Bab 12 [ Rebutan antar Liza ]

"Jantung gua....apa gua kena serangan jantung ya. Astaga amit amit, jangan sampai deh." Batin Liza yang berpikiran, bahwa ia terkena serangan jantung.

"Lu kok bengong, terpesona ya sama kegantengan gua?." Tanya Arba sembari perlahan melangkah mendekati Liza. Namun saat jarak mereka sudah lumayan dekat, lagi lagi Arba mendapatkan serangan mendadak dari Liza. Liza pun menjitak kening Arba menggunakan jari tangan nya. Hingga jarak Arba sedikit menjauh dari Liza.

"Aww...sakit, Liz. Lu kasar banget sih sama calon suami." Ucap Arba sembari mengelus kening nya yang habis di jitak oleh Liza.

"PD amat lu, masih bocah ingusan Udah mikirin calon calon aja. Sekolah yang bener lu!." Jawab Liza dengan nada tegas dan raut wajah galak nya.

"Siap, calon istri. Gua akan sekolah bener bener demi lu," ucap Arba Sembari memberi hormat pada Liza. Namun, lagi lagi kening Arba di jitak oleh Liza.

"Aww...lu kenapa sih, main jitak jitak aja jidat orang?!." Heran Arba pada Liza yang sangat suka menjitak kening nya.

"Lu juga sih, kalo ngomong tu jangan sembarang. Sekolah bener bener jangan demi gua, tapi demi ortu lu yang udah berjuang buat sekolahin lu. Paham gak Lu?!!." Jawab Liza yang menasehati Arba yang berbicara asal bicara saja, tanpa pikir panjang.

"Iya iya, paham gua." Jawab Arba yang tak ingin Liza menasehati nya lebih banyak.

"Oh, ya. Ini udah jam 04:35, lu gak boleh pulang telat kan?." Tanya Arba memastikan.

"Ya gitu deh, kenapa emang?." Tanya Liza balik

"Lu pulang nya naik apa?." Tanya Arba yang terus berusaha untuk mengajak Liza pulang bareng.

"Naik kaki gua sendiri." Jawab Liza Santai.

"Serius dong, Liza sayang." Ucap Arba yang sengaja memanggil Liza dengan sebutan sayang. Untuk melihat wajah salting nya. Namun, tidak sesuai ekspektasi Arba.

"Gua tampol lu ye, Geli tau gak gua denger nya!." Jawab Liza yang ingin sekali menampar bibir Arba yang berbicara seenak nya saja.

"Iya iya, maaf. Gua serius nih, lu pulang naik kendaraan apa, naik mobil atau motor atau yang lainnya?." Tanya Arba yang pantang menyerah mengajak Liza pulang bersama nya.

"Rumah gua gak jauh, jalan kaki juga sampai." Jawab Liza.

"Mau pulang bareng gua gak?."

Tanpa Arba sadari, di belakang nya ada Rafa yang sudah selesai membersihkan toilet dan bersiap untuk pulang.

Arba sangat kaget saat Rafa tiba tiba mengajak Liza pulang bersama. Ia sangat kesal karena kalah cepat dengan Rafa, Arba terlalu banyak basa basi sih.

"Pulang bareng?." Liza kebingungan saat di ajak pulang bersama dengan laki laki. Seumur hidup nya, ia tak pernah pulang bersama laki laki, karena ia takut ibuk nya akan mengomel dan menyebut yang tidak tidak.

"Iya, pulang bareng. Gua bawa motor kok." Jawab Rafa sembari melihat ke arah Arba yang sudah sangat kesal pada nya.

"Enak aja lu, Liza pulang nya bareng gua!!." Tegas Arba yang tak terima jika Liza pulang bersama Rafa.

"Ingat ye, gua duluan yang ajakin Liza pulang bareng. Emang lu ada ngajak Liza, ada gak?!." Jawab Rafa yang membuat Arba terdiam sejenak.

"Gua gak perduli, pokoknya Liza pulang bareng gua!!." Ucap Arba yang tak peduli dengan ucapan Rafa.

"Bareng gua!!." Rafa.

"Bareng gua!!." Arba.

"Bareng gua!!." Rafa.

"Bareng gua!!." Arba

"UDAH!!." Ucap Liza dengan sedikit meninggikan nada suara nya, agar 2 pria yang di hadapan nya berhenti meributkan hal kecil.

"Gua pulang sendiri aja. lagian ngapain sih ngajakin gua. Rumah gua Deket kali, gak perlu naik motor segalak." Lanjut Liza.

