"Jadi assisten pak Kevin?" Gue garuk-garuk kepala, udah ngeri duluan denger kalimat Pak David.
"Iya...! Udah 3 sekretaris baru cuma tahan sebulan, ga lolos masa percobaan. Tadi rapat pak Kevin ngomel ke HRD manager, akhirnya HRD minta admin project yang sudah pengalaman, karena sekertarisnya Pak Kevin banyak berhubungan dengan deal project."
"Terus kenapa saya Pak? Saya ga pernah jadi sekertaris Pak,...gelar saya SE lho Pak." Gue lulusan cumlaude SE di salah satu universitas negeri di Indonesia. Jelas gue gak mau. Jantung gua terlalu berharga buat ngedengerin omelannya tiap hari. Bisa pendek umur gue. And gue udah 'pewe', aman, damai, sejahtera sama posisi supervisor di bagian ini.
Bos besar kantor ini. Kevin Wijaya. Ditakuti, disegani mayoritas penghuni kantor ini. Direktur Utama punya sumbu pendek, kebiasaannya sering marah-marah sudah tersohor. Tapi mungkin karena itu orang dikantor ini kerjanya terkendali. Zero tolerance for kerja lemot, kerja semberono, even office boy bisa langsung dipecat langsung kalo ada sesuatu yang dilihat Pak Kevin tidak dikerjakan dengan benar.
Yang berani ngadepin dia cuma kepala bagian, manager-manager yang rata-rata sudah punya mental baja disini. Dan Pak Hendi, assisten lamanya yang sekarang dipromosi ke kantor pusat Group mengurus perusahaan baru. Entah kenapa gue yang dijadikan korban sekarang.
"Karena mayoritas bagian ini cowo. Cuma lima orang cewe. Liana ama Anna baru masuk belum lama, Ella udah merit. Tinggal kamu ama Siska, Siska kurang memenuhi kriteria. Pilihannya tinggal kamu!" Pak David nunjuk-nunjuk ke gue yang udah ngerut di kursi udah hopeless ga ada harapan.
"Yah....Pak tega amat nunjuk saya. " Jangan heran gue bisa ngomong kaya gini ama manager gue. Pak David atasan paling cincai yang pernah gua temuin. Kondisi departemen ini adem ayem, semua penduduknya sejahtera, kerja terkendali karena Pak David gak pernah sok bossy, tapi ngerangkul kita-kita sebagai bawahannya.
"Gajinya 20juta, kalau kamu bisa lewat tiga bulan dan diangkat jadi assiten tetapnya." Badan gue langsung auto tegak dari kursi.
"Haaa? Berapa pak?" gue perlu 'jeli' kalo masalah duit, perlu dipastikan sekali lagi!
" Dua... Puluh... juta ..." kali ini dengan di spell lambat-lambat.
"Dua puluh ...dua puluh ...." kali ini gue yang kaya orang **** ngulangi kata-kata itu. Busyettt. Otak gue langsung ngitung. Lumayan banget. Cicilan + maintenance apartment 5 juta, makan irit 3 juta masih nyisa 12juta per bulan. Belum termasuk THR dan bonus tahunan. Wow. Berapa berat beban kerja dua puluh juta? Itu hampir setara dengan gaji Manager ?
"Dua puluh juta ... deskjobnya apa pak?" Gue curiga sama "range of responsibility" gaji sebesar itu.
"Hmm...itu nanti Pak Andre yang jelasin. Pak Kevin itu gak seseram yang kalian bayangkan. Cuma karena dia sering ngomel saja auranya begitu, dia bukan orang sabar menunggu intinya. Saat kamu kerja sama dia kamu sudah harus punya platform tugas tetap, nanti kamu bisa minta Pak Andre buat bimbing kamu. Karena boss sudah marah-marah , Pak Andre akan turun tangan train kamu." Gua masih diem, lagi ngitung duit dikepala gue.
"Oke Ren? Nanti kamu kasih tugas kamu ke Liana, ajarin dia dalam tiga hari ini. Selasa kamu sudah dibawah Pak Andre." Ini demi dua puluh juta. Gue akan menghadapi medan perang bersalju penuh onak dan duri didepan. My epic story started today! Coba lo bayangin gue as Xena lagi pegang pedang, rambutnya berkibar-kibar ditiup angin. #Tsaaahhhh #MyBrain is suffer_PsychologicalDamage
"Oke pak..." matilah gue maen oke-oke aja.
