Suara desiran air terdengar sangat deras di samping telinganya. Long Tian tersadar dirinya berada di dalam air setelah melompat dari tebing, berpikir dirinya tidak selamat, namun sebaliknya, Long Tian berhasil selamat dan mendarat di dalam air.
Long Tian buru-buru berenang mencari tempat untuk kepermukaan, karena ia tidak mempunyai banyak waktu untuk berada di dalam sana. Dari sana, ia tidak melihat apapun, hanya ada kegelapan menutupi pandangannya seolah-olah berada di tempat yang paling dalam.
Jika dirinya berada di luar, maka sinar matahari akan memberikan tanda dengan cahaya di permukaan.
Namun tempat ini sangat gelap, Long Tian berusaha keras mencari jalan keluar. Ketika Long Tian menemukan cahaya di permukaan, ia buru-buru berenang ke permukaan.
Huft! Huft! Huft!
Long Tian terengah-engah, ia sudah menahan napas begitu lama sehingga membuat detak jantungnya berdetak begitu cepat daripada biasanya.
Ia menggertak kesal, "Orang tua itu begitu kuat, satu serangannya membuatku terlempar jauh. Untungnya aku sudah menyerap satu darah monster sehingga kerusakan yang aku terima tidak begitu banyak."
Ia keluar dari dalam air dan duduk di permukaan batu kasar, mengamati sekitarnya begitu dingin dan gelap. Tidak ada suara lain selain tetesan air dari langit-langit gua. Long Tian juga merasakan adanya fluktuasi energi langit dan bumi cukup melimpah.
Long Tian mengambil kesempatan ini untuk menyembuhkan dirinya sebelum menelusuri gua tersebut. Setelah bermeditasi selama setengah jam, Long Tian kembali membuka matanya.
Ia mulai menelusuri gua gelap dan dingin tersebut, mengikuti aliran energi langit dan bumi yang seperti mengarahkannya ke suatu tempat yang tidak ia ketahui, tetapi ini membuatnya penasaran, jadi ia mengikutinya.
Long Tian terus berwaspada, mengawasi area sekitarnya dengan cermat, khawatir akan ada serangan monster jenis aneh menyerangnya, karena tempat ini di penuhi dengan energi langit dan bumi yang melimpah.
Ada kemungkinan monster dengan jenis aneh muncul. Long Tian memanjat dinding batu besar, cahaya terang membutakan matanya. Long Tian dengan cepat menutup mata, karena kontras cahaya begitu kuat tepat di depan matanya.
Tidak lama dari itu, Long Tian kembali membuka mata. Sekarang ia bisa melihat dengan jelas jalan keluar dari lubang sempit di depannya, Long Tian masuk kedalam lubang tersebut.
Long Tian tiba di sebuah lorong persegi dengan penerangan dari lilin di sepanjang dinding lorong.
"Tempat apa ini?" Long Tian ragu untuk melangkah lebih jauh kedalam lorong, tetapi tulisan di sepanjang dinding hampir mirip dengan tulisan kuno yang pernah ia lihat sebelumnya.
Hanya saja, tulisan di dinding ini cenderung acak dan sulit untuk mengartikannya dengan mata.
Meski begitu, samar-samar ia sadar bahwa tulisan tersebut seperti 'Arsip Kedewaan' namun cacat karena kekurangan fondasinya. "Arsip Kedewaan! Apa mungkin orang kuat yang membuat tempat ini ingin menjadi Dewa? Melihat dari tulisan di dinding, dia sepertinya membutuhkan waktu yang tidak tertahankan untuk menemukan cara menjadi Dewa Sejati."
Seseorang yang menciptakan tempat ini pasti sangat kuat, karena orang ini hampir mengetahui 'Arsip Kedewaan' dimana tidak mungkin bagi orang-orang di daratan ini mengetahui hal yang menakjubkan seperti ini.
Setelah memikirkan cukup lama, Long Tian maju kedepan dan sampai di depan pintu besar yang terbuat dari batu menutupi ruangan di belakang. Long Tian mendorong batu tersebut, dan membuka pintu masuk.
