Episode 10 - Dharmadipa (2)

“Diam kau! Seatttt!!!” Dharmadipa melompat mengirimkan satu tendangan pada Jaka, Jaka pun segera menghindarinya, Dharmadipa lalu mengirimkan beberapa serangan beruntun, Jaka tidak melawannya hanya terus menghindarinya “Jaka apa kau Cuma becus menghindar memarkan ilmu meringankan tubuhmu?” ejek Dharmadipa yang memperhebat serangan-serangannya yang mengarah ke titik-titik berbahaya di tubuh Jaka, Jaka pun mulai kelabakan hingga ia terpaksa meladeni serangan-serangan Kakangnya dengan balas menyerang dan sesekali menangkisnya.

Beberapa belas jurus berlalu dengan cepat, kaki dan tangan mereka berdua menyapu kian kemari dalam kecepatan yang sukar ditangkap oleh mata, semua murid-murid yang berada di sana berdecak kagum melihat pertarungan dua saudara seperguruan itu, jika dilihat dari gerakan-gerakan silatnya tentulah mereka berdua telah memiliki ilmu silat tingkat tinggi dan termasuk murid-murid yang paling unggul di padepokan sirna raga, hal tersebut dapat dimaklumi sebab mereka berdua adalah murid kesayangan dari Kyai Pamenang.

Memasuki jurus kedua puluh, Dharmadipa melompat kebelakang, dia mulai mengerahkan seluruh tenaga dalamnya pada kedua tangannya lalu memasang kuda-kudanya, setiap gerakan yang ditimbulkannya menimbulkan angin yang sangat deras laksana topan serta setiap langkahnya menggetarkan bumi di sekitar padepokan! Jaka terkejut melihat kuda-kuda yang dipasang oleh Dharmadipa “Kakang, mengapa engkau sampai mengeluarkan ajian Liman Sewu? Apakah engkau ingin mencelakaiku?”

Dharmadipa menyeringai “Tentu saja! Ini bukan latihan dungu!” makinya, maka dengan terpaksa Jaka pun mengerahkan seluruh tenaga dalamnya, Ajian Liman Sewu adalah ajian yang dapat membuat pemiliknya memiliki tenaga seperti seekor gajah dan mempunyai daya hancur yang dahsyat, maka tak ayal ia mengeluarkan ajian yang sama yakni ajian Liman Sewu untuk melindungi dirinya.

“Bagaimanapun tenaga dalam Kakang Dharmadipa unggul satu tingkat dariku, sebisa mungkin aku harus menghindari bentrokan tenaga dalam dengannya!” pikir Jaka.

Dengan teriakan dahsyat Dharmadipa melompat menyerang Jaka dengan sebuah pukulan… Bruakkk! Pohon besar yang berada di belakang roboh terkena pukulan Dharmadipa. Dharmadipa menggeram marah karena Jaka berhasil menghindari pukulannya, kemudian dengan secepat kilat ia memutarkan tubuhnya, kedua tangannya dipukulkan ke muka, dua rangkum angin topan prahara menggempur ke arah sasaran di muka sana yaitu tubuh Jaka Lelana!

Jaka segera menjejakan dirinya keatas tanah, dia lalu melompat kesamping, kedua tangannya mencabut sebuah pohon besar, dia lalu melemparkan pohon itu ke arah angin pukulan Dharmadipa dengan diiringi tenaga dalamnya, bila angin-angin topan pukulan itu beserta pohon besar sama bertemu di udara maka terdengarlah suara berdentum yang menyenging liang telinga, debu dan pasir beterbangan, daun-daun pohon berguguran bahkan ranting-ranting kering patah-patah dan berjatuhan! Seluruh Padepokan bergetar. Langit seperti mau terbelah oleh dentuman itu!

Jaka Lelana melihat bagaimana kedua kaki saudaranya amblas ke dalam tanah sedalam sepuluh senti. Muka pemuda itu penuh keringat dan matanya menyipit. Namun bila ditelitinya pula keadaan dirinya maka didapatinya kedua kakinya tenggelam ke dalam tanah sampai sebatas betis, sedangkan tubuhnya yang memercikkan keringat dingin itu terasa masih bergetar gontai akibat adu tanding tenaga dalam yang luar biasa tadi! Jantungnya berdebar kecang dan mulutnya terasa asin, itulah pertanda tenaga dalamnya masih kalah oleh Dharmadipa!

"Bagus Jaka, bagus sekali! Kau berani menangkis pukulanku dengan tenaga dalammu!" terdengar Dharmadia. Meski memuji namun dari mukanya bukan menunjukkan pujian, sebaliknya muka yang berkerut-kerut itu semakin memancarkan kengerian.

"Sekarang aku tidak akan bermain-main lagi!”, tubuh Dharmadipa bergetar hebat, ia melipat gandakan tenaga dalamnya, lalu dengan teriakan setinggi langit ia kembali menerjang Jaka dengan jurus “Burung Elang Menerjang Mangsa”!

Jaka tahu ia akan terluka parah kalau berani mengadu tenaga dalam lagi, maka ia tidak menggunakan ajian Liman Sewu lagi, ia pun membuka jurus simpanannya, jurus paling hebat yang diturunkan Kyai Pamenang pada dirinya yang tidak diturunkan pada Dharmadipa sehingga membuat Dharmadipa iri pada Jaka, dengan mengerahkan tenaga dalam dan ilmu meringankan tubuhnya, Jaka membuka jurus “Menggocang Langit, Menjungkir Awan”!

