Tok tok...
"Masuk!" Ujar Aris dari dalam ruangannya.
"Pak, ini berkas-berkas hasil kerjasama perusahaan kita dengan Klien penting kita kemarin," Ujar Rey, seraya menaruh berkas-berkas yang ada di tangannya
ke atas meja Direkturnya itu.
"Bagus, tidak salah aku menyerahkan urusan perusahaan padamu, karena kau memang benar-benar dapat di andalkan," Puji Aris saat melihat hasil kerja sekertaris andalannya itu.
"Terima kasih pak," Ujar Rey seraya membungkuk hormat.
"Baiklah, karena hasil kerjamu yang begitu bagus, maka aku akan memberikanmu bonus sebanyak 75% dari Gajimu bulan ini," Ujar Aris lagi seraya meletakan kembali berkas-berkasnya ke atas meja, lalu menatap ke arah sekertaris kepercayaannya itu.
"Terimakasih banyak pak," Ujar Rey girang. Karena tak dapat menahan rasa bahagianya,
Saat mendengar ucapan atasannya itu.
"Ya sama-sama," Sahut Aris singkat.
Gruk..gruk..
Suara perut Aris, karena dari sejak pagi tadi, dia memang tak sempat memakan apapun, demi menghindari bersitatap wajah dengan pembantunya itu.
"Apa bapak menginginkan sesuatu, biar saya yang membelikannya untuk bapak?" Ujar Rey prihatin saat mendengar suara perut atasannya itu.
"Tak usah, tolong kau panggilkan saja Wisnu kemari?" Pinta Aris.
"Baik pak," Sahut Rey lalu keluar ruangan.
****
"Wisnu ayo kerjakan berkas-berkasku sekarang! karena dalam 2 jam lagi aku harus segera memberikannya
kepada pak direktur," Perintah Ujang yang saat itu sudah menjadi Manager administrasi
keuangan, menggantikan kedudukannya Wisnu.
Tempo hari Aris langsung menurunkan jabatannya, karena ulah kelancangannya itu.
"Seharusnya kau masih bisa bersyukur, karena aku hanya memberimu hukuman dengan menurunkan posisi jabatanmu, bukan langsung membuatmu angkat kaki dari perusahaan ini, karena aku masih mengingat akan semua jasa-jasamu selama bekerja di sini!" Kecam Aris. Seraya menatap tajam ke arah Wisnu dan juga Anis secara bergantian.
Sementara Keduanya hanya bisa tertunduk dalam, karena ketakutan. Mereka benar-benar tak menyangka kalau perbuatannya itu dapat dengan mudahnya di ketahui oleh direkturnya itu.
"Baiklah," Ujar Wisnu akhirnya. Tangannya sudah sibuk dengan keybord komputernya demi melaksanakan perintah dari atasannya itu.
"Wisnu tolong bikinkan aku kopi!" Ujar salah satu temannya lagi.
"Hey, apa kau tak melihat, kalau saat ini tanganku tengah sibuk?" Ujar Wisnu kesal. Seraya matanya tetap fokus menatap komputernya.
"Ayolah Wisnu, sekarangkan posisimu
lebih rendah dari kami, kemaren-kemarenkan kau juga sering menyuruh-nyuruh kami untuk melakukan hal sepele seperti itu, jadi sekarang gantianmu yang menolong kami!" Ujar temannya tadi.
"Heh! kalian liat saja kalau sampai posisiku sudah kembali seperti semula!" Kecam Wisnu, lalu beranjak ke dapur untuk mengerjakan tugasnya.
"Wisnu jangan lupa bikinkan aku nasi goreng juga, kau kan pandai memasak!" Ujar temannya yang lain lagi.
"Iya tuan," Sahut Wisnu kesal.
Tak lama setelah itu, temannya yang lainnya, juga ikut-ikutan memanggilnya. Hanya karena alasan sepele untuk menyuruh-nyuruhnya seperti yang di lakukan oleh teman-temannya
tadi.
"Hey statusku di sini bukan untuk menjadi seorang pembantu, jadi berhentilah memerintahku sesuka kalian!" Ujar Wisnu geram.
"Jangan salahkan kami Wisnu, tapi salahkan saja takdirmu yang sudah berani ikut campur dengan urusan pak direktur!" Ejek mereka secara bersamaan.
"Huh awas saja kalian," Maki Wisnu dalam hati.
Sementara itu, teman-temannya hanya terkikik geli karena berhasil membalaskan dendamnya pada Wisnu. Di karenakan dulunya Wisnu memang sering menyuruh-nyuruh mereka dengan mengandalkan kedudukannya itu, dan sekarang tibalah saatnya untuk mereka membalaskan dendam yang sudah membara di hati mereka yang sudah mendarah daging tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 354 Episodes
Comments
unknown_name
enteng banget buang duit. tapi bebas aja sih, namanya juga novel
2023-10-30
0
Suyatno Galih
kasihan si Wisnu Krn ulahnya jd turun jabatan di buat bulan2an rekannya, utk jd pembantu dikantornya. wkwkwkwkkw
2021-12-04
0
Ida Farida
ada hikmah yang bisa kira ambul , ketika seseorang mempunyai jabatan tinggi jangan sewenang wenang kepada bawahan , seenaknya main perintah sana sini , roda berputar
2021-11-12
1