
Anna dan Victor berpencar untuk menemukan Tara.
...____...
...Visual Karakter...
...Anna...
...Victor...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirman🦈
waah cantik dan ganteng visual nya
2024-11-26
0
Faizah Indah lestari
visual nya bening aku jadi minder 🤭
2024-11-13
0
Abd Kadir Taha
nggak seperti ayah dan anak
2024-12-02
0