Tangan dan kaki Jaka berkelebat kian kemari hampir tidak kelihatan karena cepatnya. Angin deras bersiuran mengibar-ngibarkan pakaian Dharmadipa. Angin deras ini bukan sembarang angin karena bila menyambar kulit maka kulit itu perih bukan main, seperti lecet! Dalam sekejap saja Dharmadipa segera terbungkus sambaran-sambaran serangan Jaka Lelana!

Dharmadipa menggeram marah melihat kehebatan jurus Mengoncang Langit, Menjungkir Awan milik Jaka. Dalam sekejap saja pemuda itu terdesak hebat. Lengah atau ayal sedikit saja pastilah pinggang, atau perut atau dada atau tenggorokannya akan kena disambar serangan Jaka yang menyambar-nyambar secepat kilat itu. Berkali-kali Dharmadipa melepaskan pukulan-pukulan tenaga dalam yang dahsyat. Namun angin pukulannya terbendung bahkan dihantam buyar oleh angin tajam yang menderu yang keluar dari serangan Jaka!

"Jurus edan!" maki Dharmadipa.

Tiba-tiba dijatuhkannya tubuhnya ke bawah. Serentak dengan itu tangan kanannya dengan jari-jari ditekuk kedalam meluncur ke arah sambungan siku Jaka, Jaka segera menghindar ke samping lalu balas mengirimkan satu tendangan dahsyat ke arah kepala Dharmadipa, Dharmadipa melompat mundur, Jaka memutarkan kakinya kini ganti kaki kirinya menderu dahsyat yang bersarang tepat di pelipis Dharmadipa! Dharmadipa jatuh sempoyongan, kepalanya pusing dan mulutnya terasa asin, ternyata darah telah mengucur dari mulutnya yang sobek, “Kakang sebaiknya kita hentikan sampai disini!” ucap Jaka.

“Setan! Jangan sombong karena guru mewariskan jurus Mengoncang Langit, Menjungkir Awan! Kini kau akan mampus dengan ini!” Dharmadipa merapatkan kedua kakinya dan merentangkan kedua tangannya, menarik nafas dalam-dalam, dia mengumpulkan panas dari perutnya, ia mengerahkan seluruh tenaga dalamnya ke tangan kanannya, lalu menngangkat tangan kanannya tinggi-tinggi keatas sambil mengepal, tulang-tulangnya berteroktokan berbunyi dan giginya bergemelutuk, tanda ia akan segera melepaskan pukulan pamungkasnya yang juga merupakan pukulan pamungkas padepokan ini, yang tak lain adalah pukulan “Sirna Raga”!

Kini Jaka terkejut setengah mati dan merasa panik melihat kuda-kuda yang dipasang Kakaknya, pukulan pamungkas itu memang sangat berbahaya dan sangat dahsyat, tidak semua murid di padepokan ini mendapatkannya, pukulan itu hanya diberikan kepada murid-murid tertentu saja seperti Handaka murid pertama Kyai Pamenang yang kini menjadi Adipati di Kuningan, Kadir murid kedua di padepokan ini yang kini menjadi murid tertua, dan Dharmadipa yang merupakan anak angkat Kyai Pamenang. Jaka sendiri tidak mewarisi pukulan sakti ini, sebagai gantinya Jaka mendapat jurus Mengoncang Langit, Menjungkir Awan yang merupakan jurus silat terhebat Kyai Pamenang, maka tak heran kalau Jaka menjadi gentar dan panik melihat Kakangnya yang pemarah itu mengeluarkan pukulan sakti pamungkas ini “Kakang kau hendak membunuhku dengan pukulan Sirna Raga itu?” teriaknya.

“Kau memang harus mampus agar tidak sombong lagi Jaka!” balas Dharmadipa yang tersinggung ketika ia terkena tendangan Jaka dalam jurus Mengoncang Langit, Menjungkir Awan tadi. Jaka yang tidak punya pukulan sakti yang mumpuni untuk meladeni Pukulan Sirna Raga itu segera mengerahkan seluruh tenaga dalamnya ke seluruh tubuhnya.

“Hiaaatttt!!!” Dharmadipa berteriak mendorongkan tangan kanannya ke muka, lidah api disertai gelombang angin panas menggebu mengarah Jaka! Jaka segera mengerahkan ilmu meringankan tubuhnya, ia melompat keatas! Blarrr!!! Tanah yang dipijak Jaka meledak dan terbakar oleh kobaran api dahsyat, Jaka melompat-lompat keatas seolah melayang di udara.

“Setan! Pengecut! Cuma becus menghindar! Rasakan ini!” maki Dharmadipa, kembali ia menembakan lidah api yang disertai gelombang angin panas ke atas pada Jaka! Tubuh Jaka berputar menghindari pukulan sakti itu, Jaka berhasil menghindari pukulan maut itu namun lidah api yang disertai gelombang angin panas itu membeset pinggangnya! Blarr!!! Pohon dibelakang Jaka terkena pukulan maut itu hancur berantakan! Jaka pun jatuh ke tanah dengan luka parah di pinggangnya!

