Pov Mentari
Disebuah rumah tidak terlalu mewah kawasan perumahan Mentari sedang dihakimi oleh semua orang
"Mentari kenapa kau melakukan itu semua pada kakak mu hahk!!"Ucap Marisa yang tak lain Mama Mentari wanita itu terlihat kesal .
papa Mentari bernama Herman pun hanya diam melihat istrinya memarahi si bungsu .
Nampak gadis lebih tua dari Mentari sedang menangis memeluk bantal disofa itu .ya gadis itu adalah Alina kakak tertua Mentari dari pasangan Herman dan Marisa .
ia mengalami korban pemerkosaan dimalam tahun baru di sebuah acara party dan Alina menuduh Mentari lah penyebab semuanya .
Alina akan menikah dua hari lagi sesudah tahun baru bersama tunangan nya Dev namun kejadian na'as Yg baru ditimpah gadis itu membuat Dev dan seluruh anggota keluarga nya syok .
Selama ini hubungan Dev dan Mentari baik mereka berteman layak nya teman biasa . Dev pun menganggap Mentari Sudah seperti adik sendiri .
Namun dengan mejadian ini Dev memaki dan membenci Mentari .
"Kau....!!!"Dev menunjuk tari dengan tangannya .
Mentari tak bergeming ,ia yang tidak tau apa-apa langsung di tuduh seperti itu .berulang kali gadis itu bilang ia tak melakukan apa-apa namun usahanya percuma
Semua orang disana memandang benci pada Mentari , memandang jijik dan hina pada gadis itu .
Alina melihat calon ibu mertuanya , gadis itu berlari memeluk Sonya . sonya pun mencoba menenangkan calon menantunya itu.
Dev frustasi dan kecewa , bagaimana bisa ia harus mengalami seperti ini . gadis yang ia akan nikahi harus berakhir sebagai korban pemerkosaan dan sekarang Dev menatap Alina dengan tatapan iba .
Bahkan gadis itu tampak kusut tak berbentuk .
Dev membenci Mentari semakin melihat wajah itu semakin kebencian yang mengalir .
"Aku tidak melakukan apa-apa ma,pa!!"Ucap Mentari namun dengan cepat Marisa menampar Mentari dengan kuat .
"Kau begitu iri dengan kakak mu hahk?sampai kau melakukan hal serendah itu Mentari ?"Pekik Marisa lagi ia sudah kehilangan jati diri seorang ibu .
plakkk...plakkk..plakk...tiga tamparan melucur dipipi mulus Mentari ,cap memerah bekas tangan pun tercetak jelas di pipi Mentari
Sonya memejamkan matanya melihat ibu dan anak bertengkar itu. Dev tak memperdulikan nya ,menurut Devan,Mentari pantas mendapatkan semua itu bahkan lebih .
Herman hanya mengelus dadanya , riwayat penyakit jantung membuat ia tak bisa berbuat banyak .
Mentari mencoba menahan sakit tamparan dari ibunya , Lebih sakit lagi jika dituduh langsung dari mulut wanita yang selalu ia banggakan .
"Kau memang anak tak tau diri !!"Ucap Marisa lagi
plaakkkk. . . satu tamparan membuat sudut bibir mungil itu mengeluarkan bercak merah .
"Apa mama sudah puas??"Mentari bertanya dengan suara datar nya
"Apakah mama puas menyiksa ku?"Tanyanya lagi , Namun Melihat Mentari menjawab omongannya Marisa Mengambil vas bunga kecil diatas meja yang terbuat dari kayu jati dan melempar kan kearah Mentari membuat kening gadis itu mengeluarkan darah segar ,pelipisnya berdarah .
Takk....vas itu tepat mengenai atas alis nya .
Semua orang tercengang dan mengangah .. darah mengalir begitu saja kepipinya . namun lagi lagi Mentari tak mengelap nya membiarkan semua darah itu mengalir tak ada rasa sakit yang amat sakit dari perkataan mamanya.
Marisa seakan tidak puas menyiksa Mentari ia kembali mengambil gagang sapu .
"Rentangkan tangan kau !!"Ucap Marisa,
Mentari tau apa yang akan mamanya lakukan dengan senang hati ia membentangkan telapak tangan nya.
prakk...prakk ..prakk....10x lebih marisa memukul telapak tangan tari dengan gagang sapu , gadis itu hanya memejamkan kan matanya menahan sakit dan perih
"Sudah cukup Marisa !!"Akhirnya Herman bersuara menyudahi Mempermalukan anak sendiri didepan calon besan mereka . Herman muak melihat semua ini
ia menarik tangan istrinya menjauh dari Mentari .
"Ya kau bela terus anak sialan mu itu pa, bela saja?!!"Teriak Marisa dengan suara parau dan sudah mulai serak
Dengan satu tarik nafas nya herman berkata
"Tari mulai hari ini kau aku hapus dari anggota keluarga ku , kau boleh angkat kaki dari rumah ini!!"
"Hakh....!
bersambung ...
jangan lupa tinggalkan like dan komennya yaa😄masukan ke favorit nya dan vote terimakasih
salam sayang
"putry"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 153 Episodes
Comments
girl bos💐🌹
sedihh bacanya
2024-04-30
0
Athifah S Rato
😭😭😭
2024-02-11
0
Ida Ningsih
kok bisa ortu nya ngomong gitu sungguh terlalu
2023-09-27
1