Enam Belas

Saat jam makan siang seperti rencana awal Hana menghubungi David.

*Tuuut

"Assalamualaikum Na"

"Waalaikumsalam mas. Lagi apa?"

"Baru selesai sarapan. Kenapa? Apa kau sudah kangen?" goda David diseberang telpon.

"Sejujurnya sih .... gak" Hana terkekeh.

"Kok gak kangen sih Na?"

"Hehehe maksudku gak salah. Ya aku kangen" meski David tak bisa melihatnya tapi Hana tetap malu pipinya merona.

"Hemmmm aku juga kangen Na"

"Sebenarnya aku telpon bukan mau bahas kangen tapi hal lain"

"Ada apa? Apa ada masalah disana?"

"Sedikit soal pesta ultah anaknya pak Handoko"

"Apa masalahnya?"

"Kado apa yang harus kami bawa? Dan ya bolehkah aku tidak ikut?"

"Harus Na. Pak Handoko itu klien terpenting kita. Soal kado kamu cari tahu deh apa yang disuka putri pak Handoko. Pasti ada akun yang membahas soal itu. Keluarga mereka terkenal gak mungkin gak ada datanya"

"Emmm baiklah. Kapan pulang?"

"Belum pasti. Kenapa?"

"Kenapa mesti tanya? Akukan istrimu apa gak boleh aku tanya?"

"Hemm baiklah. Apa kau sudah makan?"

"Aku hanya ngemil soalnya habis ini mau makan bareng klien. Emmmm apa kau bisa pulang lebih cepat?"

"Hadiah apa yang kudapatkan jika aku bisa pulang lebih cepat?"

"Apa yang kau mau?"

"Apakah itu pertanyaan untuk kau tahu hadiah apa yang aku minta?"

"May be"

"Aku ingin cintamu" sedikit lirih

"Kau sudah mendapatkannya" Hana tersenyum.

"Benarkah?" terdengar bersemangat.

"Kau tak percaya?"

"Aku perlu bukti"

"Bukti apa?"

"Sepulang dari sini berikan hak ku"

"Kalau kau pulang dengan mengesankan akan aku berikan hak mu"

"Ok. Aku harus ke kantor dulu. Daa I Miss You"

"I Miss You too. Assalamualaikum"

"Waalaikumsalam"

Tuuut*

Hana tersenyum puas. Tak menyangka mengungkapkan perasaan begitu mudah. Setelah perasaannya diungkapkan, rasa lega merasuki hatinya. Semangatnya kembali setelah mendengar kabar dari David. Memang besar efek dari cinta. Ingat dengan perkataan David Hana langsung searching. Ternyata putri pak Handoko yang berulang tahun namanya Melinda. Dia gadis yang suka barang barang branded. Sejenak Hana berfikir untuk memberi kado apa untuk ulang tahunnya.

"Aku akan bahas sama Alvin nanti. Tapi gak ada salahnya aku tanya mbah google barang branded terbaru" guman Hana.

"Wah ada tas Gucci terbaru limited edition lagi. Harganya fantastik. Tapi apa gak berlebihan jika kita kasih ini?" tanyanya pada diri sendiri.

"Tumben lihat lihat barang branded" ucapan Siska mengagetkam Hana yang tak tahu kedatangannya.

"Gak Sis. Mau cari kado buat Melinda. Dia suka barang barang kek beginian"

"Siapa Melinda? temen baru kamu?"

"Bukan dia anaknya Pak Handoko. Klien mas David"

"Terus udah nemu mau pilih yang mana?"

"Bingung Sis. Mahal mahal. Apa gak berlebihan?"

"Ya pasti mahal lah Na barang best seller gitu kok"

"Terus gimana? Ada ide?"

"Coba perhiasan aja. Kalung atau gelang yang berkesan gitu. Walau tak terlalu mahal setidaknya itu terlihat lebih elegan dari barang branded itu"

"Aku kasih tahu mas David dulu berapa bajet yang bisa digunakan"

*To Mas David

Mas buat kado berapa bajetnya?"

From Mas David

Sesuaikan saja asal tak lebih dari 30 jt.

To Mas David

Kalau kalung bagaimana?"

From Mas David.

Aku sih ok ok ja. Asal tetap terlihat mewah.

To Mas David

Kenapa meski terlihat mewah? Mau pamer ya?

From Mas David

Ya gak gitu. Kita harus jaga citra perusahaan dong

To Mas David

Ok*

Tidak ada balasan lagi dari David. Hana menyimpan HPnya dan bersiap untuk bertemu klien. Pertemuan yang mengesankan bagi Hana. Kliennya ramah dan tidak membahas bisnis apapun. Mereka mengatakan untuk sejenak bersantai dan merefresh pikiran. Bercanda dan mempererat tali persahabatan antara dua belah pihak.

