Hana telah selesai mandi. Saat keluar dari kamar mandi dilihatnya David telah rapi.
"Mandi dimana mas? kok udah rapi aja"
"Dikamar mandi sebelah. Lama nungguin kamu. Buktinya aku sudah rapi kamu baru keluar"
"Ya wajarlah namanya juga cewek" jawab Hana. Padahal Hana biasanya tak selama itu mandinya. Hana sibuk menetralkan jantungnya yang gak mau normal akibat ulah David. Alhasil Hana mendekam dikamar mandi.
"Turun yuk" ajak David setelah melihat Hana telah rapi.
"Ayuh" jawab Hana melangkah mengekori David. Mereka menuju dapur. Didapur sudah ada Niken kakaknya Alvin.
"Eh mbak Niken, buat apa mbak?" tanya Hana begitu sampai dan melihat Niken.
"Ini bikin susu buat Reno Na"
"Ooo" jawab Hana memoncongkan bibir.
"Eh mas, biasanya kamu kalau pagi ngopi gak?" tanya Hana pada David yang tengah duduk di kursi dapur.
"Kenapa? Kepo ya?" goda David.
"Sudah mulai pengen tahu kegiatan suaminya?" tambah David.
"Iiih mas David ini lho! Mau aku bikinin kopi gak? Atau teh gitu?" tanya Hana kesal.
"Em.... kopi aja deh Na" jawab David.
"Tinggal jawab kopi aja susah" Omel Hana cemberut.
"Iya iya maaf Na. Aku kan cuma pengen goda kamu aja. Habis kamu kalau kesel begini tambah cantik jadinya kan gemes"
"Ya Allah. Barusan mas David gombalin Hana?" tanya Hana. Hatinya sudah deg degan. Jantungnya bernyanyi tanpa bisa dikendalikan. Hana berusaha untuk tidak gugup.
"Sumpah dech jantung ku bisa copot nih" batin Hana dengan menangkupkan tangan kedadanya.
Hana membuka kulkas sekedar mengalihkan perhatian. Tanpa diduga ada jeruk nipis dikulkas dan dia mengambil satu.
"Mas akan terus kasih gombalan sama Hana biar Hana klepek klepek. Hahaha" jawab David dengan nada menggoda.
"Gimana? Suka gak sama gombalan mas?"
"Copot jantung Hana mas" jawab Hana spontan yang menimbulkan senyum mengembang di bibir David.
"Gak usah senyum gitulah mas. Ngeri aku jadinya" omel Hana.
"Lha senyum suaminya sendiri ngeri?"
"Ni kopinya mas" meletakkan kopi diatas meja.
"Itu apa?" tanya David.
"Air jeruk nipis"
"Pake gula gak?"
"Gak"
"Gak boleh minum itu" tegas David.
"Emang kenapa sih mas? Aku tuh udah biasa kali tiap pagi juga minumnya begitu" tolak Hana.
"Kalau mas bilang gak boleh ya gak boleh" bentak David hingga Hana terkejut. David bangkit dan meraih gelas Hana dan membuang airnya.
"Kok dibuang sih mas?" Kali ini Hana pakai nada tinggi.
"Kamu mau kena mag?" bentak David lagi.
"Aku tuh gak punya riwayat sakit mag" bentak Hana balik.
"Kalau mas bilang gak boleh ya gak boleh. Ngerti gak sih Na?"
"Bodo" Hana kesal dan berlalu meninggalkan David yang nasih marah.
"Tinggal nurut aja apa susahnya sih?" gerutu David melihat Hana pergi.
Sementara Hana menuju ruang tamu dan duduk disamping Dela.
"Aduh penganten baru kok ditekuk gitu mukanya?" goda Dela.
"Gak dapat jatah kamu Na?" goda Pras lagi.
"Apaan sih mama sama papa ini. Hana cuma heran aja gimana mama sama papa bisa punya anak model mas David gitu. Nyebelin" jawab Hana masih tampak kesal.
"Memangnya David ngapain sayang?" tanya Dela halus.
"Masak dia buang...."
"Gak usah ngadu deh Na" potong David yang kini bergabung dengan mereka.
Hana meliriknya tajam dan memoncongkan mulutnya.
"Baru tadi pagi aku baper sekarang sudah kesel lagi. Aku ralat aja aku gak jadi kagum sama dia. Dasar nyebelin" geram Hana dalam hati.
"Na jangan diam gitu dong sayang" bujuk David.
"Sayang" panggil David meraih tangan Hana. Namun Hana menolak.
"Duh penganten baru kok sudah ribut aja. Baru sehari lo" goda Niken yang baru gabung.
Hana dan David diam. David menarik tangan Hana mengajaknya pergi dari ruang tamu. Hana hanya mengikuti saja. Dia gak mau bertengkar didepan mertuanya. David mengajaknya ke taman belakang dan duduk berdua. Hana masih bungkam. David meraih tangan Hana kali ini Hana tak menolak.
"Sayang mas minta maaf" mohon David. Hana msih bungkam.
"Na, mas cuma gak mau kalau kamu sakit. Mas sayang sama kamu Na" bujuk David lagi.
"Mas cuma khawatir kamu kenapa napa" jelasnya. Hana masih diam. Dia masih dongkol karena ulah David.
"Na jangan diam terus dong. Mas bener bener minta maaf nih. Kamu mau apa aja mas turutin asal mau maafin mas" bujuk David.
Hana menoleh dan memandang David.
"Yakin apa aja?" tanya Hana.
"Iya. Apa aja yang penting mau maafin mas" jawab David antusias.
"Aku mau kita masuk kerja lusa" mantap Hana.
"Kenapa lusa sih Na?" tanya David.
"Boring mas kalau lama lama nganggur" jawab Hana.
