episode 8 Penjelasan (sudah revisi)

Matahari sudah terbenam, aku bersiap untuk bertemu dengan Refald. Saat merapikan rambutku, aku teringat kejadian siang tadi. Saat kami membuat kesepakatan.

“Ada yang ingin kutanyakan padamu!” ucapku dengan agak sedikit ragu.

“Katakan!”ujarnya masih terus menatapku tajam.

“Kenapa kau tidak menuntutku? Kau bisa saja melaporkanku atas kecerobohanku. Bukankah kau tidak perlu repot-repot mencariku sendiri? Polisi bisa mencariku untukmu!”

Refald tidak langsung menjawab pertanyaanku. Ia mendekatkan wajahnya didepanku. Refleks aku langsung mundur menghindarinya.

“Pertanyaanmu sama seperti pertanyaanku waktu itu. Saat kau menyelamatkanku. Padahal kita sedang dalam kondisi yang tidak baik. Kita sedang bertengkar saat itu, dan kau mau saja menyelamatkanku. Kau bilang hatimu tidak tenang jika membiarkanku dihabisi kerumunan banteng itu, yang kau rasakan padaku saat itu, sama seperti yang kurasakan padamu saat ini.

"Awalnya aku memang ingin melaporkanmu dan memberimu pelajaran setimpal atas tindakanmu yang membuatku jadi seperti ini. Saat tahu aku akan kehilangan tanganku. Aku sangat membencimu. Ingin rasanya aku membuat perhitungan dan balas dendam atas apa yang kau lakukan padaku. Tapi, tiba-tiba saja ... ada suatu hal yang membuatku berubah pikiran ....”

Aku merinding mendengar penjelasannya. Rupanya ia membenciku dan ingin balas dendam padaku. Ternyata yang dikatakan Yua memang benar. Cowok ini sangat menakutkan, tapi aku juga penasaran, hal apa yang membuatnya bisa berubah pikiran.

“Hal apa itu?”

“Saat ini aku juga belum bisa memastikannya. Aku sedang mencari tahu ... untuk itulah aku butuh bantuanmu. Akan aku beri tahu jika aku sudah mengetahuinya.”

“Aku sama sekali tidak mengerti apa maksudmu.”

“Maksudku adalah kau harus terus didekatku saat ini. Kita tidak harus bersama jika itu yang kau inginkan. Tapi kau bisa datang padaku setiap kali kubutuhkan." Ia mengambil sesuatu didalam tasnya. "Ini untukmu.” Ia memberikan ponselnya padaku.

“Kenapa kau memberikan ini?” aku berusaha menolak pemberiannya.

“Aku akan menghubungimu jika aku membutuhkanmu kapan saja.”

“Tapi aku sudah punya sendiri?”

“Ini tidak kuberikan gratis. Akan kuambil lagi setelah lukaku ini sembuh. Anggap saja ini bentuk kesepakatan kita. Jangan sampai hilang karena barang ini sangat mahal.”

Aku ragu dan berpikir sejenak. Lokasi rumah yang kutempati saat ini jauh dari rumah Refald. Sepertinya aku terpaksa harus pindah supaya aku tidak kesulitan mengurusnya jika ia membutuhkan bantuanku sewaktu-waktu dan aku rasa tempat itu adalah ....

“Berarti aku harus tinggal dengan nenekku!”ujarku lirih.

“Aku setuju!”

“Kau tahu aku punya nenek di sana?”aku terkejut Refald berkata seperti itu.

“Aku tahu semua. Sudah kubilang, aku harus melalui banyak hal untuk mencari tahu siapa dirimu sebenarnya!”

Aku sangat terkejut mendengar jawabannya.

Apakah dia juga mencari tahu darimana aku berasal. Apa dia juga sudah tahu semuanya? Apakah rahasia yang kututup rapat-rapat selama ini sudah diketahuinya? Haruskah aku memastikannya!

“Seberapa banyak yang kau ketahui tentang aku?”

“Kenapa? Kau menyembunyikan sesuatu?”Refald selalu suka bertanya balik jika aku menanyakan sesuatu padanya.

“Tidak!” jawabku cepat.

Aku berharap Refald masih belum tahu siapa aku. Darimana aku berasal dan untuk apa aku berada di sini. Jika dia tahu, dia pasti sudah menanyakannya. Tapi gerak geriknya sangat mencurigakan. Aku harus lebih waspada.

“Kau harus pindah ke rumah nenekmu hari ini juga, karena besok pagi kau harus datang ke vilaku untuk menyiapkan semua kebutuhanku. Mulai besok, kita akan berangkat dan pulang bersama! Kau mengerti?”

Tidak ada lagi yang bisa kukatakan. Aku pun tidak bisa menyangkal. Entah kenapa aku merasa ada hal lain yang ia sembunyikan dariku. Aku akan mencoba cari tahu sendiri apa itu. Saat ini yang dapat kulakukan hanyalah mengikuti permainannya sampai saat itu tiba.

Pintu kamar diketuk kembali menyadarkanku. Nenek masuk ke dalam menghampiriku. “Fey! Ada seorang anak muda tampan sedang mencarimu di bawah. Siapa dia?” tanya nenek.

Aku melihat jam di dinding. Sudah pukul 19.00 WIB.

“Dia teman sekolahku Nek, dia siswa baru dan juga tinggal di Vila Cahaya.”

“Oh ... dia teman sekolahmu? Kenapa dia datang kemari?”

