###
Pagi buta Kenzo sudah ada di rumah Zena....Niat banget sepertinya dia kali ini...
" Assalamualaikum Tante Nisa....!".
" Waalaikumsalam..... eh Kenzo.... udah nyampe sini nak....?".
" Iya Tante....aku mau jemput Zena....".
" Oohh....ya udah masuk dulu yuk....kita sarapan dulu....! ".
Sampai di meja makan , Rian tampak kaget ada Kenzo di disana...
" Pagi Om...!".
" Pagi.......tumben Ken...pagi- pagi sudah sampai sini..?".
" Mau jemput Zena Om..".
" Sekalian numpang sarapan ya..!".
Nisa langsung mencubit perut suaminya.
" Kamu ini mas....!".
" Eh...Om bercanda Ken....jangan marah ya....entar gantengnya hilang...".
" Ngga apa- apa kok Om...emang sekalian numpang sarapan juga...he...he..he...!"
Kenzo terkekeh..... merasa gak enak juga dikatai oleh Rian, walau itu sekedar bercanda.
" Tunggu ya...Tante panggil Zena dulu..."
" Tante.... kalo boleh, biar aku saja yang panggil Zenanya...".
" Baiklah.....kamu tau kan kamarnya yang mana..!".
Kenzo mengangguk dengan cepat.... ia pun melangkahkan kakinya menuju atas dimana kamar Zena berada.
Tok..tok..tok....
" Zennnn....!".
tak ada sahutan dari dalam....
Kenzo meraih gagang pintu... dan....Ceklek.... ternyata tak dikunci.
Kenzo mulai melangkahkan kakinya perlahan masuk ke dalam kamar Zena..
Kepalanya menengok ke kanan dan ke kiri , menyapu seluruh isi ruangan...
Zena yang baru keluar dari kamar mandi melonjak kagek....ada seorang pria ada di dalam kamarnya..
" Astagfirullahhaladzim.....! "
Zena mengelus dadanya ketika orang itu menghadap ke arahnya..
" Kamu Ken.....kirain siapa, sampai takut aku....ngapain kamu di kamarku...!".
Yang ditanya tak bergeming....karena mata Kenzo tak berkedip menatap Zena yang masih mengenakan tanktop dan celana pendek....Zena pun belum menyadarinya..
Zena mengikuti arah mata Kenzo yang sedang menatapnya.....reflek ia langsung menutup tubuhnya dengan kedua tangannya.
" Apa yang kamu lihat Ken...?".
Zena kembali berlari menuju ke kamar mandi.
Kenzo menggaruk kepalanya yang tak gatal....jantungnya habis dikagetkan dengan pandangan yang menggiurkan bahkan jiwa kelakiannya ikut bereaksi...
" Sial....kenapa Zena begitu seksi seperti itu....apapun akan aku lakukan untuk mendapatkanmu Zen...". janji Kenzo dalam hati.
" Kennn....kamu belum jawab pertanyaanku....ngapain kamu di kamarku..?".
teriak Zena dari dalam kamar mandi.
" Eh...itu aku disuruh panggil kamu buat sarapan... ".
" Tunggu aja di bawah....aku mau pake seragam dulu....kamu keluar sana..!"
Otak jahil Kenzo muncul....
" Aku disini boleh ngga Zen.....?"
" Ayolah Ken...kamu mau melihatku memakai baju...?".
" Yap...gak usah malu lah....kan sama calon suami masa depan kamu...!".
" Gak lucu Ken....buruan keluar, entar kita telat sekolahnya....kalo gak keluar aku teriak nih..!".
Ancam Zena yang sudah mulai terpancing amarahnya...padahal di luar Kenzo sebisa mungkin untuk menahan tawanya.
" Teriak aja Zen.....paling juga kita langsung dikawinin....!" ucap Kenzo santai.
" Enak saja....!"
Zena mengeluarkan kepalanya dari balik pintu.
" Ken....please....keluar ya...!".
" Ada syaratnya...!".
" Apa..?".
" Kamu harus berangkat sekolah bareng aku terus... gimana..?".
Tanpa pikir panjang Zena mengiyakan persyaratan Kenzo.... agar dia cepat angkat kaki dari kamarnya.
" Lama sekali sih Zen...turunnya...?".
tanya Nisa ketika melihat Zena baru menuruni anak tangga.
" Gara - gara noh....lain kali jangan suruh Ken lagi ya Mommy...! ".
dagu Zena menunjuk ke arah Kenzo.
" Mommy ngga nyuruh kok....Kenzo yang menawarkan dirinya...hi..hi..hi...!".
Nisa senang melihat Kenzo salah tingkah..
