Sebelas

Sebelumnya author minta maaf yah karena up nya lama. Si kecil lagi rewel plus kakanya bikin reseh. Pusing pala barbie deh author!

.....

Hana

Setelah mengalami pergulatan yang melelahkan dengan pak bos pemaksa, disinilah sekarang aku berdiri. Di singgasana ratu dan raja sehari. Menyambut tamu untuk menerima ucapan selamat atas pernikahan kami. Pernikahan? Ini benar benar terjadi. Lekaki yang disampingku yang baru kukenal empat hari ini. Aku mulai lelah berdiri. Kulihat dari jauh cengiran Boy yang khas. Yang dilakukan sungguh gila. Saat dia datang malah berlutut dihadapanku dan menyodorkan sebuket bunga layaknya seorang yang hendak melamar anak orang.

"I Love You Farhana Indrayani. Will You marry me?" katanya polos yang dibuat buat. Aku tertawa tertahan dan kulihat rahang Mas David mengeras. Tangannya mengepal dan matanya melotot. Apa dia cemburu? Kok aku jadi tersanjung ya memikirkan dia cemburu. Aku meraih buket bunga dari tangan Boy.

"Thanks" itulah yang kukatakan pada Boy. Padat dan singkat. Sebenarnya pengen ngomel ngomel sih tapi dengan baju penganntin yang aku gunakan jadi urung. Masak bajunya anggun yang makai gak. Tapi emang dasar Boy minta diomelin memang. Dia berdiri dan sekarang tepat disampingku.

"Apa cara David melamarmu seperti tadi?" tanya Boy dan mengerlingkan matanya ke arah Mas David. Mas David melengos.

"Hemmm kalau kamu tahu bagaimana dia ngajak nikah, pasti auto ngakak dan gemes" jawabku melirik Mas David yang mendengus karena merasa dikerjai oleh Boy.

Hahahahaha.. Boy tertawa

"Aku sudah tahu ceritamu dari Siska" balas Boy dan melangkahkan kaki ke arah Mas David.

"Hai bro, kalau kamu macam macam dengan Hana berurusan sama aku" kata Boy saat berhadapan dengan Mas David.

Kucubit lengan Boy dan pasti auto meringis Boynya.

"Kamu cari mati Boy? Tuh lihat muka suamiku udah kaya mau nelen orang" omelku

"Hush hush hush" usirku dan Boy pun berlalu dengan cemberut.

Aku lihat mas David yang ternyata juga melihatku. Dari tatapannya aku tahu dia minta penjelasan.

"Dia temanku plus juga sahabatku. Kami bertiga sahabatan dari tingkat satu. Gak usah diambil pusing soal ucapan Boy tadi ya mas?Dia memang gitu orangnya. Usil" terangku dan dia hanya memgangguk.

Tiba tiba tanganku ditarik Alvin dan dibawa ketengah ruangan. Mas David pun terlihat terkejut dan mengikutiku. Kini kami bertiga jadi perhatian di pestaku sendiri. Tanganku diraih Alvin dan dengan songongnya anak itu memohon "Na please jadi pacarku ya?" memdengar ucapan Alvin otomatis jadi ramai bisik bisik dong. Pengen nampol mulut buaya model Alvin aja rasanya. Kok aku merasa Boy dan Alvin sengkokol ya? Cara Alvin lebih gila dibanding dengan Boy. Setidaknya Boy tak membuat onar. Aku masih memikirkan cara membungkam mulut Alvin dengan kata kata yang pas tanpa kusadari kehadiran mama dan papa (orangtuanya mas David). Tak kusangka dan tak kuduga mama malah menjewer Alvin.

"Mau ngrecoki pernikahan David ya? Mau tante nikahin mendadak kaya David? mau? mau?" omel mama dan papa tertawa.

"ampun tante Alvin cuma bercanda" rengeknya.

Kulirik Mas David tersenyum dan melinggarkan tangannya ke pinggangku. Aku tersentak kaget dan reflek memegang tangan mas David yang dipinggangku.

"Ehh.. " kagetku dan kulihat mas David tersenyum misterius. Alvin masih meringis dibawa oleh mama dan diikuti papa.

"Pengacau telah pergi. Yok kembali" kata mas David. Aku yang masih cengo hanya mengukuti mas David melangkah.

"Kok Alvin akrab banget sama mama mas? tanyaku yang belum mengerti keaadaan.

"Ya iyalah orang dia sepupuku kok" jawab mas David santai.

"Sumpah demi apa? sekarang Alvin sepupuku?" reflekku dan mas David hanya mengangguk.

Kini acara pernikahan dadakan telah rampung. Aku kini berada dikamar mas David. Aku ingin mandi. Badanku terasa lengket plus capek. Aku butuh penyegaran. Pintu terbuka dan mas David masuk lalu memelukku. Aku tersentak kaget dan badanku menegang.