"Jadi anda istri dari Pak David?" Hana hanya tersenyum sebagai jawaban.

"Anda sungguh cantik. Tak heran jika pak David tergila gila pada anda" puji klien itu.

"Anda berlebihan. Saya tidak yakin soal itu" Hana menimpali.

"Anda terlalu merendah. Pak David pernah cerita bahwa cuma perlu tiga hari untuk menikah dengan anda"

"Hahahaha jadi mas David sudah pernah cerita bagaimana kami menikah?" Hana tertawa dan Alvin juga ikut tertawa.

"Hanya itu selebihnya adalah rahasia. Itu katanya"

Hahahahaha semua tertawa.

"Kalau saya cerita bagaimana kami bisa menikah maka anda tidak akan percaya" kata Hana disela sela tawanya.

"Kalau begitu ceritakan saja Nyonya David"

"Tak perlu. Biarlah tetap menjadi rahasia sesuai keinginannya. Hahaha"

"Apa kalian juga diundang ke pesta oleh Pak Handoko?" tanya klien itu.

"Benar pak" kali ini Alvin yang menjawab.

"Sudah tahu kado apa yang akan dibawa?"

"Rencananya setelah dari sini akan mampir beli kado"

"Kalau begitu baiklah. Saya juga masih ada urusan"

Setelah jamuan makan siang dengan klien selesai mereka membeli kado. Sesuai rencana Hana memilih beli kalung yang berliontin batu merah berbentuk bintang. Sangat cantik dan terlihat mahal walau memang mahal. Klasik tapi elegan. Itulah tampilan kado dari perusahaan Setia Grup.

.....

Jerman.

David terlihat sangat bahagia. Senyumnya tak lepas dari bibirnya. Dika dibuat geleng geleng dengan sikap bosnya itu.

"Baru dapat lotre bos?" tany Dika

"Lebih dari itu Dik" jawabnya masih tersenyum.

"Kita selesaikan segera. Aku gak mau lama lama disini" ucapnya tegas.

"Semangat amat bos. Baru juga dua hari. Ya elah bos bucin amat sih" goda Dika.

"Justru karena itu. Kau tahu Dik? Dia sudah menerimaku" katanya semangat.

"Yang benar bos?" tanya Dika tak percaya.

"Benar Dik. Kau tak percaya?"

"Iya iya aku percaya"

"Maka dari itu aku pengen cepet pulang"

"Aduh yang sudah gak sabar pengen belah duren" goda Dika.

"Lha itu kamu tahu. Makanya nikah sono"

"Nikah nikah. Cari calon dulu lah"

"Makanya cari calon sana. Kan banyak tuh pegawai kita yang masih single"

"Kalau Karin menurut bos gimana?"

"Cantik kok. Baik juga. Aku sih gak masalah. Sahabat istriku juga"

"Ok deh pulang dari sini aku langsung pepet deh tuh Karin. Tunggu undanganku ya bos"

"Siap aku tunggu undangannya. Awasi Alvin kayaknya tu anak juga ngincar Karin"

"Gak mungkinlah bos. Bos belum tahu rupanya. Menurut bos kenapa Alvin sering kepergok diruang Hana?"

"Kenapa? Ya mau ketemu Hanalah"

"Itu modus. Sebenarnya dia mau ketemu Siska"

"Jadi yang disukai Alvin Siska bukan Karin?"

"Begitulah bos"

Mereka terus mengobrol hingga tak terasa mobil yang mereka tumpangi telah sampai di kantor. Mereka turun dan langsung mengadakan rapat dadakan. Rapat dipimpin langsung oleh David. Pembahasannya cukup lama dan alot. Selama tiga jam rapat berlangsung hingga akhirnya menemukan titik terang. Dengan sangat jelas dan gamblang masalahnya telah ditemukan. Rapat dilanjutkan besok karena melihat karyawannya sudah lelah.

"Aku sepertinya bisa pulang cepat. Kalau bisa jangan lebih satu minggu kita disini" ucap David pada Dika.

"Semoga pak. Tergantung besok bagaimana solusi yang akan kita gunakan apakah sesuai dengan ekspektasi kita apa tidak"

"Baiklah. Sepertinya kita harus kerja keras untuk ini"

"Benar Bos"

.....

NEXT

.....

Thanks jangan lupa like commant dan star ya?

Terpopuler

Comments

Nenk H

Nenk H

aq berharap ga kan ada oelakor n pembinor ya kk uthor

2022-01-09

0

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

duh yg gak sabar pengen belah duren🤣🤣

2021-08-27

0

Nurul Hapsari

Nurul Hapsari

novelnya bagus
bahasanya juga ringan , bahasa sehari hari

2021-03-11

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!