Hana masih berkutat dengan laporan mingguan yang harus dia susun untuk menjadi laporan bulanan. HPnya berbunyi tanda ada pesan. Ternyata pesan dari mertuanya. Hana langsung menghubungi mertuanya.
*Tuuuut
"Papa benar mau ditemani belanja?"
"Benar sayang. Apa kau keberatan?"
"Ah tidak. Memangnya kemana mama?"
"Mamamu kurang enak badan makanya papa ngajak kamu"
"Emmm mau berangkat kapan pa?"
"Sekarang bisa?"
"Tapikan ini masih jam kerja pa?"
"Hei sayang. Kamu itu istrinya bos jangan seperti karyawan biasa"
"Hem iya iya pa bos mah bebas"
"Hehehe jangan cemberut papa tahu kalau sedang cemberut disana"
"Ya sudah pa aku mau ketempat mas David buat ijin dulu"
"Ok sayang. Papa jemput ya?"
"Siap pa"
Tuuuut*.
Hana yang sedang diruangan David.
"Mas papa minta aku menemaninya belanja" kata Hana yang mengalungkan tangannya keleher David namun dari belakang karena David masih sibuk dengan laptopnya.
"Kenapa kamu sayang? biasanya mama" jawab David masih berkutat dengan laptopnya.
"Mama kurang enak badan kata papa. Nanti aku pulang ketempat papa ya? Aku mau masakin bubur buat mama"
"Mau belanja kemana?"
"Paling papa ngajaknya ke setia mall. Emangnya kemana lagi mas biasanya papa belanja?"
"Gak ada sih selalu kesana. Ya sudah nanti aku susul setelah pekerjaanku selesai. Kita kerumah utama bersama"
"Baiklah. Aku berangkat ya mas"
"Hati hati sayang"
Hana mencuim tangan David kemudian David mencium kening Hana. Hana berjalan keluar kantor dan menunggu dipinggir jalan. Tak lama kemudian mobil Pras sudah datang dan membawa mereka ke setia mall. Mereka berkeliling mencari cari keperluan yang hendak dibeli.
"Nanti mas David katanya nyusul pa" Hana membuka percakapan dengan mertuanya.
"Ais kenapa mesti nyusul sih?" tanya Pras frustasi.
"Memangnya kenapa pa?" tanya Hana Heran.
"Papakan juga pengen jalan sama yang lebih muda biar seger. Kalau ada dia yang ada kamu nempel terus sama suamimu itu"
"Hahahaha papa bisa aja. Ya sudah sini tangan papa biar kita berasa kaya pacaran" Hana meraih tangan mertuanya dan berjalan bersama sambil tertawa.
"Hahaha kau ini bisa aja. Kamu gak lihat tuh para cowok cowok pada iri lihat aki aki digandeng sama cewek cantik dan muda" Pras menunjuk nunjuk pemuda yang melihat kearah mereka.
"Biarkan saja pa. Kita nikmati pacaran kita. Hahaha. Besok akan ada berita gempar dikoran. Pemilik setya grup berpacaran dengan menantunya terlihat berjalan di mall dengan bergandengan tangan" kata Hana konyol dan mereka pun tertawa dengan tingkah ABG mereka. Hana melihat lihat pakaian dan berinisiatif untuk membelikan David dan ingin membeli couple untuk mereka. Saat memilih milih seseorang memanggilnya.
"Hana" teriak wanita itu. Hana menoleh kearah sumber suara.
"Eh kak Nindi kan ya? ini kak sely?" tanya Hana ragu.
"Masih ingat juga kamu ya?" katanya angkuh.
"Wah wah dilihat dari pakaian sepatu dan tas yang kau kenakan, sepertinya kau telah kembali menjadi kaya ya?" ledek perempuan yang bernama Sely.
"Hem kak Nindy dan kak Sely belanja juga?" tanya Hana mengalihkan pembicaraan karena gak mau debat dengan mereka.
"Gak usah sok akrab dech. Bagaimana kamu bisa kembali kaya ha?" tanya Nindi.
Belum sempat Hana menjawab, Pras datang karena sejak tadi dia melihat wajah angkuh yang mendatangi menantunya.
"Ada apa sayang?" tanya Pras begitu sampai disamping Hana.
"Ooo pantes kamu kembali kaya jadi simpanan om om too" ledek Sely.
Rahang Pras mengeras karena menantunya dihina. Namun dengan cepat Hana mengendalikannya.
"Eh om ku sayang. Sudah selesai milih milihnya?" tanya Hana sedikit manja yang dibuat buat. Pras mengerutkan kening dan berpikir sejenak.
"Hemmm belum sayang. Om mau kamu yang milihin buat om. Pasti om suka" Pras ikuti sandiwara Hana dengan menowel pipinya gemas.
"Ih jijik" lontar Nindi.
"Dasar wanita penggoda" teriak Sely.
"Kakak kakak iri karena sekarang aku jadi kaya lagi?" ledek Hana.