“Mungkin dia butuh bantuanku, karena hanya aku yang dia kenal di sini.”

“Dia tahu kau tinggal di sini?”nenek terus saja bertanya.

“Dia tahu, kami tidak sengaja bertemu di jalan tadi, saat aku menuju kemari.” Aku membuat alasan yang tepat.

Nenekku manggut-manggut. Aku tidak tahu apakah nenek curiga apa tidak. Lagipula, aku juga tidak peduli. Sebenarnya aku tidak begitu dekat dengan nenek. Meski nenek telah menerima keberadaanku di rumah ini dengan senang hati. Aku tetap memandang hubungan kami hanyalah sekedar nenek dan cucu saja. Aku masih belum bisa menyayanginya seperti aku menyayangi ibuku. Karena kebencian yang kurasakan pada nenekku masih ada.

Aku turun dan menemui Refald yang duduk di ruang tamu seorang diri.“Apa kita akan pergi?”tanyaku setelah aku sampai di tempat dia menunggu.

“Tidak.” Refald mengeluarkan buku-bukunya dari dalam tasnya.

Aku memerhatikan gerak geriknya. Saat ini Ia terlihat sangat tampan jika tidak memakai seragam. Hem ketat warna biru muda yang ia padukan dengan celana jins biru dongker membuat kesan charming yang melekat pada dirinya mulai terlihat. Aku yakin jika teman-temanku tahu Refald berpenampilan seperti ini, mereka pasti bakal heboh.

“Ini adalah buku catatan temanku. Aku meminjamnya tadi. Salinlah dibukuku ... dan ini ....” ia mengeluarkan kotak bekal makanan dari dalam tasnya. “Suapi aku. Kau juga boleh makan bersamaku.”

Aku tersenyum getir. Aku tidak percaya dia sudah menyiapkan semuanya.

“Darimana bekal itu?”

“Aku membelinya.”

“Sebanyak itu?”

“Untuk kita berdua. Aku tidak ingin merepotkan nenekmu!”

“Kalau caramu seperti ini, siapapun pasti mengira kau adalah pacarku. Kau datang membawa mobil ke rumah, membawa bekal makanan dan belajar bersamaku. Tidak akan ada yang percaya jika kita tidak punya hubungan apa-apa.”

“Terserah apa kata mereka. Siapa yang peduli?”

“Kau selalu bicara begitu.” Aku menutup mukaku dengan satu tanganku.

Percuma berdebat dengannya. Ini adalah permainannya dan aku harus mengikuti permainan ini.

Besok, Hidupku yang berat juga akan segera dimulai.

***

Dengan cepat aku menyelesaikan catatan yang kusalin untuk Refald. Tanganku sampai kebas karena kebanyakan menulis. Setelah itu aku menyuapinya. Dalam waktu dua jam aku sudah menyelesaikan semua tugasku.

“Tulisanmu bagus sekali! Sampai ketemu lagi nanti. Jangan lupa besok kau harus bangun pagi dan menjemputku, oke! Sampaikan salamku pada nenekmu,” ucapnya sesaat sebelum ia pamit.

Dia benar-benar sok akrab! Paling tidak, harusnya ia mengucapkan terimakasih. Dasar bocah tengil!

Entah kenapa tiba-tiba kepalaku terasa sangat sakit. Aku menutup pintu dan menguncinya setelah memastikan Refald sudah pergi.

Aku naik ke lantai dua dan masuk kamar. Aku merebahkan diri di atas kasur. Sepertinya nenekku sudah tidur. Mbok Min yang mengurus nenek juga sudah pulang.

Teleponku tiba-tiba saja berdering dan aku mencari sumber suara itu. Kukira suara itu berasal dari ponselku, tapi ternyata bukan. Suara itu berasal dari ponsel milik Refald. Ponsel yang ia berikan padaku memiliki nada dering yang sama dengan ponsel milikku.

Bagaimana bisa nada dering kami sama? Kami bahkan belum pernah bertemu sebelumnya!

“Ada apa?” ucapku setelah mengangkat panggilan dari Refald.

“Kau jutek sekali?”

Aku menutup teleponnya tapi ia meneleponku lagi. “Beraninya kau menutup teleponku sebelum aku selesai bicara!” serunya kesal.

“Aku tidak mau mendengar komentarmu! Katakan ada apa?”

“Aku bosan. Aku akan kerumahmu lagi. Aku ingin jalan-jalan!”

“Apa?" Aku terkejut. "Kau baru saja datang ke sini! Aku tidak mau jalan-jalan. Kau pergi saja sendiri. Ini bukan perkotaan. Ini desa yang terletak dikawasan hutan. Kau bisa dilahap harimau jika kau keluar malam-malam.”

“Baiklah hari sabtu besok kita akan pergi ke kota! Oke!”

“Apa kau tidak punya pekerjaan lain selain menggangguku?”

“Tidak ada ... aku sangat suka sekali mengganggumu!” suara tawa terdengar sebelum ia menutup teleponnya.

Ia benar-benar tidak waras. Kenapa aku merasa menjadi semakin stres!

Tiba-tiba nada dering itu berbunyi lagi. Kali ini bukan dari ponsel Refald. Karena ponselku sendiri yang berbunyi. Yua meneleponku. Aku menepuk jidatku. Karena terlalu banyak pikiran, aku jadi lupa memberitahu Yua apa yang sedang terjadi.

