Tangan Hana masih digenggam oleh David saat Ilyas sopir David menghampiri mereka.
"Apa tuan mau membawa mobil sendiri?" tanya Ilyas pada majikannya itu.
"Tidak pak, bapak saja yang bawa mobil. Saya capek lagi pula saya ada urusan dengan panda molek ini" jawab David seraya melirik Hana. Hana yang dikatakan Panda molek menoleh pada bosnya dengan tatapan yang mengintimidasi.
"Apaan tuh panda molek? Seenaknya aja sih bilang anak orang panda. Dasar beruang sedeng" batin Hana dan tanpa sadar bibirnya tengah mengerucut bak ikan lohan.
David dan Hana masuk mobil setelah Ilyas membukakan pintu untuk mereka. Didalam mobil Hana melirik David takut takut. Perasaan malu jengkel dan takut dia rasakan. Apalagi mengingat dia ketahuan mengatai bosnya dengan Siska dan Karin waktu dilobi. Haduch bisa habis nich kayaknya Hana. Hana masih diam dan berusaha setenang mungkin. Dia mengarahkan pandangannya keluar jendela melihat jalanan yang padat dengan kendaraan dan orang yang berlalu lalang. Pikirannya masih tertuju bagaimana caranya meluluhkan bosnya biar gak marah sama dia. Ingin rasanya bicara tapi ketakutan Hana membuatnya tetap diam. Setelah cukup lama terdiam, Hana ingat bahwa dia belum shalat ashar.
"emmmm Pak David" panggil Hana ragu ragu. Merasa dipanggil David menoleh pada Hana yang menatapnya takut takut.
"Saya belum sholat, boleh kita berhenti sebentar?" masih ragu dan takut.
"Pak Ilyas, tolong berhenti di mushola atau masjid yah. Terserah dimana aja" David mengintruksi Ilyas tanpa menjawab ucapan Hana. Hal itu sukses membuat Hana jengkel.
"Huh dikacangin dech. Emang nasib. Dimana mana bos memang selalu benar" batinnya kesal.
Hana kembali memandang keluar jendela hingga dia merasakan jemarinya digenggam dengan sangat hangat. Dia menoleh dan mendapati David telah menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Sejak kapan bos ada disanpingku sedekat ini? perasaan baru aja ngacangin aku kok tiba tiba sudah disini" batin Hana.
Saat Hana masih terpaku dalam diamnya, David menyentuh bibir Hana dengan jarinya. Dia mengusap bibir merah delima itu dengan lembut. Entah kenapa David merasa seolah ada magnet yang menariknya untuk menyentuh bibir ranum Hana. Hana tersadar dan memundurkan wajahnya menjauh. Sadar dengan respon Hana, David melepaskan genggamannya.
"Hana..." panggil David pelan.
Hana menoleh pada David lalu menundukkan kepala. Suasananya menjadi canggung.
"Saya minta maaf" ucap Hana lirih.
David malah melongo mendengar Hana minta maaf. Bukankah dia yang mau minta maaf atas perilakunya barusan?
"Saya hanya merasa jengkel dengan bapak hingga saya mengatai bapak waktu cerita di lobi tadi" lanjut Hana masih takut takut.
Tuweweweweweweeèng. Ternyata yang ada dipikiran David dan Hana berbeda. David tergelak mendengar pengakuan Hana. Gadis disampingnya ini benar benar lugu atau hanya polesannya saja yang lugu. David menggelengkan kepalanya mengingat dia kelepasan hingga hampir saja hilang kontrol.
"Kamu harus beri saya penjelasan soal itu. Tapi nanti. Kita turun dulu. Saya juga belum shalat" jawab David kemudian turun untuk shalat Ashar.
Hana dan David serta Ilyas melaksanakan shalat.
#Doa Hana
*Ya Allah ya tuhanku. Jika apa yang telah Kau tuliskan padaku adalah menjadi istri Pak David, Insya Allah hamba ihlas menjalaninya. Namun jika jalan yang Kau tuliskan padaku sekedar menjadi karyawannya saja, sejujurnya hamba lebih ihlas lagi Ya Allah
(Ce ileh si Hana, berdo'a saja pake negosiasi. Itu Allah low Hana. Kamu berdo'a atau apa sih*? )
#Do'a David
*Ya Allah Ya Rabbi, hamba hendak menuju sunnah RasulMu. Hamba harap pilihanku untuk memperistri Hana adalah tepat. Walau hamba kadang suka jengkel kala Hana membantah keinginan hamba. Hamba meminta padaMu untuk tetap bersamanya.
(Aduh Vid kamu itu berdo'a apa curhat sih? perasaan do'a Hana dan David kok gak ada yang bener ya*?)
Selesai shalat mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah Hana. Ilyas sudah tahu rumah Hana jadi tak perlu diberitahu lagi. Ilyas pernah mengantarkan Hana pulang saat sakit. Waktu itu yang menangani perusahaan masih Pak Prasetyo. Ditengah perjalanan tiba tiba Hana minta berhenti. Mobil pun berhenti dan Hana langsung keluar begitu saja tanpa menghiraukan David disampingnya.
