Sepuluh

Pagi yang cerah untuk mengawali hari. Hana sudah bersiap hendak fiting baju pengantin bersama David. Setelah beberapa menit menunggu terdengar bunyi klakson dan Hana pun keluar. Hana tampak cantik alami dengan make up tipis dan lipstik warna merah delima. Dengan gaun lengan sebahu dan panjang selutut membuat Hana terlihat lebih anggun. David berdecak mengagumi kecantikan Hana.

"Cantik. Aku benar benar tak salah pilih. (Degdegdegdegdegdeg) Ah sialan. Jantungku selalu bernyanyi bila bersama Hana. Bagaimana perasaan Hana padaku ya? Dia menikah karena tekananku" batin David.

"Aaaaaargh" teriak David frustasi. Hana terkejut mendengar teriakan David saat Hana hendak duduk.

"Eeh... Bapak gak papa?" tanya Hana takut.

"Eeh hem... (menggaruk tengkuk yang tak gatal) gak papa kok. Kamu sudah siap?" tanya David salah tingkah.

"Iya. Emmmm Pak" panggil Hana.

"Ya?" jawab David tanpa menoleh karena konsentrasi menyetir.

"Bisa kita ke makam mama dan papa dulu?" tanya Hana hati hati.

"Baiklah. Aku juga belum minta restu" jawab David membuat Hana menghela nafas lega.

"Tunjukkan jalannya" perintah David.

"Lurus saja dulu nanti kalau belok saya kode" balas Hana.

Sekitar sepuluh menit sampailah ke pemakaman. David dan Hana berjalan diantara gundukan makam dan berhenti diantara dua makam. Itu adalah makam orangtua Hana. Mereka dimakamkan berdampingan. Hana dan David berjongkok dan menabur bunga yang mereka beli sebelum ke pemakaman.

"Assalamualikum ma.. pa.." salam Hana. David hana diam menemani Hana.

"Ma coba tebak siapa yang Hana ajak menemui mama dan papa? Maaf tapi bukan Farel. Dia Pak David bosku dan juga calon suamiku. Pak David mau minta restu mama dan papa. Besok kita akan menikah. Mama dan papa pasti berdo'a kan untuk kebahagiaan Hana di atas sana? (Hana menangis) Mama dan papa tak usah khawatir lagi. Hana tidak sendiri lagi sekarang. Ada pak David yang akan menjaga dan melindungi Hana" Hana mengusap air matanya.

"Ya om, tante. David berjanji akan selalu menjaga dan melindungi Hana meski dengan nyawa David sendiri. David minta ijin untuk menjadikan Hana sebagai istri David. David akan berusaha untuk membahagiakan anak om dan tante" kata David. Mendengar ucapan David Hana terharu. Hana bisa merasakan ketulusan dari ucapan David.

"Pak" panggil Hana dan David menoleh.

"Bapak bisa pimpin do'anya?" tanya Hana dan David mengangguk. Mereka berdo'a dan kemudian berpamitan dan mengucapkan salam.

Mereka melanjutkan perjalanan ke butik Rosmala langganan keluarga David. Tentu sebelumnya telah membuat janji. Setibanya di butik, keduanya langsung mencoba beberapa pakaian dan gaun untuk dikenakan besok. Setelah selesai mereka kembali melanjutkan perjalanan ke toko perhiasan. Mereka hendak membeli cincin perkawinan. Mereka melihat lihat sebelum akhirnya memilih.

"yang itu" tunjuk Hana dan David bersamaan. Keduanya saling pandang dan tersenyum.

"Ternyata selera kita sama yah?" kata David. Hana hanya mengangguk mengiyakan dengan senyun lebar di bibirnya. Semua keperluan buat acara pernikahan telah selesai. Baju pengantin dan cincin sudah dalam pengiriman. Tak terasa sudah masuk waktu dhuhur. Sebelum melanjutkan kegiatannya, mereka singgah di mushola untuk menunaikan kewajibannya. Kini mereka telah berada di dalam mobil.

"Kita mau kemana lagi pak?" tanya Hana.

"Kita makan dulu habis itu jalan jalan santai. Semuanya kan sudah beres" jawab David.

"Oooo" jawab Hana memonyongkan bibir.

"Emm pak, kenapa kita buru buru banget sih nikahnya?" tanya Hana yang sebenarnya sudah penanasaran sejak pertama kali diajak nikah.

"Hem gak ada apa apa sih sebenarnya" jawab David santai

"Gak mungkin tanpa sebab kan pak? Kalau wanita buru buru nikah kan biasanya sedang hamil diluar nikah, tapi kalau pak David kan gak mungkin hamil? Iyakan pak?" tanya Hana sedikit menggoda.

"Iya juga sih. Kalau wanita mengkin. Tapi kalau laki laki apa aneh kalau menikah buru buru?" tanya David mengerutkan kening dan masih menyetir dengan pelan.

