Tiga Belas

Hai readers! Author pengen buat list wajah tokohnya tapi masih bingung mau pake wajah nasional atau internasional. Saran dong mau kayak gimana wajah para tokoh di PERNIKAHAN DADAKAN ini. Ditunggu yah sarannya!

....

DAVID

Usia pernikahanku dengan Hana sudah hampir dua bulan. Selama itu pula aku belum mendapatkan hak ku sebagai suami. Kadang aku juga merasa frustasi. Tapi mau bagaimana lagi itu sudah konsekuensinya ngajak nikah anak orang pakai maksa lagi. Aku terus bekerja keras buat meluluhkan hati Hana. Mulai dari perhatian sampai belaian. Hehehe. Aku merasa Hana sudah sedikit mulai menyukaiku. Hana memang menepati janjinya untuk tidak menghindariku. Harusnya aku lebih mudah masuk hatinya. Tapi sampai hampir dua bulan ini aku belum lulus juga. Kadang aku juga selisih sama Hana. Aku yang kadang kurang bisa mengendalikan emosi saat Hana membantah sering jadi penyebabnya. Aku sedikit demi sedikit mulai mengerti Hana. Aku suka saat Hana ceplas ceplos menanggapi sesuatu. Saat Hana reflek mendekap mulutnya karena ucapannya aku merasa senang. Dia terlihat lucu dan terlihat konyol. Hal yang membuatku gemas tentang tingkah Hana adalah saat Hana berfikir atau menentukan pilihan. Saat seperti itu Hana akan menggigit jarinya. Segala tentang Hana membuatku senang. Mungkin ini yang dinamakan cinta. Tak perlu alasan untuk mencintai seseorang karena cinta tak butuh alasan. Itulah kesimpulanku saat aku mengenal cinta lewat Hana. Aku berharap rumah tanggaku akan langgeng. Aku jadi ingat saat pertama kali bertemu Hana dan mengajaknya menikah tepatnya memaksanya menikah. Saat aku dalam perjalanan ke kantor, aku membayangkan seorang wanita tersenyum bahagia bahkan berjingkrak jingkrak saat aku mengajaknya menikah. Dengan sangat percaya diri dengan sejuta pesonaku, aku yakin tidak ada wanita yang menolakku. Saat aku mendengar suara Hana yang begitu tenang, aku merasa damai. Rasanya aku ingin terus mendengar suaranya. Sesaat bayangan wajah Hana berbinar senang saat aku memintanya untuk menikah denganku. Namun fakta berkata lain. Bahkan dia sangat terkejut dan dengan tegas menolak. Aku masih tak percaya dengan hal itu. Dalam hati aku mengatakan bahwa Hana adalah wanita yang menarik. Wanita langka diabad ini. Aku kira dia hanya gengsi dengan menolakku didepan semua karyawan. Dalam hatinya pasti mau menikah denganku. Aku masih pede dengan pesonaku. Namun aku sangat terkejut ketika Dika mengatakan bahwa Hana mau resign untuk menghindariku. Aku benar benar marah mendengar itu dan Dika menenangkanku. Dika juga mengatakan bahwa Hana bersahabat dengan Siska. Aku meminta Dika membawakan arsip tentang Siska yang akan kujadikan senjata memaksanya dan itu berhasil. Aku sangat senang karena akhirnya Hana menyerah. Aku melihat dia begitu kesal dan mengumpatku saat dia bercerita dengan temannya. Aku tertawa geli mendengar dia mengeluh tentang semuanya. Mungkin itu adalah hari menyebalkan baginya. Ada sesuatu yang membuatku penasaran adalah ucapannya kalau aku tak sukanya banyak tapi sukanya cuma satu. Aku pernah bertanya padanya dan jawabannya sungguh menyebalkan.

"Aku sebenarnya penasaran dengan penilaianmu padaku" tanyaku seminggu setelah aku menikahinya.

"Maksud mas?"

"Yang waktu itu kamu bilang dilobi bareng Karin dan Siska"

"Oo mas beneran dengar waktu itu aku ngomong?"

"iya aku dengar"

"Kok gak marah? Biasanya langsung ngegas"

"Kamu tahu? Aku malah makin terpesona waktu kamu mengumpatku. Karena menurutku itulah pesonamu"

"Dasar aneh" kecamnya dan kulihat pipinya merah. Ah saat malu begini aku pengen sekali mencumbunya. Huuuuuh aku harus sabar.

"Kamu lain dari wanita pada umumnya sayang"

"Hemm sama aja menurutku"

"Kalau kamu sama kenapa tak terpesona padaku?"

"Aku masih waras mas"

"Jadi mereka yang menggilaiku tak waras?" Aku bertanya dengan penuh keheranan. Geram juga sih.

