Kika 18

.

Aku di dalam mobil memandang keluar jendela. Terlihat gedung utama VOA Grup yang menjulang tinggi dihiasi warna-warni lampu membuatnya semakin eyecatching dibandingkan gedung lainnya.

Sudah 15 menit kami di dalam mobil terjebak keramaian hanya untuk memasuki gedung tersebut, sekedar mencari tempat parkir.

Handa yang mengemudi berusaha membunuh waktu dengan melihat sekeliling. Sesekali ia menengok kaca spion. Kadang kepergok juga dia yang sesekali mengintip spion belakang yang mana menangkap diriku, mata kami bertemu di sana.

Sedangkan Irza di sebelahnya terus memainkan smartphonenya. Seolah tak ingin kemacetan ini membuat suasana hatinya menjadi buruk.

Hari ini adalah anniversary VOA Grup, grupnya si Johanh. Tiap tahun keluarga Wismail yang punya hubungan cukup baik dengan CEO grup tersebut, & tentu saja pewarisnya, selalu hadir. Tak terkecuali tahun ini.

CEO Wismail masih opname jadi aku & Irza mewakili beliau untuk hadir. VOA Grup adalah grup yang saat ini mungkin bisa dianugrahi salah satu grup terkuat di negri ini.

Mayoritas bussiness unit VOA Grup meliputi dunia entertainment seperti channel televisi, management artist, promotor konser bahkan production house untuk membuat film. Selain itu mereka juga punya pabrik tembakau yang merupakan penyumbang kekayaan terbesar pundi-pundi harta mereka.

Wismail Grup tidak terlalu sering bekerja sama dengan VOA Grup. Namun Djati sudah kenal CEO dari VOA yang bernama Harrisandi, yang adalah ayah dari Johanh, cukup lama.

Setelah menunggu, dengan waktu yang tidak umum untuk sekedar cari parkir, kami bertiga mulai berjalan menuju lokasi pergelaran acara. Lokasinya mudah untuk dicari karena mayoritas arus manusia yang ada di gedung ini menuju arah yang sama.

Terutama jenis-jenis yang berpenampilan maksimal dandanannya. Para manusia dengan kaos atau kemeja dipadu celana jeans dengan wajah mengkilat berpeluh sudah pasti staf yang sedang bekerja.

Kami baru menemukan lokasi acara di tempat yang sangat luas dengan panggung yang berefek cahaya indah, mirip yang terlihat di televisi untuk menayangkan acara 'Countrys Idol'.

Di dalam ruangan banyak wajah-wajah rupawan yang sebagian besar adalah artis asuhan VOA Grup. Bussinessman yang wajahnya kerap menghiasi majalah & koran juga tak kalah jumlahnya melakukan kegiatannya sendiri-sendiri menikmati pesta.

Melihat begitu banyak manusia dalam satu ruangan besar seperti ini masih saja membuatku tak nyaman. Padahal sudah bertahun-tahun aku bergabung dengan Wismail Grup & sering menghadiri acara. Rasa pening akibat cahaya lampu yang terlalu terang & keramaian yang tidak perlu sering membuat perutku bagai diaduk.

"Kika?!" ada suara seorang wanita dengan intonasi antara memastikan identitasku sekaligus memanggil.

Aku menoleh ke arahnya & mendapati Luna Wei yang masih tetap menawan seperti yang kuingat. Terutama dengan mini backless dress putih, make up berlipstik ombre merah merona & tatanan rambut yang pasti buah seni sebuah salon ternama, membuatnya semakin menyilaukan.

"Sudah lama ya kita tak bertemu. Wah, kamu datang bersama 2 laki-laki keren." katanya tak malu-malu memuji sambil memandang Irza & Handa yang berdiri mengapitku.

