Plaaaak.
Sely menampar Hana yang tek terima temannya ditampar oleh Hana.
"Beraninya kamu menampar Nindi. Kalau sekali murahan tetap saja murahan" bentak Sely.
"Ceeh. Lalu apa bedanya denganmu hai nona Sely? Setelah tahu kalau dia pemilik mall ini kau dan temanmu itu langsung menawarkan diri bahkan kau rela berbagi. Kau mengatakan aku murahan kau sendiri tak lebih dari sampah" teriak Hana tak kalah keras.
Sely dan Nindi yang marah karena Hana selalu melawannya mendorong Hana dan dengan sigap David menangkap Hana yang terjengkang. Pras yang melihat menantunya didorong dan hampir jatuh sudah tidak tahan lagi.
"CUKUP" teriak Pras yang membuat semuanya terkejut.
"Eh om mari kita tinggalkan pasangan tak tahu diri itu. Aku akan temani om belanja" Nindi bergelayut manja dan tangannya dihempaskan dengan sangat kasar membuat Nindi terkejut. David yang melihat tingkah Nindi memandang jijik dengan tatapan tajam. Pras menghampiri Hana karena khawatir.
"Kau tidak apa apa sayang?" tanya Pras.
"Hemm aku tak apa pa" jawab Hana.
"Apa? Papa? Kau panggil om ini papa?" tanya Nindi tak percaya. Hana hanya diam. Yang dia ingin segera mengakhiri sandiwara yang telah jauh dari angan angannya.
"Iya dia papaku dan mertuanya Hana. Apa kau terkejut dengan kenyataan ini nona?" ledek David yang sudah menahan geram sejak mereka menghina Hana.
"Mulai sekarang berhenti mengganggu Hana dan aku muak lihat kalian yang sok suci tapi tak lebih dari wanita penggoda. Lihatlah dirimu nona nona. Kau mengatai menantuku simpanan om om tapi kau dengan gamblang menawarkan dirimu padaku untuk menjadi simpanan. Jadi disini siapa yang murahan ha? Aku beruntung memiliki mantu seperti Hana. Karena aktingnya dia bisa membongkar siapa kalian sebenarnya. Jadi kalau kalian bicara harus difilter dan lihat diri dulu jangan asal menuduh dan menghina seenak jidad. Ini pelajaran bagi kalian nona nona cantik. Kalian cantik tapi sayangnya munafik" kali ini Sely dan Nindi yang menjadi gunjingan para pengunjung dan mereka hanya menunduk malu.
"Untung papaku tidak memanggil security untuk mengusir kalian. Sekarang kalian pergilah sebelum aku teriak memanggil satpam untuk menyeret kalian keluar dari mall ini" bentak David dan mereka segera pergi karena malu yang amat sangat.
"Dan kamu Farhana Indrayani Prasetyo" kata David yang sudah menurunkan suaranya namun tatapannya masih tajam. Hana yang melihat tatapan suaminya berpaling.
"Kenapa kamu berpaling ha?" tanya David geram pasalnya David tak suka jika sedang bicara lawannya tidak menatapnya.
"Aku takut dengan sorot matamu yang tajam kaya elang" jujur Hana dengan suara lirih.
"Kamu akan memdapat hukuman karena kegaduhan hari ini sayang" bisik David tepat ditelinga Hana.
"Ha? Hu...hukuman? Hukuman apa?" tanya Hana gugup. Dia sudah memikirkan hukuman yang bukan bukan. Hukuman yang membuatnya takut.
"Puaskan aku malam ini" bisik David dan membuat Hana melotot.
"Ayo pa katanya mau belanja" ajak David pada papanya dan meninggalkan Hana yang masih bengong. Pras pun mengiyakan dan tersenyum melihat reaksi menantunya karena ulah anaknya. Hana masih terkejut dengan hukuman yang diterima dari suaminya.
"Aduuh habislah aku malam ini" batin Hana.
Hana tersadar dari bengongnya dan menyadari bahwa suami dan mertuanya telah berjalan menjauh tanpanya.
"Hei tunggu aku dasar beruang sedeng" teriak Hana dan berlari menghampiri keduanya yang menertawakannya.
Hosh hosh hosh. Nafas Hana memburu karena berlari menyusul mereka.
"Kenapa kalian meninggalkanku?" tanya Hana pada keduanya.
"Kamu bengong tadi ya kita tinggal" jawab Pras tanpa merasa bersalah.
"Salah sendiri kan?" ledek David.
"Huh emang dasar beruang sedeng ya tetep aja sedeng. Mana ada istri ditinggal sendiri. Untung gak diculik om om secara aku kan cantik" celoteh Hana dengan pedenya.
