Follow IG me @mhemeyyy
⤵
"Kau jagalah Nyonya sebentar, aku akan ke kantor karena ada rapat penting."
"Baik Tuan."
Dan setelah mencium istrinya, Alex melangkah meninggalkan ruangan Kim. Ada perasaan tidak rela meninggalkan istrinya untuk rapat, tapi ini sedikit penting jadi Alex tak bisa mengabaikan begitu saja.
Lagi, ia juga ingin membagi kebahagiaan dengan para bawahannya.
Tak lama ia sampai di perusahaan, ia memasuki perusahaan dengan wajah datar tanpa ekspresi apapun.
Para karyawan yang melihat kedatangannya hanya menunduk sopan. Tidak ada yang berani bermain-main dengan seorang Alexavier Hansel Greyson. Lelaki dingin yang di kenal sangat arogan dan tidak kenal belas kasih terhadap orang yang berani bermain-main dengannya.
"Kumpulkan semua orang di ballroom dalam waktu sepuluh menit dari sekarang." perintahnya tegas kepada Abi.
"Baik!"
Abi langsung pergi menjalankan perintah, tak lama Alex ikut keluar dari ruangan menuju ballroom. Dapat ia lihat, ballroom ini tengah ramai oleh ratusan karyawan yang sudah berkumpul dan berbaris rapi.
Alex langsung berdiri di atas panggung, seketika suasana menjadi hening.
"Kalian tahu apa hal apa yang ingin saya sampaikan?"
Tak ada yang menyahut. Semua orang diam dengan penuh tanya. Menyimak dengan seksama ucapan yang akan di sampaikan.
"Hari ini adalah hari kelahiran putra ketiga saya, hari ini semua karyawan akan mendapatkan bonus. Dan saya juga ingin meminta doa kalian untuk istri saya yang masih belum sadarkan diri. Terima kasih!"
Prok! Prok! Prok!
Riuh tepuk tangan dan ucapan selamat atas kelahiran putra ketiga sang owner memenuhi ruangan.
Tak lupa juga doa tulus untuk kesembuhan Nyonya Greyson.
Selalu seperti ini, baik Alex dan Kim selalu membagikan kebahagiaan pada orang di sekitarnya. Walaupun terkesan sombong tapi pasangan suami istri miliarder ini adalah panutan bagi para pemilik usaha lainnya.
Memberikan gaji yang setimpal dengan kerja keras, menghargai setiap usaha yang telah di kerjakan para karyawan dan juga adil dalam setiap keringat yang telah di curahkan oleh setiap orang-orang yang berada di bawah pimpinannya.
Alex melangkah dengan tegas ke arah ruang rapat, di ikuti Abi yang berjalan di belakangnya.
"Selamat untuk kelahiran putra anda Tuan."
"Terimakasih." jawabnya dengan senyum tipis sekali. Ia menarik nafas dan menghembuskan dengan perlahan. "Baik, kita mulai saja sekarang. Waktu hanya tiga puluh menit." singkat, padat dan jelas. Tegas berwibawa.
"Bagaimana kalau dua perusahaan besar Greyson Group's dan juga Dimitry Inc di jadikan satu? Itu sesuatu yang luar biasa, dan saya yakin akan menjadi terkuat dan tak terkalahkan." ucap salah satu dewan direksi memberikan saran.
"Tidak!" tegas Alex. Memang ada benarnya. Tapi ia tak ingin semua itu.
"Dimitry Inc adalah milik istriku warisan dari keluarganya. Miliknya adalah miliknya. Milikku adalah miliknya. Greyson dan Dimitry sudah cukup merajai bisnis masing-masing. Harta istriku adalah miliknya. Bukan bagianku ikut campur dalam urusan tersebut."
Dan mengalir rencana-rencana untuk dapat melebarkan sayap Greyson Group's ke arah yang lebih luas lagi.
"Akan saya pikirkan, Abi note semua rencana?"
"Beres Tuan."
"Baik, rapat selesai."
Ia memilih kembali ke ruangan untuk menandatangani beberapa berkas.
Tiba-tiba ia merasakan getaran ponselnya, berharap itu adalah kabar dari Malla. Nyatanya Viola yang tengah menghubungi.
Tersambung...
"Katakan, aku sangat sibuk." dingin dan datar. Tanpa panggilan sayang atau manis lainnya.
Memang sejak terakhir kali mereka bertemu, keduanya tak saling berkomunikasi lagi.
"Ada apa dengan nada suaramu. Kenapa kau tidak datang hm!?" suaranya lembut, setiap ucapannya di iringi desahan panjang.
Benar-benar wanita haus belaian.
"Kim melahirkan dan saat ini aku sedang sibuk. Beberapa hari mungkin aku tak dapat ke sana. Ajaklah Velyn jalan-jalan, aku akan mentransfer sejumlah uang."
"Baiklah, jaga dirimu. Aku mencintaimu Sayang."
