PENGHAKIMAN

Masih di hari dan tempat yang sama..

"Untuk tawanan yang berada di luar menara, Melika dan Nira membuat sebuah alat berupa gelang kaki dimana mereka tidak bisa pergi terlalu jauh dari menara, alat itu di tanamkan sihir oleh Melika.." kata Luna

"Sihir..? Sihir seperti apa..?" tanyaku

"Jika mereka belebihi radius 2km dari alat yang menjadi pengontrol gelang kaki mereka, mereka tubuh mereka akan merasakan gatal yang sangat hebat di sekujur tubuh mereka.." jawab Yui

"Gatal..? Kenapa gatal..?" kataku bingung

"Tuan, di dunia ini banyak orang yang sudah terbiasa dan berlatih menahan rasa sakit, tapi tidak ada orang yang berlatih menahan rasa gatal, sebagai informasi, rasa gatal dari alat itu tidak bisa hilang meski di garuk sampai kulit dan daging di tubuh mereka terkupas sekalipun.." jawab Luna

Benar, rasa gatal adalah rasa yang sulit untuk diabaikan, apalagi jika itu di sekujur tubuh dan tidak bisa hilang meski di garuk. Itu benar2 siksaan yang lebih mengrikan ketimbang di sayat pedang.

Gak kebayang deh gimana rasanya..

"Lalu apa ada diantara mereka yang mencoba melarikan diri..?" kataku lanjut bertanya

"Awalnya banyak yang mencoba melarikan diri karena merasa penjagaan terlalu ketat, namun mereka dengan mudah kembali ditangkap ketika rasa gatal dari gelang itu aktif dan di bawa kembali ke gerbang menara untuk kembali bekerja.." jawab Yui

"Berbeda dengan para tawanan wanita, mereka justru bekerja dengan giat dan merasa kalau hidup disini jauh lebih nyaman ketimbang di tempat mereka sebelum menjadi tawanan kita.." jawab Luna

"Kok bisa..?" kataku

"Ditempat mereka berasal mereka di paksa bekerja dengan jam kerja yang tidak masuk akal, dan hanya memiliki sedikit waktu istriahat dengan bayaran yang hampir terbilang tidak cukup.." ucap Luna

"Disini mereka bisa beristirahat dengan cukup dan makan dengan teratur, itu membuat mereka merasa nyaman.." kata Yui

"Kalau begitu terus buat mereka merasa seperti itu, akan bagus jika nantinya kesetiaan mereka berpaling pada kita.." kataku

Selanjutnya beralih ke pembahasan yang dirasa Luna dan Yui sangat sensitif bagiku. Itu adalah tentang para petinggi Volgur yang saat ini di tahan oleh pasukan kami.

"Tuan, masih ada hal lain yang ingin kusampaikan.." kata Luna

"Hmm? Tentu katakanlah.." kataku

Luna menghela nafas dengan tenang dan berkata..

"Ini tentang para petinggi Volgur yang dulu mengkhianatimu.." kata Luna dengan wajah sedikit ragu

"Mereka ya, jadi apa mereka masih hidup sekarang..?" tanyaku

"Mereka sudah di sembuhkan dengan potion dari Melika, dan mereka kini di tahan di ruang tahanan bawah tanah.." jawab Luna

"Benar, aku lupa kalau aku meminta kalian untuk tidak membunuh mereka terlebih dahulu.." kataku

Luna dan Yui hanya memandangku dengan tenang dan lembut.

Entah kenapa melihat kehancuran pasukan mereka sebelumnya membuatku merasa tidak puas dan masih membenci mereka. Namun aku tidak bisa membenci Noel karena perasaan yang ada di dalam hatiku, meski aku masih merasa sakit hati padanya tapi dendamku seolah sudah tidak lagi seperti sebelumnya. Mungkin itu karena perasaan cinta pemilik tubuh ini yang begitu besar pada wanita itu, ini keputusan yang sulit dan merepotkan untukku.

"Bawa wanita itu kesini, aku ingin bertemu dengannya.." kataku

"Baik tuan.." jawab Luna

Setelah beberapa saat, empat orang prajurit membawa Noel ke ruanganku. Aku duduk sofa sambil melihat2 dokumen lain di temani oleh Luna dan Yui yang juga berada di dekatku.

