Huang tian pergi tanpa kembali malam itu, sementara jiang
yuan dan yu’er menikmati malam panjang penuh dengan cinta berdua.
Besok pagi nya di halam dekat ruangan jiang yuan.
Jiang yuan menikmati udara pagi yang segar dan matahari pagi
yang hangat.
yu’er memijat tubuh jiang yuan.
“ahh..., inilah hidup, hari-hari bahagia bersama orang tercinta
adalah tujuan ku. Sebagian orang mungkin ingin secapat mungkin mencapai puncak
kultivasi, tapi sering sekali mereka tidak mampu merasakan kebahagian. Kehidupan
debu merah terkadang jauh lebih baik daripada kehidupan ke abadian” jiang yuan
berfikir sambil membayangkan kehidupan nya.
“yu’er bagaimana kalau kita berkeliling kota ?” jiang yuan
bertanya pada yu’er.
“hmm, kemana saja saudara yuan pergi yu’er pasti akan ikut”
yu’er mengganguk setuju.
Kemudian mereka pergi berkeliling kota.
Sepanjang jalan banyak orang yang memperhatikan mereka.
Penampilan yu’er yang cantik dan menawan sedangkan jiang
yuan dengan rambut outih nya yang mencolok terlalu kontras yang menjadikan
mereka sebagai pusat perhatian.
Jiang yuan dan yu’er cuek saja dnegan tatapan orang di
sekitar nya.
Jiang yuan akhirnya berhenti di sebuah bangunan bernama
Paviliun aroma mimpi.
Begitu mereka masuk pelayan menghampiri mereka.
“tuan pelayanan seperti apa yang ingin anda ingin kan ?”
pelayan itu bertanya.
Jiang yuan melirik sekitar kemudain dia menjawab “berikan
saja ruangan khusus yang tenang serta bawakan arak yang paling bagus dari
tempat ini”
Pelayan itu segera memimpin menuju ke ruangan khusus,
pelayan itu juga pintar menilai. Dari pakaian dan postur pelanggan yang datang
kali ini pasti ikan besar. Pelayan itu
befikir dalam benak nya.
Begitu mereka tiba di dalam ruangan jiang yuan segera
mengambil tempat duduk di dekat jendela dan yu’er berada di depan nya.
“tuan dan nyonya tunggu sebentar beberapa saat. Makan dan
minuman akan segera di antar”
Pelayan itu setelah mengantar pergi untuk melapor dan
menyiapkan pesanan.
Saat jiang yuan dan yu’er memasuki ruangan ada seorang pria
di lantai dua yang memperhatikan mereka sejak mereka masuk ke dalam bangunan.
“tuan muda, wanita sangat cantik belum ada kecantikan seperti
itu di kota ini terlihat sebelum nya” seorang antek berbicara kepada seorang
pemuda yang sedang menikmati arak.
“undang dia ke dalam ruangan ini, katakan saja aku
mengundang nya” pria itu memberi perintah.
Segera antek itu bergerak menuju ruangan jiang yuan.
Orang-orang di sekitar melihat antek itu berjalan menuju ke
ruangan jiang yuan tidak bisa berkomentar.
“sayang sekali, sepertinya pasangan itu akan sial”
“bukan kah itu wang hu, seorang antek di sekitar Lin cao. Sepertinya dia berjalan ke arah ruangan nona
cantik itu”
“ugh, sungguh sial mereka harus bertemu lin cao”
Orang-orang di sekitar berdikusi melihat wang hu berjalan
menuju ruangan jiang yuan.
Jiang yuan yang sedang berbicara dengan yu’er di kejutkan
dengan kunjungan wang hu yang mendadak.
“nona,perkenalkan aku wang hu orang terdekat tuan muda lin
cao. Tuan muda lin cao mengundang anda di ruangan nya”
Wang hu mengundang yu’er langsung tanpa melihat jiang yuan
di samping.
Yu’er dan jiang yuan saling memandang.
“pergi jangan ganggu kami” jiang malas menanggapi mengusir
wang hu langsung.
“kau siapa, aku mengudang nona ini bukan dirimu. Jadi diam
saja disitu” wang hu galak membalas perkataan jiang yuan.
Di kota ini siapa yang tidak berani menghormati nya?. Dia adalah
antek lin cao nomor 1.
Lin cao sendiri adalah adik ipar dari tuan muda kota.
Jiang yuan kesal karena sikap wang hu yang sembrono,
kemudian tanpa banyak bicara menggunakan tekanan aura nya untuk mengusir wang
hu.
Boom!
Wang hu tercampak dan tidak sadarkan diri terkena aura jiang
yuan.
Begitu wang hu tercampak dan menabrak dinding orang-orang di
sekitar terkejut.
“sial, begitu galak”
“sepertinya suasana akan ramai”
“akan ada pertunjukan menarik”
Suasana yang tadi nya ramai menjadi hening sesaat kemudian
kembali ribut melihat wang hu yang sudah tidak sadarkan diri.
Beberapa saat kemudian lin cao datang mengunjungi ruangan
jiang yuan.
“dua orang, kenapa begitu kasar ?” lin cao bertanya kepada jiang
yuan dan yu’er.
“terus kenapa ?” jiang yuang menjawab tanpa menatap lin cao.
Lin cao yang di perlakukan seperti itu kesal dan marah.
Di kota ini belum ada yang memperlakukan nya speerti itu. Setiap
orang yang bertemu nya selalu menghormati nya.
“bukan kah kau harus memberi penjelasan padaku ?” lin cao
berkata galak.
