Tiga minggu gawe ama boss! Ini pertama kali ini gua nyebut dia kuya karena dia kasih gue kerjaan ajaib.
"Jalan samping saya, jangan dibelakang. Nanti kalau ada cewe ngedekati saya block saja, saya sedang gak mau diganggu malam ini, bilang saja kamu pacar saya. Saya kesini cuma mau ngobrol sama yang lain." Gue cuma mingkem dan ngangguk. Shock!
Kuya! Jadi ini tugas assisten pribadi? Jadi bodyguard terselubung.
Ren! 20juta Ren! Pasrah... Oke, let's do it! Siapa berani deket-deket boss gue singkirin. Tunggu dulu, ini kan acara gathering resmi, emang ada yang berani? Gua diajak kemana sih?!
Dan ternyata...gua baru tahu jawabannya saat masuk ke sebuah hotel bintang lima dibilangan Setiabudi Jakarta Selatan. Gua pikir ini akan jadi gathering biasa, makan-makan dan ngobrol ala boss. Tapi si pemilik event rupanya menjadikan ini lebih menarik, this is a rooftop Japan fine dining restaurant with drinking bar plus hot woman gathering hosting. This social party is definetely accused for male attendant.
Cewe-cewe impor jadi semacam penyambut tamu selain tuan rumah berkeliaran di gathering mewah ini, dari amoi ampe mulus ampe bule pirang semuanya punya dress code khusus "baju strapless ketat". Apa boss gak salah ngajak gue kesini. Hadeeeuhh!
Ganguan pertama datang lebih cepat dari yang gue duga. Seorang amoi dengan baju merah menyala tiba-tiba nemplok di sofa sebelah boss gue yang sedang bicara sama kolega yang lain.
"Laopan Kevin, ni hau..." ni hau ( baik-baik tidak) itu diucapkan dengan tangan dan dada langsung nempel, dan bibirnya langsung cium pipi bos gue. WTF, gue langsung melotot.
"Hau lah, Zhang Yi, pu yau wen wo. Tha shi wo de nuren." Artinya baik, Zhang Yi, jangan cium saya. Ini ada pacar saya. Itu kata boss gue.
Gue tambah melotot ke tuh cewe yang masih nempel sambil ngelus-ngelus lengan boss gue tanpa rasa bersalah.
"Ai she she, tā de yī fú yǒu diǎn tǔ..." chǒu bā guài..." Ehhh cewe kurang ajar ini! Dia pikir gue ga ngerti apa yang dia omongin. Dia lagi ngeremehin gue. Terserahlah, baju dia keliatan kuno banget, norak.. , kita-kira gitu arti kalimat dia, karena gue emang pakai baju hitam sopan gak kaya dia ketat sana sini. Esmosi!Ehh Erosi! Cewe gatel! Gue langsung cerocosin balik.
"Nǐ zhè ge huā xīn dà luó bo! Xià cì bù yìng gāi nà yàng biǎo xiàn, Qù nǐ de!" Artinya kira-kira Lu tukang rebut sialan. Jangan sembarangan ngomong. Pergi sana!' suara gue tinggiin, gua ngomong pake ekspresi melotot, cewe itu kaget, kayanya dia gak nyangka gue tahu apa yang dia omongin. Pak Kevin dan dua orang koleganya yang duduk langsung ketawa ngakak.
"Qu ni de Zhang Xi, .... " Boss gue setelah puas ketawa akhirnya minta dia pergi juga.
"Tui pu chi, suan le ba mei mei... " Maafkan saya, kita lupakan saja adik. Akhirnya dia minta maaf dengan suara dilembut-lembutkan dan pergi juga. Cewe itu yang paling kurang ajar, yang lainnya tahu diri saat Pak Kevin bilang gue pacarnya, ga ada yang berani kurang ajar nemplok-nemplok sembarangan.
"Saya gak tahu kamu bisa Mandarin juga..." Pak Kevin akhirnya penasaran karena gua ngomong Mandarin. Kasar lagi bahasanya!
"Saya tahu dikit-dikit Pak. Bukan bahasa formal, lebih banyak umpatannya karena belajar dari film." Gue ngeringis lebar. Ngerasa bersalah dikit karena pertama kali gua ngomong sekasar itu sama orang. Tapi cewe tadi emang ga sopan.
"Hahaha ... bagus! Kamu bisa diandalkan. Nilai plus karena kamu mengerti Mandarin. Itu bagus. Mereka kadang memang sedikit seenaknya."
Sebuah telepon masuk saat kami dalam perjalanan pulang. Pak Kevin ngerutin alisnya lihat siapa yang telepon. Menghela napas panjang dan gak diangkat. Tapi tetap bunyi.
"Ren, buat cewe ini ga nelepon lagi. Bilang kamu partner saya. Saya cape ngadepin pengejar seperti ini." Di layar telepon tertulis nama Sisca, cewe yang ke kantor kemarin kah. Ini private matternya boss yang harus gue tanganin juga.
"Halo, siapa ini... "
"Ini siapa? Mana Kevin, saya ingin bicara sama Kevin?"