"FAREEEL" teriak Hana dan berlari mengejarnya. David yang mendapati Hana mengejar pria selainnya turun dan mengejar Hana. Dia mencengkram pergelangan tangan Hana hingga Hana tak melihat perginya Farel lagi.
"Aduh pak. Sakit" keluhnya. Matanya masih mencari cari keberadaan Farel. David yang melihat kelakuan Hana sangat marah.
"Baru saja tadi dia menerimaku sekarang malah menegejar pria lain" batinnya membuat rahangnya mengeras. Tanpa pedulikan rengekan Hana yang tangannya sakit akibat cengkeramannya, dia membawa Hana kembali ke mobil.
"Jalan pak" perintah David pada Ilyas.
"Pak David kenapa sih? Sakit pak?" protesnya.
"Aku tak suka kamu mengejar pria lain. Kamu baru saja menerimaku sebagai calon suamimu tapi kini kau mengejar pria itu?" tanyanya mengeras dan matanya memerah. Melihat itu Hana menjadi takut. Tapi dia juga marah karena gara gara David dia kehilangan Farel.
"Apa pak David cemburu ya? Ah masa bodo hampir saja aku menemukan Farel" batinnya jengkel.
"Jawab aku Hana?" teriaknya mengejutkan Hana.
"Bapak tak tahu apa apa soal hidup saya. Jadi tolong jangan menghakimiku sepihak" tegas Hana tak mau kalah dan memalingkan wajahnya.
Rahang David terlihat semakin keras. Dia cemburu tentu saja. Mana ada lelaki yang tak cemburu melihat calon istrinya mengejar laki laki lain.
" Ya Allah aku lupa kalau aku memaksanya. Mungkin saja lelaki tadi adalah kekasihnya. Oh aku sungguh egois" batin David menyesali perbuatannya dan telah berbuat kasar pada Hana.
"Aku minta maaf" kata David dan Hana bersamaan. Mereka saling pandang dan kemudian tersenyum.
"Aku tak seharusnya kasar padamu" jelas David.
"Aku juga seharusnya menjaga perasaanmu" sesal Hana.
"Jadi kita baikan nih?" tanya David sedikit menggoda. Hana hanya tersenyum mengangguk. Sepertinya Hana sudah mulai terbiasa dengan kehadiran David.
"Boleh aku tanya sesuatu?" tanya David.
"Boleh" jawabnya singkat.
"Siapa Farel? dia kekasihmu? Maaf kalau aku memisahkan kalian"
"Emmn bukan. Aku tak punya kekasih setidaknya sampai anda memintaku untuk menikah dengan anda" Hana menjeda kalimatnya.
" Soal Farel maaf aku belum bisa menceritakannya. Mungkin lain waktu" Hana menunduk tak ingin mengingat luka lama yang berusaha dia kubur. Tujuannya hanya menemukan Farel dan membawanya kembali. Mendengar pernyataan Hana, David merasa lega namun juga kecewa karena dia tak tahu siapa Farel bagi Hana. Namun dia juga tak mau memaksa.
"Apa kau lapar?" tanya David mencoba memcairkan suasana yang canggung.
"Sebenarnya sih iya. Tapi sebentar lagi sampai rumah. Kalau bapak mau bisa makan dirumahku. Tapi bapak harus sabar karena saya harus memasak terlebih dahulu"
"Emmmm boleh. Aku juga mau merasakan masakan calon istriku bukan?" dengan nada menggoda. Hana hanya tersenyum dan dirasakannya pipinya panas. Oh ya Tuhan pipi Hana memerah seperti tomat. David yang melihat itu tersenyum simpul dan mencolek pipi Hana gemas.
"Eh.. eh kok towel towel pipi sih?" katanya spontan dengan mata membelalak. Setelah menyadari sikapnya Hana menunduk.
"Aduh ini mulut kok gak bisa dikondisikan sih?" batinnya grogi. Melihat Hana yang salah tingkah membuat David terkekeh. David suka dengan mulut Hana yang ceroboh itu. Panda moleknya betul betul memggemaskan. Hana yang melihat David terkekeh memonyongkan bibirnya. Dia kesal dengan sifat David yang ternyata jahil dibalik sifatnya yang arogan.
"Bapak gak usah ketawa dech. Gak lucu tau" gerutunya
"Bisa gak manggilnya jangan bapak? Mas misalnya?" tawar David sambil mengerlingkan matanya.
" Ih kok genit sih pak? Gak mau aku manggil mas" tegas Hana.
"Kenapa? aku kan calon suami kamu?"
" Nanti kalau sudah resmi baru saya mau. Hehehehe" jawab Hana cengengesan. Hana sudah merasa tak perlu menyembunyikan sifatnya. Dia bisa all out seperti David saat ini.
....
NEXT
.....
Siapakah Farel? tunggu saja lanjutannya sampai ketemu siapa Farel bagi Hana.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Hasmiah
bagus certanya
2023-05-22
0
Shima Jiu
jadi gemesh sama David & Hanna
2021-08-30
0
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
panda molek vs beruang sedeng👍👍👍
2021-08-26
0