"Itu urusan saya. Disini saya bosnya" ucap David dengan menyondongkan wajahnya ke arah Hana.
"Katanya Bos tapi kok asal pecat seenak dengkul. Gak bijaksana banget sih" Hana menggerutu pelan tapi sayangnya David masih bisa mendengarnya. Ingatkan diepisode sebelumnya kalau David sangat peka terhadap suara?
"Sekarang terserah kamu. Aku akan cabut pemecatan atas nama Siska dengan syarat kau mau menikah denganku. Kalau kamu tak mau ya sudah kamu bersiaplah kehilangan sahabatmu Siska" David berkata sangat tenang walaupun sebenarnya khawatir kalau Hana akan menolak.
"Jangan sampai Hana menolak nih. Masak iya aku harus mecat Siska. Diakan potensial anaknya" batin David.
"Bapak kok jahat sih. Menggunakan kekuasaan untuk kepentingan diri sendiri" Hana masih kukuh seolah mengulur waktu untuk membuat David jenuh dan akhirnya menyerah. Disisi lain David mulai geram karena ternyata Hana jauh lebih tangguh dari yang dia kira. Tak ada jalan lain selain memaksa mulut Hana mengucapka iya.
"Aku beri waktu 20 detik untuk memutuskan. Lewat dari itu tamatlah riwayat sahabatmu. Dengan kekuasaanku, aku bisa pastikan bahwa Siska tak akan bisa bekerja dimanapun setelah keluar dari perusahaan ini. Aku kira kau tak akan mau lihat sahabatmu hancur bukan?" kali ini dengan menekan Hana berharap Hana akan menyerah.
Hana paham yang dimaksud dengan David. Temannya pernah merasakan hal yang sama seperti yang dikatakan David tapi bukan dari perusahaaan setia grup melainkan perusahaan lain.
"emmmmm sepertinya saya tak punya pilihan. Anda sangat baik memanfaatkan situasi ini. Sepertinya anda tahu kalau saya akan lemah dengan kondisi sahabat saya. Terimakasih dan selamat bersenang senang atas keberhasilan anda" jawab Hana dengan menghela nafas berat.
"Ya elah tinggal bilang mau aja ribetnya kaya mau naik kereta api. Panjang plus lebar plus tinggi" batin David.
"Itu keputusan yang tepat Nona Hana. Nanti pulangnya bareng saya. Saya akan menunggumu untuk melengkapi berkas berkasmu dan membawanya agar besok sebelum ke kantor bisa langsung saya serahkan ke KUA" tersenyum penuh kemenangan sementara Hana hanya manyun kaya ikan lohan. Dimata David Hana yang sedang cemberut terlihat semakin menggemaskan dan semakin membuatnya ingin segera memilikinya.
"Sabar Vid, tiga hari lagi" batinnya.
"Baiklah. Apa boleh saya kembali?" tanya Hana lesu.
"Silahkan"
Tanpa menunggu lagi Hana melangkah keluar dan saat tiba di meja kerjanya Hana mendaratkan pantatnya dengan kasar dengan muka yang ditekuk. Siska yang melihat itu menduga bahwa usaha sahabatnya gagal. Terlihat Hana mengambil ponsel dan menghibungi seseorang.
Tuuut
"*Hallo Boy. Aku mau konfirmasi soal tadi"
"Iya. Bagaimana Na apa jadi?"
"Sepertinya gak jadi. Bos aku gak ngijinin nih. Malah surat resign aku disobek*"
Siska yang mendengar bahwa surat resign Hana disobek ketawa dan mendapat lirikan tajam dari Hana. Hana melanjutkan obrolannya dengan Boy.
"*Bagus dong Na itu artinya skilmu masih dibutuhkan"
"Dibutuhkan gundulmu. Ah kamu gak akan tahulah Boy"
"Lha kamu gak ngasih tahu gimana aku bisa tahu coba?"
"Hemmmm kapan kapan aja aku ceritanya. Aku mau siap siap buat balik nih. Thanks ya"
"Ok. terserah kamu aja*"
Tuuut panggilan selesai.
Siska sudah ada didepan Hana untuk minta penjelasan perihal sobeknya surat resign Hana dengan semyum cengirannya yang khas.
"Gak usah cengar cengir kek gitu. Itu semua juga gara gara kamu" kata Hana tajam pada Siska.
"Lho kok aku dibawa bawa" Siska tak terima.
"Emang. Si bos gila dan pemaksa itu yang bawa bawa kamu dalam kasus resign aku" jawabnya tak mau kalah.
"Ada angin apa Pak David bawa bawa namaku dalam kancah hubungan kalian?"