“Hallo ....”

“Fey! Kau gila? Kenapa tak angkat teleponku?” terdengar suara teriakan yang memekikkan telinga dari seberang sana.

Aku memeriksa ponselku. Ada puluhan miscall dan sms didalamnya.

“Maaf ... aku lupa!”

“Sejak kapan kau jadi lupa ingatan? Kau tidak apa-apa? Apa yang anak baru itu lakukan padamu? Kau baik-baik saja?”

“Aku baik-baik saja ... tenanglah!”

Aku mengunci pintu kamar supaya tidak ada yang mendengar pembicaraan kami dan mulai berbicara pelan padanya. Aku menjelaskan kronologi yang tejadi hari ini, kesepakatan kami, apa yang kami lakukan hari ini dan yang akan datang. Awalnya Yua sedikit bingung dan terkejut mendengar penjelasanku, tapi ia berusaha mengerti situasi dan kondisiku saat ini.

“Aku mengerti. Tapi, bagaimana kau menjelaskan ini pada Mia dan Nura. Sejauh ini mereka sama sekali tidak tahu apa yang terjadi diantara kalian berdua. Mia terus saja meneleponku. Ia juga menanyakan seperti apa hubungan kalian. Bagaimana bisa cowok baru itu mengenalmu? Kalian juga pulang bersama. Bukan hanya Mia saja yang menanyakan itu, semua teman-teman kita dan beberapa siswi yang tidak kukenal pun ikut bertanya ... aku merasa seolah jadi menejer dadakan dari artis yang mendadak terkenal, karena dari tadi siang sampai hari ini ponselku tak henti-hentinya berdering. Akupun juga tidak tahu harus jawab apa?”

“Jawab saja dia adalah sepupuku.”

“Siapa yang percaya itu? Kalian saling menatap dan berpegangan tangan? Mana ada sepupu yang bersikap seperti itu?”

“Kami tidak berpegangan tangan! Dia yang menyeretku!”

“Sama saja! Yang terlihat adalah kalian saling berpegangan tangan. Kau tahu kehebohan tadi? Menakutkan sekali!”

“Baiklah, Sebaiknya kau istirahat saja. Kau terdengar lebih menakutkan daripada mereka. Matikan ponselmu supaya tak ada yang mengganggu.”

“Kau yakin semua akan baik-baik saja? Bagaimana kau akan menghadapi mereka besok?”

“Aku bisa mengatasinya sendiri. Kau tidak usah khawatir. Maaf telah merepotkanmu. Kau pasti lelah gara-gara aku!”

“Aku tidak apa apa ... hanya saja ... ini lebih rumit dari yang kubayangkan. Sebagai teman aku tidak bisa melakukan apa-apa untukmu.”

Aku terharu, kata-kata Yua membuatku jadi ingin menangis. “Kau sudah melakukan banyak hal untukku. Terimakasih Yua, sampai ketemu besok.” Aku menutup teleponnya.

Aku senang sekali masih punya teman yang peduli padaku. Bahkan disaat tersulitku. Yua selalu mendukungku. Padahal Yua juga punya masalah sendiri yang harus ia hadapi tapi masih bisa memikirkan masalahku.

Dia memang cewek yang tangguh. Juga setia kawan! Sayang sekali Epank tidak melihat kebaikan hatinya. Dibandingkan dengan Via, Yua seribu kali lebih baik darinya.

Aku menelepon Refald. Setidaknya aku ingin tahu apa yang akan dia lakukan untuk menghadapi penggemar fanatik dadakannya besok.

“Ada apa?” terdengar suara diseberang sana. Aku tertegun sesaat. Entah kenapa tiba-tiba suaranya terdengar indah.

Aku menceritakan apa yang disampaikan Yua padaku. “Apa yang harus kita lakukan? Aku harus jawab apa jika mereka menanyakannya lagi? Yua bilang, mereka tidak percaya kalau kubilang kau adalah sepupuku. Aku benar-benar tidak mengerti, kenapa kau begitu populer bagi mereka?”

“Kau bodoh? Atau pura-pura bodoh?”

“Apa?”

“Tentu saja karena aku ini tampan, keren, cool, charming dan tajir! Tipe idaman para wanita yang ada di dunia. Kau tidak tahu itu? Atau kau pura-pura tidak tahu?”

Aku menahan emosi mendengar kata-kata narsisnya yang menyebalkan. Ingin sekali kutinju mukanya. Aku langsung menutup teleponnya dengan kesal. “Harusnya aku tidak meneleponnya tadi!” Gumamku.

Telepon kembali berdering lagi dan aku langsung mengangkatnya. “Kenapa kau menutup teleponnya sembarangan? Apa itu kebiasaanmu?" ia berteriak.

Aku pasti sudah gila saat merasa suaranya itu merdu! Kenyataannya suaranya itu seperti petir yang menggelegar!

“Aku meneleponmu bukan untuk mendengar ocehanmu yang tidak masuk akal. Kau itu terlalu narsis.”

“Kenyataannya cowok narsis ini memang digilai banyak cewek. Bersiap-siaplah besok! Kerena akan ada badai yang menghantam.”

“Apa rencanamu? Kau tidak bermaksud menjadikanku sasaran empuk amukan mereka, bukan?”

“Kau tenang saja. Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu, Oke! Bye!” Kali ini dia yang menutup teleponnya.

Aku tidak bisa tidur memikirkan apa yang akan terjadi besok.