Jaka muntah darah lalu mengerang-ngerang kesakitan dan akhirnya pingsan, semua murid-murid padepokan yang berada di sana segera menolong Jaka, Kadir segera menotok daerah sekitar luka dan peredaran darah Jaka agar racun jahat pukulan Sirna Raga tidak merembes merasuki jantungnya! Dharmadipa yang melihat Jaka terluka parah itu hanya mendengus lalu melompat menaiki kudanya dan memacunya meninggalkan padepokan.

 

 

***

 

 

Satu minggu kemudian, Kyai Pamenang dan Nyai Mantili pulang ke padepokan, ketika mendapati Jaka yang masih terluka parah akibat pukulan Sirna Raga, kedua orang tua itu pun terkejut bukan main! “Siapa yang melakukan ini pada Jaka?!” Tanya Kyai Pamenang pada Kadir.

“Adi Dharmadipa yang melakukannya Guru,” jawab Kadir.

“Apa?! Dharmadipa?! Kenapa ia bisa melakukan ini pada Jaka?!” tanya lagi Kyai Pamenang, Kadir pun lalu menceritakan peristiwa bertarungnya Jaka dengan Dharmadipa, dari mulai Jaka mencegah Dharmadipa untuk pergi sampai Jaka terluka parah akibat pukulan Sirna Raga.

“Kenapa harmadipa sampai ingin pergi dari padepokan ini dan melukaimu Jaka?!” Tanya Kyai Pamenang pada Jaka.

“Kakang Dharmadipa telah lama menaruh hati pada Mega Sari, ia sangat tergila-gila pada Gadis itu sampai setiap malam selalu memimpikannya sejak kepergiannya, karena tidak kuat menahan siksaan asmara dan kerinduannya pada Mega Sari, ia ingin pergi menyusul Mega Sari ke Gunung Patuha, saya melarangnya pergi sesuai pesan guru, tapi ia malah menyerang saya, dan akhirnya kami bertarung sampai Kakang Dharmadipa menggunakan jurus pukulan Sirna Raga yang tak sanggup saya hadapi” jelas Jaka.

Raut kekecewaan tampak jelas pada Kyai Pamenang dan NYai Mantili, Kyai Pamenang mengerang menahan marah membayangkan perbuatan Dharmadia “Dharmadipa… Ia memang memiliki sifat mudah marah dan kurang terpuji, tapi aku tidak menyangka kalau ia sampai tega melukai Jaka, adik seperguruannya sendiri yang juga sahabat baiknya!”.

Nyai Mantili segera menenangkan suaminya “Mungkin itu juga kesalahan kita Kakang, kita tidak awas dengan perkembangan Dharmadipa yang sudah beranjak dewasa, selama ini juga hidupnya terkurung di padepokan ini, ia belum pernah melihat dunia luar”

 

 

Kyai Pamenang mengangguk “Kamu benar Nyai, kita kurang awas kalau Dharmadipa sudah dewasa dan sudah mengenal yang namanya cinta, itu juga yang membuat kita belum mendidiknya cara menata hati dalam persoalan nafsu syahwat dan juga cinta” keluh Kyai Pamenang.

Kyai itu lalu menoleh pada Kadir, “Kamu sudah memeberikan obat untuk luka bakar di pinggangnya?”

Kadir mengangguk “Sudah Guru, tapi sepertinya kami belum sanggup untuk mengobati luka dalamnya Jaka”.

Kyai Pamenang lalu dudk bertafakur, berdoa sejenak pada Allah SWT “Ya Allah hamba tidak berani mendahului kehendakmu, tak ada sesuatu di muka bumi ini terjadi tanpa kehendakMU, hamba tak pernah bisa menyembuhkan sakit seseorang tanpa kehendakMU, kalau memang Engkau izinkan Jaka Lelana pasti akan sembuh dari lukanya ini”.

Kyai Pamenang mendudukan Jaka “Duduklah, tahan aliran tenaga dalammu, aku akan mencoba mengalirkan tenaga dalamku untuk mengobati luka dalammu!”

Kyai lalu menempelkan kedua telapak tangannya di punggung Jaka lalu perlahan mengalirkan tenaga dalamnya selama kurang lebih satu jam. Setelah selesai Kyai Pamenang Nampak bermandikan keringat dia lalu menepuk punggung Jaka, “Jaka luka dalammu sudah agak mendingan, kau tinggal meminum obat ramuanku nanti dan beristirahat yang cukup, dan luka bakar itu Insyaallah akan segera hilang”.

Jaka pun kembali berbaring. “Terimakasih guru” ucap Jaka.

Setelah Jaka sembuh benar seminggu kemudian, karena Kyai Pamenang merasa bersalah pada Jaka, ia pun menurunkan ilmu Ajian Pukulan Sirna Raga pada Jaka dengan pesan ia hanya boleh mengeluarkan pukulan ini pada saat kepepet saja dan tidak boleh dipakai untuk berbuat kejahatan.

Terpopuler

Comments

Idrus Salam

Idrus Salam

Pesan bagus, kesaktian bukan untuk pamer akan tetapi boleh digdaya ketika seakan diri teraniaya karena laku orang yang akan membuat celaka. Satu hal lagi yang membuat menarik adalah kerendahan hati sikap sang kiyai yang menyadari kekurangan waspadaan dalam menilai murid-muridnya.