"Bahasamu. Terserahlah aku mau balik dulu. Mau ketemu karin dulu dech mau curhat. Cous lagi gak mood curhat ma kamu" tanpa peduli tatapan penasaran Siska, Hana pergi meninggalkan Siska.
"Na woi tunggu donk" teriakan Siska tak dihiraukan oleh Hana.
Hana kini sudah berada di lobi. Karin yang juga sahabatnya selain Siska bekerja dibagian penerima tamu. Karin yang sudah siap siap mau pulang mengurungkan niatnya karena melihat wajah Hana yang kucel seperti baju yang belum disetrika. Dia tahu pasti Hana butuh teman bicara.
" Ada apa nih calon Nyonya David wajahnya kok kaya ada mendung yang sangat pekat?" goda Karin.
"Kau ini sama saja seperti yang lain juga Siska" gerutunya.
"Apa yang ingin kau bicarakan?"
"Dia ingin curhat karena marah sama aku" Siska menyela.
"Ish aku gak marah cuma gak mood aja ngomong sama kamu"
" Sama aja oon" Siska menonyor dahi Hana.
"Hemm sebenarnya ada apa dengan kalian berdua?" Karin menengahi.
"Bukan denganku tapi dengan bos" timpal Siska. Hana memutar matanya malas.
"Memang kenapa dengan pak David Na? bukankah dia calon suamimu?" tanya karin seraya menaikkan alisnya.
" Kau bertanya apa meledek sih?"
"Maaf. Bicaralah biar aku dengarkan" Karin mengalah.
"Bos sialan itu membuatku jengkel. Dia menyobek surat resignku dan menggunakan Siska sebagai senjatanya" Hana berhenti sejenak dan tanpa dia sadari David telah berdiri dibelakangnya. Karin dan Siska saling pandang dan memberi kode pada Hana. Namun Hana yang kesalnya sudah diubun ubun tak paham dengan kode yang Karin dan Siska berikan.
"Huh dasar yah. Dia mengancam akan memecat Siska dan Siska tak bisa bekarja disemua perusahaan. Jadi dengan berat hati dan sangat terpaksa aku terima tawarannya untuk menikah dengannya. Gpp sih buat sahabatku tercinta ini. Dia tuh gak sukanya banyak tapi sukanya cuma satu. Nyebelin banget gak sih?" Hana memandang Karin dan Siska bergantian karena tak ada respon.
"Woi aku lagi cerita nih kenapa pada bengong sih?" Hana berteriak jengkel. Siska yang menyadari bahwa karena dirinya Hana terpaksa mengiyakan berusaha untuk membuat Hana tak melanjutkan ceritanya.
"Oooh so sweet banget sich best friendku ini" berkata begitu dan memeluk Hana. Saat memeluk Hana dia berbisik.
"Hentikan ocehanmu dodol. Dibelakangmu ada bos David yang siap menerkammu" setelah itu Siska melepaskan pelukannya dan melihat Hana melongo. Hana membalikkan badannya dan melihat David sedang berdiri dan menatapnya tajam. Spontan Hana mundur dan kini sejajar dengan Siska.
"Kok kamu diam aja sih kalau ada pak David. Sudah lama ya?" bisik Hana pada Siska.
"Kita udah kasih kode tahu cuma kamunya aja yang terlalu semangat bercerita sampai gak ngeh sama kode kita" bakas Siska.
"Dia denger omongan kamu yang terakhir lo" bisik Karin dan sukses membuat mata Hana melotot.
"Mampus dech. Ya Allah selamatkan nasib hambaMu ini" batin Hana. Hana tak berani menatap David. Dia merasa malu dan takut bercampur jadi satu. Melihat langkah kaki David mendekat membuat Hana semakin takut dan tanpa sadar melangkahkan kakinya mundur.
"Sudah berani ghibahin calon suami ya?" tanya David sedikit menggoda.
"Ghibah? memang faktanya begitu" omelnya tanpa sadar membuat Karin dan Siska melotot tak percaya.
"Mati kita ini Na kalau caramu begitu" batin Karin yang sudah deg degan.
David yang mendengar itu tersenyum kecil namun segera dihilangkan dari bibirnya.
"Kau hutang penjelasan padaku. Sudah mari kita pulang" menarik tangan Hana yang terpaksa mengikuti David sambil menggerutu "Penjelasan apaan? kok aku jadi lola gini sih?"
......
NEXT
.....
Jangan lupa like coment and star yach!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Novie
wkwkwkwk
2023-01-26
0
NR36
ceritanya keren lanjut thor
2022-09-14
0
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
yw allah hana🤦🤦🤦🤦🤦
2021-08-26
0