"Kamu siapa, kenapa malam-malam telepon Kevin, saya pacarnya. Apa perlu apa?"
"Pacar?! Emang Kevin punya pacar! Kamu pasti cewe ga bener, ngapain pegang handphone Kevin, saya mau bicara sama Kevin." Ehh ... ehh. Maen bilang gua cewe ga bener lagi.
"Kamu yang ga bener, kamu Sisca kan, seenaknya saja ganggu pacar orang. Jangan telepon Kevin lagi, dia sudah pernah cerita kamu ga tahu malu kejar-kejar dia. Punya harga diri dong jadi cewe! Ga malu apa orang gak suka sama kamu tapi tetep kamu kegatelan." Woow! Mulut gue pedes banget yaaa.
"Tutttt ..... " langsung putus.
"Putus Pak..." Gue kembaliin handphonenya langsung.
"Tugas seperti ini adalah bagian kamu juga karena kamu assisten saya. Untuk Sisca jelas, hindarkan dia dari saya. Tapi jangan terlalu kentara saya yang langsung menolak dia. Dia tipe gak kan nyerah sampai dapat undangan." Wow! Mengagumkan.
"Siap pak."
"Sisca Melia, Jessica Winata, Maria Zhang, blok semua telepon dan kehadiran mereka dari saya jika mereka datang atau telepon ke kantor." Boss gue yang tajir ini banyak penggemar. Ga heran sih. Ganteng, kaya. Siapa yang ga kelepek-kelepek.
Tapi gue engga! Gue akan teguh pada iman gue. 20 JUTA!
"Iya pak." Gue langsung nyatet nama-namanya di handphone. Abis ini, kayanya gue harus sedia hansaplast di tas gua. Takut dicakar "kucing garong". Hansaplast murah kok, ceban dapet 5. Ya oke lah, buat 20 juta. Hiks... nasibmu nak.
"Dan satu lagi, ... " gue langsung noleh ke boss. "Jangan sebarkan masalah pribadi saya ke orang kantor. Tutup mulut kamu jika saya mendengar kamu menyebarkan satu macam omongan tentang saya. Kita End."
"Iya pak, saya bisa dipercaya." Langsung ngejawab saya. Mana berani gue. 200 juta itu pedih Jenderal... Bangkrut!
Sejak itu, gue dikenal sebagai penghandle urusan pribadi boss. Dan gak jarang cewe-cewe itu nelepon atau muncul di kantor. Mba Dewi reception malah sudah hafal apa yang harus dilakukan kalo cewe-cewe itu dateng, disuruh ke atas dan biarin gue jadi bantal samsak. Pasang badan!
Dari tipe preman, sampe tipe baek-baek, suka bawa sogokan gue ladenin. Dan busyet mereka gigih dalam usaha mendapatkan boss gue. Dan gue tidak akan mengenal kata nyerah jadi samsak.
"Gue males ketemu lu. Mana Kevin." Kedua kalinya Sisca dateng ke meja gue, kali ini sambil bawa anjing pom-pom, bikin gue ngeper digigit ama anjingnya,udeh suntuk rabies belum tuh dan sekarang ga pake basa-basi lagi karena udah sering gue kadalin di telepon.
"Pak Kevin lagi ga ada dikantor Non... " Bos gue ada kok, nohhh ... lagi meeting di ruangan sebelah.
"Lahh boss lu pergi kok assitennya disini."
"Iya Non, saya gak disuruh ikut."
"Gua tunggu disini aja, ampe dia balik." Ehhh busyet, nih cewe. Maen nemplok aja, di sofa depan gua.
"Maksud saya, Pak Kevin sedang di Singapore Non. Besok malam baru balik. Coba Non telepon saja."
"Ngomong dong dari tadi. Ihhh kamu... " gue nyengir sambil langsung ngetik ama bos update situasi ada Sisca. Uda kaya "partner in crime" maen kucing-kucingan ama cewe.
Boss gue emang bad ass, bad boy, cold CEO kata novel-novel. Tapi dia pernah menikah lhoo, duda keren istilahnya. Tapi yah, you know namanya duda, gua ada sesuatu yang perlu dipertanyakan kenapa di bercerai.
Tapi no, gue gak pernah bertanya secara lancang urusan pribadi dia sampai saat ini dan dia pun gak pernah terbuka soal personal sama gue selama tiga bulan sampai sekarang gua kerja sama dia. Gue lakuin secara penuh tugas-tugas gue, tapi gak melewati batas gua sebagai assisten.
Dan selama tiga bulan ini gue berhasil melakukan semua dengan baik. Entah perkerjaan kantor atau personal dengan profesional.
Dan sepertinya Boss gue cukup puas dengan kerjaan gue sampai saat ini. Dan ini bulan terakhir penilaian gue. Akhirnya 20 jutaaaaaa. Come to Mama!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 349 Episodes
Comments
Annisa
sudah ga ke hitung berapa kali baca novel ini. ga pernah bosen walau diulang ulang bacanya
2024-10-17
0
Besse Winda
20 jt🥰
2024-07-15
2
Arita Dhamayanti
yeeees bagi-bagi ren 20jt ny 🤣
2024-03-12
0