2022-12-04

1

MULYANA TATANG

MULYANA TATANG

thor cersil indonesia lainnya ada gk ya

2022-10-09

1

O Z

O Z

beneran jadi musuh bebuyutan ntar...

2021-07-25

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 - Prolog
2 Episode 2 - Perjanjian Wasiat Iblis (1)
3 Episode 3 - Perjanjian Wasiat Iblis (2)
4 Episode 4 - Putra Petaka Kabangan
5 Episode 5 - Putri Mega Sari (1)
6 Episode 6 - Putri Mega Sari (2)
7 Episode 7 - Putri Mega Sari (3)
8 Episode 8 - Putri Mega Sari (4)
9 Episode 9 - Dharmadipa (1)
10 Episode 10 - Dharmadipa (2)
11 Episode 11 - Misteri Gunung Patuha (1)
12 Episode 12 - Misteri Gunung Patuha (2)
13 Episode 13 - Rajah Cakra Bisma (1)
14 Episode 14 - Rajah Cakra Bisma (2)
15 Episode 15 - Rajah Cakra Bisma (3)
16 Episode 16 - Rajah Cakra Bisma (4)
17 Episode 17 - Ilmu Teluh Ngareh Jiwa (1)
18 Episode 18 - Ilmu Teluh Ngareh Jiwa (2)
19 Episode 19 - Mimpi Pertanda (1)
20 Episode 20 - Mimpi Pertanda (2)
21 Episode 21 - Pelet Sang Putri (1)
22 Episode 22 - Pelet Sang Putri (2)
23 Episode 23 - Awal Dendam Kesumat (1)
24 Episode 24 - Awal Dendam Kesumat (2)
25 Episode 25 - Duel Dua Saudara (1)
26 Episode 26 - Duel Dua Saudara (2)
27 Episode 27 - Tautan Janji (1)
28 Episode 28 - Tautan Janji (2)
29 Episode 29 - Kyai Supit Pramana (1)
30 Episode 30 - Kyai Supit Pramana (2)
31 Episode 31 - Bisikan Iblis (1)
32 Episode 32 - Bisikan Iblis (2)
33 Episode 33 - Bisikan Iblis (3)
34 Episode 34 - Bisikan Iblis (4)
35 Episode 35 - Bisikan Iblis (5)
36 Episode 36 - Bisikan Iblis (6)
37 Episode 37 - Jaya Laksana (1)
38 Episode 38 - Jaya Laksana (2)
39 Episode 39 - Tabib Dari Tionggoan (1)
40 Episode 40 - Tabib Dari Tionggoan (2)
41 Episode 41 - Tabib Dari Tionggoan (3)
42 Episode 42 - Tabib Dari Tionggoan (4)
43 Episode 43 - Tabib Dari Tionggoan (5)
44 Episode 44 - Tabib Dari Tionggoan (6)
45 Episode 45 - Gerombolan Pengemis Dari Bukit Tunggul (1)
46 Episode 46 - Gerombolan Pengemis Dari Bukit Tunggul (2)
47 Episode 47 - Geromobolan Pengemis Dari Bukit Tunggul (3)
48 Episode 48 - Gerombolan Pengemis Dari Bukit Tunggul (4)
49 Episode 49 - Dewi Pengemis Dari Bukit Tunggul (1)
50 Episode 50 - Dewi Pengemis Dari Bukit Tunggul (2)
51 Episode 51 - Dewi Pengemis Dari Bukit Tunggul (3)
52 Episode 52 - Dewi Pengemis Dari Bukit Tunggul (4)
53 Episode 53 - Dewi Pengemis Dari Bukit Tunggul (5)
54 Episode 54 - Dewi Pengemis Dari Bukit Tunggul (6)
55 Episode 55 - Cincin Mustika Kalimasada (1)
56 Episode 56 - Cincin Mustika Kalimasada (2)
57 Episode 57 - Pendekar Dari Lembah Akhirat (1)
58 Episode 58 - Pendekar Dari Lembah Akhirat (2)
59 Episode 59 - Pendekar Dari Lembah Akhirat (3)
60 Episode 60 - Pendekar Dari Lembah Akhirat (4)
61 Episode 61 - Pendekar Dari Lembah Akhirat (5)
62 Episode 62 - Pendekar Dari Lembah Akhirat (6)
63 Episode 63 - Guna-Guna Siluman Ular (1)
64 Episode 64 - Guna-Guna Siluman Ular (2)
65 Episode 65 - Guna-Guna Siluman Ular (3)
