Tujuh Belas

Suara hujan yang tak begitu deras menemani Hana yang sedang menatap ke luar jendela.

"Entah sejak kapan aku menyukaimu mas. Sekarang aku kangen. Mas lagi ngapain sekarang?" guman Hana sendiri.

"Aku jadi teringat saat kamu bertanya padaku waktu itu" guman Hana lagi dan menerawang kembali saat bersama David.

Saat itu.....

"Na" panggil David saat bersantai di balkon.

"Hemmmm" jawab Hana yang masih menikmati cemilannya.

"Apa sekarang kau sudah mulai menyukaiku?" Hana menatap David dan tatapan keduanya bertemu. Hana kembali menunduk karena tak sanggup jika terus menatap matanya.

"Na. Kenapa diam?" tanya David penasaran.

"Emmmm mungkin...... sudah" jawab Hana lirih yang tak yakin dengan perasaannya. Jawaban Hana tak urung membuat David tersenyum.

"Kenapa hanya mungkin Na?"

"Aku masih belun tahu mas. Yang aku tahu aku selalu nyaman dengan semua perlakuan mas sama aku" jawab Hana jujur.

"Apa kau pernah jatuh cinta?" tanya David pada Hana. Hana hanya menggeleng sebagai jawabannya. David bangkit dan menghampiri istrinya yang berdiri menikmati pemandangan dari tempatnya saat ini. David memeluknya dari belakang dan menenggelamkan wajahnya dileher Hana. Nafasnya terasa hangat ditengkuk Hana dan membuatnya geli.

"Katakanlah jika kau sudah benar benar menyukaiku" kata David dengan posisi yang masih sama.

"Bolehkah aku meyakinkan hatiku dulu?"

"Ku harap jangan terlalu lama karena aku sudah tidak tahan" sahut David. Mendengar jawaban David Hana membalikkan badan dan kini mereka saling berhadapan. Hana mengusap pipi David.

"Maafkan aku mas" ucapan Hana terdengar menyesal. Airmatanya tergenang dipelupuk mata. David masih menatap mata yang berkaca kaca itu. Direngkuhnya tubuh Hana dalam dekapannya.

"Jangan dipaksakan sayang. Aku masih bisa menahannya" kata David berusaha menenangkan Hana namun justru Hana malah menangis.

"Sudah jangan menangis. Aku sakit melihatmu seperti ini" David mengusap rambut Hana lembut.

"Terima kasih karena masih mau menunggu" jawab Hana disela sela isakannya.

Hana tersenyum mengingat kembali lamunan itu.

"Kesabaranmu membuahkan hasil sayang. Terima kasih karena mau menungguku. Sekarang giliranku menunggu kepulanganmu" kata Hana pada diri sendiri. Hana melanglah keranjangnya dan menjatuhkan tubuhnya. tak begitu lama Hana sudah berpetualang didunia mimpi.

....

Di tempat David...

"Bagaimana Dik? Ini sudah lebih dari satu minggu. Mengapa bisa serumit ini?" David meninggikan suara.

"Penyelidikan sudah 75 persen bos"

"Urus semua. Aku akan urus berkas berkas untuk para investor nanti. Kali ini tidak boleh gagal. Rapat nanti harus bisa meyakinkan investor untuk tidak menarik dananya" Kata David tegas. Dika masih setia dengan diamnya.

"Kerahkan orang lebih banyak kalau perlu agar lebih cepat menemukan orang dan buktinya. Jangan lupa membuat perhitungan agar dia tahu sedang berhadapan dengan siapa" tegas David.

"Siap Bos" sahut Dika tegas.

Terdengar Dika menghubungi seseorang.

"Sudah kutambahkan tiga orang lagi bos. Aku sudah meminta mereka untuk bergerak cepat" lapor Dika.

"Bagus. Jika dalam tiga hari belum juga selesai, aku gak mau tahu kita tetap pulang ke Indonesia" perintah David.

"Ok bos. Aku juga pengen segera lihat Karin" sahut Dika yang mendapat tonyoran dari David.

"Cewek mulu yang dipikirin makanya kerjanya lelet. Kamu tahu kukira kita cuma seminggu disini"

"Ya mana kutahu bos kalau masalahnya sebesar ini. Kan aku juga udah ngegas bos"

"Aku ingin segera ketemu Hana. Aaaaaah jauh begini sudah membuatku frustasi" David mengacak acak rambutnya.

"Tenang lah bos. Ayo kita siapkan berkas dan yakinkan para investor itu untuk tetap bertahan. Jika kita berhasil kita bisa pulang. Untuk urusan yang lain bisa kits pantau dari sana bos" David hanya mengangguk mendengar penjelasan Dika.

Kini David dan Dika sedang bernegoisasi dengan para investor. Dengan kecakapan dan kemampuan mereka, para investor itu tidak menarik dananya. Mereka kembali percaya saat bertemu dengan David dan Dika.

"Akhirnya kita berhasil bos. Saham terselamatkan. Fiuuh" ucap Dika lega.

"Kamu benar. Kita selesaikan hari ini dan kita usahakan besok dapat kembali" perintah David.

"Ok bos. Gak sabar banget sih bos" sahut Dika.

"Sudah terlalu lama Dik. Untung Alvin dan Hana dapat mengatasi masalah disana dengab baik. Aku akan menghubungi Hana dulu"

"Jangan bos biar suprise" cegah Dika.

"Tenang aku cuma mengecoh saja" jawab David.

*Tuuut

Basa basi dulu baru inti.

"Mas kapan balik? Apa masalahnya berat sampai segitu lamanya?" Hana

"Lusa aku sudah pulang sayang. Tunggu mas ya? Mau dibawain apa?" David

"Gak usah mas. Mas pulang dengan selamat aja itu sudah cukup"

"Ya sudah tungguin mas yah?"

"iya"

mereka masih terus mengobrol dan bercanda hingga akhirnya selesai.

Tuuut*.

.....

Next

....

Maaf kalau banyak typo.

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

rindu itu sangat berat..

2022-09-29

0

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

yg kangen yg kangen🤭🤭🤭🤭🤭

2021-08-27

0

Leni Fatmawati Fatmawati

Leni Fatmawati Fatmawati

indah nya dunia novel thorrr

2021-06-25

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!