"Mereka bucin makanya gak waras. Sayangnya aku yang waras ini harus menikahi pria gila. Jadi warasku hilang dech" jawabnya santai dan aku menjadi geram.

Apakah ini sindiran? entahlah. Tapi aku bukannya marah malah sadar kalau aku benar benar pria gila.

"Apakah pria gila ini boleh bertanya nona Hana?" tanyaku dengan nada menggoda dan dia tertawa. Aduh manisnya. Gemes deh.

"Silahkan tuan gila" nadanya mengejek tapi akau malah tertawa.

"Katakan padaku penilaianmu waktu itu. Aku sungguh penasaran"

"Hemmm tapi mas gak boleh marah"

"Iya aku gak marah"

"janji?"

"Janji" aku membentuk jariku menjadi huruf V.

"Emmm gak sukanya banyak dan menjengkelkan. Gak suka dibantah, gak suka mengulang dan gak suka ditolak. Ya kan?"

"Hmmm. Kalau sukanya kok cuma satu? padahal aku sukanya banyak loh"

"Menurut mas. Menurutku cuma satu waktu itu."

"Apa?"

"Suka maksa" awabnya enteng. Aku sudah janji buat gak marah tapi rasanya kok aku gondok ya? Jelek amat aku dimata Hana. Aku cemberut dan Hana menyadarinya.

"Kenapa mas? Gak terima?" tanyanya mengejek.

"Jujur sih iya"

"Gak nyadar dong berarti" sindirnya dan itu membuatku semakin kesal.

"Kamu kapan sih suka sama aku?" tanyaku mengalihkan pembicaraan.

"Tahun depan" aku tahu Hana jawabnya ngasal.

"Aku harus puasa selama itu? kok kamu tega sih Na?" kataku memelas dan cemberut.

"Idih cemberut. Suamiku jelek kalau cemberut" godanya dan aku merasa senang saat dia memanggilku dengan sebutan suami.

"Berarti kalau aku gak cemberut tampan dong?" pancingku.

"Hemmm aku akui mas David itu tampan tapi ... kalau tersenyum jadi sangat tampan" Hana mengatakannya dengan senyum dan mencubit pipiku dengan lembut. Aku terkejut dengan perlakuan Hana. Hanya karena hal sederhana seperti itu aku sudah bahagia apalagi kalau Hana bilang cinta sama aku?

"Mas"

"Hem"

"Aku boleh tanya? Tapi sedikit sensitiv" aku mengangkat alisku penasaran.

"Tanyalah"

"Mas pernah melakukan ONS?" pertanyaannya membuatku terkejut. Aku tak menyangka kalau Hana akan menanyakan itu.

"Pernah bahkan sering waktu di Jerman. Tapi setelah sibuk ngurus perusahaan yang di Jerman menjadi jarang bisa dibilang gak pernah" jujurku.

"Pantes aja"

"Pantes aja apa?"

"Pikirannya mesum mulu" cibirnya.

"Aku kan nornal Na" belaku.

"Iya aku percaya"

Aku mencoba jujur sebisaku walau masalaluku kelam. Aku rasa Hana perlu tahu soal ini. Aku gak mau Hana tahu dari oranglain. Walaupun Hana belum menyerahkan mahkotanya namun setiap sentuhanku tak pernah ditolaknya tanpa alasan. Aku menghargai usaha Hana untuk menjadi istriku sepenuhnya. Jadi aku juga menghargai kalau dia belum siap. Aku teringat saat dia memohon padaku agar dia tak berjuang sendirian.

"Mas. Aku minta maaf membuatmu menunggu" katanya sedih disela sela obrolan pengiring tidur.

"Aku tak apa Hana. Aku juga minta maaf karena memaksamu menikah denganku"

"Mas tolong bantu aku. Aku takut kalau aku berjuang sendirian akan semakin lama" pintanya. Aku bener benar bahagia dia mengatakan itu. Dia sangat berusaha menerimaku seutuhnya.

"Aku janji akan membantumu. Kita berjuang sama sama. Ok?"

"Makasih mas"

Cup. Kucium keningnya dan dekap tubuhnya.

"Tidurlah" kataku tanpa melepaskan pelukanku. Aku merasakan anggukannya dalam dekapanku. Tak lama kemudian kudengarkan nafasnya mulai teratur. Dia telah tidur dalam dekapanku. Aku tak ingin melepaskannya hingga akupun turut tertidur.

.....

NEXT

....

Terpopuler

Comments

Novie

Novie

wkwkwkw

2023-02-02

0

gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕

gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕

normal juga ada yg namanya menahan , tau namanya dosa dan karma.

2022-11-21

0

cokelat12

cokelat12

STMJ ya vid selama di luar negeri,sholat terus maksiat jalan hahaha

sedikit kecewa sih,tapi ywdlah semoga jd lebih baik lagi

2022-03-25

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!