" Kalau bisa secepatnya, karena aku sudah tidak sabar" pria itu menyeringai menatap Luna dari atas sampai bawah.
" Baiklah kami akan urus secepat mungkin. tapi jangan lupa dengan janji yang kau ucapkan" ujar om Tedy.
" Aku akan menyerahkan uang nya setelah acara pernikahan" ujar pria itu tersenyum pada Luna.
" Acara pernikahan" gumam Luna dalam hati. dari tadi dirinya hanya diam saja karena belum tahu apa yang sebenarnya terjadi. namun setelah mendengarkan kata pernikahan tubuh Luna seakan mati rasa.
" Om..tante.." ujar Luna membuat percakapan antara om Tedy dengan pria itu terhenti.
" San, kau bawa dia masuk dulu" perintah om Tedy pada tante Santi.
Luna pun di seret masuk oleh tante Santi ke dalam kamar dengan sangat kasar.
" Tante apa maksudnya ini?" tanya Luna dengan wajah pucat nya.
" Apa kamu tidak dengar, om mu sedang membicarakan tentang pernikahan mu" ujar tante Santi.
" Pernikahan ku?" tanya Luna. " tapi aku masih sekolah tante" protes Luna pada tante nya itu.
" Kau kan sebentar lagi lulus sekolah, lagi pula pria tadi itu sangat kaya. kau tidak akan hidup susah lagi" ujar tante Santi tersenyum sinis.
" Kalau pria itu sangat kaya, kenapa tidak tante nikah kan saja dengan Mila anak tante" seru Luna dengan wajah kesalnya.
" Plaak" wajah Luna pun ditampar dengan sangat keras oleh tante Santi.
" Anak ku itu tidak akan ku nikah kan dengan seorang pria yang sudah beristri" bentak tante Santi pada Luna.
" Jadi pria tadi sudah beristri" lirih Luna dengan suara tangis nya karena merasa sakit di tampar oleh tante nya itu." lalu kenapa tante menikahkan ku dengan nya?" ujar Luna dengan air mata yang mengalir di pipi nya.
" Karena dia sudah menjanjikan pada kami akan memberi kami uang tiga puluh juta untuk mencarikan nya seorang wanita yang akan jadi istri ke 2" tante Santi langsung tersenyum karena sudah membayangkan akan mendapatkan uang sebesar tiga puluh juta.
" Tante kenapa tega menjual ku, aku ini keponakan tante" Luna kini semakin menagis dengan kencang karena membayangkan nasib nya kelak jika dirinya menjadi istri ke 2 dari pria tadi.
" Kenapa aku tega? tentu saja aku tega karena kau hanya keponakan ku bukan anak ku" tante Santi tertawa dengan sangat keras.
" Lagi pula ibu mu itu bukan kakak kandung ku, dia hanya kakak tiriku" ujar tante Santi dengan senyum sinis di wajah nya.
" Tante kejam, aku tidak akan mau menikah dengan nya" teriak Luna membuat tante nya itu terkaget.
" Kalau kau tidak mau menikah dengan nya, maka angkat kaki dari rumah ini" bentak Tante nya yang terlihat emosi.
" Tapi ini rumah ku, tante dan keluarga tante yang harus pergi dari sini" seru Luna dengan nada yang keras juga.
" Rumah mu...? rumah ini sudah berganti nama atas namaku" ujar tante santi membuat Luna langsung terkejut.
" Tapi bagaimana bisa?" lirih Luna.
" Kau lupa kau telah menandatangani sebuah berkas yang tidak kau baca dulu. itu adalah sertifikat rumah ini yang sudah berganti nama atas namaku. jadi kalau kau masih mau tinggal di sini, menikahlah dengan nya atau pergi dari sini " tante Santi pergi dari kamar Luna.
Kini Luna menangis dengan terjatuh lemas di lantai kamar nya. dirinya tidak pernah menyangka tante dan om nya akan berbuat jahat pada nya dengan menjualnya pada pria yang sudah beristri.
" Drt..drt.." bunyi ponsel luna membuat Luna tersadar dari tangis nya dan melihat layar ponselnya dengan nomer yang tidak dia kenal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 222 Episodes
Comments
Pembaca
dikit bngt 30 jta pnte
2025-01-21
1
Lalisa
🤦🤦🤦
2024-11-30
0
Lalisa
hhh
2024-11-30
0