"Assalamu'alaikum........"
Berkali kali aku bunyikan bel tapi tak ada yang membukakan pintu.
"ih,sebel deh!"pada ke mana sih masa aku harus
lewat pintu samping kan serem pikir aku. Akhirnya dengan sangat terpaksa aku masuk lewat pintu samping ya meskipun siang tetep saja membuat buluk kuduk aku merinding apalagi pas melewati toilet samping wow udah mau lari terbirit-birit yang konon katanya di situ tempat perempuan yang bernama Ratna gantung diri(duh bulu kuduk langsung berdiri nih)
Akhir ku tarik loringdoornya ternyata sepi.
aku pun menuju ke kamarku di lantai atas. Kurebahkan tubuhku baru aku hendak memejamkan mata,terdengar suara pintu kamar di ketuk.
"Siapa sih ganggu aja!"pikirku.
"Tunggu sebentar!"
Aku pun beranjak membukakan pintu dan ternyata tidak ada siapapun di depan pintu kamarku,pasti c rada nih ulahnya mau ngisengin dia pikir aku takut apa liat gue pentung ntar. Akhirnya ku tutup kembali pintu kamarku. Belum kakiku sampai ke atas ranjang pintu kamar di ketuk kembali dengan kesal aku bukakan pintu kembali sambil berteriak.
"Ganggu goblok!!"
"Hah..."
Aku terkejut tak ada siapapun terus aku pun menghampiri kamar kakakku yang letaknya di sebelah kamarku,ku ketuk pintunya kemudian aku bukakan pintunya dan ternyata kosong. Ternyata kakakku belum pulang dari kampusnya dan adikku juga belum pulang dari sekolah.
jreng...jreng...
Tanpa ba..bi..bu..lagi aku lari terbirit-birit ke lantai bawah menuju kamar bunda sambil berteriak .
"Astaghfirullah al'adzhim......"
Bunda pun mendengarkan teriakkan aku langsung ke luar dari kamarnya begitu pun dengan bi Sumi.
"Kamu siang siang teriak kaya di hutan aja,omel bunda kepadaku".
Dengan terengah-engah aku menuju bunda.
"Itu Bun ada hantu kataku kepada bunda".
"Ah kamu mana ada hantu di siang bolong begini ngawur aja perasaan kamu aja itu mah".
"Berarti kalau malam bunda percaya ada hantu dengan polosnya aku menjawab".
"Yah! kamu di kasih tahu kayak ngga di ajarin ngaji aja kamu!"omel bunda kembali.
"Tapi Bu,"
"Kenapa bi Sumi mau membelanya seperti biasanya?"bunda pun memarahi bibi Sumi agar tidak membelaku.
"Bukan begitu Bu,tapi kenyataannya seperti itu waktu tadi saya memasak di dapur pun seperti ada yang memperhatikan dan.... bi Sumi pun tidak melanjutkan ceritanya".
"Sudah sudah tidak ada apa apa!".Bunda mencoba menenangkan aku dan bi Sumi.
"Sekarang kamu makan siang dulu dan jg pulang sekolah kebiasaan ganti bajunya!"
"Bibi Sumi temenin Aku dulu ya?"sambil menarik tangan bi Sumi.
__________
Malam harinya...
"Kak,kakak...kakak teriaknya di telingaku".
Seketika aku langsung terbangun,sambil mengucek mata aku pun berkata.
"Ada apa sih dek ganggu aja ngantuk nih".
"Antarkan aku ke toilet kak udah ngga kuat nih,ajaknya sambil memohon ke arah ku".
"Ya udah ayo teriakku".
Dengan keadaan yang masih mengantuk Aku pun mengantarkan adikku ke toilet yang letaknya ada d ujung dari luar kamarku.
"Masih lama dek tanyaku sambil memainkan jemuran dan tiba tiba".
"Deg..." tiba tiba merasakan ada hawa dingin melewati tubuhku dengan spontan aq memanggil adikku
"Dek cepetan Ada hantu teriakku..."
"Kak jangan menakuti aku teriaknya dari dalam toilet".
"Seriusan...."