Apa mungkin seseram itu? Hahhhh ... sudahlah. Sebaiknya aku tidur, karena aku harus bangun lebih pagi dari biasanya. Tunggu! Apa maksud ucapannya tadi?

****

Terpopuler

Comments

Mara

Mara

Diakui sebagai tunangan yang kabur dari perjodohan 😁

2023-04-03

0

Oca.thjpg_

Oca.thjpg_

minta komen kek mana kak🤭

2022-11-12

0

Susanti Maya

Susanti Maya

berdoa bnyak" fey mdh"n g da yg aneh"..🤲

2021-12-05

0

lihat semua
Episodes
1 episode 1 My Best Friends (sudah Revisi)
2 episode 2 Volvo Silver (sudah revisi)
3 episode 3 Insiden (sudah revisi)
4 episode 4 Pertanda Buruk ( sudah direvisi)
5 episode 5 Murid Baru (sudah revisi)
6 episode 6 Kesepakatan (sudah revisi)
7 episode 7 Sudah Dimulai (sudah revisi)
8 episode 8 Penjelasan (sudah revisi)
9 episode 9 Hari Buruk (sudah revisi)
10 episode 10 Tunangan (sudah revisi)
11 episode 11 Ciuman Pertama (Sudah revisi)
12 episode 12 Nasihat (sudah revisi)
13 episode 13 Tamu Tak Diundang (sudah revisi)
14 episode 14 Tak Terduga (sudah revisi)
15 episode 15 Cinta Pertama (sudah revisi)
16 episode 16 Fakta Baru
17 episode 17 Pertemuan
18 episode 18 Supermoon
19 episode 19 Aku Menatapnya
20 episode 20 Pernyataan
21 episode 21 Persiapan
22 episode 22 Cowok itu ...
23 episode 23 Bahagia
24 episode 24 Hadiah
25 episode 25 Kejutan
26 episode 26 Aksi Heroik Yua
27 episode 27 Patah Hati Sebelum Jatuh Cinta
28 episode 28 Menghilang
29 episode 29 Bangkit
30 episode 30 Pengarahan
31 episode 31 Ayah
32 episode 32 Salah Menduga
33 episode 33 Cerita Sebenarnya
34 episode 34 Cerita Sebenarnya 2
35 episode 35 Pertemuan Pertama
36 episode 36 Kejutan 2
37 episode 37 Mimpi
38 episode 38 Hal Aneh
39 episode 39 Firasat
40 episode 40 Janji Refald
41 episode 41 Janji Refald 2
42 episode 42 Dimensi Lain
43 episode 43 Curiga
44 episode 44 Curiga 2
45 episode 45 Tertangkap
46 episode 46 Benih Cinta
47 episode 47 Caraka
48 episode 48 Caraka 2
49 episode 49 Caraka 3
50 episode 50 Caraka 4
51 episode 51 Misi Selesai
52 episode 52 Bencana
53 episode 53 Terungkap
54 episode 54 Jatuh
55 episode 55 Sugoi
56 episode 56 Terpesona
57 episode 57 Fakta
58 episode 58 Perasaan Sesungguhnya
59 episode 59 Because I Love You
60 episode 60 Munculnya makhluk astral
61 episode 61 Mimpi yang Sama
62 episode 62 Misteri yang Terungkap
63 episode 63 Misteri yang Terungkap 2
64 episode 64 Misteri yang Terungkap 3
65 episode 65 Kekuatan Refald
66 episode 66 Fakta Sebenarnya
67 episode 67 Fakta Sebenarnya 2
68 episode 68 Di Balik Semua Misteri
69 episode 69 Pemandangan tak Terduga
70 episode 70 Misteri dari Secercah Cahaya
71 episode 71 Apa yang Ditanam itu yang Dituai
72 episode 72 Will You Marrie Me?
73 episode 73 Salah Paham
74 episode 74 Amarah Refald
75 episode 75 Hasrat
76 episode 76 Berita Bahagia
77 episode 77 Kenangan Lalu
78 episode 78 Jati Diri
79 episode 79 Kesal
80 episode 80 Terpojok
81 episode 81 Gadis Berkepala Batu
82 episode 82 Pengakuan
83 episode 83 Pak Guru
84 episode 84 Bintang Tamu
85 episode 85 Rahasia Otousan
86 episode 86 Cantik di luar Busuk di dalam
87 episode 87 Putra Raja
88 episode 88 Bayangan Hitam
89 episode 89 Pesona Refald
90 episode 90 Ulah Refald
91 episode 91 Refald ala Edward
92 episode 92 Pesta yang Aneh
93 episode 93 Rembang Petang (Twilight)
94 episode 94 Parang
95 episode 95 Hantu Paling Fenomenal