66 Episode 66 - Guna-Guna Siluman Ular (4)
67 Episode 67 - Ki Patih Balangnipa (1)
68 Episode 68 - Ki Patih Balangnipa (2)
69 Episode 69 - Perpisahan Di Persimpangan (1)
70 Episode 70 - Perpisahan Di Persimpangan (2)
71 Episode 71 - Siasat Sang Pendekar (1)
72 Episode 72 - Siasat Sang Pendekar (2)
73 Episode 73 - Siasat Sang Pendekar (3)
74 Episode 74 - Siasat Sang Pendekar (4)
75 Episode 75 - Cermin Noda (1)
76 Episode 76 - Cermin Noda (2)
77 Episode 77 - Cermin Noda (3)
78 Episode 78 - Cermin Noda (4)
79 Episode 79 - Pangeran Adipati Bogaseta (1)
80 Episode 80 - Pangeran Adipati Bogaseta (2)
81 Episode 81 - Tersibaknya Tabir (1)
82 Episode 82 - Tersibaknya Tabir (2)
83 Episode 83 - Tersibaknya Tabir (3)
84 Episode 84 - Tersibaknya Tabir (4)
85 Episode 85 - Kepekatan Dalam Dendam (1)
86 Episode 86 - Kepekatan Dalam Dendam (2)
87 Episode 87 - Dalam Kebeningan Cinta Kasih (1)
88 Episode 88 - Dalam Kebeningan Cinta Kasih (2)
89 Episode 89 - Siluman Srigala Putih (1)
90 Episode 90 - Siluman Srigala Putih (2)
91 Episode 91 - Galuh Parwati (1)
92 Episode 92 - Galuh Parwati (2)
93 Episode 93 - Kala Mega Kian Mendung (1)
94 Episode 94 - Kala Mega Kian Mendung (2)
95 Episode 95 - Kala Mega Kian Mendung (3)
96 Episode 96 - Kala Mega Kian Mendung (4)
97 Episode 97 - Kala Mega Kian Mendung (5)
98 Episode 98 - Kala Mega Kian Mendung (6)
99 Episode 99 - Langit Merah di Mega Mendung (1)
100 Episode 100 - Langit Merah Di Mega Mendung (2)
101 Episode 101 - Langit Merah Di Mega Mendung (3)
102 Episode 102 - Langit Merah Di Mega Mendung (4)
103 Episode 103 - Langit Merah Di Mega Mendung (5)
104 Episode 104 - Langit Merah Di Mega Mendung (6)
105 Episode 105 - Pelangi Di Mega Mendung (1)
106 Episode 106 - Pelangi Di Mega Mendung (2)
107 Episode 107 - Keris Kyai Segara Geni (1)
108 Episode 108 - Keris Kyai Segara Geni (2)
109 Episode 109 - Dendam Tak Bertepi (1)
110 Episode 110 - Dendam Tak Bertepi (2)
111 Episode 111 - Pernikahan Sepasang Pendekar (1)
112 Episode 112 - Pernikahan Sepasang Pendekar (2)
113 Episode 113 - Kehidupan Kedua (1)
114 Episode 114 - Kehidupan Kedua (2)
115 Episode 115 - Tumenggung Jaya Laksana (1)
116 Episode 116 - Tumenggung Jaya Laksana (2)
117 Episode 117 - Tumenggung Jaya Laksana (3)
118 Episode 118 - Tumenggung Jaya Laksana (4)
119 Episode 119 - Tumenggung Jaya Laksana (5)
120 Episode 120 - Tumenggung Jaya Laksana (6)
121 Episode 121 - Jin Bagaspati (1)
122 Episode 122 - Jin Bagaspati (2)
123 Episode 123 - Korban Pertama (1)
124 Episode 124 - Korban Pertama (2)
125 Episode 125 - Pesan Pembawa Petaka (1)
126 Episode 126 - Pesan Pembawa Petaka (2)
127 Episode 127 - Pesan Pembawa Petaka (3)
128 Episode 128 - Pesan Pembawa Petaka (4)
129 Episode 129 - Perjalanan Ke Selatan (1)
130 Episode 130 - Perjalanan Ke Selatan (2)
131 Episode 131 - Wasiat Sang Prabu Siliwangi (1)
132 Episode 132 - Wasiat Sang Prabu Siliwangi (2)