Irza & Handa memberikan respon berupa senyuman yang bagiku mirip senyum bisnis. Aku sebenarnya senang bertemu dengan Luna setelah sekian lama. Tapi entah kenapa aku tak ingin kecantikannya membuatku jadi tak kasat mata begini.

"Ini kakakku Irza & sekertaris kami Handa." aku memperkenalkan bergantian. Luna menyalami satu per satu kawananku dengan senyum tercantiknya.

"Saya sudah dengar tentang anda dari Kika. Tapi dia tak pernah bilang bahwa anda secantik ini." Handa tiba-tiba meluncurkan kalimat maut dengan wajah tersenyum seolah kata-katanya barusan adalah hal yang lumrah dikatakan. Selumrah berkata bahwa matahari terbit dari ufuk timur.

Aku memandangnya dengan tatapan tak tergambarkan karena seingatku baru kali ini aku menyaksikan cara Handa mendekati wanita.

Luna tersipu mendengarnya, "Terima kasih banyak.." ia menanggapi seolah sudah biasa seseorang memuji penampilannya.

"Kika kita berpencar juga tak apa-apa. Kamu nikmati acara dengan temanmu saja. Biar aku & Handa mencari beberapa klien yang sudah kami ajak janjian di sini." Irza mengambil keputusan.

"Maaf ya Nona Luna. Kami permisi dulu." Irza berpamitan pada Luna & bersama Handa langsung menghilang di keramaian.

Ketika sudah tinggal kami berdua saja, Luna membawaku ke meja minuman yang terletak berjajar bersama menu-menu lezat di pinggir ruangan. Kemudian kami mencari tempat duduk yang nyaman untuk menikmati penampilan penyanyi-penyanyi asuhan VOA.

Kursi & sofa yang nyaman disediakan di beberapa tempat strategis yang lebih tinggi dari lantai acara utama, sehingga meskipun sedang duduk bisa menikmati hiburan panggung.

"Kak Luna.. Tahu dimana Kak Johanh?" Aku bertanya pada wanita yang nampaknya sudah berada beberapa menit lebih lama menikmati pesta dibandingkan aku.

Luna menoleh kiri & kanan bergantian, "Tadi 15 menit lalu aku melihat dia di area sini tapi kelihatannya dia sudah pindah tempat deh. Maklum, yang punya acara kan harus keliling-keliling juga."

Luna menikmati white wine di tangan kanannya & menikmati canape udang di genggaman kirinya. Setelahnya ia menghela nafas yang panjang. Ia memandang panggung yang ramai dengan tatapan setengah bosan.

"Kak Luna datang sendirian?"

"Enggak kok." Luna tersenyum kecil padaku. Nampaknya ia sedikit sungkan wajah bosannya terlihat olehku.

"Aku datang bersama pamanku & kita berpencar karena dia mau bicara dengan beberapa rekan bisnisnya. Heran deh, padahal ini kan di pesta. Tapi masih aja ngobrolin pekerjaan. Nggak pamanku, nggak kakakmu.." Kini ucapan Luna mirip orang curhat.

Aku memberinya senyum yang terasa agak maksa karena tak tahu harus mengomentari apa, meskipun aku paham maksud ucapannya. Kemudian sesuatu terlintas dipikiranku.

"Kak Masrur juga datang ke sini?"

Luna meneguk minumannya sebelum menjawab, "Kata dia sih bakal datang." jawabnya singkat lalu disambung dengan menghabiskan seluruh tetes dalam gelas kacanya.

"Kamu nggak minum alkohol? "

Kepalaku menggeleng kecil dengan tangan sedikit terangkat tegak di dada.

"Aku nggak kuat alkohol. Pernah aku makan bourbon chocolate yang dibawa papaku dari Netherlands. Hasilnya kepalaku berputar & jalan zig zag sempoyongan menuju toilet sebelum kumuntahkan." ceritaku membuat Luna tergelak.

Aku & Luna sejenak tak mengobrol dengan mata terpaku ke arah panggung. Seorang penyanyi yang usianya seumuran Mila menyanyikan lagu jazz dengan syahdunya.