"Biasanya kan karena tanggung jawab beda sama kita. Bapak gak harus tanggung jawab pada saya kan?" tanya Hana lagi.

"Kalau alasan aku sedang hamil lucu kali ya? masuk akal gak sih?" tanya David dengan tersenyum.

"Kalau Pak David hamil....(Membayangkan) perut pak David buncit terus celana dan kemejanya sudah gak muat, lalu bapak pake daster dan berjalan. Hahahaahahaha bapak jalannya sambil pegang pinggang kaya ibu ibu hamil. Lucu banget pak. Hahaahahahahaha..." Hana tertawa sambil memegang perutnya. David ikut membayangkan ucapan Hana ketika dia hamil.

"Hahahahahaha (David ikut ketawa) Ya Na lucu banget aku ngebayanginnya" kata David yang merasa konyol.

"Kalau laki laki hamil betulan belum tentu mau punya anak lagi. Menghadapi istri yang lagi ngidam ja udah ngedumel" cerocos Hana.

"Emang kamu sudah pernah hamil?" tanya David.

"Enak aja saya masih suci ya pak" timpal hana dengan sedikit sombong.

"lalu bagaimana bisa kamu bilang seperti tadi ha?"

"Waktu mama hamil Farel kayaknya berat banget. Bahkan mama harus minum vitamin setiap hari" kata Hana

Mereka telah tiba dirumah makan lesehan. Hana sangat senang karena dulu dia sering makan diwarung lesehan seperti ini. Dengan semangat dia turun dan memilih tempat yang nyaman. David menyusul dengan senyum tipis mengikuti Hana.

"Mau pesan apa kamu Na?"

"Aku bebek goreng aja plus es jeruk"

"Kalau aku ayam saja minumnya josua ya"

"Baiklah. Ditunggu ya tuan dan nyonya" jawab pelayan tersebut. Pelayan itu meninggalkan mereka berdua. Hana memandang David yang sedang menikmati sekelilingnya.

"Eeemmm pak David" panggil Hana ragu ragu.

"Ya?" David memandang menyelidik.

"Aku mau bicara sesuatu" kata Hana takut takut.

"Katakanlah. Kenapa kau takut takut begitu?" tanya David Heran. Hana masih diam. David meraih tangan Hana dan menggenggamnya.

"Sebentar lagi kita akan jadi suami istri, jadi bicaralah dengan tenang jangan takut takut begitu" kata David.

"Emmm pak... (kembali terdiam) setelah kita resmi jadi suami istri nanti.... saya mohon bapak tidak memaksa saya untuk ....." terdiam lagi

"Untuk apa?" tanya David penasaran.

"emmmm untuk making love dulu" jawab Hana lirih.

"Apa?" David terkejut hingga teriak dan menarik perhatian pengunjung. Hana menunduk malu.

"Maaf Na maksudmu aku harus puasa dulu? mengapa?" tanya David tak mengerti.

"Aku ingin mengenal anda lebih dulu. Bukankah lebih baik kalau kita melakukannya dengan cinta?" jawab Hana masih lirih. Nampak David berfikir.

"Hanya making love aja kan yang ditunda?" tanya David. Hana mengangguk.

"Ok" jawab David tersenyum penuh makna hingga membuat giginya terlihat. Hana hendak melanjutkan bicaranya namun terpotong oleh pelayan yang mengantarkan pesanannya. Karena cacing diperut sudah meronta ronta maka tanpa menunggu aba aba mereka pun menyantap hidangannya.

"Kau bersiaplah untuk masuk dalam pesonaku nona Hana" kata David disela sela makannya.

"Aku sangat berharap waktu itu terjadi pak David" jawab Hana.

"Baiklah sepertinya aku harus bekerja keras untuk mencuri hatimu nona Hana"

"Berjuanglah pak dan aku tak akan menghindar"

Merekapun melanjutkan makannya hingga selesai.

"Pak.. ada satu lagi yang ingin saya sampaikan"

"Katakanlah"

"Aku ingin kita tinggal dirumahku setelah menikah. Aku tidak ingin membiarkan rumahku kosong tanpa pemghuni"

"Dengan satu syarat"

"Syarat apa?"

"Panggil aku mas mulai sekarang. Aku bukan bapak kamu kan hingga kau terus memanggilku bapak" tegas David.

" Baiklah setuju" kata Hana dan mengangkat jari kelingking dan menggoyangkannya.

"Setuju" kata David dan menautkan kelingkingnya dengan kelingking Hana.

....

NEXT

....

Terpopuler

Comments

Fitri mahayu piliang

Fitri mahayu piliang

bucin nie😂😂😂

2021-09-04

0

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

ngakak🤣🤣🤣🤣

2021-08-26

3

afrena

afrena

pasangan aneh bin ajaib ini😄😆😂

2021-07-25

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!