Akhirnya mereka semua menemukan rumah sakit yang merawat Galang, dan mereka langsung bertanya ke salah satu suster tentang dimana ruangan Galang
Suster
Galang? Galang Septian Mahendra? Yang pasien kecelakaan itu kan? (memastikan)
Kenzi
Iya sus, iya
Suster
Oo, itu disana ruangan nya (menunjuk kearah suatu ruangan)
Kenzi
Makasih sus (berlari dan di ikuti Jefan, Aryan, dan Kamal)
Dan saat mereka menemukan ruangan Galang, mereka terdiam membeku melihat dari kaca transparan yang memperlihatkan kondisi Galang yang begitu parah
Kamal
Ayo masuk bang (ingin membuka pintu ruangan Galang)
Kenzi
Sepertinya jangan dulu, liat kondisi bang Galang
Kenzi
Sangat parah, terus kita juga belum tentu bisa masuk
Kamal
Baiklah bang
Kenzi
Yaudah kalo gitu kita pulang dulu
Kamal
Tapi bang?
Kenzi
Besok aja kita kesini lagi, dan yang penting kita semua udah tau tempat dirawat nya bang Galang
Jefan
Bener tuh, kita pulang dulu
Aryan
Gimana kalo makan malam dirumah gue?
Kamal
Oke, tapi emang lu udah izin?
Aryan
Dah
Jefan
Oke gass✊🏻😁
Disisi lain, terlihat seorang pria paruh baya itu melangkah masuk dengan langkah yang dipenuhi oleh amarah
Mahendra
HAWA!! (teriaknya penuh amarah)
Hawa
Eh udah pulang, kenapa sayang? (menghampiri Mahendra dan seolah-olah tidak tahu apa yang terjadi)
(Plak!)
suara tamparan yang tiba-tiba mendarat di pipi Hawa
Mahendra
Mau masih nanya 'kenapa'?
Hawa
Aku benar-benar tidak tahu apa maksud mu sayang (bingung)
Mahendra
Kau apakan putra ku?
Hawa
Aku tak melakukan apa pun ke dia (jawab nya gemetar takut)
Mahendra
JAWAB!! (teriaknya sambil mencengkram kuat lengan Hawa)
Hawa
A_aku mengusirnya (terbata-bata)
Mahendra
Aku sangat menyesal mempercayai mu untuk merawat putra ku
Mahendra
Aku sangat sibuk bekerja bukan berarti aku tak tau semua perlakuan mu ke putra ku selama ini
Mahendra
Seharusnya aku dulu merelakan nya ikut dengan ibu kandung nya pasti hidup nya lebih baik, tapi aku malah merelakan nya hidup penuh siksaan
Hawa
Ma_maafkan aku.. (memohon)
Mahendra
Sudah terlambat (melepaskan cengkraman dengan kasar)
Mahendra
Masukkan dia ke gudang dan jangan biarkan dia keluar sampai aku menyuruh kalian untuk membebaskan nya
Bodyguard
Baik tuan (menarik Hawa ke gudang)
Mahendra
Ku kira kau tulus merawat putra ku ternyata kau sama saja seperti mereka, sama-sama wanita gila harta
Mahendra datang kerumah sakit untuk melihat keadaan Galang dan ia malah melihat seorang wanita yang berdiam diri didepan ruangan nya Galang
Mahendra
Kelly? (kaget)
(Plak!)
suara tamparan yang tiba-tiba mendarat di pipi Mahendra
Kelly
Kau apakan putra ku?.. (menangis)
Kelly
Kenapa ini semua bisa terjadi kepada anak ku?.. (memukul-mukul dada bidang Mahendra)
Mahendra
Maafkan aku, aku juga tidak tau semua ini bisa terjadi pada nya (memeluk Kelly berusaha menenangkan nya)
Kelly
Tidak tau kata mu.. (mendorong Mahendra menjauh darinya)
Mahendra
Udah kel, ini rumah sakit
Mahendra
Jangan bikin keributan
Mahendra
Tenang (mencoba mendekat)
Kelly
Dulu aku merelakan putra ku ikut dengan mu karena ekonomi ku waktu itu menipis, tapi sekarang aku punya segalanya jadi serahkan saja Ian kepada ku
Mahendra
Tapi dia juga putra ku, dan aku juga berhak atasnya
Kelly
Putra mu? Memangnya ada ya seorang ayah yang membiarkan anaknya hidup menderita?
Mahendra
Dia selama ini bahagia tinggal bersamaku (mencoba membantah perkataan Kelly)
Kelly
Tinggal bersamamu? Bukan nya ian tinggal dengan wanita murahan mu itu
Kelly
Ian selama ini hanya merasa menderita saat tinggal dengan nya, dan Ian malah merasakan kebahagiaan saat bersama teman-temannya
Kelly
Tidak usah mengelak lagi, aku sudah tau semua nya
Kelly
Jadi, kau boleh pergi dari kehidupan putra ku dan jangan lagi kau membuat Ian ku menderita lagi
Mahendra sangat menyesal karena kecerobohan nya selama ini dan ia juga tidak bisa mengelak lagi saat Kelly mengatakan hampir semua kebenaran nya
Kini ia harus mengalah demi kebahagiaan Galang bersama Kelly
Dan disisi lain..
Hawa
Mama sangat menyesal.. (menangis)
Hawa
Maafin mama ya sayang..
Hawa
Mama lakuin ini semua agar kamu punya masa depan yang jauh lebih indah..
Hawa
Seandainya kamu tau, mama selalu bersikap tegas dan jahat saat usiamu mulai remaja, itu karena mama tak ingin melihat mu menangis didepan makam mama suatu hari nanti.. Mama ingin membuat mu membenci mama agar kamu tak terlalu merasa sedih saat mama tinggal nanti...
Hawa
Maafkan mama ya, mama juga nggak tau kalo ini bakalan terjadi kepada mu...
Comments
Sasa
Huweee😭 ikut nyesek bacanyaaa, moga Galang cepat siuman dan mama atau papanya gak ngelakuin hal bodoh lagi, semoga mereka bisa berdamai kedepannya
2025-01-18
0