"Idih amit amit kalau kayanya dari hasil simpanan om om" balas Sely.
"Hei nona nona, kalau nona nona mau bisa juga kok jadi simpananku. Aku pemilik mall ini lo" goda pras.
"What pemilik mall ini? Anjir kaya bener woi" teriak Sely.
"Emmm Om serius tentang penawaran tadi?" kini Nindi sudah mendekati Pras.
"Hemm apa kau mau nona?" goda Pras lagi.
"Ahh kalau om gak keberatan sih" goda Nindi dengan nada dibuat manja. Asli dalam hati Pras muak banget namun diliriknya Hana tersenyum puas.
"Aku juga maulah om gpp dech berbagi sama Nindi" goda Sely.
"Om jangan dong om. Hana gak mau ditigain" rengek Hana dan bergelayut manja pada Pras.
"Kalau kamu gak mau ditigain ya sudah kita putus" bentak Pras dan Hana pura pura terkejut.
"Om jahat. Habis manis sepah dibuang" omel Hana.
"Sudah minggir sana. Om ini sudah milih kita" kata Nindi mendorong Hana kasar hingga Hana hampir terjengkang. David yang baru datang melihat hal itu berlari menemui Hana.
"Kamu tidak apa apa sayang?" tanya David begitu sampai.
"Mas David?" kata Hana terkejut. Pasalnya aktingnya dengan mertuanya belum selesai. Sementara dalam hati Pras "Wah ini bakal lebih menarik nih?" dan menyunggingkan senyum.
"Kau panggil wanita murahan ini sayang?" tanya Sely dan David menatap bingung.
"Apa kau suaminya Hana?" tanya Nindi.
"Iya" jawab David singkat. David masih bingung melihat papanya yang biasa saja digelayuti dua wanita yang memakai baju kurang bahan itu.
"Denger ya mas, istrinya dijaga biar gak ganggu om om tajir lagi" kata Nindi pada David.
"Maksud kamu om om tajir apa?" David masih tak mengerti. Hana hanya berpandangan dengan Pras yang tersenyum misterius.
"Ini sudah diluar kendali" batin Hana namun masih diam.
"Makanya kamu jadi suami jangan miskin dong sampai sampai istrinya rela jadi simpanan om om biar bisa hidup mewah. Ciih dasar wanita murahan" ledek Sely membuat David meradang.
"Cukup. Siapa yang kau sebut murahan?" bentak David hingga pengunjung berhenti dan mereka menjadi pusat perhatian. Nindi dan Sely yang menyadari kalau mereka jadi pusat perhatian berencana membuat malu Hana yang menurut mereka diam karena takut ketahuan suaminya.
"Dia Han istrimu itu. Dia wanita murahan. Dengan jelas dihadapanku dia memanggil om om dengan sebutan om ku sayang. Apa artinya coba? Murahan ya tetep saja murahan" kali ini Nindi dengan suara yang lebih tinggi agar pengunjung mendengarnya. Tak pelak, pengunjung berbisik bisik yang isinya memaki maki Hana. Pras yang mendengar itu ikut meradang namun ditahannya. Dia ingin tahu seberapa benci kedua wanita itu dengan menantunya.
"Kamu bisa jelaskan soal apa yang dikatakan nona ini Farhana?" tanya David dan matanya tajam memandang Hana. Hana memandang papanya untuk minta bantuan. Papanya hanya tersenyum jahil membuat Hana menghela nafas berat. Ini benar benar sudah diluar kemdali. Niatnya ingin ngerjain Nindi dan Sely malah sekarang dia yang dapat masalah.
"Aduh senjata makan tuan ini namanya" batin Hana yang menunduk. Dia tak bisa menjawab pertanyaan David.
"Mana bisa dia menjelaskan kalau dia jadi simpanan om om. Takut kamu tinggal mungkin. Dasar wanita murahan, penghibur pelacur" hina Nindy dengan keras.
Mendengar kata pelacur keluar dari mulut Nindi membuat Hana tak tahan lagi.
Plaaaak
Hana menampar Nindi.
"Siapa yang kau sebut pelacur ha? siapa simpanan om om? cuih gak ngaca kamu? Kamu yang mendepakku setelah tahu kalau dia pemilik mall ini" kata Hana penuh dengan amarah.
David yang mendengar pemilik mall menatap papanya meminta penjelasan yang mendapat kerlingan mata dari papanya. David kini paham siapa yang dimaksud om om oleh dua wanita didepannya.
Plaaak
....
NEXT
.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
kim yohan
bisa menimbulkan fitnah, kan ada pribahasa fitnah lebih kejam dari pembunuhan.
maaf komentarnya telat, sdh end ceritanya.
sy baru membacanya.
2023-04-30
0
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
bagus Hana tampol aja mereka😤😤😤
2021-08-27
0
A..S..J
😂😂😂😂😂sakit perut thorr🤣🤣🤣🤣🤣
2021-08-15
0