Ketika masuk, Noel terlihat akan menangis dengan mata yang berkaca2, entah itu akting atau perasaan yang sesungguhnya aku juga tidak tahu. Noel menyebut namaku dengan nada bergetar..

"R-roy.. A-aku.." ucap Noel

Aku mengalihkan panganku padanya, dia masih mengenakan pakaian kapten divisi priestnya yang sudah nampak lusuh dan kotor setelah perang.

"Ku dengar kau ingin bertemu denganku.. Katakan, apa yang kau inginkan.." tanyaku dengan tenang dan tanpa ekspresi

Melihatku yang begitu dingin padanya, Noel mulai meneteskan air matanya..

"Aku.. Aku menyesal Roy. Aku.. Aku tahu aku salah dan tidak layak menerima ampunanmu. Tapi aku mohon, beri aku kesempatan satu kali lagi.." jawabnya

"Kesempatan..? Kesempatan seperti apa yang kau inginkan.." tanyaku lagi

Mendengar itu Noel merasa kalau masih ada kesempatan untuk kembali seperti dulu dengan Roy, teman masa kecil sekaligus orang yang benar2 di cintainya dengan tulus..

"Aku.. Aku tahu aku tidak layak mengatakan ini, tapi aku ingin memperbaiki hubungan kita dan mengembalikan kepercayaan mu padaku. Aku tahu ini egois, tapi aku menyesal dan berjanji padamu Roy.." jawab Noel dengan penuh kesungguhan

Aku hanya diam dan menyandarkan tubuhku pada sofa tempatku duduk.

Aku merasakan beban di hatiku tentang wanita ini seketika menghilang begitu saja seakan kutukan perasaan pemilik tubuh ini sudah sepenuhnya menghilang dari diriku. Sepertinya mendengar ucapan Noel, pemilik tubuh ini sudah menemukan ketenangannya dan merelakan segalanya padaku.

Dengan begini, akhirnya kini tubuhku menjadi milikku sendiri dan tidak lagi terikat dengan perasaan orang lain..

"Dengar Noel, aku memang membencimu dan sempat berniat membalas dendam padamu. Seperti yang kau tahu aku sudah bukan diriku yang dulu lagi, kini aku telah menjadi orang yang berbeda.."

"Aku bukan lagi Roy yang dulu pernah bersamamu dan kau cintai. Aku aku berjuang melupakanmu dan semua perlakuan kejammu padaku, sampai aku berhasil berada di tempat ini.."

"Aku tidak ingin mengulang kesalahan yang pernah terjadi, aku sepenuhnya menghargai keputusan mu saat itu. Jadi tolong mengertilah, kita tidak lagi bisa bersama, aku memiliki kehidupanku sendiri disini. Maaf karena tidak bisa memberi apa yang kau inginkan.." kataku menjelaskan padanya

Setelah semua penjelasanku itu, Noel pun menangis dan menyesali perbuatannya. Dia baru sadar kalau uang dan harta bukanlah segalanya, namun nasi sudah menjadi bubur, semua yang sudah terjadi tidak dapat diulang kembali.

"Aku tidak berniat membunuhmu, aku akan membiarkan mu untuk terus hidup dengan penyesalanmu itu. Aku harap kau bisa belajar dari pengalaman.." kataku

"Roy, kumohon.. Biarkan aku terus bersamamu.." kata Noel dalam tangisnya

Meskipun aku tidak lagi terbebani perasaan pemilik tubuh sebelumnya, namun ingatannya masih ada pada diriku. Aku tidak tega membuangnya begitu saja, bagaimana pun dia juga teman masa kecil si pemilik tubuh ini.

"Baiklah, aku izinkan kau tinggal di menara ini dan bekerja untukku. Tapi aku minta maaf, aku tidak bisa menerima perasaanmu lagi Noel, aku harap kau mengerti apa yang aku rasakan.." kataku dengan tenang

Dalam tangisnya Noel benar2 menyesali perbuatannya yang membuang Roy demi uang dan jabatan untuk bersama pria lain. Dia memahami apa yang aku rasakan saat itu setelah apa yang ku katakan padanya barusan.