96 episode 96 melarikan diri
97 Episode 97 Kekuatan yang Hilang
98 episode 98 Tertangkap
99 episode 99 Penjaga Hutan
100 episode 100 Flashdisk
101 episode 101 Ayah Mertua
102 episode 102 Sebuah Misi
103 episode 103 Pocong Tampan
104 episode 104 Mimpi jadi Nyata
105 episode 105 Bertemu
106 episode 106 Ritual Pertama
107 episode 107 Ritual Kedua
108 Episode 108 Ritual Terakhir
109 episode 109 Dua Jiwa jadi Satu
110 episode 110 Penjelasan
111 episode 111 Ungkapan Hati Refald
112 episode 112 Pesan Raja
113 episode 113 Kembali
114 episode 114 Satu Ruangan
115 episode 115 Hampir Saja
116 episode 116 Pasukan Refald
117 episode 117 Siapa Leo?
118 episode 118 Datang Lagi!
119 episode 119 Surat
120 episode 120 Tegang
121 episode 121 Daebak!
122 episode 122 Kasih Sayang
123 episode 123 Wanita itu ...
124 episode 124 Bandara
125 episode 125 Suasana Hati
126 episode 126 Selamat Datang, Jepang
127 episode 127 Sakura
128 episode 128 Sosok yang Ditunggu
129 episode 129 Janji Sauran
130 episode 130 Kekuatan Maksimal
131 episode 131 Pengorbanan Refald
132 episode 132 Dunia Fey dan Refald
133 episode 133 Takdir yang sudah Digariskan
134 episode 134 Patung Punguin
135 episode 135 Ryuk
136 episode 136 Bavaria
137 episode 137 Bertemu Leo
138 episode 138 Makan Malam
139 episode 139 Dunia Fey dan Refald 2
140 episode 140 Foto
141 episode 141 Pesta Pertunangan
142 episode 142 MASUK SEASON 2
143 Episode 143 Leo Si Tukang Bikin Onar
144 episode 144 Kedatangan Duo Somplak
145 episode 145 Kenangan Masa Lalu
146 episode 146 Hari Pertama
147 episode 147 Pertemuan Pertama
148 episode 148 Terlambat
149 episode 149 Ancaman Refald
150 episode 150 Intimidasi Leo
151 episode 151 Latihan 1
152 episode 152 Latihan 2
153 episode 153 Sebangku
154 episode 154 Salah Paham
155 episode 155 Sang Pangeran
156 episode 156 Tersesat
157 episode 157 Leopard
158 episode 158 Insting
159 episode 159 Debat
160 episode 160 Firasat Buruk
161 episode 161 Lari
162 episode 162 Permohonan Leo
163 episode 163 Raja Iblis
164 episode 164 Cinta Suci
165 Episode 165 Cinta Leo untuk Shena
166 episode 166 Cinta Leo untuk Shena 2
167 episode 167 Akhir yang Menyedihkan
168 episode 168 Bencana Raghupati Rajaf
169 episode 169 Musafir Cinta
170 episode 170 Kembali
171 episode 171 Pernikahan yang Tertunda
172 episode 172 Selendang Pelangi
173 episode 173 Ingatan yang Akan Hilang
174 episode 174 Sweet kisah Cinta muda mudi
175 episode 175 Penasaran
176 episode 176 Keputusan Eric
177 episode 177 Cinta Suci Zoya
178 episode 178 Gurauan Refald
179 episode 179 Diselamatkan Leo
180 episode 180 Sarang Penyamun
181 episode 181 Penghalang
182 episode 182 Selendang Pelangi Fey
183 episode 183 Siapa Zaya?
184 episode 184 Amukan Leo
185 episode 185 Hadiah dari Refald
186 episode 186 Misteri
187 episode 187 Pertemuan
188 episode 188 Serangan tak Terduga
189 episode 189 Perang Amarah dan Cinta
190 episode 190 Perkenalan Singkat
191 episode 191 Kenangan dan Ingatan
192 episode 192 3 Tahun Kemudian ...
193 episode 193 Cinta dan Dendam
194 episode 194 Latihan Penyempurnaan Ritual Terakhir
195 episode 195 Danau Plitvice
196 episode 196 Ritual Sebelum Pernikahan
197 episode 197 Terjebak
198 episode 198 Can You be My Girlfriend
199 episode 199 Pernikahan
200 episode 200
201 episode 201
202 episode 202
203 episode 203
204 episode 204