Di sudut mataku aku melihat Luna nampak terhanyut dengan lirik & nada lagu tersebut. Kelihatannya mood Luna sedang dalam kondisi yang agak down saat datang kemari.

Apakah karena ada masalah keluarga?

Atau pekerjaannya?

Apakah mungkin karena Masrur?

"Luna, rupanya kamu di sini.." suara seorang bapak-bapak yang mendekati kami memasuki area pembicaraanku & Luna.

Luna menoleh ke arah suara tersebut & mendapati orang yang kelihatannya adalah Paman yang tadi ia ceritakan datang bersamanya ke acara ini.

"Ada apa Paman?" Luna mendekati orang yang kelihatannya masih saudaranya tersebut.

Aku yang merasa obrolan mereka tak ada hubungannya denganku mencoba menyibukkan diri dengan menikmati acara & hidangan yang kubawa.

"Tolong hubungi driver, kita pulang setengah jam lagi." kata si paman.

"Kok cepat sekali?" Luna memprotes. Berlawanan dengan curhatan bosannya tadi.

"Besok paman masih ada meeting. Kamu juga ada perlu sama ibumu kan?" Si paman memberikan alasan untuk meredam protes keponakannya itu.

"Yaah.. Padahal aku sudah nemu partner pesta niih.." Sungutnya.

Kelihatannya yang dimaksud Luna partner pesta adalah aku. Terbukti dengan dirangkulnya bahuku dengan kedua tangan putih mulusnya yang tak terbungkus lengan baju.

"Oh iya, aku belum kenalin ya? Ini Kika temanku." Luna kini memperkenalkanku pada pamannya.

Merasa bahwa aku mulai diajak berbincang 3 arah, mau tak mau aku harus menanggapinya meskipun gugup.

"Selamat malam. Saya Kika temannya Kak Luna." kuharap salamku terlihat normal & tak menunjukkan kegugupanku. Kelihatannya aku gugup karena takut mendapat penilaian tidak bagus di mata keluarga Luna yang cukup kuhormati sebagai wanita karir yang lebih senior.

Tidak langsung membalas salamku, pamannya Luna nampak seperti mengingat sesuatu sambil memandangku. "Kika? Kamu Kika Wismail kan?" katanya setengah memastikan.

"Eh.. Iya.. Itu saya.." aku melirik Luna & bergantian ke arah pamannya agak bingung.

Pamannya Luna tertawa khas bapak-bapak paruh baya yang nge-bass & berwibawa.

"Paman baru tahu kalau kamu berteman dengan Kika, Lun. Tahu gitu, paman minta dikenalin dari kemarin-kemarin."

"Engg... Paman tahu saya??" aku bertanya yang kelihatannya merupakan pertanyaan nggak berbobot. Namun aku perlu tahu kenapa dengan reaksi berlebihan pamannya si Luna ini.

"Ya jelas tahu dong. Semua penyuka gadget canggih di negara ini pasti tahu nama Kika Wismail, orang di belakang layar di balik kesuksesan Wiphone. Yang digadang-gadang sebagai versi perempuannya 'Steve Jobs'."

Pamannya Luna menjelaskan dengan semangat. Luna yang baru mengetahui fakta-fakta yang diucapkan pamannya nampak terkejut sekaligus kagum. Bibirnya membentuk gestur 'wow' sambil memandangku tak percaya.

Mendapat pujian dadakan begitu membuatku melambung. Namun karena tak tahu harus berkomentar apa agar tak terlihat bagai orang sombong aku cuma tertawa kecil sambil sedikit membungkuk nerterima kasih.

"Syukurlah kalau saya dinilai baik di mata pamannya Luna..."

