Nisha benar-benar berusaha melupakan kejadian itu. Pada hari itu dia diantar pengacara Aji pulang ke kosannya dengan membawa salinan surat perjanjian dan dua lembar cek ditangannya. Sebenarnya dia baru kali ini melihat bentuk cek. Dia benar-benar tidak tahu bagaimana cara menggunakan ataupun mencairkan cek. Pada akhirnya dia hanya menyimpan dua lembar kertas itu dilemarinya.
Pagi itu seperti biasa Nisha bangun pagi. Setelah sholat Subuh, dia mulai mandi dan bersiap-siap untuk berangkat kerja. Dia tinggal disebuah kosan kumuh yang terletak di gang sempit. Tapi itu tidak masalah baginya, karena dia sudah terbiasa dengan kekumuhan. Di kampungnya pun dia beserta keluarganya tinggal di lingkungan kumuh. Sungguh luar biasa dia bisa lulus SMA dan merantau di Jakarta.
Terlepas dari kejadian menyakitkan yang dialaminya, dia masih bersyukur dengan kondisinya sekarang. Dia masih memiliki pekerjaan, memiliki tempat tinggal juga. Dia masih memiliki kesempatan untuk mengirimi ibunya sejumlah uang untuk beberapa bulan ke depan. Dia hanya berharap kejadian itu tidak terulang lagi.
Nisha mengambil sepeda kayuhnya dan mulai mengayuh. Sepeda itu dibelinya dengan mengumpulkan gaji selama dua bulan. Dia merasa sangat pemborosan bila harus memesan ojek online atau naik bus setiap kali dia berangkat kerja, maka dari itu dia memilih untuk membeli sepeda kayuh bekas sebagai moda transportasinya.
Jam 06.50 wib, dia sudah tiba di tempatnya bekerja. Biasanya teman-temannya yang lain akan datang pukul setengah delapan, tapi dia memilih untuk datang lebih awal setiap harinya. Dengan rajin dia mulai melakukan pekerjaannya. Dia hanya berharap bisa terus bekerja di perusahaan itu tanpa harus bertemu dengan direktur menakutkan itu.
Hari-hari berjalan dengan biasa. Selama beberapa hari dia bekerja tanpa bertemu dengan Zico. Nisha merasa sangat beruntung. Dia berharap selamanya tidak akan pernah bertemu dengan direktur jahat itu lagi.
Seperti biasa, teman-temannya selalu memberikan pekerjaan lebih terhadapnya. Malam itu pun tak terkecuali. Lagi-lagi mereka meninggalkannya dan menyuruhnya untuk membersihkan empat lantai di gedung tersebut.
Membersihkan gedung di malam hari membuatnya teringat kejadian di malam itu. Dia begitu trauma untuk naik ke lantai paling atas dimana terdapat ruang direktur. Nisha sengaja berlama-lama membersihkan tiga lantai. Dia berharap semakin lama dia melakukan hal itu, maka kesempatan untuk bertemu dengan direktur jahat akan nihil.
Jam menunjukkan pukul 19.56 wib ketika Nisha naik ke lantai atas. Lagi-lagi Nisha terkejut melihat lampu ruang direktur masih nyala. Dengan cepat dia berbalik dan laki-laki itu ternyata berdiri di hadapannya.
“Apa yang Kamu lakukan?”
“Euhh…Ehh…Uhh…” Nisha begitu gugup, tangannya mulai gemetar. Mulutnya tercekat, suara tidak bisa keluar dari mulutnya.
Zico memperhatikannya dari atas ke bawah. Memperhatikan peralatan kebersihan yang dibawanya.
“Kemana teman-temanmu yang lain? Kenapa membersihkan gedung sendirian?”
“Ehh…Ehmm…” Nisha masih tidak bisa berbicara. Tubuhnya menjadi kaku.
Sepertinya Zico menyadari kondisi tubuh Nisha. Dia sadar sepertinya Nisha takut padanya. Dia tidak ingin wanita itu semakin ketakutan, maka dari itu dia lebih memilih mengakhiri percakapan itu.
“Sudahlah. Kamu pulanglah. Kerjakan semuanya esok hari.” Dan Zico pun berlalu. Membuat Nisha kembali bisa bernapas lega. Pelan-pelan Nisha berusaha menggerakkan tubuhnya yang kaku, kemudian setelah tubuhnya bisa digerakkan dia mulai berlari kencang. Berusaha menjauhi direktur itu sejauh-jauhnya.
Zico menatap Nisha dari kejauhan. Bukan manusia namanya kalau dia tidak merasa bersalah. Dia merasa sangat bersalah atas perbuatannya terhadap wanita itu. Namun dia begitu pengecut. Dia tidak ingin kasus itu terblow up, dan mencoreng nama baiknya. Pada akhirnya dia memutuskan untuk melakukan perjanjian itu.
Di luar dugaannya, wanita itu dengan mudah menerima syarat-syaratnya. Dia berharap kedepannya dia tidak lagi berhubungan dengan wanita itu.
***
Pagi itu Nisha merasa sangat tidak enak badan. Badannya terasa meriang, kepalanya pusing dan lidahnya terasa pahit. Nisha memejamkan matanya sebentar, berusaha menghilangkan pusing yang melandanya. Kemudian dia mulai mengoleskan minyak kayu putih di beberapa bagian tubuhnya.