"Kau bilang suamimu ini beruang sedeng? Sejak kapan kau menjuluki aku seperti itu ha?" David menghentikan langkahnya dan menangkupkan kedua tangannya kedada. Hana yang melihat gelagat David yang tidak bersahabat bersembunyi dibalik punggung papanya meminta perlindungan.
"Ais kalian ini seperti anak kecil saja. Selalu ribut tak kenal tempat" kata Pras geleng geleng dengan tingkah keduanya.
"Dia pa mengatakan putramu yang tampan ini beruang sedeng. Apa apaan tuh?" adu David.
"Dia juga mengataiku panda molek. Masak cantik cantik gini disamain dengan panda sih pa?" adu Hana balik.
"Itu panggilan khususku padamu" kata David tak mau kalah.
"Ya sudah itu juga panggilan khusus untukmu. BERUANG SEDENG" Hana menekankan kata beruang sedeng.
"Sekali lagi kamu memanggilku beruang sedeng habis kamu. Dasar panda molek" ancam David.
"Ya Allah kalian ini. Papa jadi menyesal sekarang kenapa ada diantara kalian" kata Pras frustasi.
"Sekarang BERUANG SEDENG dan PANDA MOLEK ikut papa belanja" perintah Pras dengan menekankan panggilan yang mereka ciptakan sendiri.
"Papaaa" teriak Hana dan David bersamaan.
"Sudah jangan teriak teriak. Beruang sedeng dan panda molek, ayo" Pras tersenyum puas berhasil membuat mereka diam tak adu mulut lagi. Sedang Hana dan David mengerucutkan bibirnya karena ulah papanya. Namun itu tak berlangsung lama karena mereka kini sibuk berbelanja mulai dari pakaian hingga bahan bahan dapur dan buah buahan. Tak lupa juga sayur sayuran dan cemilan. Kali ini Hana tak irit lagi. Dia membeli apa yang ingin dibeli belum lagi barang yang dibelikan mertuanya. Hana selalu diceramahi oleh suami dan kedua mertuanya yang memandang Hana terlalu irit.
Mereka telah kembali ke rumah utama dan Hana langsung membuatkan Dela bubur kacang hijau, bubur kesukaan Dela. Setelah selesai Hana membawanya kekamar Dela. Hana masuk dan duduk disamping Dela yang sedang bersandar.
"Ma, makan dulu ya? Ini aku buatkan bubur kesukaan mama"
"Lidah mama pahit Na" tolak Dela.
"Mama harus makan. Aku suapi ya? Kasian papa lo ma kalau mama sakit terus" bujuk Hana.
"Hemm baiklah"
Hana menyuapi mertuanya dengan telaten. Tak butuh waktu lama buburpun habis. Dela meminun obatnya dengan bantuan Hana. Dela istirahat dan Hana pun keluar. Hana menghampiri suami dan mertuanya yang sedang menonton televisi.
"Bagaimana mamamu?" tanya Pras.
"Mama sudah istirahat pa. Tadi habis minum obat dan iya buburnya habis" jelas Hana.
"Wah kamu hebat sayang. Papa saja sampai menyerah membujuk mamamu itu" puji Pras.
"Panda molekku memang the best" timpal David. Mendengar kata panda molek Hana mengerucutkan bibirnya.
"Mas, kita menginap ya? Aku gak mau mama telat makan karena gak mau makan" bujuk Hana.
"Tentu sayang. Karena kamu mama mau makan. Aku sangat berterima kasih karena kamu mau merawat mama" ucap David tulus dan membelai rambut Hana.
"Emm mama kamu kan mama aku juga. Justru karena mas aku sekarang bisa merasakan punya orang tua lagi" jawab Hana sendu. David merengkuh Hana dalam pelukannya.
"Papa dan mama akan selalu menyayangimu sayang" ucap Pras menenangkan Hana. Pras sudah mengetahui kisah Hana dari David. Jadi Pras tahu betul bahwa Hana tulus dan ingin merasakan kembali kasih sayang irang tua. Maka dari itu baik David, Dela ataupun Pras tak mempermasalahkan sifat Hana yang kadang manja pada Dela ataupun Pras. Mereka ingin memberikan keluarga yang utuh bagi Hana.
....
NEXT
.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
cokelat12
sisakan satu mertua seperti ini donk
2022-03-25
1
Septiana Tri Rahayu
kelakuan anak sama bapak sama2 sedeng🤣🤣
2021-10-08
0
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
jarang ada mertua yg seperti pras di dunia nyata mah ada juga di novel🤦🤦🤦
2021-08-27
0