" Santai Ken...jangan tegang gitu....Om dukung kamu kok..!"
ucapan Rian menyenangkan Kenzo.
" Terima kasih om...!".
" Dih.... Daddy apaan sih...belain aja tuh anak...." gerutu Zena.
" Mommy.... aku sudah lapar...!".
ucap Zaidan melerai perdebatan mereka.
" Husstt...sudah- sudah....tutup mulutnya , mau makan kok ngomong terus....tuh Zed aja udah kelaparan.....kapan makannya ...!".
" Mom...Dadd....Zena berangkat dulu ya...!".
" Ken juga Tante...Om....makasih ya untuk sarapannya...!".
" Sama - sama Ken....hati- hati ya bawa motornya..! ".
" Siap Tante..!".
" Ayo Zen....naiklah...!".
Kenzo menarik tangan Zena menuju motornya.
" Aku bawa motor sendiri aja Ken..!".
" Tidak ...kamu harus ikut aku....!".
" Ck...maksa..!".
Walau agak memaksa...Zena mau menuruti Kenzo.
" Aku gak mau pegangan ..apalagi sampai meluk kamu Ken...apa kata teman- teman kita di sekolah...!".
" Baiklah , besok jemput kamunya ..aku bawa mobil aja....!".
" Terserah dah...ayo buruan... telat nanti kita...!".
Benar saja sampai di sekolah... banyak mata yang memandang mereka dengan penuh tanya....ada juga yang mengagumi mereka berdua... karena terlihat begitu serasi walau Zena umurnya lebih tua dari Kenzo.... tapi tak terlihat seperti itu, karena sikap Kenzo yang cukup dewasa.
Leon yang melihat Zena datang bersama Kenzo....mengernyit heran....mimik mukanya terlihat tak suka....hatinya seperti tertusuk seribu jarum.
" Zen....ikut aku...!".
Leon menarik tangan Zena pelan.
Kenzo tak memperhatikan karena dia sedang memarkirkan motornya.
" Apa apa sih Yon...?".
" Kamu bareng anak itu lagi...?".
" Masalah buat kamu Yon...?".
" Eemm....bisa iya bisa ngga..!".
" Loh ..kok...?".
" Dari dulu kamu ngga mau kalo aku antar pulang, apalagi aku jemput....tapi dengan anak ingusan itu, kamu mau Zen...?".
" Dia itu anak Tante Nuri, teman Mommy... jadi aku gak enak nolaknya...lagian aku sudah anggap seperti adik sendiri... ".
jelas Zena....sedikit membuat Leon lega.
" Berarti kamu gak ada ikatan dengan dia...? ".
" Maksud kamu.....yang jelas Yon kalo ngomong...gak usah basa basi deh...!".
" Pacaran maksudku..!".
" Ha...ha...ha...kamu lucu Yon...masak aku pacaran sama anak kecil itu....umurku kan lebih tua dari dia...!".
Meskipun mulut Zena tertawa.... tapi tidak dengan hatinya....ada sedikit rasa sakit saat dia menyangkal hubungan pacaran dengan Kenzo.
" Syukurlah..! ".
" Heh....!".
" Aku masih ada kesempatan dong Zen...!".
" Gak tau ah Yon.....aku mau masuk kelas...dah bunyi bel nya tuh...!".
Zena lega.....suara bel masuk , menyelamatkannya dari pertanyaan Leon... tapi entah sampai kapan Zena harus menghindarinya.
Leon memandang punggung Zena yang mulai menjauh dari dirinya.
" Aku akan berjuang untuk mendapatkanmu Zen...... kamu cinta pertamaku.....dan gadis pertama yang membuat aku selalu gelisah dan tak nyenyak tidurku...".
Leon bergumam dalam hati.
Zena mulai kepikiran tentang perasaannya ke Kenzo....dan juga pernyataan cinta dari Leon yang secara tidak langsung diucapkan untuknya tadi.
Karena pikirannya yang ada pada tempatnya....Zena pun tak melihat arah jalannya...hingga...." Gubrakkk..".
###
Happy Reading ya....
Maaf bila ada typo nya...
Jangan lupa tinggalkan like dan vote nya...Terima kasih...😘
# Selamat Hari Raya Idul Adha #
###
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
سافيرا ريسكا
waduhhh
2020-12-08
1
@M⃠ⁿꫝieʸᵃɴᵉᵉʰʜɪᴀᴛ𓆊🎯™☂⃝⃞⃟ᶜᶠ
semangat.. semangat. 💪😘
cinta pak bos hadir lagi..
mampir lagi yuk😊
2020-11-15
1
Lintang Lia Taufik
lanjut baca
2020-08-28
1