"Kenapa?" tanya Mas David yang masih memelukku.

"Eeeemmm mungkin belum terbiasa mas" jawabku gugup.

Aku harus terbiasa dengan sentuhan laki laki mulai sekarang. Hanya sentuhan laki laki yang kini jadi suamiku. Mas David melepaskan pelukannya dan mendekatkan wajahnya. Kini jarak kami hanya sekitar dua centi. Jujur ini jarak terdekatku dengan laki laki. Jantungku berdegup kencang.

"Eh mas aku mau mandi dulu. Badanku lengket" aku harus menghindar. Aku belum mau mati karena jantungan. Tanpa menunggu jawaban aku langsung ngacir kekamar mandi. Baru mau masuk ke kamar mandi aku teringat kalau belum membawa ganti. Aku kembali dan mengambil baju ganti tanpa menghiraukan mas David. Aku rasa dia tahu kalau aku gugup. Tapi biarlah bukankah itu hal yang wajar terlebih menikah yang sebelumnya tak terlalu mengenal. Saat aku keluar aku tak mendapati mas David dikamar. Aku biarkan rambutku terurai biar cepat kering. Aku rebahkan badanku yang terasa remuk akibat aktivitas seharian ini. Terlebih kakiku yang sedari tadi berdiri terasa nyeri. Tanpa kusadari kini aku sudah berada di dunia mimpi hingga pagi menjelang. Saat aku bangun kurasakan perutku terasa berat seperti tertimpa sesuatu. Kukerahkan tenaga untuk kembali ke dunia nyata dan kulihat ternyata tangan mas David yang melingkar diperutku. Kupandangi wajah suamiku. Dia tampan aku akui itu. Apalagi dengan wajah damai saat ini. Sangat berbeda dengan wajah songongnya yang datar. Tanpa kusadari tanganku menyentuh pipinya dan mengusapnya lembut. Ada rasa damai yang masuk kedalam hatiku. Kugerakkan jariku menyentuh hidungnya yang mancung. Sungguh sempurna ciptaan tuhan dihadapanku ini. Nikmat tuhan mana lagi yang kau dustakan wahai Hana? Hatiku seolah memberiku petuah. Saat aku menikmati wajah tampan suamiku, tiba tiba mata mas David terbuka. Aku kaget dan refkek menjauhkan tanganku namun mas David menangkapnya.

"Sentuhanmu membangunkanku sayang" katanya dengan tersenyum. Aku masih terkejut dan menetralkan jantungku yang melonjak. Sial! Kenapa malah semakin jadi sih jantungku. Melihat dia tersenyum yang menurutku sangat manis, senyum yang tak pernah kulihat sebelumnya. Aku teringat akan ucapannya "aku akan membuatmu masuk kedalam pesonaku nona Hana". Apa kini aku sudah terpesona? secepat ini? Ah itu gak mungkin. Hanya kagum aja kurasa. Aku tersadar saat benda kenyal menyentuh bibirku. Mataku membulat sempurna saat aku sadar jika benda kenyal itu adalah bibir mas David. Dia sedikit menggigit bibirku hingga aku membuka mulutku. Aku masih belum sadar atas kejutan ini. Nafasku hampir habis karena aku tak bisa bernafas. Dia melepaskan bibirnya saat nafasku tersengal sengal.

"Tetaplah bernafas sayang dan balaslah" katanya dengan senyum. Ah senyuman itu lagi. Jantungku benar benar berolahraga pagi ini. Dia kembali ******* bibirku dan kali ini aku menikmatinya dengan mata terpejam. Tanpa kusadari aku membalasnya. Entahlah aku merasa bukan seperti diriku. Pengalaman ini memabukkan dan membuatku melayang. Ah rasa apa ini? Rasa asing yang belum pernah kurasakan. Aku harus menghentikannya. Aku masih mau bernafas dengan normal. Aku harus mengistirahatkan jantungku. Kudorong dada bidangnya dan dia semakin memperdalamnya. Kupukul pukul dadanya agar menyudahi aktivitasnya. Dia menarik bibirnya dan tersenyum. Memcium keningku dan mengucapkan "Moorning kiss sayang". Aku merasakan pipiku panas dan kupastikan kali ini pipiku merah.

"Hemmm kok bulshing?" tanyanya dengan nada menggoda.

"Apaan sih?" elakku. Aku bangun dan pergi kekamar mandi. Aku malu membayangkan kejadian barusan. Tapi aku juga merasa senang. Ahh lagi lagi perasaan yang tak kumengerti. Sial! Aku menghidupkan shower dan membasahi tubuhku agar kembali relaks.

.....

Next

.....

Terpopuler

Comments

Febri Ana

Febri Ana

lanjuutt

2024-07-11

0

Novie

Novie

hehehe semangat bun berkarya

2023-02-02

0

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

enakkan pacaran dah nikah

2021-08-26

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!