Meski tidak bisa lagi bersama, setidaknya bisa bekerja di bawah kepemimpinannya adalah satu2nya cara dia bisa tetap bersama engan Roy meski tidak bisa lagi menjadi sepasang kekasih seperti dulu.

"B-baiklah Roy, aku menerima tawaranmu. Aku akan bekerja sepenuh hati untukmu mulai saat ini.." jawab Noel dalam tangis penyesalannya

"Terima kasih untuk pengertianmu, aku menghargai itu.." kataku

"Y-ya.." ucap Noel

Aku menoleh memandang Luna. Dia tersenyum dan mengangguk tanda kalau apa yanh di katakan Noel itu sepenuhnya jujur..

"Aku tekankan padamu nona, meskipun kau adalah mantan kekasih dan teman masa kecil dari master, disini kau tidak akan menerima perlakuan spesial, kau harus bekerja dengan giat dan sesuai peraturan yang di tetapkan oleh master untuk organisasi ini.." kata Yui dengan lembut namun tegas

"B-baik.." jawab Noel

"Kau tidak perlu takut, selama kau setia pada tuan dan organisasi dengan baik, kau tidak akan di perlakukan dengan buruk. Lupakan masa lalu dan mulailah menata masa depanmu yang lebih baik disini.." ucap Luna dengan tenang dan senyum di wajahnya

Luna memang benar2 bijaksana, dia selalu tahu bagaimana harus bersikap sebagai salah satu orang yang paling kupercaya..

Mendengar perkataan Luna, hati Noel tersentuh dan merasa tenang. Sekarang dia mengerti, kedua wanita disisi Roy saat ini adalah orang yang membantunya pulih dari rasa sakit hati dan dendam akbiat perbuatannya.

Noel memantapkan hatinya untuk membalas kebaikan Roy dan bekerja untuknya dengan penuh dedikasi dan bersungguh2..

"Terima kasih.. Aku.. Benar2 berterima kasih karena sudah mengampuni dan memberiku kesempatan untuk bekerja disini.." ucap Noel sambil menghapus air mata di wajahnya

"Baiklah, kalau begitu, aku ingin kau membantu Luna dengan semua pekerjaannya, kau juga akan menerima gaji yang layak selama bekerja bersama kami.." kataku

Luna memanggil dua orang Maid ke ruanganku dan menyuruh keempat prajurit yang mengawalnya untuk kembali. Tak beselang lama dua orang Maid pun datang.

Luna memerintahkan kedua Maid itu untuk memberikan tempat tinggal untuk Noel di area perumahan di dekat Kastil Utama dan sejumlah pakaian yang layak untuknya bekerja sebagai assisten Luna..

Kedua Maid itu pun mematuhi perintah Luna dan membawa Noel pergi. Sebelum keluar, sekali lagi Noel menoleh dan memandangku dengan senyum tulus di wajahnya untuk beberapa saat lalu pergi bersama kedua Maid itu.

...*****...

Tiga hari kemudian..

"Eksekusi mereka sudah di lakukan tadi malam, Noel juga disana untuk menyaksikannya.." kata Luna

"Kau membuat dia menyaksikan semua itu..?" tanyaku

"Tidak tuan, dia sendiri yang ingin hadir disana ketika proses eksekusi para petinggi pasukan Volgur.." jawab Luna

"Begitu ya, dia sendiri yang menginginkannya.." kataku

"Benar, dia bahkan sempat membujuk mereka untuk bertaubat dan bekerja demi kita untuk menebus kesalahan mereka, namun semua itu di tolak mentah2 dan mereka malah menghina Noel dan menyebutnya pengkhianat.." kata Luna menjelaskan

"Orang2 seperti mereka tentu memilih mati ketimbang berlutut menyadari kesalahannya.." kataku

"Benar tuan, mereka memang seperti itu.." ucap Luna

"Menurut laporan, kepala mereka semua dikirimkan ke kerajaan bitena bersama dengan kepala Ralph sebagai peringatan untuk mereka. Kira2 kapan itu akan sampai disana..?" kataku bertanya