Dia tidak boleh sakit, dia harus berangkat kerja. Dia sudah menerima gaji, jadi tidak boleh mangkir dari kerja hanya karena sakit sepele seperti ini.
Nisha bangkit dari tempat tidurnya, dia merasa sekeliling kamarnya bergoyang. Kepalanya begitu pusing, dan perutnya begitu mual. Pada akhirnya dia kembali berbaring di ranjangnya. Dengan hati-hati Nisha mengambil uang receh di atas meja, kemudian dia mulai kerokan. Tak berselang beberapa lama, tubuhnya mulai dipenuhi bulir-bulir merah bekas kerokan. Setelah dirasa tidak begitu pusing lagi, Nisha mulai bangun dari tempat tidurnya dengan hati-hati dan melangkah ke kamar mandi di luar kamar kos.
Sepertinya pagi ini tubuhnya tidak bisa diajak kompromi untuk mandi, Nisha memilih untuk mencuci mukanya dan membasuh tubuhnya dengan kain untuk menghilangkan bau keringat di tubuhnya. Setelah beberapa menit bersiap, akhirnya dia berangkat kerja.
Meskipun tubuhnya sedang tidak sehat, namun Nisha tetap memaksakan diri untuk mengayuh sepedanya. Dia harus menghemat pengeluarannya, karena gajian masih lama. Nisha mengayuh sepedanya dengan pelan-pelan. Sesekali dia kehilangan konsentrasinya karena rasa sakit dikepalanya sehingga menyebabkan sepedanya keluar jalur, namun sejenak kemudian dia berhasil mengarahkan sepedanya lagi. Hal itu terjadi selama beberapa kali, namun akhirnya Nisha berhasil tiba dikantor dengan selamat.
Meskipun tubuhnya sangat lemah, namun Nisha berusaha menyelesaikan tugas-tugasnya. Dia mengepel setiap ruangan, mengelap setiap meja, membuang sampah, membersihkan kaca-kaca, mencuci bekas makan dan minum karyawan. Tugas terakhirnya adalah membersihkan kamar mandi.
Biasanya pekerjaan itu akan menjadi pekerjaan yang sepele baginya, namun karena tubuhnya sedang lemah dia tak kuasa menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Ketika sedang meggosok closet, Nisha merasa penciumannya menjadi sangat tajam. Bau closet yang menyengat langsung menyerangnya. Membuat kepalanya semakin pusing dan perutnya bergejolak dan dia pun memuntahkan isi perutnya.
“Hoeeeekkk…Hoeeeekkk…Hoeeekkkk…!!” Beberapa kali Nisha muntah, namun perutnya juga tidak kunjung membaik. Nisha menyandarkan tubuhnya yang lemah di dinding kamar mandi, berusaha menghela napas dalam-dalam. Wajahnya begitu pucat, keringat dingin mulai bermunculan di dahinya.
Nisha menutup hidungnya dengan masker. Dia mengambil minyak kayu putih di saku celananya. Mengoleskan minyak itu dipelipis dan diperutnya. Setelah merasa tubuhnya sedikit membaik, dia mulai berdiri. Keluar dari kamar mandi itu.
Dengan sempoyongan Nisha berjalan ke arah lift. Masih ada dua lantai lagi yang perlu dibersihkannya. Dia harus cepat membersihkannya sebelum para karyawan datang. Sembari menunggu pintu lift terbuka,Nisha menyandarkan tubuhnya di dinding.
TING!!
Dan pintu lift pun terbuka. Tanpa melihat penghuni di dalam lift, Nisha segera masuk dan memencet tombol lantai yang akan dituju. Begitu pintu lift tertutup Nisha segera bergerak ke belakang, berusaha untuk menyandarkan tubuh lemahnya kembali.
DEG
Dan dia melihat laki-laki itu!! Laki-laki jahat yang telah memperlakukannya dengan tidak manusiawi! Bos jahatnya sedang berdiri di depannya!! Dan mereka hanya berdua di dalam lift itu!!
Nisha merasa tubuhnya bergetar dengan sangat hebat. Perasaan takut dan tidak berdaya melandanya. Mulutnya tak bisa berkata-kata, tenggorokannya pun mengering. Tiba-tiba tubuh dan lututnya mulai terasa lemah, serasa tidak bertulang. Kepalanya berputar dengan sangat hebat. Di detik berikutnya Nisha merasa pandangannya mulai menggelap, sebelum tubuhnya belum benar-benar jatuh ke lantai dia merasa ada sepasang tangan yang menangkapnya.
“Hei, Kamu gak apa-apa?!”
Itu kata terakhir yang diingatnya. Nisha kehilangan kesadaran sepenuhnya.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments
Lenny Hursey
cerita mantap ga ada bosan d dengar/baca
2024-11-05
0
Wanha
alur cerita nya engga membosankan
2024-06-30
1
Gee Fmy
aku sudah baca ulangkali novel ini ..
aku suka cerita nya amat terkesan dihati ..
gadis polos Nisha yg pasrah musibah yg menimpa dirinya ,
akhirnya hidup bertemu kebahagiaan ..
2024-06-28
2