133 Episode 133 - Petuah Sang Guru (1)
134 Episode 134 - Petuah Sang Guru (2)
135 Episode 135 - Santun Petaka (1)
136 Episode 136 - Santun Petaka (2)
137 Episode 137 - Sang Rajapati (1)
138 Episode 138 - Sang Rajapati (2)
139 Episode 139 - Racun Raja Kobra Hitam (1)
140 Episode 140 - Racun Raja Kobra Hitam (2)
141 Episode 141 - Racun Raja Kobra Hitam (3)
142 Episode 142 - Racun Raja Kobra Hitam (4)
143 Episode 143 - Akhir Sebuah Mimpi (1)
144 Episode 144 - Akhir Sebuah Mimpi (2)
145 Episode 145 - Ajian Bajra Panjara
146 Episode 146 - Panglima Gandawijaya
147 Episode 147 - Sirnanya Wahyu Keprabon
148 Episode 148 - Uga Siliwangi
149 Episode 149 - Langkah Pertama Banten...
150 Episode 150 - Wangsit Sang Dewi
151 Episode 151 - Maut Bernyanyi Di Mega Mendung (1)
152 Episode 152 - Maut Bernyanyi Di Mega Mendung (2)
153 Episode 153 - Maut Bernyanyi Di Mega Mendung (3)
154 Episode 154 - Maut Bernyanyi Di Mega Mendung (4)
155 Episode 155 - Maut Bernyanyi Di Mega Mendung (5)
156 Episode 156 - Maut Bernyanyi Di Mega Mendung (6)
157 Episode 157 - Kiamat Di Mega Mendung (1)
158 Episode 158 - Kiamat Di Mega Mendung (2)
159 Episode 159 - Kiamat Di Mega Mendung (3)
160 Episode 160 - Kiamat Di Mega Mendung (4)
161 Episode 161 - Kiamat Di Mega Mendung (5)
162 Episode 162 - Kiamat Di Mega Mendung (6)
163 Episode 163 - Kiamat Di Mega Mendung (7)
164 Episode 164 - Kiamat Di Mega Mendung (8)
165 Episode 165 - Kiamat Di Mega Mendung (9)
166 Episode 166 - Wangsit Dharmadipa (1)
167 Episode 167 - Perjalanan Menuju Banten
168 Episode 168 - Sesampainya Di Banten...
169 Episode 169 - Wangsit Siliwangi
170 Episode 170 - Menuju Medan Danalaga
171 Episode 171 - Pajajaran Sirna Ing Bumi (1)
172 Episode 172 - Pajajaran Sirna Ing Bumi (2)
173 Episode 173 - Pajajaran Sirna Ing Bumi (3)
174 Episode 174 - Pajajaran Sirna Ing Bumi (4)
175 Episode 175 - Pajajaran Sirna Ing Bumi (5)
176 Episode 176 - Pajajaran Sirna Ing Bumi (6)
177 Episode 177 - Pajajaran Sirna Ing Bumi (7)
178 Episode 178 - Pajajaran Sirna Ing Bumi (8)
179 Episode 179 - Perpisahan Yang Terpaksa (1)
180 Episode 180 - Perpisahan Yang Terpaksa (2)
181 Episode 181 - Ikhlas...
182 Episode 182 - Kyai Surakarna (1)
183 Episode 183 - Kyai Surakarna (2)
184 Episode 184 - Kyai Surakarna (3)
185 Episode 185 - Petaka Dari Masa Lalu (1)
186 Episode 186 - Petaka Dari Masa Lalu (2)
187 Episode 187 - Mimpi Kutukan (1)
188 Episode 188 - Mimpi Kutukan (2)
189 Episode 189 - Menghadap Sultan Banten
190 Episode 190 - Wangsit Dharmadipa (2)
191 Episode 191 - Menuju Rajamandala (1)
192 Episode 192 - Menuju Rajamandala (2)
193 Episode 193 - Duka Sang Pendekar (1)
194 Episode 194 - Duka Sang Pendekar (2)
195 Episode 195 - Duka Sang Pendekar (3)
196 Episode 196 - Duka Sang Pendekar (4)
197 Episode 197 - Epilog
198 PENGUMUMAN : Karya Terbaru Author "Elang Mataram"
199 Pengumuman : Karya Author Terbaru "Elang Mataram"
Episodes