"Semalam semuanya langsung dikirim kesana menggunakan kendaraan H1 sampai perbatasan hutan, kemungkinan besok siang kerajaan Bitena akan Gempar menerima paket dari kita.." kata Luna

"Kau juga sudah mengirimkan pesan pada mereka dengan maksud meminta ganti rugi perang dan tebusan untuk para tawanan, kurasa ini bagus untuk menekan mereka.." kataku

"Kita akan melihat jawaban mereka nanti.." kata Luna

"Baiklah, ngomong2 dimana Yui? Tidak melihat dia sedari pagi.." kataku

"Yui mengatakan kalau dia ingin berjalan2 di kota di gerbang menara, dia ingin melihat pembangunannya.." jawab Luna

"Ngomong2, kudengar para tawanan wanita mengatakan kalau mereka ingin bergabung dengan organisasi kita juga, apa itu benar..?" tanyaku

"Benar, saat ini Noel sedang ku kirim untuk menilai dan mengevaluasi mereka. Tapi nanti keputusannya akan di tentukan setelah aku mengetahui niat dan ketulusan mereka dengan kemampuanku.." kata Luna dengan tenang

"Baiklah, untuk sekarang cukup awasi dan biarkan mereka bekerja sebagai tawanan.." kataku

"Baik tuan.." ucap Luna

...*****...

Satu minggu kemudian, di ruang pertemuan Kerajaan Seren. Disana terlihat tiga perwakilan negara sedang melakukan pertemuan.

Mereka adalah Ardan Marshal dari Kerajaan Granbell, Oben Perdana Mentri dari Negara Kaluna dan Saint Orly sebagai tuan rumah di pertemuan ini dari Kerajaan Seren.

"Kalian pasti sudah mendengarnya bukan, tentang organisasi bernama Conqueror yang menguasasi Tower Utama.." kata Orly

"Pasukan Volgur yang di temukan di wilayah kami juga mengatakan hal yang sama.." kata Oben

"Sepertinya mereka sengaja melepas para tawanan di masing2 negara kita untuk memberi tahukan pada dunia tentang mereka.." sambung Ardan

"Kalau memang benar begitu kemungkinan informasi yang kita miliki kemungkinan sama.." kata Orly

Merekapun menceritakan tentang informasi dari negara mereka masing2..

"Benar saja, mereka sengaja melakukan ini, bahkan informasinya saja sama persis.." ujar Oben

"Yang terpenting adalah mengenai Bitena dan Volgur yang menyerang mereka terlebih dulu.." kata Orly

"Aku sepenuhnya itu benar, Bitena selalu berambisi menguasai dunia, mendengar kalau tower itu di taklukan mereka pasti tidak senang dan berniat menguasainya.." kata Ardan

"Benar juga, mereka selalu mengobarkan api peperangan, bahkan dengan organisasi di dalam negara mereka sendiri.." ucap Oben

"Kami tidak berbatasan langsung dengan mereka, jadi mereka tidak pernah menyerang kami.." kata Orly

"Kudengar sebelum kalian menarik Gereja kalian dari negara itu, dulunya para sister gereja kalian kerap di lecehkan oleh para bangsawan dan petinggi pasukan mereka.." kata Ardan

"Itu benar, karena itulah kami menarik semua Gereja kami dari sana.." ucap Orly menjelaskan

"Mereka masih cukup netral dengan Kaluna, karena mereka kerap membeli pasokan makanan dan jiga kebutuhan lainnya dari negara kami.." sambung Oben

"Tentu saja, mereka bersitegang dengan negaraku, tentu hanya negaramu lah yang menjadi pemasok makanan yang mau membantu mereka.." jawab Ardan

"Kesampingkan soal itu, kudengar kalau petinggi Bitena juga ikut dalam penyerangan menara utama itu.." kata Orly

Ardan tiba2 terdiam dan membuat Oben dan Orly penasaran dengan sikapnya.

Sepertinya Ardan memiliki informasi lain terkait hal yang baru saja Orly katakan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!