Selama dalam perjalanan Gara selalu menemui monster terbang dengan level 30 sampai 40 dan itu cukup merepotkan, sihir elemen yang dapat ia gunakan ketika terbang adalah sihir element angin. Saat ini kekuatan elemen Gara memasuki tingkat puncak dasar kekuatan element.
Ketika ia berhasil memasuki tingkat menengah awal maka Gara dapat menggunakan elemen dimanapun itu. Karena banyaknya monster yang ia lawan membuat kekuatannya juga bertambah dan membuatnya lengah hingga tidak dapat menghindari serangan monster berkekuatan level 50
“Defense Magic Art” pusaran angin menutupi daerah pertahanan, Gara kemudian mengaktifkan kombinasi sihir kedua dengan menyerang titik vital pada monster.
Naas, belum sempat menghindar pada waktu yang tepat monster itu terkena serangan pada bagian sayapnya. Gara berniat untuk menjadikan monster itu sebuah mahkluk panggilannya kedua. Selama perjalanan Gara juga belum menggunakan kotak pemberian August untuk mengurung para mosnter.
Setelah membuat kontrak dengan monster burung Elang perak, Gara mengambil mayat monster lalu membaginya. Mungkin saja terdapat bagian yang dapat dibuat obat ataupun raun. Dari jarak 100 meter terdapat desa kecil tepat berada diujung benua dan menjadi tempat tujuannya.
Ia memilih untuk berjalan kaki dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar, di depan pintu masuk desa ia disambut dengan ribuan bunga yang bermekaran. Lapion berwarna merah dan kuning tergantung di setiap halaman rumah.
Walaupun termasuk kecil namun desa ini sepertinya dihuni oleh orang-orang yang memiliki cukup uang atau mungkin sedang ada pesta desa hingga semua orang menghias rumahnya dengan megah dan mewah.
Dan benar saja, di tengah desa terdapat panggung besar. Disana warga desa berkumpul seperti pesta. Gara bermaksud mendekati salah seorang dari mereka dan bertanya tentang situasina.
Pemuda itu berbalik dan terkaget melihat karakter Gara yang aneh karena ia memiliki tanduk dan sayap seperti monster legenda. Pria itu lari dan berteriak dengan keras membuat warga desa lainnya menoleh pada Gara.
Semua orang menarik napas melihat karakternya, tidak terkecuali pemain yang terdapat di sana.“Salu saja begini, semuanya selalu mempermasalahkan karakter dan rupa”
“Monster dilarang masuk disini, pergi kau monster” seorang pemain dengan level 50 menghadang Gara. Saat ini ia hanya dapat melawan pada level 40 kebawah dan itupun harus mengeluarkan kekuatan penuh.
“Matilah dengan bangga ditanganku, sang Pencerah dari kuil Fire Surya” orang itu segera menghunuskan pedagnya keleher Gara dan bersiap untuk membunuhnya.
“Tunggu”seorang tiba saja muncul dan mencegah hal itu terjadi, tidak hanya itu orang yang tadinya berdiri dehadapan Gara kini terlempar 10 meter kebelakang.
“Apa kau tidak bisa melihat? Dia itu bukan monster tapi pemain tunggal.” Orang itu ternyata menyadari hal ini.
“Apa? Tapi bagaimana mungkin dia pemain ? dalam karakter game saja tidak ada seperti dia”
“Kita bisa langsung tanyakan padanya, Hei namaku Yushiro dan maafkan perbuatan temanku tadi. Dimas memang suka bertindak ceroboh, hehehe” Yushiro dan Dimas membantu Gara berdiri karena sempat terjatuh.
“Terimakasih Yushiro karena telah bersedia menolongku, aku tidak tahu lagi bagaimana nasibku setelah ini jika itu terjadi.” Gara berusaha sopan sebab tidak ingin mencari masalah dengan mereka berdua. Dilihat dari manapun mereka berdua seperti utusan dari para clan atau minimal Guild besar.
“Hei, kaukan pemain jadi pastinya cuman kehilangan level dan denda saja, gak usah lebay” Dimas nampak geram karena sedikit tersinggung dengan ucapan Gara.
“Hm, maafkan saya. Eh perkenalkan nama saya Gara sungguh tidak sopan karena belum memberitahukan nama kepada kalian.” Gara telah yakin pada instingnya, kedua orang ini memiliki latar belakang yang tidak biasa dan lagi level mereka sangat jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Gara saat ini.
“Hm, saudara tidak perlu sungkan sebab sepertinya kita seumuran dan lagi pula saya juga tidak menyebutkan kalau kami berasal dari guild Cemara Hijau jadi kita impas” Yushiro sangat sopan kepada Gara terlepas levelnya yang berbeda jauh dan didukung latar belakangnya.
Dalam Guild, Klan, atau Organisasi setiap peserta atau anggota akan mendapatkan pelatihan dan pemasukan tetap dari guild dan Klan. Setiap Guild yang memiliki nama besar pasti memiliki pesanan misi yang berbahaya namun berimbalan besar sehingga banyaknya sumber daya yang mereka dapatkan.
Dalam sejarah asli Dark Game terdapat 6 Keyakinan, 3 Klan, 5 Guild dan 4 Organisasi besar namun semenjak rilisan pertamanya sampai sekarang hanya tersisa 4 keyakinan, 1 klan, 2 Guild, dan 3 organisasi.
Salah satu dari kedua guild yang masih bertahan adalah Cemara Hijau dan menjadi salah satu kekuatan terkuat di dunia Dark Game. Mereka mendapatkan 3 kursi dari 10 besar yang terkuat sehingga Guild Cemara Hijau berada diatas angin saat ini.
Gara telah mempelajari semua situasi dengan baik, ia mengetahui bahwa Cemara Hijau juga memiliki banyak pemain-pemain yang berbakat.
“Suatu kehormatan dapat bertemu dengan anggota dari Guild terbaik didunia Cemara Hijau” Gara memberi hormat kepada keduanya.
“Kalian telah berkenalan cukup lama, sekrang biarkan aku yang bertanya padanya mengapa karakter dia seperti ini” Dimas menunjukkan ketidak sabarannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 704 Episodes
Comments
Wong kam fung
bukannya elemen itu cuma 4 air api petir dan tanah kenapa muncul elemen angin? Gak sinkron penjelasannya
2022-08-21
0
Bustanul AL - Arifin
ooo
2021-11-16
0
arfan
748
2021-09-12
0