Hana kembali melanjutkan ceritanya.
Saat aku sadar dari pingsan, rumahku sudah bersih dan orangtuaku sudah siap untuk disholatkan. Saat pemakaman aku ditemani Siska dan pria yang menembak orangtuaku pun hadir dipemakaman. Sebelum dia pulang dia menghampiriku dan berkata "kau cukup hidup dengan baik. tak usah khawatir aku tak akan mengusik hidupmu. Sebenarnya aku ingin merawatmu tapi aku yakin kau tak akan mau hidup bersama seorang pembunuh sepertiku" Aku hanya diam tak menanggapi apapun hingga dia berlalu. Lelaki macam apa yang bisa merawat anak dari orang yang dibunuhnya? aku tak bisa berfikir jernih. Aku hanya mengumpatnya dalam hati karena aku takut jika aku mengumpat langsung padanya. Aku tak punya keberanian terlebih aku menyaksikan bagaimana mereka menyiksa lalu membunuh orangtuaku. Dulu aku selalu gemetar jika mengingat kejadian itu. Aku menjadi sulit tidur. Selalu mimpi buruk hingga aku pernah nekad untuk minum obat penenang. Seperti sebelumnya aku ingin menemani Farel malam itu. Namun saat aku sampai kamarnya dirawat, aku tak menemukan Farel disana. Aku tanya suster dan dokter juga gak ada yang tahu. Semua panik karena kehilangan pasien hingga pihak rumah sakit menghubungi polisi. Aku tak tahu lagi penyemangat hidupku saat itu hanya Farel. Karena aku masih punya Farel. Aku lepas kendali dan akupun hendak bunuh diri malam itu juga. Suster yang mengetahui aku hendak lompat dari balkon rumah sakit menarikku dengan cepat. Aku meronta dan berteriak seperti orang kesetanan hingga dokter datang dan menyuntikku dengan obat penenang. Saat itu aku benar benar hancur. Aku merasa sudah tak ada gunanya aku hidup. Aku lupa bahwa aku masih punya Allah . Aku lupa bahwa Allah telah mengujiku. Aku juga lupa bahwa Allah tidak mengujiku melebihi batasku. Jika Allah mengujiku sedemikian hingga itu artinya aku mampu. memikulnya. Tapi aku lupa semua itu. Ketika aku sadar aku ingin kembali bunuh diri. Saat aku hendak memotong nadiku tiba tiba Siska datang dan memlukku. Dia menguatkanku, mengingatkanku dan menyemangatiku untuk tetap hidup. Siska juga yang membuatku sadar bahwa aku harus menemukan Farel. Ya sampai saat ini aku masih berusaha mencari Farel. Aku belum memenuhi janjiku pada mama dan papa untuk membawa Farel dihadapannya. Maafkan aku Sis, entah berapa lama aku mengabaikanmu sedangkan kamu tak henti hentinya menyemangatiku. Karena kamu aku bisa kembali ceria lagi. Dan terima kasih buat semuanya"
Hana menyeka airmatanya dan menyudahi ceritanya. Siska memeluknya erat. Dia ingat apa yang diceritakan Hana. Bagaimana Hana menangis dan memukul mukul kepalanya. Air matanya mengalir tiada henti.
"Kau hebat Na. Kau sungguh tangguh. Penderitaanmu mungkin tak ada oranglain yang mampu memikulnya tapi kamu mampu melalui semuanya. Aku salut dan bangga punya sahabat sepertimu" kata Siska tulus.
"Aku kuat karena kau selalu mengingatkanku pada Allah. Kau juga tak pernah bosan untuk menghiburku. Bahkan saat aku mengabaikanmu kau tetap setia disampingku. Terima kasih Sis" balas Hana.
"Maafkan aku Na, aku malah gak ada saat kamu dalam kesulitan. Aku bukan sahabat yang baik buat kamu" ucap Alvin menyesal.
"Kamu gak salah Vin. Memang waktu itu kamu sudah pindah lagi pula jauh ke Batam. Jadi tak ada hubungannya dengan kejadian itu" jelas Hana yang sudah sedikit tenang.
David membelai rambut Hana.
"Aku akan selalu melindungimu Na sekarang nanti dan seterusnya" ucap David purau.
"Terima kasih pak" jawab Hana tulus.
"Aku gak tahu harus ngomong apa nih?" ucap Dika
"Kalian itu so sweet banget dech. Boleh dong aku jadi bagian dari persahabatan kalian?" lanjut Dika.
Seketika ketegangan dan kesedihan mencair dengan perkataan Dika.
"Tentu boleh pak Dika. Mulai sekarang kita semua adalah sahabat. Setuju?" kata Hana yang sudah kembali ceria.
"Setuju....setuju...setuju" semua berseru semangat.
"Emmmm Na" panggil Dika.
"Ya?"
"Boleh aku tanya sesuatu?"
"Apa?"
"Kau tidak dendam? Kalau kau tak mau jawab gpp" tanya Dika hati hati.
