"Ikut saya..."
"Kemana pak?"
"Kemana?" Lho kok dia balik nanya sambil mikir."Hmm...nyari pancake, ngobrol. Gak ngobrolin kerjaan. We have enough already, ayo cari tempat ngobrol..." Ngobrol sama kucing persia tadi kayanya lebih panjang.
"Tadi si Michelle ngajak ngobrol pak. Nanti ketahuan sama dia Bapak boong. "
"Dia annoying, nambah stress saya. Ga pa pa dia tahu malah bagus, dia sadar..."
"Penggemar bapak ya pak."
"Yeah, kind of...."
"Cakep pak, cakepan dia dari si cempreng." Si boss nyengir doang. Gue natap sedih novel gue yang masih setengah gue baca. Kenapa si boss harus ngajak ngobrol. Ya udahlah ada utang budi sama dia gue kemarin pas gue yang mewek-mewek.
"Cantik dan tampan bukan syarat yang cukup buat starting a relationship. Don't you think so..."
"Hmm, saya rasa hanya sedikit orang begitu pemilih seperti Anda Pak." Dia ketawa.
"Sana aja, ... " Dia nunjuk restoran Jepang fine dining.
"Gak mau pak, itu kan fine dining. Sono aja,..." Gue nunjuk Italian restaurant di sebelahnya.
"Fine..."
Ngobrol ama boss? Did I get it to much involving on private area now? Dia yang ngajak. Ya udahlah yah, gue gak ngejar dia kok... Dan jangan nanya macem-macem aja.
"Masih ngelamunin bekas pacar yang gak jelas itu?"
"Gak, ngapain mikirin dia. He soo over... dead already." Si boss senyum-senyum wae. Astaga senyumnya. Even gue udah punya tameng anti silau sama senyumnya, gue mikir kalo gue punya pacar seganteng dia bakal susah jaganya. Makan ati kali ya tiap hari bayangin ada yang flirting gak sama dia.
"Ayo pesen." Waitress nya udah nunggu disamping.
"Ini dibayarin ya pak?" Masih **** nanya dulu. Kali dia lagi kere mau nge charge gue.
"Gak you yang bayar..."
"Yah udah es teh gak pake gula mba...." Mba-nya sampe bengong. Warteg kali. Si Kuya cuma ngakak doang.
"Cepetan pesen yang bener. Sorry mba dia lupa makan obat tadi. Belum konek..." si mba mesem- mesem sama boss sambil terpesona ama suaranya yang nge bass.
"Chicken Caesar Salad, Grilled Salmon, Mandarin Mojito, Pancake Ricotta and Rashberry. Udah mba ..."
"Abis?"
"Ha?!"
"Kamu abis makan segitu ...."
"Abis. Gak boleh pesen segitu banyak pak? Bayarnya pisah aja pak..."
"Maksud saya kalo pesen jangan buang."
"Abis kok pak...." Dia belum tau didepannya perut karet. Lagian tadi spagetti belum gue makan setengah gue laper boo.
"Oke, mba saya Nacho Bolognaise dan Mandarin Mojito, Mille Crepe Tiramisu...." Lahh boss gue cuma pesen appetizer ama dessert.
Mojito is a minuman traditional Cuban . Resep aslinya, mojito adalah cocktail yang berisi lima bahan dasar white rum, sugar, lime juice, soda water, and mint. Tapi resepnya bisa dimodifikasi bukan hanya pakai lime tapi juga jeruk yang lain
••••••••••••
"Gak makan pak, saya jadi makan sendiri dong...."
"Saya setengah kenyang."
"Kamu bukan asli Jakarta kan..."
"Saya, bukan saya anak perantau. Saya lahir di pulau Laskar pelangi."
"Ohh, I see... "
"Pernah kesana?"
"Pernah sekali. Pantainya bagus. Beberapa tahun lalu pernah ada proyek besar disana, owner projectnya pernah ngundang kita disana..." Gue gak inget, berarti bukan gue yang incharge sama projectnya. Lagian selama ini gue memang lebih sering nanganin tengah ama timur.
"Disini tinggal sendiri..."
"Kadang ada adek cewe saya pak, tapi dia masih kuliah kebanyakan di kos dekat kampus."
"Berapa saudara?"
"Tiga, saya ada kakak cowo satu. Di Jakarta juga..."
"Ohh..." Kok ini jadi interviews latar belakang keluarga ya.
Gak lama kemudian itu jadi ngomongin objek wisata di daerah gue dan kemudian makanan kita datang. Dan gue udah laper...
"Makasih traktirannya pak..." Gue mau nyebutin bahasa korea kaya kemarin tapi gue lupa depannya yang gue inget cuma kamsamida nya doang.
"Hmm, ayo makan..." Baru tiga suap ngabisin salad gue ketika tiba-tiba.
"Kevin sayang..." What the ****! Another girl? Ternyata penggemar boss gue dimana-mana. Oh my Godness! Kali ini gue tetep makan. Gue laper, bodo amat!
