Chapter 2
_____________________________
Hari ini Caffe dimana Arkha bekerja sedang libur. kesempatan ini yang membuat Anna menyuruh mereka berdua untuk berlibur bersama ke pantai
Anna ingin putra semata wayangnya itu lebih dekat dengan calon istrinya, karena terlihat jelas jika Arkha masih belum nyaman berada di dekat Clarissa meski sudah di dekatkan selama 3 Tahun
Anna (Mommy)
Kalian pergilah berlibur, dan habiskan waktu bersama
Arkhana Ryu Arthayasa
Tapi-
Anna (Mommy)
Tidak ada tapi-tapian, Arkha!
Arkhana Ryu Arthayasa
( Menghela nafas )
Arkhana Ryu Arthayasa
Baiklah
Anna (Mommy)
( Tersenyum )
Jaga Clarissa baik-baik!
Arkhana Ryu Arthayasa
Ayo..
Clarissa Yhanata
( Mengangguk )
Clarissa Yhanata
Kami pamit dulu, mom
Anna (Mommy)
( Mengangguk )
Arkha dan Clarissa pun pergi menaiki sebuah bus umum
Tidak mungkin kan? jika keluarga Arthayasa menunjukkan kekayaannya di depan wanita yang belum berstatus menjadi keluarga baru mereka?
Di tambah lagi, Ariel yang tak menyukai Clarissa. entah kenapa ia merasa jika Clarissa tak sebaik di depan mata
Anna (Mommy)
Hah.. mereka pasangan yang serasi bukan?
( Menatap suaminya )
Ariel (Daddy)
Kau salah menjodohkan Arkha dengan seorang wanita yang tak jelas asal usulnya, Anna!
( Masuk )
Anna (Mommy)
Tidak jelas bagaimana?
Ariel (Daddy)
Dia berasal dari panti asuhan, dan tidak diketahui orang tuanya. dan itu menjadi kecurigaan tersendiri buat ku!
( Masuk rumah )
Anna (Mommy)
( Menghela nafas )
Anna menyusul suaminya yang masuk kedalam rumah. kemudian ia mengunci pintu rumahnya
Arkha dan Clarissa berjalan di tepi pantai, Arkha memandang luas lautan dengan mata tenang nya
Clarissa Yhanata
( Melirik arkha )
Clarissa Yhanata
Akh
( Kesandung karang )
Arkhana Ryu Arthayasa
( Menoleh )
Ada apa?
Clarissa Yhanata
Kaki ku kesandung karang
Arkhana Ryu Arthayasa
Makanya, kalau jalan itu lihat bawah!
Clarissa Yhanata
Maaf.. Aw
( Memegang ujung kakinya )
Arkhana Ryu Arthayasa
Kita duduk disana saja
( Membantu Clarissa )
Clarissa Yhanata
( Mengangguk )
Clarissa menatap wajah Arkha yang terkena sepoi-sepoi angin pantai, wajahnya terlihat jelas sangat tampan
Mereka berdua kini duduk berdua, Arkha mengusap kaki Clarissa yang tersandung tadi
Arkhana Ryu Arthayasa
Apa masih sakit?
Clarissa Yhanata
Sudah mendingan!
( Tersenyum tipis )
Arkhana Ryu Arthayasa
( Menatap Clarissa )
Clarissa Yhanata
( salting )
Clarissa Yhanata
A_ada apa? k_kenapa kau menatapku seperti itu?
Arkhana Ryu Arthayasa
Tidak bisakah kau menggunakan makeup natural?
Arkhana Ryu Arthayasa
Aku tidak suka wanita dengan makeup terlalu mencolok
Arkhana Ryu Arthayasa
( Menatap pantai )
Clarissa Yhanata
( Menunduk )
Arkhana Ryu Arthayasa
Aku mau ke toilet sebentar, kau tunggulah di sini
Clarissa Yhanata
( Mengangguk )
Arkhana Ryu Arthayasa
( pergi )
Arkha berjalan menuju kamar mandi. tiba-tiba saja langkah nya terhenti di belakang seorang gadis yang sedang menatap pantai dengan takjub
Arkhana Ryu Arthayasa
( Berhenti )
Arkhana Ryu Arthayasa
( Menatap sosok seorang gadis )
Arkhana Ryu Arthayasa
[ Jantung ku? ]
( Memegang dadanya )
Arkhana Ryu Arthayasa
[ Kenapa tiba-tiba berdetak kencang? aku bahkan tak mengenal gadis itu! ]
Arkhana Ryu Arthayasa
[ Tapi... kenapa hanya melihat dari belakang jantung ku sudah maraton? ]
Arkhana Ryu Arthayasa
( Menggeleng lalu pergi )
Arkhana Ryu Arthayasa
( Semakin berjalan jauh )
Someone
( Menatap punggung Arkha )
Someone
[ Perasaan apa ini? seperti seseorang yang aku tunggu bertahun-tahun telah datang ]
Someone
( Diam dan menatap pantai lagi )
Wahh.. apakah ini sudah masuk tragedi cinta?
Selagi tragedi belum terjadi, pertemuan tidak akan pernah kita jumpai 😌
Comments
Santi Watmawati
ceritanya bagus
2024-02-16
0
🌸ラヒマ🌸
masak dia gak bisa liat kalo anak nya tuh gak sukak ,tapi kok tetep di paksa
2024-01-27
0
#JFJCSY97911164
ajeng lisa nyasar y
2023-08-18
0