Perlahan pintu itu terbuka, ia masuk kedalam melihat sungai energi langit dan bumi berada tepat di depan matanya. Energi langit dan bumi yang melimpah itu masuk kedalam sebuah bola begitu padat dan melimpah.
Namun yang lebih mengejutkan lagi adalah, tengkorak seseorang yang terduduk di singgasananya dengan sembilan pedang di belakangnya.
Jarinya seperti menujuk ke atas, karena itu Long Tian mendongak untuk memeriksanya. Saat matanya tertuju pada tulisan itu, ia merasakan 'Manual Menentang Surga' beresonansi dengan tulisan di atas sana.
"Kenaikan abadi, kaisar sembilan pedang abadi!"
Long Tian langsung menoleh kebelakang, kesembilan pedang itu bergetar hebat. Kerak-kerak yang menempel pada masing-masing pedang mulai terkelupas dan memperlihatkan wujudnya, begitu tajam dengan niat membunuh yang sama kuat.
Penekanan dari Kesembilan pedang itu membuat Long Tian batuk darah, ia hampir berlutut di hadapan tengkorak itu. Ia menggertak dengan kesal, "Keparat! Aku, Long Tian! Putra Raja Surga generasi pertama, Qin Chen! Tidak akan tunduk pada langit atau dewa manapun, aku hanya tunduk pada kedua orang tuaku!" Long Tian berteriak dengan keras membuat tekanan keduanya saling berbenturan.
Long Tian tidak gentar melawan tekanan kesembilan pedang itu, ia dengan tegas melawan hingga matanya terfokus pada kesembilan pedang tersebut, benturan sebelumnya mereda dengan cepat ketika Segel Surga terbuka.
Qin Chen melangkah kedepan, dan menyabut salah satu pedang.
Kesadarannya seperti sedang bertarung dengan sesuatu, ia merasakan kesengsaraan yang di lalui penggarap abadi untuk menembus salah satu ranah besar. Kesengsaraan itu sangat mengerikan, untungnya ia mempunyai kesadaran yang sangat kuat.
Berkat Segel Surga, kesadarannya menjadi sangat kuat ratusan kali daripada penggarap biasa.
"Kau ingin melawanku di laut kesadaranku? Betapa bodohnya kau sampai-sampai mempunyai keberanian melakukan hal bodoh itu!" Long Tian menyabut kedelapan pedang lainnya dengan mudah karena mereka sudah di tekan secara maksimal oleh Segel Surga. Sehingga mereka tidak memberikan serangan kepada kesadaran Long Tian.
Long Tian terduduk di depan kesembilan pedang yang sudah ia cabut dari tengkorak itu, Long Tian bingung menggunakan mereka, "Bagaimana caraku mengurus mereka? Senjata abadi ini berada di kelas yang mengerikan, secara garis besar sangat langka di daratan ini untuk mendapatkannya. Bahkan dapat di bilang, mustahil ada karena senjata ini hanya ada di alam yang lebih tinggi lagi. Kecuali mereka pergi ke daratan luar dan bertarung melawan para abadi untuk merebutkan senjata abadi seperti ini."
Sangat lama ia memikirkan hal ini, Long Tian lalu berdiri setelah beristirahat. Ia berputar di sekitar bola besar yang menampung energi langit dan bumi, ia melihat kearah tengkorak itu, "Apa mungkin ini adalah energi langit dan bumi yang orang itu punya? Jika benar, keberuntungan apa yang aku dapatkan sampai menemukan energi langit dan bumi yang melimpah ini sebagai cadangan sumberdayaku ketika melawan musuh kuat."
Dengan sembilan pedang abadi di tangannya, ia mungkin mempunyai kesempatan menang. Ditambah, kesembilan pedang abadi itu mempunyai kekuatan yang mengerikan dan masing-masing mereka juga mempunyai elemen khusus.
...
*Bersambung ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 184 Episodes
Comments
Iskandar Yunaeni
Wah asyikkk juga nih
2024-07-30
0
Yuda Suastika
lanjut kultivasinya,jng banyak mikir
2024-06-21
0
Karya Sujana
tingkat kultivasi nya mn
2024-06-18
0