"Saya Victor Sun, panggil saja Paman Sun!" Pamannya Luna kelihatannya baru ingat kalau belum memperkenalkan diri. Ia membuka dompetnya & mengeluarkan semacam kartu nama yang kemudian diserahkannya padaku.

"Saya dari Tiger Grup. Semoga suatu saat kita bisa bekerja sama."

Paman Sun & Tiger Grup... Butuh waktu agak lama bagi otakku memproses bahwa kedua nama itu cukup berkaitan dengan liku-liku kejadian Wismail Grup.

Hingga kusadari bahwa Pamannya Luna ini adalah salah satu orang yang diwanti-wanti oleh Johanh ketika di acara amal di Gedung Pancasila. Sekaligus pemilik gedung tempat bernanung para mantan eksekutif Wismail Grup.

Terpopuler

Comments

Die-din

Die-din

handa kok gayanya gentleman bgt 😚

2020-05-15

1

lihat semua
Episodes
1 Prologue
2 Kika 1
3 Kika 2
4 Kika 3
5 Kika 4
6 Kika 5
7 Kika 6
8 Kika 7
9 Kika 8
10 Kika 9
11 Kika 10
12 Kika 11
13 Kika 12
14 Kika 13
15 Kika 14
16 Kika 15
17 Kika 16
18 Kika 17
19 Kika 18
20 Kika 19
21 Kika 20
22 Kika 21
23 Kika 22
24 Kika 23
25 Kika 24
26 Kika 25
27 Kika 26
28 Kika 27
29 Irza 1
30 Kika 28
31 Kika 29
32 Kika 30
33 Kika 31
34 Kika 32
35 Handa 1
36 Johanh 1
37 Kika 33
38 Kika 34
39 Handa 2
40 Handa 3
41 Handa 4
42 Handa 5
43 Handa 6
44 Johanh 2
45 Handa 7
46 Kika 35
47 Irza 2
48 Irza 3
49 Irza 4
50 Irza 5
51 Irza 6
52 Irza 7
53 Irza 8
54 Visual of Characters
55 Irza 9
56 Kika 36
57 Kika 37
58 Handa 8
59 Johanh 3
60 Johanh 4
61 Kika 38
62 Kika 39
63 Kika 40
64 Kika 41
65 Kika 42
66 Kika 43
67 Kika 44
68 Handa 9
69 Kika 45
70 Kika 46
71 Kika 47
72 Kika 48
73 Kika 49
74 Kika 50
75 Irza 10
76 Irza 11
77 Handa 10
78 Handa 11
79 Kika 51
80 Irza 12
81 Handa 12
82 Irza 13
83 Irza 14
84 Kika 52
85 Kika 53
86 Kika 54
87 Kika 55
88 Kika 56
89 Irza 15
90 Johanh 5
91 Johanh 6
92 Johanh 7
93 Johanh 8
94 Visual of Character 2
95 Kika 57
96 Kika 58
97 Irza 16
98 Irza 17
99 Irza 18
100 Johanh 9
101 Kika 59
102 Kika 60
103 Kika 61
104 Kika 62
105 Johanh 10
106 Johanh 11
107 Johanh 12
108 Kika 63
109 Kika 64
110 Kika 65
111 Kika 66
112 Johanh 13
113 Johanh 14
114 Kika 67
115 Irza 19
116 Irza 20
117 Irza 21
118 Irza 22
119 Irza 23
120 Johanh 15
121 Handa 13
122 Irza 24
123 Kika 68
124 Kika 69
125 Johanh 16
126 Kika 70
127 Johanh 17
128 Johanh 18
129 Johanh 19
130 Kika 71
131 Kika 72
132 Irza 25
133 Irza 26
134 Irza 27
135 Irza 28
136 Irza 29
137 Irza 30
138 Irza 31
139 Irza 32
140 Johanh 20
141 Kika 73
142 Kika 74
143 Kika 75
144 VISUAL TIME AGAIN
145 Handa 14
146 Handa 15
147 Episode Gabut
148 Irza 33
149 Julia 1
150 Julia 2
151 Julia 3
152 Irza 34
153 Irza 35
154 Irza 36
155 Julia 4
156 Julia 5
157 Julia 6
158 Julia 7
159 Pengumuman
160 Kika 76
161 Kika 77
162 Kika 78
163 Kika 79
164 Kika 80
165 Became a Lady
166 End of The End
Episodes

