BAB 15
Lissa pergi ke kampus diantar Abel, dia tidak membawa mobil karena berniat untuk menginap dirumah Jennie dengan alasan mengerjakan tugas.
Abel Park
Belajar yang bener
Lalissa Park
Cerewet! ( Keluar mobil )
Abel Park
Kau akan pakai kacamata itu sampai kelas?
Lalissa Park
Bahkan sampai pulang pun aku akan memakainya.
Lalissa Park
( Berjalan pergi )
Lalissa Park
Apalagi sih?!
Abel Park
Jangan membuat masalah.
Abel berlalu pergi, namun suara tawanya masih terngiang-ngiang di telinga Lisaa.
Lalissa Park
Ya Tuhan, aku benar-benar akan gila jika terus tinggal bersama psikopat gila itu.
Kim Jenni
( Merangkul Lissa dari belakang )
Kim Jenni
Isshh tidak menunggku.
Lalissa Park
Aku gelap mata pagi ini.
Lalissa Park
Untung saja kau tidak berpacaran dengan psikopat gila itu, Bey.
Lalissa Park
Kau benar-benar akan menangis setiap hari karena tidak sanggup menghadapinya.
Kim Jenni
Lalu ada apa dengan kacamata hitam itu?
Lalissa Park
Mataku bengkak.
Lalissa Park
Biar saja, lagipula aku jadi terlihat lebih keren seperti ini.
Lalissa Park
Duduk dibelakang saja, aku mau tidur.
Lissa dan Jennie memilih untuk duduk dibelakang, lalu Rosa yang sudah duduk didepan pun pindah kebelakang dan duduk disamping lissa.
Kim Jenni
Kenapa ikut-ikut duduk dibelakang sih?! ( Kesal )
Rosa
( Membuka kacamata Lissa )
Lalissa Park
( Memukul tangan Rosa )
Lalissa Park
Yang sopan, Rosa.
Lalissa Park
Aku tidak suka cara yang lancang seperti itu.
Rosa
Begitu saja marah, Lissa. Aku kan khawatir padamu.
Lalissa Park
( Mengabaikan )
Lissa membuka bungkusan sarapan yang sempat ia beli diperjalanan ke kampus bersama Abel.
Kim Jenni
Kau tidak sarapan, ya?
Lalissa Park
Emm, buka mulutmu Bey.
Kim Jenni
( Membuka mulut )
Lalissa Park
Kau mau juga, Ros?
Rosa meletakkan ponselnya disamping Lissa dengan sengaja agar Lissa membaca pesannya dan Sean disana, dimana Rosa memanggil Sean dengan panggilan sayang.
Lissa menghentikan gerakan mulutnya dan teringat ucapa Abel malam itu.
Rosa
( Pura-pura tidak dengar )
Lissa tersenyum dan melaanjutkan mengunyah sarapannya dengan santai.
Bukan karena sakit hati Sean berpaling hati, tapi Lissa tidak menyangka Rosa akan melakukan itu dibelakangnya.
Yang mana wanita itu sangat tahu jelas jika Sean tergila-gila dengan Lissa, dan hanya Sean pria yang paling dekat dengan Lissa setelah Abel.
Comments