17

" Jadi, Baginda raja meminta saya untuk datang."

Lyra pun mengangguk sebelum kemudian menyeruput teh nya.

" Apakah anda sudah menolak lamaran dia?." Tanya Duke Miller.

" Sudah, saya sudah mengatakan jikalau saya tidak ingin menikah dengan sir Mathius." Jawab Lyra.

Duke Miller tersenyum tipis namun Lyra tidak menyadarinya karena Duke menutupi bibirnya dengan jari-jari tangannya sendiri.

" Baiklah, saya akan menemui Baginda raja."

" Anda yakin Duke?, kita kan hanya berpura-pura menjadi sepasang kekasih. Bagaimana jika saat Baginda bertanya lagi nanti, saya akan mengatakan kalau kita sudah mengakhiri hubungan kita ." Ujar Lyra.

" Saya sangat yakin putri,justru kalau anda mengatakan jika hubungan kita berakhir, maka Sir Mathius dan ayahnya akan mendesak Baginda raja karena anda tidak memiliki alasan yang kuat untuk menolak lamaran mereka." Ucap Duke Miller.

" Huh, anda benar juga." Ucap Lyra.

Duke Miller tersenyum lagi di sela-sela minum nya, dan Lyra tidak menyadari lagi hal tersebut.

" Selagi anda di sini, maukah anda melihat taman di mansion ini putri." Ajak Duke Miller.

" Baiklah." Ucap Lyra yang langsung menyetujui nya.

Seperti dugaan nya, Reaksi Lyra terlihat begitu terpukau ketika melihat taman miliknya yang sangat indah.

" Wah, Duke. taman anda sangat indah sekali. Saya juga sangat terkejut karena baru melihat bunga-bunga yang belum pernah saya lihat di taman istana."ucap Lyra yang semangat sekali dalam melihat-lihat bunga.

" Apa,Anda menyukai nya putri?."

" Tentu saja, saya suka sekali. Apalagi di taman anda ini banyak sekali jenis bunga nya." Ujar Lyra.

" Disini masih belum lengkap, mari. saya akan mengajak anda ke rumah kaca, karena saya ingin menunjukan sesuatu." Ajak Duke Miller.

Mereka berdua berjalan beriringan, melewati setiap tanaman bunga yang begitu memanjakan mata.

Lyra juga tidak henti untuk tersenyum di setiap langkahnya.

Saat sampai di depan pintu rumah kaca, Lyra menjadi lebih semangat lagi karena melihat koleksi bunga lain nya.

" Apa bunga-bunga ini di datang kan dari kerajaan Garnet?"

" betul sekali, apa anda menyukainya?." tanya Duke Miller.

" Sangat, terimakasih telah menunjukan taman dan bunga secantik ini kepada saya Duke."

" Jika anda menyukainya, anda bisa kapanpun datang ke taman ini putri." ujar Duke Miller.

" benarkah?." tanya lyra dengan bersemangat.

" tentu saja " balas Duke.

" terimakasih Duke." saking senangnya Lyra terus menerus tersenyum sehingga tidak menyadari jika senyuman nya membuat seorang pria yang berdiri di samping nya itu juga ikut tersenyum.

" Seperti apa kerajaan Garnet Duke?, saya sangat penasaran ." tanya Lyra.

Dan Duke Miller menjelaskan nya dengan secara mudah jika kerajaan Garnet ya seperti kerajaan biasa pada umunya ,

namun yang sebenarnya. Garnet adalah sebuah kerajaan yang bisa dibilang cukup makmur dimana kerajaan itu bisa di katakan setara dengan kerajaan Emerald.

Bukan tanpa sebab Lyra bertanya seperti itu, karena dia belum pernah sekalipun keluar dari istana dan sekitarnya. Sehingga pengetahuan Lyra yang asli sangat lah terbatas tentang dunia luar.

Oleh karena itulah, Lyra yang sekarang begitu semangat dan suka mencari tahu tentang segala hal.

' Ternyata Duke Miller merupakan orang yang sangat menyenangkan.' batin Lyra sambil senyum-senyum.

" Putri, anda melamun?."

" A-apa?, ah,tidak." ujar Lyra.

Lyra segera menutupi kegugupan nya dengan mengalihkan pembicaraan, yaitu dengan bertanya nama bunga yang di tunjuk nya kepada Duke Miller.

Terpopuler

Comments

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

wahhh...duke miller rupanya punya mosion juga di kerajaan emeral..jd knp selama ini hrs menginap di hotel..jd penasaran siapa yg di suruh selidiki sm baginda raja ya

2024-11-21

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!