Gue noleh juga buat liat, kali ini tipe cewe-cewe rambut bleach blonde, pake jeans sobek, atasan warna gelap bold, bodynya bagus banget. Hufft cakep semuanya penggemar boss...
"Cecil, hei..." By the way, I wonder with all of this girls, he maybe can do a hareem. Absolutely.
"Wahh siapa nih kita belum kenalan..." Langsung kepo sama gue. Kali ini gue gak jawab nunggu boss aja.
"Cewe gue, kenalin. Renata..."
"Uhuk ..." Sampe keselek. Gue liat bos yang senyum-senyum wae. Gue mendelik. Si boss cuma naikin alisnya kaya sinchan.
"Cewe lu. Serius lu..."
"Serius lah kapan gue becanda." Gue butuh minum sekarang.
"Hai gue Cecil,..."
"Hai Renata..." Dia menilai dari atas kebawah. "Makan ya, lagi laper nih. Mau ikutan makan..." Ahh sebodo amat deh gue dijadiin tameng ama boss. Kemarin dia gue jadiin tameng juga sampe dikatain barang import. Bales budi aja.
"Emang boleh?"
"Engga, sorry ini date kita." Gue nyengir, boss spaneng karena gue nawarin cewe makan.
"Kapan jadiannya, kapan terima undangan nih gue..." Ihhh apaan coba. Napa sebelum janur kuning melengkung masih ada kesempatan ya.
"Ya ditunggu aja..." Boss anteng doang jawabnya.
"Ya udah, kebetulan ketemu ama boss ganteng ini. Mau say hello aja, kapan-kapan gabung di gathering ya Kev. Udah lama lu gak dateng.Gak ada lu gak seru..." Masih coba usaha.
"Iya,... see you."
"Oke, see you. Bye Ren..." Kali ini cewenya tau diri. Cepat juga ngilangnya.
Gue ngelanjutin makan seakan gak terjadi apa-apa.
"Secret admirer-nya banyak banget ya pak..."
"Hmm... mereka annoying." Gue ketawa doang.
"Kenapa annoying pak, bukannya itu kinda blessing."
"Girls like that mean someone who need attention. They constantly need to be treats like they are princess. How you could say that be a blessing."
***Gadis-gadis seperti mereka berarti seseorang yang butuh diperhatikan. Secara konstan mereka membutuhkan diperhatikan seperti seorang putri. Bagian mana itu bisa disebut anugerah.*
"Itu kan biasa pak, cewe butuh perhatian..."
"Saya tahu tapi bukan mengemis seperti itu. Hanya orang yang berhak menerimanya yang bisa meminta seperti itu..." Yah si boss namanya juga mereka usaha buat dapat perhatian si boss.
Gue senyum doang. Kasian juga tuh cewe-cewenya. Pada ngarep sih ya. Abis muka artis gitu bikin semua cewe otomatis melting.
"Ya sudahlah pak, saya laper. Ini hari libur... mari kita makan saja. Urusan jodoh-jodohan mari juga liburkan pak. Sebodo amat sama cinta-cintaan memusingkan bikin sakit hati itu. Tanpa lawan jenis saya juga hidup bahagia. Cheer pak." Gue angkat coktail gue. Dia senyum doang, tapi angkat gelas juga.
"Cheers..."
Yup, sebodo amat ama cinta.
Seperti kata Cu Pak Kai, dari dulu begitulah cinta, deritanya tiada akhir.
Masih ingat dengan Pat Kai? Karakter manusia *** ini kita kenal lewat serial Journey to the West, atau di Indonesia lebih populer dengan judul Kera Sakti. Cu Pat Kai, bersama kakak seperguruannya Sun Go Kong, dan adik seperguruannya Wu Ching, menemani guru mereka Tong Sam Cong mencari kitab suci ke wilayah "Barat".
Pat Kai dulunya merupakan Panglima Tian Feng yang memimpin seribu pasukan langit. Belum lama diangkat jadi panglima, dia bertemu dengan Dewi Bulan bernama Chang E. Gagal menyelamatkan Chang E yang terjatuh ke istana langit, Tian Feng mencoba berbagai cara agar dia Chang E membalas cintanya. Salah satunya adalah menerobos roda waktu untuk kembali pada masa ketika Chang E jatuh supaya Tian Feng bisa bergegas menyelamatkannya.
Sial baginya, perjalanannya kembali ke masa lalu justru membuatnya melukai pasukan langit lainnya. Sebagai akibatnya, dia dihukum menjalani 1000 kali reinkarnasi, yang masing-masingnya dia akan merasakan penderitaan cinta*.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 349 Episodes
Comments
Arita Dhamayanti
jomblo tp happy 😁
2024-03-13
1
gian rasyid
🤭🤭🤭emang gitu yaa.....mending jomblo yaaa....bebas mo ape aja...kerja seharian juga gak ada yg marahin
2023-09-23
0
Eny Lurie
Eh ..ada Sun Go Kong segala dimari wkwkwk ..
2023-08-19
0