Lio berdecak ketika melihat Lara sudah terlelap di atas sofa. Wanita itu seperti kepompong, karena membungkus seluruh tubuhnya menggunakan selimut tebal dari bawah sampai atas, dan hanya bagian wajah saja yang terlihat.
"Setelah membuat pernikahanku kacau, dia bisa tidur pulas seperti ini?! Sungguh luar biasa!" geram Lio seraya berkacak pinggang sesaat, sebelum menghampiri Lara. Rasanya tidak terima melihat wanita itu tidur pulas, sementara dirinya harus menderita karena kekasihnya hilang entah ke mana.
"Hei!!" Lio berteriak memanggil Lara sambil menendang badan sofa berulang kali.
Sebenarnya, Lara hanya pura-pura tidur. Dan saat ini dia tengah di landa ketakutan yang teramat besar karena perlakuan Lio yang sangat mengerikan.
"Astaga! Apakah dia mati?!" Lio sangat geram kepada Lara karena tidak kunjung bangun. Padahal dia sudah menendang sofa, dan berteriak keras, tapi wanita itu sama sekali tidak bereaksi sama sekali. Jangankan bergerak, terkejut saja tidak.
'Bagus, Lara. Tetaplah pura-pura tidur, dari pada menghadapi amukan monster itu.' Lara berkata di dalam hati, dan menahan ketakutan yang sangat besar di dalam dada. Tapi, dia berakting sempurna, pura-pura tidur.
Lio sudah habis kesabaran. Dia langsung menarik selimut yang membungkus tubuh Lara dengan kuat, hingga membuat wanita itu tersentak kaget dan akhirnya terjatuh ke lantas.
BRUG!
"Aww!" Lara memekik kesakitan sembari memegangi bokongnya yang terasa sangat sakit karena mencium lantai.
Tatapan Lio menajam, dan kilatan api amarah terpancar di kedua matanya saat melihat penampilan Lara yang hanya mengenakan jubah mandi berwarna putih.
Lara baru tersadar akan penampilannya. Buru-Buru menarik selimut yang teronggok tak jauh darinya untuk menutupi tubuhnya. Lara menundukkan kepala sembari memeluk tubuhnya sendiri ketika merasakan tatapan dingin dan tajam dari pria monster itu.
"Apakah ini bagian dari rencanamu?!" Lio bertanya dengan nada dingin sekaligus menatap tajam wanita yang masih duduk di atas lantai itu.
"Apa?" Lara mendongak menatap Lio dengan raut terkejut bercampur tidak mengerti.
"Jangan sok suci, biitch! Kau sengaja memakai jubah mandi itu untuk menggodaku?!" Lio menunduh Lara dengan penuh amarah. "Dasar murahan!!!" maki Lio tak berperasaan.
Jantung Lara rasanya semakin sakit ketika mendengar tuduhan Lio yang sangat kejam. Lara menahan air matanya yang sudah siap jatuh.
Suhu di ruangan tersebut terasa beku. Aura kelam dan menakutkan juga semakin ketara seiring tatapan Lio kian menajam.
Lara menahan nafas sejenak, dan memejamkan matanya beberapa saat. Dia berusaha mengumpulkan keberanian untuk melawan pria mengerikan itu.
"Tuduhan Anda sangat tidak beralasan, Tuan," ucap Lara dengan nada pelan, tapi sedikit menekan. "Aku memakai jubah mandi ini karena tidak ada pakaian lain yang harus aku pakai," lanjut Lara memberikan pembelaan.
"Kau pikir aku akan percaya dengan kata-katamu!!! Hei, buka matamu dengan lebar! Di lemari itu, banyak sekali pakaian tidur yang sudah di siapkan oleh pihak hotel!!!" bentak Lio seraya menunjuk lemari yang terletak di sudut kamar mewah itu dan menyatu dengan dinding.
Lara terkesiap, mengikuti arah telunjuk Lio. Dia baru menyadari kalau ada lemari besar di sana. Mungkin karena posisinya menyatu dengan dinding dan warna catnya pun sama jadi dia tidak menyadari adanya lemari tersebut.
"Mau alasan apa lagi?!" tanya Lio masih sangat marah pada Lara. "Kau yang sudah membuat Sierra pergi dan meninggalkan pernikahan kami, dan sekarang kau ingin menggodaku!! Dasar Jallang!" maki Lio lagi semakin menggebu-nggebu.
Lara menekan dadanya yang terasa sangat nyeri. Air matanya sudah tidak terbendung lagi, bibirnya bergetar hebat menahan suara tangisnya.
"Kenapa Anda begitu kejam kepadaku? Padahal aku adalah korbannya, Tuan!" ucap Lara memberanikan diri melawan Lio. Namun, keputusannya melawan pria itu sepertinya sebuah kesalahan besar untuknya. Karena Lio malah semakin murka kepadanya.
"Apa? Korban?! Apa kau tidak salah ucap?!" Lio berjongkok, kemudian mencengkram rahang Lara dengan kuat. "Aku sangat tahu persis wanita sepertimu yang rela menghalalkan segala cara demi mendapatkan apa pun yang kau inginkan!!!" Masih mencengkram rahang Lara dengan erat, tidak lupa memberikan tatapan mematikan.
Lara meringis kesakitan ketika pria itu mencengkram rahangnya. Dia berusaha melepaskan tangan Lio, tapi tidak berhasil. Tangan pria itu terlalu kuat, hingga membuatnya putus asa.
Lio melepaskan rahang Lara dengan kasar, hingga wajah wanita itu tersentak. Kemudian mengusapkan tangannya pada permukaan celananya seolah jijik bersentuhan dengan Lara.
"Kau sangat menjijikkan!" maki Lio menatap benci pada Lara.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 199 Episodes
Comments
Yuyu sri Rahayu
ayo bangkit lara kau g boleh d rendahkan tunjukan dirimu yg sebenarnya siapa yg jalang sierra atau kamu /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
2025-02-26
0
Sita Sit
nunggu penyesalan Lio,dan jangan mau kembali nanti lara,kalau si Lio tau semua kebenaran nya
2024-12-02
0
Ahmad Zaenuri
ayo bangkit Lara jgn rapuh dan cement banjir bikin Lio jatuh cinta dgnmu 💘💘
2025-02-07
0