"Dulu sih iya tapi aku ingat kata ustadz kalau kita gak boleh dendam. Allah gak suka kan kalau aku dendam. Lagi pula kalau aku lihat dia itu sebenarnya baik. Buktinya dia nepati semua janjinya. Mulai dari membiarkan aku hidup damai, tidak mengusikku, tidak membakar rumahku dan mengganti semua kerugian pada investor hingga aku bisa hidup tentram hingga sekarang. Jadi aku gak perlulah dendam dendaman" jelas Hana.
"Kamu baik banget sih Na?" kata Dika
"Gak juga. Karena hidup yang mengajarkan aku. Mungkin kalau aku gak ngalami semua itu, aku gak mungkin jadi seperti sekarang ini" balas Hana.
"Eh Na, kamu masih suka karaokean gak?" tanya Alvin tiba tiba.
"Oh iya Hana masih suka banget tuh karaokean" Karin yang menjawab.
"Kita karaokean aja itung itung buat menghibur calon pengantin kita" timpal Siska.
"Sutuju" jawab Dika, Karin dan Alvin bersamaan. Hana dan David sih ngikut aja. Mereka keluar ruangan David menuju lift. Ketika keluar tanpa sengaja mereka berjalan berpasangan. Ini random loh bukan sengaja. Paling depan ada David dan Hana. Belakangnya ada Dika dan Siska dan paling buntut Karin dan Alvin. Saat melewati lobi tentu saja jadi ramai karena melihat tiga pasangan tak sengaja berjalan beriringan. Pasti akan ada gosip besoknya tapi kayaknya cocok dech kalau dibuat pasangan. Hehehe
Mereka berenam asyik berkaraoke kadang bernyanyi solo bergantian, duet bahkan sampai bebarengan. Karena itu juga David jadi tahu kalau suara Hana saat bernyanyi merdu dan sexi. Otomatis rasa suka dan sayang plus cintanya bertambah tuh. Kalau Karin, Alvin dan Siska kan sudah tahu dari dulu. Kalau Dika juga baru tahu tapi gak sekagum David. Maklumlah pandangan orang yang jatuh cinta sama yang biasa kan berbeda. Disini Hana all out deh pokoknya. Salah satunya saat bernyanyi Mundur Alon Alon. Lagu jawa yang lagi booming.
MUNDUR ALON ALON
Aku ngalah dudu mergo aku wes ra sayang
(*Aku ngalah bukan karena aku sudah tak sayang)
Aku mundur dudu mergo tresnaku wes ilang
(Aku mundur bukan karena cintaku telah hilang)
Nanging aku iki ngerteni
(Tapi aku ini mengerti)
Yen dirimu lebih sayang arek kae
(Jika dirimu lebih sayang sama dia)
Aku mundur alon alon mergo sadar aku sopo
(Aku mundur pelan pelan karena sadar aku siapa)
Mung digoleki pas atimu perih
(Yang dicari saat hatimu perih)
Aku mundur alon alon mergo sadar aku sopo
(Aku mundur pelan pelan karena sadar aku siapa)
Mung dibutuhno pas atimu loro
(Yang dibutuhkan saat hatimu terluka*).
Untung saja yang bersama mereka adalah big bosnya kalau bukan sudah barang tentu kena damprat karena meninggalkan pekerjaan plus keluar saat masih jam kantor. Kayaknya sejak cerita menyedihkan keluarga Hana sampai karaokean gak ada yang nyadar deh. Kayak kantor milik nenek moyang mereka. Gak pake ijin pula. Malah bosnya ikut ikutan. Hadech bolos kerja rame rame nih namanya.
Selesai nyanyi nyanyi mereka makan disebuah restoran.
"Besok kamu gak usah masuk kerja. Besok aku jemput dirumah. Kita akan fiting baju pengantin" kata David pada Hana.
"Cie cie cie yang mau jadi pengantin" goda Alvin. Hana menunduk malu dan pipinya merona. David hanya tersenyum. Yang lain tertawa.
"Terus urusan kantor gimana? Pak David kan bos baru. Lagian bos baru juga sok sok an nikah" tanya Hana plus ngomel. David mengerutkan Dahinya mendengar omelan Hana.
"Aku kan bos jadi bebas. Lagian apa gunanya Alvin aku ajak ke kantor ha?"
"Ya ya ya ya ya ya... bos mah bebas. Uh Sombong" ledek Hana.
"Sombong gini calon suami kamu loh" goda David.
"Bodo" Hana cuek. Yang lain saling pandang dengan interaksi dua pasangan itu. Gak ada akur akurnya. Seingat mereka baru saja akur pas cerita dan karaokean. Kini kembali ke sifat semula.
.....
NEXT
.....
Terimaksih sudah mampir. Mohon like komen dan kasih bintang yah?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Rastika Wati
ko sie Dika bisa tanya ada dendam apa nggak..jgn" sie Dika tau yg nyerang kluarga Hana jgn nyamp kluarga davit plakunya...next KK, 😍
2022-09-16
1
Yati Rohayati
aku takutnya yg bunuh org tua hana itu bapaknya david, gmna dong thour
2021-11-06
0
Death angel
bawangnya jangan banyak" thor 😭😭😭
2021-10-11
0