"Hm!"
Terputus...
Alex menyadarkan kepalanya pada sandaran kursi. Pusing memikirkan Kim yang tak kunjung bangun. Dan tak habis pikir dengan jalan pikiran Viola sang istri muda.
"Tuan, kita jadi ke perusahan Nyonya?" suara Abi memecah lamunan Alex.
Tanpa menjawab, Alex segera bangkit dan keluar dari ruangan. Sigap Abi berjalan di belakang Alex.
Tak lama mobil yang di kendarai Abi tiba di pintu utama Dimitry Inc, pesona Alex memang kepayang. Para karyawan yang melihat Alex sontak menunduk hormat.
Para wanita-wanita disini cukup sadar diri dan sadar posisi, bahkan untuk bermimpi bisa bersanding dengan Alex tidaklah mereka berani. Karena mereka menyadari wanita yang berdiri di samping Alex adalah wanita yang sempurna tanpa celah, jadi mana mungkin mereka yang cuma keset welcome berani bersaing dengan seorang Kimberly yang seorang pewaris. Mungkin begitulah pikir orang-orang. Tapi tidak ada yang tahu bukan.
Bahwa cinta itu tidak memandang status. Soal perasaan siapa yang bisa memilih?
Karena terkadang cinta itu buta. Membutakan mata dan juga hati dari semua kenyataan.
"Dimana Chris?" tanya Alex tajam.
Christian adalah orang kepercayaan Kim. Didikan Chris dan juga Kim sama-sama keras karena memang Chris di ciptakan untuk menjaga Dimitry Inc.
Sedangkan Kim di didik untuk menjadi seorang pewaris.
"Tuan Chris masih keluar, sebentar lagi kembali. Apa Tuan ingin sesuatu?"
"Ya, kumpulkan seluruh karyawan di ballroom. Sekarang juga!"
"Baik!"
Bisik-bisik terdengar riuh, mereka penasaran dengan kedatangan suami dari wanita cantik pemilik perusahaan ini.
Bahkan sampai saat ini, kabar Kim melahirkan masih belum tercium publik. Alex menyembunyikan rapat bahwa fakta Kim yang masih terbaring lemah.
Pantas saja saat mendengar ungkapan dari mulut Alex membuat heboh seluruh karyawan Greyson Group's tak terkecuali yang berada di kantor cabang. Ternyata ini adalah kejutan. Wartawan tidak akan di biarkan mencari berita yang dapat menjatuhkan perusahaan.
Karena, sesuatu yang menjadi konsumsi publik, penyebarannya terlalu cepat, bahkan sangat cepat.
Saat akan memasuki ballroom, saat itulah Chris datang.
"Selamat siang Tuan!" Chris menunduk sopan.
"Hm, ada masalah selama Kim tidak berada disini?"
"Tidak Tuan, Nyonya Kim selalu bisa menyelesaikan masalah meskipun hanya suaranya yang terdengar." kekeh Chris mencairkan suasana.
"Benar-benar istriku." jawab Alex ikutan tersenyum.
Alex masuk di ikuti Chris dan juga Abi yang mengekor di belakang.
"Salam semua, tidak perlu basa-basi. Hari ini seluruh karyawan akan mendapatkan bonus. Hadiah kebahagiaan kami atas kelahiran putra ketiga keluarga kami."
Riuh suara kebahagiaan dan ucapan selamat dari para karyawan, namun seketika hening saat Alex melanjutkan ucapan. "Dan mohon doa untuk kesembuhan istriku yang masih terbaring lemah."
Astaga, semua orang memekik kaget.
Setelah selesai, Alex pergi di ikuti Abi dan Chris. Chris sedih mendengar wanita yang telah di anggap adik tidak berdaya.
Saya percaya anda wanita yang hebat Nyonya. Kita tumbuh dan besar bersama, saya yakin anda akan bangun. Tidak lama lagi.
Keyakinan yang di miliki Chris begitu besar, mengalahkan optimisme Alex. Karena Alex tidak pernah tahu apa yang telah di alami Kimberly sebelum menjadi wanita yang tangguh. Jatuh bangun penuh kesakitan, pengorbanan dan juga harus rela mengikis cita-cita nya sendiri.
"Nyonya Kim..."
🌸🌸🌸🌸🌸
JANGAN LUPA LIKE • KOMENT • DAN BERIKAN VOTE! •
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 234 Episodes
Comments
Katherina Ajawaila
dasar vio, keset Well come, jgn kebanyakkan nuntut. mau jd gembel
2024-09-10
0
~Ni Inda~
Kau hrs jd garda terdpn utk Kim, Chris
Ternyata suaminya seorang pengkhianat
2024-09-04
0
Nartadi Yana
pisah saja Kim tunjukkan pada Alex kalau kamu mampu hidup lebih baik tanpa laki ² peselingkuh sepertinya geram banget aku
2024-08-14
0