205 episode 205 Pengakuan Pak Po
206 episode 206 Perasaan Rosalinda Divani
207 episode 207 Jodoh dari Lahir
208 episode 208 Playboy Beraksi
209 episode 209 Aksi Ngambek Pak Po
210 episode 210 Persiapan Pernikahan Pak Po dan Fakta Mengejutkan Roy
211 episode 211 Intimidasi Roy
212 episode 212 MSS
213 episode 213 MSS 2
214 episode 214 Refald!
215 episode 215 Istirahat Sementara
216 Episode Isi Ulang Tenaga
217 episode 217 Tinggal
218 Episode 218 Siapa Kau?
219 episode 219
220 episode 220 Kepolosan pak Po
221 episode 221
222 episode 222 Persiapan
223 episode 223
224 episode 224 Amarah Fey
225 episode 225 Cara tradisional
226 episode 226 Ketukan
227 episode 227 Fey vs Refald
228 episode 228 Gambaran Masa Depan
229 episode 229
230 episode 230
231 episode 231 Permainan Refald
232 episode 232 Sunset
233 episode 233 Iblis Gumiho
234 episode 234
235 episode 235 Ungkapan Perpisahan
236 episode 236 Sudah dimulai
237 episode 237 Pasukan Refald
238 episode 238 Kembalinya pak Po
239 episode 239 Berubah Wujud
240 episode 240 Lubang Hitam
241 episode 241 Pernikahan Dadakan
242 episode 242 Pernikahan Ghaib
243 episode 243 Kabar Bahagia
244 episode 244 Berakhir Bahagia
245 episode 245 Setiap Pertemuan pasti Ada Perpisahan
246 episode 246 Gambaran Masa Depan
247 episode 247 Kenangan Masa Lalu
248 248 Kenangan Masa Lalu 2
249 episode 249 Hutan
250 Episode 250 Hadirnya Refald
251 episode 251 Takdir Leo
252 episode 252 Hilangnya Kekuatan Refald
253 eoisode 253 Takdir
254 episode 254 Datang
255 episode 255 Taruhan
256 episode 256 Kasih tak Sampai
257 episode 257 Kutukan
258 episode 257 Sidang
259 259 Kejutan dari Refald
260 episode 260 Fitnah
261 episode 261 Kena kau!
262 episode 262 Mencari Bukti
263 episode 263 Mencari Bukti 2
264 episode 264 Aku Merindukanmu Refald
265 episode 265 Beraksi
266 episode 266 Reuni
267 episode 267 forget me not
268 episode 268 Hukuman
269 episode 269 Raja Dedemit Sesungguhnya
270 episode 270 Penobatan Raja
271 episode 271 Persalinan
272 episode 272 Reyshinhard Refey Dilagara
273 episode 273 Prolog Baru
274 Episode 274 Hal Baru
275 episode 275 Aku, Seorang Putra Raja
276 episode 276 Gadis Penjaga Goa
277 episode 277 Kecemasan Refald
278 episode 278 Akulah Suamimu
279 Episode 279 Bertemu
280 episode 280 Persiapan
281 episode 281 Goa Ajaib
282 episode 282 Pernikahan Ghaib
283 episode 283 Penyatuan Jiwa yang Tertunda
284 episode 284 Rumor
285 episode 285 Gagal Kejutan
286 episode 286 Hari Patah Hati Nasional
287 episode 287 Aksi Rey
288 episode 288 Aksi Rhea
289 episode 289
290 episode 290 Indahnya Jatuh Cinta
291 episode 291 Tak Terduga
292 episode 292 Siswi Baru
293 episode 293 Perasaan Rey
294 episode 294
295 episode 295
296 Episode 296 Pangeran Mirza Anta
297 episode 297 Insiden tak Terduga
298 episode 298
299 episode 299 Salam Perpisahan
300 episode 300 Perpisahan sementara
301 episode 301 Pengumuman Novel baru dan Ucapan Terimakasih!
302 PENGUMUMAN NOVEL CETAK!
303 PENGUMUMAN 2 NOVEL BARU
304 PROMO NOVEL BARU REFALD
305 PENGUMUMAN GIVE AWAY
306 PENGUMUMAN NOVEL CETAK PUTRA RAJA
307 PENGUMUMAN NOVEL BARU PUTRA KE-2 DARI REFALD DAN FEY
308 PENGUMUMAN NOVEL BARU
309 BAB PENGUMUMAN NOVEL BYON DAN BIYANCA
310 PENGUMUMAN NOVEL BARU
311 BAB PENGUMUMAN NOVEL BARU KISAH REFALD-FEY BERTEMU DENGAN DHEA DAN DEWA
312 PENGUMUMAN NOVEL BARU
Episodes