"Gapapa, Liz. Gua mau nganterin lu biar lu gak cape jalan kaki." Jawab Arba yang tetap kekeh ingin mengantarkan Liza pulang.

"Bilang aja lu mau caper kan?." Tuduh Rafa yang membuat Arba langsung mengepalkan tangannya kuat, agar tak emosi di depan Liza.

"Udah lah, lu ikut gua aja!." Ajak Rafa yang memaksa Liza untuk pulang bersama nya.

"Lu maksa banget sih, udah gua bilang. Gua pulang sendiri aja, gua gak mau di antar siapa pun. Paham gak sih lu?!!." Kesal Liza yang sangat tidak suka di paksa paksa.

"Gak usah sok jual mahal deh. Ikut aja apa susah nya sih!," Ucap Rafa sembari menggenggam kuat tangan Liza secara paksa.

"Jangan macem macem lu ye, lu kira gua cewek apaan?!!." Marah Liza setelah memelintir tangan Rafa ke belakang. Rafa pun kaget melihat Liza yang sangat berani membuat nya seperti itu.

"Arghhh...cewek gila, lepasin tangan gua Anji*g." Teriak Rafa kesakitan sembari terus memberontak, agar Liza mau melepaskan nya.

"Ingat ye, lu memang kakel gua. Tapi kalo lu bersikap gak sopan ke gua. Gua gak akan segan segan buat nyakitin lu!!." Ancam Liza, lalu ia pun melepas tangan Rafa, dan pergi meninggalkan Rafa bersama Arba yang juga ngeri ngeri sedap melihat adegan Liza yang memelintir tangan Rafa.

"Inget tuh, sama cewek kok kasar!!." Ucap Arba lalu pergi meninggalkan Rafa yang kesakitan sembari memegang tangan nya yang tadi di pelintir oleh Liza.

"Berani banget lu ngancem gua ya, liat aja lu. Hidup lu gak bakal gua biarin tenang." Gumam Rafa yang sangat dendam kepada Liza.

...----------------...

Di gerbang sekolah....

Kini Liza sudah berjalan sampai gerbang sekolah, ia pun menemui pak satpam untuk berpamitan.

"Assalamualaikum, pak satpam. Liza pulang duluan ya, pak." Pamit Liza pada pak satpam.

"Iya, Neng. Tapi memang nya mereka udah beres bersih bersih nya?." Tanya satpam tersebut pada Liza.

"Udah beres, pak." Jawab Liza sembari mengangguk kecil.

"Ya udah, hati hati ya neng. Titip salam buat ibuk." Ucap pak satpam sembari tersenyum ramah.

"Siap, pak. Ya udah Liza pulang dulu ya." Jawab Liza yang juga membalas senyum ramah satpam tersebut.

Baru saja keluar gerbang, tiba tiba ada seseorang yang memanggil nama Liza.

"Liza." Panggil Arba yang kini sudah menaiki motor ninja nya. Liza yang masih kesal pun, mengabaikan panggilan Arba.

"Tunggu, Liz." Ucap Arba Sembari mengadang jalan Liza.

"Awas, atau lu mau kayak tu kakel?!." Ancam Liza sembari menatap Arba dengan tatapan tajam.

"Hadeh, lu bisa gak sih dengerin gua dulu?." Jawab Arba yang sudah malas basa basi lagi.

"Waktu lu 1 manit." Ucap Liza yang memberikan waktu untuk Arba bicara.

"1 jam aja gimana?." Tawar Arba yang membuat Liza semakin kesal, dan kembali menjitak kening Arba.

"Awww....sakit, Liza!." Ucap Arba kesakitan sembari mengelus kening nya.

"Lu mau 1 menit, atau gak sama sekali?!." Tanya Liza dengan serius.

to be continued ~~~

Aku author Tanz >⁠.⁠<

Sekian, terima kasih 🙏🏻

See you tomorrow, my month 👋🏻

Terpopuler

Comments

👑Кιкαη Αqυєєη👑

👑Кιкαη Αqυєєη👑

2 🌹🌹 Zeon

2024-08-13

1

👑Кιкαη Αqυєєη👑

👑Кιкαη Αqυєєη👑

org nawar, 5 menit ini minta sejam /Facepalm//Facepalm/

2024-08-13

1

👑Кιкαη Αqυєєη👑

👑Кιкαη Αqυєєη👑

Sukur.... banci beud

2024-08-13

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!