Jiang yuan menatap lin cao “penjelasan seperti apa mau mu ?”
Melihat tanggapan jiang yuan, lin cao tersenyum menanggapi.
“ku beri dua pilihan, pertama ikut aku menuju lin mansion atau yang kedua biarkan
nona ini menemani ku satu malam”
Mendengar perkataan lin cao, jiang yuan sudah sangat marah.
Yu’er adalah belahan hati nya dan orang ini meminta yu’er
menemani nya. Bukankah ini sama saja mencari mati.
“dua orang bagaimana ?” lin cao sudah menatap tubuh yu’er
dengan rakus.
Dia tidak peduli sama sekali sama wang hu yang sudah tidak
sadarkan diri. Wang hu tidak lebih di jadikan alasan untuk meminta kompensasi
pada jiang yuan.
“kenapa banyak sekali orang terbekalang mental di dunia ini”
jiang yuan yang sudah marah berguman.
Swishh!
Jiang yuan memadatkan energi spiritual di jari nya kemudian menjetikan nya ke arah lin cao.
Lin cao tanpa sadar merasa tubuh nya lemas tiba-tiba.
Kemudian dia melihat dada nya, ternyata dada nya sudah
bolong.
“aku, aku....” lin cao yang bingung kenapa dada nya bolong
tergagap perlahan jatuh dan mati.
Aaaahhhh!
Terdengan teriakan dari beberapa teriakan antek lin cao.
“kau sudah selesai, tuan muda lin cao adalah adik ipar tuan
xia wei” seorang antek berteriak ke arah jiang yuan.
“berisik!” jiang yuan betriak menggunakan energi spritual.
Para antek semua tercampak terkena serang suara jiang yuan.
“yu’er, sepertinya sudah tidak cocok untuk menikmati makanan disini”
jiang yuan mengajak yu’er pergi.
“hmm, saudara yuan ayo kita pulang. Orang-orang disini
sungguh menggangu” yu’er sangat kesal. Karena waktu yang di habiskan bersama
jiang yuan harus terganggu. Baginya kematian lin cao tidak sepenting waktu
bersama jiang yuan.
Jiang yuan dan yu’er segera pergi, begitu pergi keributan
terjadi.
“wow, sungguh galak. Bahkan lin cao terbunuh”
“kali ini lin cao menendang plat besi”
“hahaha...., retribusi. Lin cao kali ini sial”
“heh, tuan kota dan keluarga lin pasti akan ribut mencari
tahu siapa yang membunuh lin cao”
Berbagai diskusi terjadi di sekitar.
Beberapa saat kemudian orang-orang dari keluarga lin datang.
Lin bei patriak keluarga lin melihatanak nya yang sudah
dingin tak bernyawa di lantai bertriak.
“siapa, siapa yang membunuh anak ku!? “ lin bei bertriak dan
bertanya kepada orang di sekitar.
“kau kesini, siapa yang membunuh anak ku ?” lin bei
menanyakan kepada seorang pelayan di sekitar dnegan menarik kerah baju nya.
“patriak lin, bukan kah tidak sopan seperti itu menanyain
pekerja ku ?” suara lembut terdengar.
Seorang wanita menawan muncul dengan penampilan yang sangat
panas mampu membuat pria manapun yang melihat mampu memunculkan hasrat paling
primitif seorang pria.
Wanita ini adalah meng qi, nona muda paviliun
“nona meng, bukankah kalian akan memberikan penjelasan ?”
lin bei bertanya dengan marah.
“penjelasan ?, kalau begitu aku akan memberi penjelasan. Putra
mu kali ini menabrak lempengan besi” meng qi berkata santai.
Lin bei mengerutkan kening mendengar jawaban meng qi
kemudian bertanya lagi “nona meng, siapa yang membunuh anak ku ?”
“aku tidak tau siapa mereka, mereka hanya sepasang pria dan
wanita. Yang paling mencolok adalah pria yang membunuh putra mu memiliki wajah
yang tampan dan rambut putih, itu saja yang aku bisa sampaikan. Sekarang bawa
semua orang dan anak mu jangan mengganggu bisnis disini”
Meng qi mengingatkan lin bei.
Lin bei tidak berani macam-macam dengan meng qi,
menurut intelejen paviliun aroma mabuk
memiliki latar belakang yang misterius bahkan tuan kota harus memberi 3 point
kepada mereka.
“huh, ayo oergi bawa mayat tuan muda kembali dan cari tau
siapa yang membunuh anak ku” lin bei segera pergi membawa rombongan meningalkan
paviliun aroma mabuk.
Melihat keluarga lin yang pergi, meng qi tersenyum
misterius.
“menarik, dibawah kelopak mata ku ada yang berani membunuh di paviliun aroma
mabuk”
Segera meng qi memberi perintah.
“periksa siapa kedua orang yang tadi, cari tau informasi
mereka”
“baik nona” segera seorang pelayan pergi.
Menyihsahkan meng qi sendiri.
“jangan biarkan nona ini tau siapa dirimu, kalau tidak
hehehe”
Kemudian meng qi bernalik pergi ke ruangan nya,
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 165 Episodes
Comments
Sak. Lim
trus kau ingin mrebut wanitanya org bgamna kua ngejls nya songong idioooooot mulut sampah' goblokkkk lebaaaay
2024-01-08
0
Sak. Lim
tpi masih di pglin saudara aneh
2024-01-08
0
Sugiono.S.T
Lebih enak panggil suami seharinya, daripada saudara
2022-12-20
0