Updated 312 Episodes

1
episode 1 My Best Friends (sudah Revisi)
2
episode 2 Volvo Silver (sudah revisi)
3
episode 3 Insiden (sudah revisi)
4
episode 4 Pertanda Buruk ( sudah direvisi)
5
episode 5 Murid Baru (sudah revisi)
6
episode 6 Kesepakatan (sudah revisi)
7
episode 7 Sudah Dimulai (sudah revisi)
8
episode 8 Penjelasan (sudah revisi)
9
episode 9 Hari Buruk (sudah revisi)
10
episode 10 Tunangan (sudah revisi)
11
episode 11 Ciuman Pertama (Sudah revisi)
12
episode 12 Nasihat (sudah revisi)
13
episode 13 Tamu Tak Diundang (sudah revisi)
14
episode 14 Tak Terduga (sudah revisi)
15
episode 15 Cinta Pertama (sudah revisi)
16
episode 16 Fakta Baru
17
episode 17 Pertemuan
18
episode 18 Supermoon
19
episode 19 Aku Menatapnya
20
episode 20 Pernyataan
21
episode 21 Persiapan
22
episode 22 Cowok itu ...
23
episode 23 Bahagia
24
episode 24 Hadiah
25
episode 25 Kejutan
26
episode 26 Aksi Heroik Yua
27
episode 27 Patah Hati Sebelum Jatuh Cinta
28
episode 28 Menghilang
29
episode 29 Bangkit
30
episode 30 Pengarahan
31
episode 31 Ayah
32
episode 32 Salah Menduga
33
episode 33 Cerita Sebenarnya
34
episode 34 Cerita Sebenarnya 2
35
episode 35 Pertemuan Pertama
36
episode 36 Kejutan 2
37
episode 37 Mimpi
38
episode 38 Hal Aneh
39
episode 39 Firasat
40
episode 40 Janji Refald
41
episode 41 Janji Refald 2
42
episode 42 Dimensi Lain
43
episode 43 Curiga
44
episode 44 Curiga 2
45
episode 45 Tertangkap
46
episode 46 Benih Cinta
47
episode 47 Caraka
48
episode 48 Caraka 2
49
episode 49 Caraka 3
50
episode 50 Caraka 4
51
episode 51 Misi Selesai
52
episode 52 Bencana
53
episode 53 Terungkap
54
episode 54 Jatuh
55
episode 55 Sugoi
56
episode 56 Terpesona
57
episode 57 Fakta
58
episode 58 Perasaan Sesungguhnya
59
episode 59 Because I Love You
60
episode 60 Munculnya makhluk astral
61
episode 61 Mimpi yang Sama
62
episode 62 Misteri yang Terungkap
63
episode 63 Misteri yang Terungkap 2
64
episode 64 Misteri yang Terungkap 3
65
episode 65 Kekuatan Refald
66
episode 66 Fakta Sebenarnya
67
episode 67 Fakta Sebenarnya 2
68
episode 68 Di Balik Semua Misteri
69
episode 69 Pemandangan tak Terduga
70
episode 70 Misteri dari Secercah Cahaya
71
episode 71 Apa yang Ditanam itu yang Dituai
72
episode 72 Will You Marrie Me?
73
episode 73 Salah Paham
74
episode 74 Amarah Refald
75
episode 75 Hasrat
76
episode 76 Berita Bahagia
77
episode 77 Kenangan Lalu
78
episode 78 Jati Diri
79
episode 79 Kesal
80
episode 80 Terpojok
81
episode 81 Gadis Berkepala Batu
82
episode 82 Pengakuan
83
episode 83 Pak Guru
84
episode 84 Bintang Tamu
85
episode 85 Rahasia Otousan
86
episode 86 Cantik di luar Busuk di dalam
87
episode 87 Putra Raja
88
episode 88 Bayangan Hitam
89
episode 89 Pesona Refald
90
episode 90 Ulah Refald
91
episode 91 Refald ala Edward
92
episode 92 Pesta yang Aneh
93
episode 93 Rembang Petang (Twilight)
94
episode 94 Parang
95
episode 95 Hantu Paling Fenomenal
96
episode 96 melarikan diri
97
Episode 97 Kekuatan yang Hilang
98
episode 98 Tertangkap
99
episode 99 Penjaga Hutan
100
episode 100 Flashdisk
101
episode 101 Ayah Mertua
102
episode 102 Sebuah Misi
103
episode 103 Pocong Tampan
104
episode 104 Mimpi jadi Nyata
105
episode 105 Bertemu
106
episode 106 Ritual Pertama
107
episode 107 Ritual Kedua
108
Episode 108 Ritual Terakhir
109
episode 109 Dua Jiwa jadi Satu
110
episode 110 Penjelasan
111
episode 111 Ungkapan Hati Refald
112
episode 112 Pesan Raja
113
episode 113 Kembali
114
episode 114 Satu Ruangan
115
episode 115 Hampir Saja
116
episode 116 Pasukan Refald
117
episode 117 Siapa Leo?
118
episode 118 Datang Lagi!
119
episode 119 Surat
120
episode 120 Tegang
121
episode 121 Daebak!
122
episode 122 Kasih Sayang
123
episode 123 Wanita itu ...
124
episode 124 Bandara
125
episode 125 Suasana Hati
126
episode 126 Selamat Datang, Jepang
127
episode 127 Sakura
128
episode 128 Sosok yang Ditunggu
129
episode 129 Janji Sauran
130
episode 130 Kekuatan Maksimal
131
episode 131 Pengorbanan Refald
132
episode 132 Dunia Fey dan Refald
133
episode 133 Takdir yang sudah Digariskan
134
episode 134 Patung Punguin
135
episode 135 Ryuk
136
episode 136 Bavaria
137
episode 137 Bertemu Leo
138
episode 138 Makan Malam
139
episode 139 Dunia Fey dan Refald 2
140
episode 140 Foto
141
episode 141 Pesta Pertunangan
142
episode 142 MASUK SEASON 2
143
Episode 143 Leo Si Tukang Bikin Onar
144
episode 144 Kedatangan Duo Somplak
145
episode 145 Kenangan Masa Lalu
146
episode 146 Hari Pertama
147
episode 147 Pertemuan Pertama
148
episode 148 Terlambat
149
episode 149 Ancaman Refald
150
episode 150 Intimidasi Leo
151
episode 151 Latihan 1
152
episode 152 Latihan 2
153
episode 153 Sebangku
154
episode 154 Salah Paham
155
episode 155 Sang Pangeran
156
episode 156 Tersesat
157
episode 157 Leopard
158
episode 158 Insting
159
episode 159 Debat
