bertengkar

"Untuk apa uang sebanyak itu pak?" tanya bu Wati sambil mengepalkan tangannya menahan amarah pada sang suami.

"Maaf kan bapak buk, ba-pak khilaf"

"Untuk apa?" pekik perempuan itu

"Judi"gumam nya pelan

"Kau benar-benar gila pak, apa kau tidak memikirkan nasib Anita dan Deni anak kita, lelaki brengsek kamu!"maki nya

"Aku minta maaf bu,bapak khilaf"

"Khilaf kata mu,uang segitu bukan sedikit pak, ratusan juta dari mana kita harus mencari nya"

"Bapak akan usahakan bu,sabar"

"Bagaimana ibu bisa sabar pak,Anita taruhan nya,kamu pikir pake otak mu, Anita akan di jadikan babu oleh rentenir itu, seumur hidup anak kita juga tidak akan mampu melunasi hutang kamu yang besar itu"marah bu Wati

"Sekarang kita jual saja rumah ini,hanya itu jalan satu-satunya agar Anita tidak di jadikan pembantu seumur hidup oleh Rentenir itu"lanjut bu Wati

"Tidak bisa bu"

"Kenapa tidak bisa,apa kamu punya harta lain untuk membayar hutang mu itu?"tanya bu Wati tapi di jawab gelengan oleh pak Suryo.

"Sertifikat rumah ini sudah ada pada bos Edward bu"ucap Pak Suryo pelan

"Apa? Kamu gila pak, benar-benar gila! Bisa-bisanya kamu memberikan sertifikat rumah ini pada mereka,ini rumah orang tua ku pak"

Anita hanya bisa menangis sesenggukan melihat pertengkaran kedua orang tua nya.

"Jadi sekarang bagaimana? Apa kita harus bercerai agar aku bisa menyelamatkan Anita anak kita?" tanya bu Wati

"Jangan bu,bapak mohon jangan,maaf kan bapak,bapak janji akan cari jalan keluarnya bu"

"Aku tidak mau Anita jadi korban kebodohan kamu pak, lebih baik kita bercerai saja!"

"Paman,bibi" ucap Anya yang baru pulang mendengar keributan suami istri ini.

"Anita kamu kenapa?"tanya Anya melihat sang sepupu yang sedang menangis.

"Kenapa bibi ingin bercerai dari paman?" tanya Anya lagi

"Bagus kamu pulang Anya,saya sudah tidak sanggup hidup dengan paman mu ini"

"Bu"

"Paman mu berhutang pada rentenir dan sekarang mereka meminta Anita menjadi penebus hutang nya"

"Aku tidak mau An, bantu aku" isak Anita membuat Anya terdiam sambil menggenggam tangan sang sepupu.

"Ini bukan urusan Anya bu,kamu masuk saja Ke dalam kamar kamu An"ujar sang pak Suryo

"Kenapa kamu tidak ingin Anya tau,apa kamu ingin Anita menanggung beban ini sendiri?"

"Bu,aku tidak ingin mengorbankan siapapun, mereka anak-anak ku,biar aku yang menyelesaikan nya sendiri"

"Berapa hutang paman?" tanya Anya pelan

"400 juta belum dengan bunga nya"jawab bu Wati membuat Anya terkejut karena nominal nya begitu banyak.

"Maaf bi aku tidak bisa membantu sebanyak itu"

"Kamu bisa membantu kami An" jawab Anita membuat Anya mengerutkan keningnya tak mengerti.

"Kamu bisa menggantikan posisi ku untuk menjadi pembantu di rumah rentenir itu"

"Anita!" bentak Pak Suryo

"Kenapa pak? Bapak tidak mau Anya yang di sana? Atau kecurigaan ibu selama ini benar kalau Anya anak kandung bapak dari selingkuhan bapak bukan keponakan bapak" pekik Anita

"Plak"

"Bapak" teriak Bu Wati

"Kamu berani tampar Anita hanya karena keponakan busuk mu ini!" tunjuk bu Wati kesal pada Anya

"Bu-"

"Stop..... sekarang aku tau pak,benar kecurigaan ku selama ini,kamu berselingkuh dan dia anak mu"

"Stop! Kalian gila menuduh ku yang tidak-tidak"

"Sekarang bapak pilih aku atau Anya yang menjadi pembantu di rumah rentenir itu"

"Ibu tidak mau kalau Nita dan kamu Anya berpikir lah selama ini kami yang memberikan tumpangan hidup pada mu sampai kamu sebesar ini dan jika kamu ingin membalas kebaikan kami kamu lah yang seharusnya di sana bukan anak kandung saya"ujar bu Wati membuat Anya terkejut dengan keputusan bibi nya ini,Anya akui bibi nya selama ini tak menyukai Anya tapi Anya tinggal di rumah mereka bukan hanya sekedar menumpang, Anya memberikan separuh gajinya untuk kehidupan bibi dan paman nya ini sedangkan Anita menikmati masa muda nya berbanding terbalik dengan Anya yang harus berkerja keras.

"Bu"

"Aku tak ingin bantahan dari kamu pak,Aku ingin dia balas kebaikan keluarga kita selama ini" potong bu Wati cepat.

Anya hanya bisa terdiam secara dia sudah memiliki kekasih bahkan berniat ingin menikah tahun ini.

Anita berdiri dia ingin masuk kedalam kamar nya tapi tiba-tiba kepala nya pusing dan tubuh nya ambruk.

"Anita!" pekik mereka serentak

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

terima saja Anya,siapa tahu di tempat sana kau ada sediy kesenangan di bandingkan dengan tinggal bersama bu Wati.. seperti nya Anita hamil... jangan sampai kekasih Anya yang menghamili nya...

2024-12-16

0

Jamayah Tambi

Jamayah Tambi

Tak habis2 dgn hamil luar nikah.Pergaluan bebas danvanggapbhukumnhakam agama itu enteng.Dosa pahala tidak dihiraukan

2025-01-24

0

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

hamil deh, anita. anak kesayangan mm tercinta. kalau ngk m Wati aja kerja di sana, gitu aja ko repot 😲

2025-01-23

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!