Setelah makan, Yu siang mengunci pintu kamar nya dan berbaring di tempat tidur, dia ingin mem banding kan dengan kamar mewah bangsawan milik keluarga nya.
Sesuai penjelasan si manajer,dia harus mem pelajari tentang herbal herbal yang ada ,ilmu formasi, dan lain lain nya.
Dia mengintip buku buku yang di curi nya di alam surga ,dan menemukan buku yang sangat tebal yang ber judul buku pintar herbal.
Dia membuka halaman per tama, di sana dia harus memilih mode cara mem baca, ingin yang manual atau yang otomatis.
Dia pun memilih yang otomatis, dan seberkas sinar langsung memasuki kepala nya, dia merasa agak pusing dalam beberapa menit.
Setelah pusing nya hilang, ber bagai macam herbal pun langsung muncul di pikiran nya, lengkap dengan ke gunaan nya, efek samping nya, bentuk dan warna nya, bisa berumur berapa tahun, cara menanam dan merawat nya, dan sebagai nya.
Hmm, maka nya sangat tebal sekali, satu herbal saja sudah di jelas kan selengkap ini.
Dia pun mengambil buku pintar ahli pedang dan memilih mode otomatis juga.
Begitu juga dia mengeluar kan semua buku tebal, ada buku pintar memasak, buku pintar ilmu pukulan, buku pintar ilmu formasi, buku pintar ilmu alkemis ,buku pintar ilmu artefak, dan lain lain.
Yu siang sangat senang sekali, dia pun memilih mode otomatis untuk semua buku ini, setelah menyimpan buku nya, dia pun langsung tidur karena pusing.
Ke esokan pagi nya dia bangun, dan semua yang ada di buku buku pintar langsung memasuki pikiran nya.
Dia langsung mandi, setelah mandi dan ber pakaian, dia membuka pintu, ter nyata di meja sudah ada beberapa stel baju seragam sekte lengkap dengan medali nya,serta sebotol pill.
Dia mengambil semua, lalu mengganti baju dengan baju seragam sekte nya yang berwarna putih polos, ada lambang gunung salju di dada sebelah kiri nya.
"Nona, waktu nya sarapan pagi" ,teriak si pelayan.
"Ya" ,jawab Yu siang sambil membuka pintu dan melangkah keluar.
Si pelayan sangat kagum, nona nya masih sangat muda namun sudah sangat cantik.
Dia melihat di meja sudah ter tata migoreng satu mangkuk, nasi satu piring besar, ayam goreng satu mangkuk, susu satu gelas.
Si pelayan duduk di lantai sambil menunduk.
"Ayo sarapan ber sama" ajak Yu siang.
"Jangan nona,nanti saya di marahi oleh para penatua sekte" .
"Tutup saja pintu nya, nanti kan tidak akan ada yang tahu".
Si pelayan pun menutup pintu dan jendelanya di tutup dengan kain transparan, lalu dia ikut sarapan ber sama, sebab makanan para pelayan ber beda dengan para murid, maka nya si pelayan makan dengan lahap sekali.
Setelah selesai makan.
"Apakah kamu bisa di angkat menjadi murid luar?" ,tanya Yu siang.
"Bisa nona,kalau kultivasi saya mencapai level diatas 20" ,jawab nya.
"Kalau begitu ambil saja pill ini" ,kata Yu siang sambil menyerah kan sebotol pill tadi.
"Jangan nona, nanti saya di penjara" ,jawab si pelayan dengan ketakutan.
"Jangan di bawa botol nya,biar tidak ketahuan,aku punya banyak, jadi aku tidak membutuh kan lagi, tiap dapat pill kamu bisa ambil semua, taruh saja di kamarku,tiap hari minum satu atau dua" ,saran Yu siang sambil memperlihat kan beberapa botol pill, dia merasa kasihan, mungkin dia anak seorang bangsawan dulu nya yang ter jebak di sini.
"Teimakasih nona" ,jawab nya sambil menangis.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 758 Episodes
Comments
Septi Verawati
mantap,, nona yg baik 💪💪👍👍🥰🥰
2022-10-30
1