160
episode 160 Firasat Buruk
161
episode 161 Lari
162
episode 162 Permohonan Leo
163
episode 163 Raja Iblis
164
episode 164 Cinta Suci
165
Episode 165 Cinta Leo untuk Shena
166
episode 166 Cinta Leo untuk Shena 2
167
episode 167 Akhir yang Menyedihkan
168
episode 168 Bencana Raghupati Rajaf
169
episode 169 Musafir Cinta
170
episode 170 Kembali
171
episode 171 Pernikahan yang Tertunda
172
episode 172 Selendang Pelangi
173
episode 173 Ingatan yang Akan Hilang
174
episode 174 Sweet kisah Cinta muda mudi
175
episode 175 Penasaran
176
episode 176 Keputusan Eric
177
episode 177 Cinta Suci Zoya
178
episode 178 Gurauan Refald
179
episode 179 Diselamatkan Leo
180
episode 180 Sarang Penyamun
181
episode 181 Penghalang
182
episode 182 Selendang Pelangi Fey
183
episode 183 Siapa Zaya?
184
episode 184 Amukan Leo
185
episode 185 Hadiah dari Refald
186
episode 186 Misteri
187
episode 187 Pertemuan
188
episode 188 Serangan tak Terduga
189
episode 189 Perang Amarah dan Cinta
190
episode 190 Perkenalan Singkat
191
episode 191 Kenangan dan Ingatan
192
episode 192 3 Tahun Kemudian ...
193
episode 193 Cinta dan Dendam
194
episode 194 Latihan Penyempurnaan Ritual Terakhir
195
episode 195 Danau Plitvice
196
episode 196 Ritual Sebelum Pernikahan
197
episode 197 Terjebak
198
episode 198 Can You be My Girlfriend
199
episode 199 Pernikahan
200
episode 200
201
episode 201
202
episode 202
203
episode 203
204
episode 204
205
episode 205 Pengakuan Pak Po
206
episode 206 Perasaan Rosalinda Divani
207
episode 207 Jodoh dari Lahir
208
episode 208 Playboy Beraksi
209
episode 209 Aksi Ngambek Pak Po
210
episode 210 Persiapan Pernikahan Pak Po dan Fakta Mengejutkan Roy
211
episode 211 Intimidasi Roy
212
episode 212 MSS
213
episode 213 MSS 2
214
episode 214 Refald!
215
episode 215 Istirahat Sementara
216
Episode Isi Ulang Tenaga
217
episode 217 Tinggal
218
Episode 218 Siapa Kau?
219
episode 219
220
episode 220 Kepolosan pak Po
221
episode 221
222
episode 222 Persiapan
223
episode 223
224
episode 224 Amarah Fey
225
episode 225 Cara tradisional
226
episode 226 Ketukan
227
episode 227 Fey vs Refald
228
episode 228 Gambaran Masa Depan
229
episode 229
230
episode 230
231
episode 231 Permainan Refald
232
episode 232 Sunset
233
episode 233 Iblis Gumiho
234
episode 234
235
episode 235 Ungkapan Perpisahan
236
episode 236 Sudah dimulai
237
episode 237 Pasukan Refald
238
episode 238 Kembalinya pak Po
239
episode 239 Berubah Wujud
240
episode 240 Lubang Hitam
241
episode 241 Pernikahan Dadakan
242
episode 242 Pernikahan Ghaib
243
episode 243 Kabar Bahagia
244
episode 244 Berakhir Bahagia
245
episode 245 Setiap Pertemuan pasti Ada Perpisahan
246
episode 246 Gambaran Masa Depan
247
episode 247 Kenangan Masa Lalu
248
248 Kenangan Masa Lalu 2
249
episode 249 Hutan
250
Episode 250 Hadirnya Refald
251
episode 251 Takdir Leo
252
episode 252 Hilangnya Kekuatan Refald
253
eoisode 253 Takdir
254
episode 254 Datang
255
episode 255 Taruhan
256
episode 256 Kasih tak Sampai
257
episode 257 Kutukan
258
episode 257 Sidang
259
259 Kejutan dari Refald
260
episode 260 Fitnah
261
episode 261 Kena kau!
262
episode 262 Mencari Bukti
263
episode 263 Mencari Bukti 2
264
episode 264 Aku Merindukanmu Refald
265
episode 265 Beraksi
266
episode 266 Reuni
267
episode 267 forget me not
268
episode 268 Hukuman
269
episode 269 Raja Dedemit Sesungguhnya
270
episode 270 Penobatan Raja
271
episode 271 Persalinan
272
episode 272 Reyshinhard Refey Dilagara
273
episode 273 Prolog Baru
274
Episode 274 Hal Baru
275
episode 275 Aku, Seorang Putra Raja
276
episode 276 Gadis Penjaga Goa
277
episode 277 Kecemasan Refald
278
episode 278 Akulah Suamimu
279
Episode 279 Bertemu
280
episode 280 Persiapan
281
episode 281 Goa Ajaib
282
episode 282 Pernikahan Ghaib
283
episode 283 Penyatuan Jiwa yang Tertunda
284
episode 284 Rumor
285
episode 285 Gagal Kejutan
286
episode 286 Hari Patah Hati Nasional
287
episode 287 Aksi Rey
288
episode 288 Aksi Rhea
289
episode 289
290
episode 290 Indahnya Jatuh Cinta
291
episode 291 Tak Terduga
292
episode 292 Siswi Baru
293
episode 293 Perasaan Rey
294
episode 294
295
episode 295
296
Episode 296 Pangeran Mirza Anta
297
episode 297 Insiden tak Terduga
298
episode 298
299
episode 299 Salam Perpisahan
300
episode 300 Perpisahan sementara
301
episode 301 Pengumuman Novel baru dan Ucapan Terimakasih!
302
PENGUMUMAN NOVEL CETAK!
303
PENGUMUMAN 2 NOVEL BARU
304
PROMO NOVEL BARU REFALD
305
PENGUMUMAN GIVE AWAY
306
PENGUMUMAN NOVEL CETAK PUTRA RAJA
307
PENGUMUMAN NOVEL BARU PUTRA KE-2 DARI REFALD DAN FEY
308
PENGUMUMAN NOVEL BARU
309
BAB PENGUMUMAN NOVEL BYON DAN BIYANCA
310
PENGUMUMAN NOVEL BARU
311
BAB PENGUMUMAN NOVEL BARU KISAH REFALD-FEY BERTEMU DENGAN DHEA DAN DEWA
312
PENGUMUMAN NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!