Batuk,,Batuk
Setelah beberapa lama, Bai Li akhirnya bangun setelah batuk. Dia sedikit membuka matanya.
Dia masih merasa sangat lemah bahkan setelah dibius karena dia juga kehilangan banyak darah.
"Hei, kamu sudah bangun?"
Xue Lin tampak lega sambil menggosok matanya.
"Ya."
Bai Limengangguk. Dia tidak tahu harus berkata apa lagi di depan istrinya.
Semuanya terjadi begitu cepat. Mereka seharusnya bercerai, namun mereka mengalami upaya pembunuhan dalam perjalanan mereka dan sekarang mereka kembali ke rumah. Sungguh hari yang sial.
"Aku membuat kaldu ginseng untukmu, tunggu sebentar aku akan membawakannya untukmu."
Xue Lin tidak tahu harus berkata apa kepada Bai Li, dia berlari untuk mengambil kaldu ginseng dari dapur.
"Apa-apaan ini? Ini kalduginseng?"
Bai sangat pesimis dengan ginseng hitam di dalam mangkuk, dia merasa bahwa pemahamannya tentang dunia telah runtuh.
"Bukankah ginseng seharusnya berwarna kuning atau putih, kenapa ini berbeda?"
"Apa-apaan potongan hitam ini?"
"Umm, jadi...maaf, kelihatannya hangus, terlambat mengangkatnya jadi hangus."
Xue Lin menunduk malu dan ingin bersembunyi ke dalam lubang saat ini.
Ini adalah pertama kalinya dia mencoba memasak ginseng. Dia tidak memasukkan cukup air lalu dia tertidur saat ginsengnya mendidih. Makanya hangus.
"Hangus?"
Bai memutar matanya dan tidak tahu bagaimana harus bereaksi melihat hidangan di depannya.
"Bagaimana anda bisa merusak bahan yang begitu mahal? Apakah kamu bodoh?"
"Apakah aku... terlihat bodoh?"
Xue Lin memandang Bai Li, bertanya dengan malu-malu.
"Ya, benar."
Bai Li tidak tahu harus berkata apa lagi dan langsung memberinya label 'bodoh'.
Kata "bodoh" belum cukup untuk menggambarkannya, dia pantas mendapatkan kata "tidak berpendidikan."
Menatap ginseng hitam sehitam arang, seperti roda kendaraan yang terbakar, Bai Li berpikir apakah dia bisa menelannya atau tidak.
'Perceraian'
Dia tiba-tiba ingat ini adalah hari untuk bercerai. Dia tidak tahan tinggal di rumah itu secara gratis dan tidak dapat melakukan apa-apa lagi.
"Yah, aku sudah bangun sekarang. Kalau begitu, ayo kita urus tentang perceraian kita."
Bai mengerutkan alisnya dan berkata.
"Apa katamu? Bercerai?"
Xue Lin tidak begitu jelas mendengar apa yang dia katakan karena dia masih merasa bersalah tentang ginsengnya.
"Aku berkata, mari kita bercerai sekarang."
Dia mengulanginya sekalu lagi.
"Perceraian?"
Xue Lin tiba-tiba menggigil dan ekspresi rumit muncul di wajahnya yang dingin.
Pria ini meminta cerai sekarang, bukankah ini yang dia inginkan sebelumnya?
Dia telah berjanji akan menceraikan pria ini dalam tiga bulan ketika mereka sedang mengurus administrasi di Biro Pencatatan Sipil beberapa hari yang lalu.
Dia tahu dia telah menghancurkan hatinya ketika dia mengusirnya dari rumah.
Sejenak dia memikirkan kembali jalan pikirannya sendiri, itu tentang suaminya yang pergi ke spa. Karena itu, dia langsung setuju ketika pria ini mengatakan ingin bercerai.
Tapi mengapa dia tiba-tiba merasa sangat sedih ketika pria ini mengutarakan niat ini lagi?
"Sakit, sangat sakit."
Xue Lin merasa hatinya tercabik-cabik.
Dia tahu sekarang bahwa dia tidak ingin meninggalkan pria ini saat ini.
Dia tersentuh saat pria ini menggunakan tubuhnya menghadang peluru untuknya. Dia menyadari bahwa dialah yang cerewet dan selalu salah paham dengannya berkali-kali setelah pernikahan mereka.
Selain kesalahpahaman, alasan mengapa pria ini ingin menceraikannya mungkin juga karena dia terlalu bodoh.
Bagaimana mungkin seorang istri bahkan tidak tahu cara merebus ginseng, padahal itu tidak lebih sulit daripada merebus air.
Mengapa dia menginginkan istri bodoh seperti itu?
"Apakah kamu akan menceraikanku karena aku terlalu bodoh, tidak mampu merebus ginseng itu benar?"
Xue Lin bertanya dengan sedih dengan wajah pucatnya.
"Bukankah kamu sangat ingin menceraikanku? Bukankah sebelumnya kamu mengatakan bahwa kita berdua harus bercerai?"