Updated 199 Episodes

1
Episode 1 - Prolog
2
Episode 2 - Perjanjian Wasiat Iblis (1)
3
Episode 3 - Perjanjian Wasiat Iblis (2)
4
Episode 4 - Putra Petaka Kabangan
5
Episode 5 - Putri Mega Sari (1)
6
Episode 6 - Putri Mega Sari (2)
7
Episode 7 - Putri Mega Sari (3)
8
Episode 8 - Putri Mega Sari (4)
9
Episode 9 - Dharmadipa (1)
10
Episode 10 - Dharmadipa (2)
11
Episode 11 - Misteri Gunung Patuha (1)
12
Episode 12 - Misteri Gunung Patuha (2)
13
Episode 13 - Rajah Cakra Bisma (1)
14
Episode 14 - Rajah Cakra Bisma (2)
15
Episode 15 - Rajah Cakra Bisma (3)
16
Episode 16 - Rajah Cakra Bisma (4)
17
Episode 17 - Ilmu Teluh Ngareh Jiwa (1)
18
Episode 18 - Ilmu Teluh Ngareh Jiwa (2)
19
Episode 19 - Mimpi Pertanda (1)
20
Episode 20 - Mimpi Pertanda (2)
21
Episode 21 - Pelet Sang Putri (1)
22
Episode 22 - Pelet Sang Putri (2)
23
Episode 23 - Awal Dendam Kesumat (1)
24
Episode 24 - Awal Dendam Kesumat (2)
25
Episode 25 - Duel Dua Saudara (1)
26
Episode 26 - Duel Dua Saudara (2)
27
Episode 27 - Tautan Janji (1)
28
Episode 28 - Tautan Janji (2)
29
Episode 29 - Kyai Supit Pramana (1)
30
Episode 30 - Kyai Supit Pramana (2)
31
Episode 31 - Bisikan Iblis (1)
32
Episode 32 - Bisikan Iblis (2)
33
Episode 33 - Bisikan Iblis (3)
34
Episode 34 - Bisikan Iblis (4)
35
Episode 35 - Bisikan Iblis (5)
36
Episode 36 - Bisikan Iblis (6)
37
Episode 37 - Jaya Laksana (1)
38
Episode 38 - Jaya Laksana (2)
39
Episode 39 - Tabib Dari Tionggoan (1)
40
Episode 40 - Tabib Dari Tionggoan (2)
41
Episode 41 - Tabib Dari Tionggoan (3)
42
Episode 42 - Tabib Dari Tionggoan (4)
43
Episode 43 - Tabib Dari Tionggoan (5)
44
Episode 44 - Tabib Dari Tionggoan (6)
45
Episode 45 - Gerombolan Pengemis Dari Bukit Tunggul (1)
46
Episode 46 - Gerombolan Pengemis Dari Bukit Tunggul (2)
47
Episode 47 - Geromobolan Pengemis Dari Bukit Tunggul (3)
48
Episode 48 - Gerombolan Pengemis Dari Bukit Tunggul (4)
49
Episode 49 - Dewi Pengemis Dari Bukit Tunggul (1)
50
Episode 50 - Dewi Pengemis Dari Bukit Tunggul (2)
51
Episode 51 - Dewi Pengemis Dari Bukit Tunggul (3)
52
Episode 52 - Dewi Pengemis Dari Bukit Tunggul (4)
53
Episode 53 - Dewi Pengemis Dari Bukit Tunggul (5)
54
Episode 54 - Dewi Pengemis Dari Bukit Tunggul (6)
55
Episode 55 - Cincin Mustika Kalimasada (1)
56
Episode 56 - Cincin Mustika Kalimasada (2)
57
Episode 57 - Pendekar Dari Lembah Akhirat (1)
58
Episode 58 - Pendekar Dari Lembah Akhirat (2)
59
Episode 59 - Pendekar Dari Lembah Akhirat (3)
60
Episode 60 - Pendekar Dari Lembah Akhirat (4)
61
Episode 61 - Pendekar Dari Lembah Akhirat (5)
62
Episode 62 - Pendekar Dari Lembah Akhirat (6)
63
Episode 63 - Guna-Guna Siluman Ular (1)
64
Episode 64 - Guna-Guna Siluman Ular (2)
65
Episode 65 - Guna-Guna Siluman Ular (3)
66
Episode 66 - Guna-Guna Siluman Ular (4)
67
Episode 67 - Ki Patih Balangnipa (1)
68
Episode 68 - Ki Patih Balangnipa (2)
69
Episode 69 - Perpisahan Di Persimpangan (1)
70
Episode 70 - Perpisahan Di Persimpangan (2)
71
Episode 71 - Siasat Sang Pendekar (1)
72
Episode 72 - Siasat Sang Pendekar (2)
73
Episode 73 - Siasat Sang Pendekar (3)
74
Episode 74 - Siasat Sang Pendekar (4)
75
Episode 75 - Cermin Noda (1)
76
Episode 76 - Cermin Noda (2)
77
Episode 77 - Cermin Noda (3)
78
Episode 78 - Cermin Noda (4)
79
Episode 79 - Pangeran Adipati Bogaseta (1)
80
Episode 80 - Pangeran Adipati Bogaseta (2)
81
Episode 81 - Tersibaknya Tabir (1)
82
Episode 82 - Tersibaknya Tabir (2)
83
Episode 83 - Tersibaknya Tabir (3)
84
Episode 84 - Tersibaknya Tabir (4)
85
Episode 85 - Kepekatan Dalam Dendam (1)
86
Episode 86 - Kepekatan Dalam Dendam (2)
87
Episode 87 - Dalam Kebeningan Cinta Kasih (1)
88
Episode 88 - Dalam Kebeningan Cinta Kasih (2)
89
Episode 89 - Siluman Srigala Putih (1)
90
Episode 90 - Siluman Srigala Putih (2)
91
Episode 91 - Galuh Parwati (1)
92
Episode 92 - Galuh Parwati (2)
93
Episode 93 - Kala Mega Kian Mendung (1)
94
Episode 94 - Kala Mega Kian Mendung (2)
95
Episode 95 - Kala Mega Kian Mendung (3)
96
Episode 96 - Kala Mega Kian Mendung (4)
97
Episode 97 - Kala Mega Kian Mendung (5)
98
Episode 98 - Kala Mega Kian Mendung (6)
99
Episode 99 - Langit Merah di Mega Mendung (1)
100
Episode 100 - Langit Merah Di Mega Mendung (2)
101
Episode 101 - Langit Merah Di Mega Mendung (3)
102
Episode 102 - Langit Merah Di Mega Mendung (4)