Dan dimulailah petualangan gue.
---------
Gue kerja disebuah perusahaan skala nasional di bidang kontraktor, sewa dan jual beli alat-alat pertambangan, konstruksi dan migas. Cabang perusahaan gue tersebar di empat pulau di Indonesia dengan ribuan karyawan bernaung dibawahnya.
Kevin Wijaya. Direktur Utama (CEO) dan juga salah satu pemegang saham perusahaan ini. Umur 37. Widowed alias Duda! Hehehe.... available stock right now, tapi gak bisa dikeluarin metode FIFO**.
Ruang kerja di lantai delapan lantai tertinggi gedung ini adalah ruang kerja gue. Ruang gue didepan ruangan boss. Satu lantai yang sama dengan bagian keuangan. Ruangan boss dan ruangan gue dalam satu cluster khusus dengan sekat kaca futuristik dengan kantor bagian keuangan didepannya. Lantai ini benar-benar paling bonafid, mengkilap, dengan desain interior apik dan tertata. Karena juga difungsikan sebagai 'company pride' karena semua tamu boss pasti naik kelantai ini.
Meja dan ruangan gua adalah sebuah ruang dan meja reception besar lengkap dengan apple personal computer dan futuristik dengan dekor elegant minimalis didominasi warna putih dan hitam. Ada satu set meja dan sofa berwarna hitam besar untuk tamu menunggu yang sudah disetujui pak boss. Ruang meeting dengan kapasitas 50 orang disampingnya. Semua yang ke meja boss harus filter ke meja gua dulu.
Pak Andre assisten bos yang gantengnya kelewatan ini sekarang didepan gue. Ini assiten boss adalah 'vitamin A' buat cewe-cewe dikantor ini. Sayang dia pindah kerja! Mata jadi bening karena pemandangan bagus, ngomongnya juga teratur, suaranya deeply manly ngebass. Adem! Can you imagine how perfect is that!
Proposal dan kontrak project emang sudah tugas gue. Yang ribet cuma nanganin email bisnis boss yang emang banyak. Schedule boss. Nangani supplier rentetan email untuk suplier utama alat dari luar. Memastikan laporan mingguan siap untuk meeting internal. Notulen rapat. Dan ***** bengek arsip surat atas nama boss.
"Harusnya bisa pak, saya tinggal penyesuaian ke pak boss." gue ngangguk-nganguk kaya orang pinter.
"Pak Kevin kalau ngomong memang keras, itu pembawaan dia. Kamu tidak boleh anggap sebagai teguran pribadi, setelah dia selesai ngomel dan kita jalanin apa yang dia mau. Semuanya akan biasa lagi." petuah nih, anggep aja tuh boss speaker bazooka, ngomongnya emang gitu. Noted!
"Pak, ada kebiasaan boss yang harus diperhatikan gak." Pak Hendi berenti sebentar sebelum ngejawab pertanyaan gue. Gue mulai curiga kenapa dia mikir dulu.
"Ehmm ... nanti kayanya Pak Kevin yang akan kasih tahu kamu langsung. Yang mungkin saya bisa kasih tahu, boss agak gak perduli soal waktu kerja. Artinya kamu minimal harus bawa file kerja kamu kemana-mana walaupun kamu sedang gak kerja. Minimal kamu harus bawa notebook kamu kemanapun." Gua sudah duga bagian yang ini, uang dua puluh juta punya tanggung jawab berat.
Dan bener nih, ada sesuatu yang gak beres dibelakangnya. Kurasa jabatan assiten ini juga mengurusi soal pribadi boss. Diotak gue mulai ada banyak macem pikiran sileweran.
"Satu lagi!" tiba-tiba si ganteng ini ingat sesuatu.
"Apa pak?"
"Siapapun yang ngaku pacarnya boss, dilarang masuk menemui boss. Lakukan 'APAPUN' untuk memastikan aturan itu berjalan!" dia ngomong 'apapun' pakai penekanan!
"Ehhh...!?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 349 Episodes
Comments
gyu_rin
konsep nya jadi sekertaris sekalian pembasmi cewe gatel kang halu ya 😭
2024-10-26
0
кαℓєм😌𒈒⃟ʟʙᴄ
sepertinya seru nih😊
2024-09-26
1
Besse Winda
mbak othor keren sekali, bisa latar jepang, itali, apa lg indo🥰
2024-07-15
1