"Ok tapi kamu harus jadi sekretaris mas"
"Aku gak mau. Aku tuh dah nyaman di bagian keuangan ini mas. Apalagi ada Siska. Lagipula kan sudah ada pak Dika" tolak Hana.
"Dika bisa jadi sekretarisnya Alvin" bantah David.
"Aku tetep gak mau. Mas bisa gak sih gak maksain maunya mas sendiri?"
"Aku gak mau kamu kenapa napa sayang"
"Pokoknya aku gak mau. Kalau mas tetep kekeh ya sudah aku gak mau maafin mas" tegas Hana.
"Kok gitu sih Na?" kata David melas.
"Mas itu katanya mau buat aku jatuh cinta, kalau kayak gini bukan bikin jatuh cinta yang ada makin sebel aku sama mas" omel Hana.
"Terus maunya kamu gimana?" pasrah David.
"Ya itu tadi. Lusa kita kerja ditempat semula. Gak ada perubahan" tegas Hana.
"Hemm baiklah" David mengalah.
"Jadi sudah maafin mas kan?" harap David.
"Karena mas dah nurutin mau aku jadi aku maafin" jawab Hana puas
"Tapi makan siang harus bareng" kata David tegas dan soror mata tajam. Artinya tidak boleh ditolak.
"Ok no problem" jawab Hana tersenyum.
"Mas kapan kita pindahnya?" tanya Hana
"kamu maunya kapan?"
"Pengenya sih kerja dah berangkat dari rumah"
"Artinya besok dong?"tanya David.
"emmm begitulah" jawab Hana sekenanya.
"Boleh" kata David tersenyum jail.
"Beneran mas?" tanya Hana girang.
"Iya. Tapi dengan satu syarat"
"Ya Allah mas syarat mulu dari kemarin kemarin" keluh Hana.
"Mau gak? Kalau gak mau ya gak jadi pindah" jawab David cuek.
"Kok gitu sih mas. Kan kemarin dah janji tinggalnya dirumahku" protes Hana.
"Penuhi syaratnya dulu"
" huf. iya deh. Apa syaratnya?" Hana menyerah. David tersenyum menang.
"Cium mas" menunjuk bibirnya dengan telunjuk.
"Idih maunya. gak usah ambil kesempatan deh" tolak Hana berpaling. Dia malu dan dirasakan pipinya panas.
"Ah blushing deh aku pastinya" batin Hana.
"Gak mau ya gpp. Brati gak jadi pindah" jurus cuek David.
"Kok gitu? Iya deh" seru Hana. David tersenyum devil.
"Emmn dikecup aja sebentar kan gpp kali ya? Yang penting syaratnya sudah terpenuhi kan?" batin Hana.
"Mas merem tapi" perintah Hana.
"Kenapa?" mengerutkan dahi.
"Aduh pake tanya kenapa? Ya grogilah" hanya dalam hati.
"Gpp. Merem aja"
David memejamkan matanya dan Hana meletakkan tangannya didada David untuk sandaran. Bibir Hana menempel pada bibir David dan segera menyudahinya. Namun ketika hendak menjauhkan kepalanya, tengkuk Hana ditahan David dan mereka melakukannya lebih dalam. Tepatnya hanya David yang berperan aktif disini. Hana yang tak siap dengan serangan David terkejut dan memukul dada David. Tangan Hana ditahan oleh David. Hana kalah tenaga dengan David. Semakin lama semakin dalam hingga Hana mulai menikmatinya. Merasa Hana tak lagi berontak, David melepaskan cengkeramannya pada tangan Hana. David melepaskan pungutannya dan kini mereka saling bertatapan. Jantung Hana dan David bergenderang ria.
"Ah manis sekali bibir istriku ini. Rasanya aku enggan melepasnya" Batin David.
"Ya Allah tolonglah hamba dari rasa ini. Ah sial rasa itu kembali lagi" batin Hana.
Cukup lama mereka saling menatap hingga suara Niken menyadarkan mereka.
"Cieee pandang pandangan. Dah baikan nih?" goda Niken
"Ditunggu om sama tante. Kita sarapan sama sama" ajak Niken lalu pergi. Mereka hanya mengangguk kikuk. Hana nenunduk malu. Pipinya merah merona.
"Untung aja ciumannya sudah selesai. Kalau belum kan malu sama mbak Niken" kata David.
"Mas sih!" olok Hana sambil menunduk malu.
"Tapi kami sukakan?" goda David membuat pipi Hana semakin merah.
" Tau ah. Ayo nanti mereka nunggu lagi" ajak Hana menghindari godaan David. Jantungnya perlu dinormalkan kembali. Hana berdiri dan meninggalkan David. Berlama lama dengan David akan semakin bahaya bagi jantungnya.
"Tunggu Na" teriak David lalu lari menghampiri Hana. Tangannya meraih tangan Hana dan mereka berjalan dengan bergandengan menandakan bahwa mereka baik baik saja. Mereka datang dengan senyum bahagianya Apa kabar Hati Hana? Pastinya dag dig dug deaar lah tangannya digenggan erat sama David. Hana masih mencoba tenang dan biasa aja. Padahal gugup sarta grogi setengah mati dengan perlakuan David. Mereka pun makan bersaman dengan gelak dan tawa yang menjadikan mereka objeknya. Maklumlah pengantin baru pasti dimana mana kan dibully. Sabar aja nanti juga capek yang bully. Heeheeheeheee.
....
NEXT
.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Fitri mahayu piliang
lucu ya nikah baru kena sifat nya 😀👍
2021-09-04
0
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
hana kapan David belah durennya🤔🤔🤔
2021-08-26
0
Fitri Yahya
seru seru😘😘
2021-08-05
0