Aku pun mulai gemetaran karena hawa dingin itu mulai melintasi lagi.
"Dek..teriakku lagi".
"Kakak tunggu aku teriak adikku dari dalam toilet".
Aku pun berlari tunggang langgang menghiraukan adikku yang masih berada di dalam kamar mandi.
Aku pun langsung menerjang pintu dan naik ke atas ranjang dan menarik selimutku sambil berdoa apa saja yang aku bisa.
Teriakan aku akhirnya membangunkan seisi rumah.
"Ada apa ini yah malam malam begini! teriak ayah dan bunda sambil berjalan ke arah kamarku".
Tiba tiba ada yang memegang selimutku
"Hantu teriakku"
"Aku bukan hantu ujar kakakku sambil menarik selimutku dan memukul kaki aku"
"Malam malam bikin heboh saja".
Kemudian bunda,ayah dan bi Sumi pun hadir di kamarku.
"Ada apa ini?" tanya bunda
"Ada hantu katanya ucap kak Vina kakak tertua aku dengan ketusnya".
"Terus mana Adikmu tanya bunda kepadaku".
"A..dek masih ada di toilet ucapku kepada bunda"
"Astaghfirullah al'adzhim ini kelakuan ya".
Bunda pun pergi ke toilet dan betapa kagetnya bunda melihat si bungsu terkapar pingsan di luar toilet.
"Ayah teriak bunda......"
Ayah dan semuanya terkejut mendengarkan teriakan bunda dan secepatnya ayah menghampirinya.
"Astaghfirullah al'adzhim".
"Rada kenapa?"
"Udah ayah bawa rada ke kamarnya dan bi Sumi tolong buatkan teh hangat sama kamu kak ambilkan minyak angin ya,titah bunda kepada kak Vina dan bi Sumi".
Ayah pun mengangkat rada dan membaringkan di tempat tidurnya. Kemudian bunda mulai memijat telapak kaki dan tangan rada yang dingin sambil memberi minyak angin agar rada cepat tersadar.
Dan betapa terkejutnya aku melihat keadaan adikku.
Selang berapa lama adikku pun tersadar dan nampak ketakutan dan langsung menjerit. Bunda pun langsung memeluknya.
"Ini bunda,lihat ini bunda teriak bunda menyadarkan adikku yang histeris ketakutan".
"Istighfar sayang sambil membelai rambut adikku bunda berkata".
Perlahan adikku pun mulai tenang.
"Aku tadi melihat hantu bunda di sana di dekat jemuran baju dia menempel ke tembok berambut panjang,putih dia menatap ke arahku,aku takut bunda adikku pun menjelaskan sambil menangis dan juga memeluk bunda".
"Iya,sekarang kamu tenang dulu dan minum dulu teh hangatnya sambil memberikan teh hangat kepada adikku".
"Bunda tidur di sini dulu ya pintaku kepada bunda sambil memegang lengannya".
Bunda pun mengelus rambutku.
"Iya bunda akan temani kalian tidur berdua".
__________
Esok harinya di rumahku akan di adakan pengajian dan ayah aku sudah mengundang seorang ustadz dengan tujuan untuk menenangkan anak anaknya yang sedang di Landa ketakutan dan memberi pemahaman tentang makhluk Laen selain manusia yang memang ada dengan tujuan agar kami tidak boleh takut.
Dan pak ustadz pun yang tadinya hendak menutup aura mata adikku yang bisa melihat hantu dan makhluk laennya tidak bisa di tutup karena sudah dari sananya dan merupakan suatu anugerah,dan memberikan amalan amalan kepadaku dan juga adikku. Dan meminta jangan tinggalkan yang lima waktu dan juga mengaji.
Dan semenjak hari itu aku dan adikku menganggap itu biasa saja.
Ketakutan itu harus di lawan dam makhluk tak kasak mata itu memang ada,tapi terlalu meyakininya itu tidak boleh.
______T A M A T______
Sepenggal kata
Cerpen pertama ku dan
Cerita yang aku buat adalah salah satu kisah nyata yang aku dan adikku alami.
Selamat membaca