103
Episode 103 - Langit Merah Di Mega Mendung (5)
104
Episode 104 - Langit Merah Di Mega Mendung (6)
105
Episode 105 - Pelangi Di Mega Mendung (1)
106
Episode 106 - Pelangi Di Mega Mendung (2)
107
Episode 107 - Keris Kyai Segara Geni (1)
108
Episode 108 - Keris Kyai Segara Geni (2)
109
Episode 109 - Dendam Tak Bertepi (1)
110
Episode 110 - Dendam Tak Bertepi (2)
111
Episode 111 - Pernikahan Sepasang Pendekar (1)
112
Episode 112 - Pernikahan Sepasang Pendekar (2)
113
Episode 113 - Kehidupan Kedua (1)
114
Episode 114 - Kehidupan Kedua (2)
115
Episode 115 - Tumenggung Jaya Laksana (1)
116
Episode 116 - Tumenggung Jaya Laksana (2)
117
Episode 117 - Tumenggung Jaya Laksana (3)
118
Episode 118 - Tumenggung Jaya Laksana (4)
119
Episode 119 - Tumenggung Jaya Laksana (5)
120
Episode 120 - Tumenggung Jaya Laksana (6)
121
Episode 121 - Jin Bagaspati (1)
122
Episode 122 - Jin Bagaspati (2)
123
Episode 123 - Korban Pertama (1)
124
Episode 124 - Korban Pertama (2)
125
Episode 125 - Pesan Pembawa Petaka (1)
126
Episode 126 - Pesan Pembawa Petaka (2)
127
Episode 127 - Pesan Pembawa Petaka (3)
128
Episode 128 - Pesan Pembawa Petaka (4)
129
Episode 129 - Perjalanan Ke Selatan (1)
130
Episode 130 - Perjalanan Ke Selatan (2)
131
Episode 131 - Wasiat Sang Prabu Siliwangi (1)
132
Episode 132 - Wasiat Sang Prabu Siliwangi (2)
133
Episode 133 - Petuah Sang Guru (1)
134
Episode 134 - Petuah Sang Guru (2)
135
Episode 135 - Santun Petaka (1)
136
Episode 136 - Santun Petaka (2)
137
Episode 137 - Sang Rajapati (1)
138
Episode 138 - Sang Rajapati (2)
139
Episode 139 - Racun Raja Kobra Hitam (1)
140
Episode 140 - Racun Raja Kobra Hitam (2)
141
Episode 141 - Racun Raja Kobra Hitam (3)
142
Episode 142 - Racun Raja Kobra Hitam (4)
143
Episode 143 - Akhir Sebuah Mimpi (1)
144
Episode 144 - Akhir Sebuah Mimpi (2)
145
Episode 145 - Ajian Bajra Panjara
146
Episode 146 - Panglima Gandawijaya
147
Episode 147 - Sirnanya Wahyu Keprabon
148
Episode 148 - Uga Siliwangi
149
Episode 149 - Langkah Pertama Banten...
150
Episode 150 - Wangsit Sang Dewi
151
Episode 151 - Maut Bernyanyi Di Mega Mendung (1)
152
Episode 152 - Maut Bernyanyi Di Mega Mendung (2)
153
Episode 153 - Maut Bernyanyi Di Mega Mendung (3)
154
Episode 154 - Maut Bernyanyi Di Mega Mendung (4)
155
Episode 155 - Maut Bernyanyi Di Mega Mendung (5)
156
Episode 156 - Maut Bernyanyi Di Mega Mendung (6)
157
Episode 157 - Kiamat Di Mega Mendung (1)
158
Episode 158 - Kiamat Di Mega Mendung (2)
159
Episode 159 - Kiamat Di Mega Mendung (3)
160
Episode 160 - Kiamat Di Mega Mendung (4)
161
Episode 161 - Kiamat Di Mega Mendung (5)
162
Episode 162 - Kiamat Di Mega Mendung (6)
163
Episode 163 - Kiamat Di Mega Mendung (7)
164
Episode 164 - Kiamat Di Mega Mendung (8)
165
Episode 165 - Kiamat Di Mega Mendung (9)
166
Episode 166 - Wangsit Dharmadipa (1)
167
Episode 167 - Perjalanan Menuju Banten
168
Episode 168 - Sesampainya Di Banten...
169
Episode 169 - Wangsit Siliwangi
170
Episode 170 - Menuju Medan Danalaga
171
Episode 171 - Pajajaran Sirna Ing Bumi (1)
172
Episode 172 - Pajajaran Sirna Ing Bumi (2)
173
Episode 173 - Pajajaran Sirna Ing Bumi (3)
174
Episode 174 - Pajajaran Sirna Ing Bumi (4)
175
Episode 175 - Pajajaran Sirna Ing Bumi (5)
176
Episode 176 - Pajajaran Sirna Ing Bumi (6)
177
Episode 177 - Pajajaran Sirna Ing Bumi (7)
178
Episode 178 - Pajajaran Sirna Ing Bumi (8)
179
Episode 179 - Perpisahan Yang Terpaksa (1)
180
Episode 180 - Perpisahan Yang Terpaksa (2)
181
Episode 181 - Ikhlas...
182
Episode 182 - Kyai Surakarna (1)
183
Episode 183 - Kyai Surakarna (2)
184
Episode 184 - Kyai Surakarna (3)
185
Episode 185 - Petaka Dari Masa Lalu (1)
186
Episode 186 - Petaka Dari Masa Lalu (2)
187
Episode 187 - Mimpi Kutukan (1)
188
Episode 188 - Mimpi Kutukan (2)
189
Episode 189 - Menghadap Sultan Banten
190
Episode 190 - Wangsit Dharmadipa (2)
191
Episode 191 - Menuju Rajamandala (1)
192
Episode 192 - Menuju Rajamandala (2)
193
Episode 193 - Duka Sang Pendekar (1)
194
Episode 194 - Duka Sang Pendekar (2)
195
Episode 195 - Duka Sang Pendekar (3)
196
Episode 196 - Duka Sang Pendekar (4)
197
Episode 197 - Epilog
198
PENGUMUMAN : Karya Terbaru Author "Elang Mataram"
199
Pengumuman : Karya Author Terbaru "Elang Mataram"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!