Updated 166 Episodes

1
Prologue
2
Kika 1
3
Kika 2
4
Kika 3
5
Kika 4
6
Kika 5
7
Kika 6
8
Kika 7
9
Kika 8
10
Kika 9
11
Kika 10
12
Kika 11
13
Kika 12
14
Kika 13
15
Kika 14
16
Kika 15
17
Kika 16
18
Kika 17
19
Kika 18
20
Kika 19
21
Kika 20
22
Kika 21
23
Kika 22
24
Kika 23
25
Kika 24
26
Kika 25
27
Kika 26
28
Kika 27
29
Irza 1
30
Kika 28
31
Kika 29
32
Kika 30
33
Kika 31
34
Kika 32
35
Handa 1
36
Johanh 1
37
Kika 33
38
Kika 34
39
Handa 2
40
Handa 3
41
Handa 4
42
Handa 5
43
Handa 6
44
Johanh 2
45
Handa 7
46
Kika 35
47
Irza 2
48
Irza 3
49
Irza 4
50
Irza 5
51
Irza 6
52
Irza 7
53
Irza 8
54
Visual of Characters
55
Irza 9
56
Kika 36
57
Kika 37
58
Handa 8
59
Johanh 3
60
Johanh 4
61
Kika 38
62
Kika 39
63
Kika 40
64
Kika 41
65
Kika 42
66
Kika 43
67
Kika 44
68
Handa 9
69
Kika 45
70
Kika 46
71
Kika 47
72
Kika 48
73
Kika 49
74
Kika 50
75
Irza 10
76
Irza 11
77
Handa 10
78
Handa 11
79
Kika 51
80
Irza 12
81
Handa 12
82
Irza 13
83
Irza 14
84
Kika 52
85
Kika 53
86
Kika 54
87
Kika 55
88
Kika 56
89
Irza 15
90
Johanh 5
91
Johanh 6
92
Johanh 7
93
Johanh 8
94
Visual of Character 2
95
Kika 57
96
Kika 58
97
Irza 16
98
Irza 17
99
Irza 18
100
Johanh 9
101
Kika 59
102
Kika 60
103
Kika 61
104
Kika 62
105
Johanh 10
106
Johanh 11
107
Johanh 12
108
Kika 63
109
Kika 64
110
Kika 65
111
Kika 66
112
Johanh 13
113
Johanh 14
114
Kika 67
115
Irza 19
116
Irza 20
117
Irza 21
118
Irza 22
119
Irza 23
120
Johanh 15
121
Handa 13
122
Irza 24
123
Kika 68
124
Kika 69
125
Johanh 16
126
Kika 70
127
Johanh 17
128
Johanh 18
129
Johanh 19
130
Kika 71
131
Kika 72
132
Irza 25
133
Irza 26
134
Irza 27
135
Irza 28
136
Irza 29
137
Irza 30
138
Irza 31
139
Irza 32
140
Johanh 20
141
Kika 73
142
Kika 74
143
Kika 75
144
VISUAL TIME AGAIN
145
Handa 14
146
Handa 15
147
Episode Gabut
148
Irza 33
149
Julia 1
150
Julia 2
151
Julia 3
152
Irza 34
153
Irza 35
154
Irza 36
155
Julia 4
156
Julia 5
157
Julia 6
158
Julia 7
159
Pengumuman
160
Kika 76
161
Kika 77
162
Kika 78
163
Kika 79
164
Kika 80
165
Became a Lady
166
End of The End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!