Bai Li bertanya dengan bingung ketika dia melihat Xue Lin sedang sedih.
"Bukankah kamu seharusnya senang bahwa aku akhirnya menyetujui apa yang kamu inginkan? Mengapa kamu terlihat sangat sedih?"
"Jadi kamu menceraikanku bukan karena aku bodoh?"
"Tentu saja tidak."
"Yah... baiklah."
Xue Lin tersenyum seperti bunga yang mekar ketika dia mendapatkan jawabannya.
Bai Li menyadari istrinya terlihat sangat cantik ketika dia tersenyum.
Ada dua syarat jika mereka ingin bercerai. Pertama, kedua belah pihak harus setuju untuk bercerai karena hubungan yang dangkal, juga tidak ada emosi tentang cinta.
Kedua, mereka harus membawa akta nikah, buku kependudukan, dan KTP untuk memproses dokumen yang diperlkan.
Xue Lin telah memutuskan. Dia tidak akan menceraikan pria ini atau berpisah dengan pria ini.
Dia berencana untuk menyembunyikan surat nikahnya dan mengatakan bahwa dia telah menghilangankannya di suatu tempat sehingga mereka tidak dapat bercerai.
"Kamu sedang terluka sekarang. Makan ginsengnya dulu. Kita segera akan membicarakan perceraian nanti ketika kamu pulih."
Xue Lin mendorong bibirnya dan menyerahkan ginseng ke Bai lagi.
Xue Lin tiba-tiba kembali seperti biasanya, seorang wanita dingin ketika dia telah membuat keputusan tersebut.
Meskipun ginsengnya hangus, Bai Li harus menghabiskannya karena ini adalah pertama kalinya Xue Lin memasak untuknya, sebagai seorang suami.
"Ratu es yang dingin?"
Bai menutup mulutnya ketika menghadapi wanita acuh tak acuh ini yang memancarkan perasaan dingin.
Dia tidak percaya wanita ini benar-benar bisa beralih dari beruang ganas beberapa waktu lalu, sekarang menjadi ratu dingin segera.
Tidak bisa dideskripsikan, acuh tak acuh dan arogan adalah deskripsi terbaik untuk Xue Lin saat dia dalam kondisi alaminya.
Bai Li menahan perutnya sambil terus memakan ginseng yang hangus itu, sambil memperhatikan perubahan sikap ratu yang kejam ini.
"Ginseng ini... sangat menjijikkan."
Bai bersumpah demi Tuhan bahwa ginseng ini adalah hal terburuk yang pernah dia cicipi dalam hidupnya sejauh ini. Istri yang dingin ini adalah koki yang 'brilian'.
Namun, ginseng itu tampaknya bekerja meskipun rasanya sangat tidak enak.
Bai merasa tubuhnya mulai memanas tepat setelah dia menghabiskan ginseng tersebut. Lukanya tidak terlalu sakit sekarang, sementara wajahnya mulai berubah warna. Dia bahkan tidak merasa pusing lagi sekarang.
Dia bahkan bisa berdiri sekarang.
Tidak diragukan lagi, dia bisa saja mendapatkan semua energinya kembali dalam satu hari dengan kecepatan pemulihan ini.
* Telpon Berdering
Seseorang menelepon Xue Lin. Dia mengangkat telepon setelah melihat itu adalah panggilan dari Wanqiu Xia.
"Direktur Xia, ada apa?"
"Bos, Perusahaan Chen telah datang dan mereka ingin mendiskusikan kesepakatan 30 juta dengan kita."
"Aku ingat kamu yang bertanggung jawab atas masalah ini, kan? Kamu bisa mengambil alih hal ini."
"Tapi bos, mereka mengatakan kepada kami bahwa mereka harus mendiskusikannya dengan anda secara pribadi. Jika tidak, mereka akan mencari perusahaan lain untuk negosiasi."
Xue Lin menutup telepon dengan dingin.
"Istirahatlah di rumah, Direktur Xia telah menelepon saya dan saya harus pergi ke perusahaan sekarang. Ada hal mendesak."
Xue Lin berkata dengan kilatan rasa bersalah di matanya dan segera meninggalkan rumah.
Sejujurnya, dia telah berencana untuk mengurus Bai Li di rumah hari ini, tetapi dia tidak punya pilihan karena dia harus pergi untuk bisnis besar ini.
"Apakah istriku yang dingin baru saja memberitahuku ke mana dia pergi?"
Bai terkejut saat melihat Xue Lin pergi.
Beberapa hari yang lalu, Xue Lin selalu mengabaikannya dan tidak akan pernah memberi tahu dia ke mana dia akan pergi bahkan jika dia pergi ke perusahaan.
Ini adalah pertama kalinya dia memberi tahu kemana dia akan pergi. Sungguh keajaiban!
Haha
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Junaedi
sedap
2021-09-13
1
takmautau
lanjutkan
2021-09-04
2
Deni Bian
kmen
2021-08-26
2