Pagi hari ini aku dan Bo Ram sedang bercengkerama bersama.
Saat sedang asik berbicara, tiba-tiba saja ada salah seorang teman sekelas ku yang menabrak meja belajarku saat sedang berjalan.
Tatapan matanya kosong, tapi bibirnya terus mengucapkan,
"Aku harus pergi ke kelas tari. Aku sudah terlambat."
Salah seorang yang lain juga mengatakan hal yang sama,
"Aku harus berlatih menari."
Saat dilihat kembali, mereka berdua bukannya memakai sepatu sekolah, tapi justru memakai sepatu balerina.
"Ada apa dengan mereka ...?" tanyaku pada Bo Ram.
"Entahlah, sepertinya ada yang aneh pada mereka, Shin Bi."
***
Perpusatakaan
Aku, Bo Ram dan Yong Ho sedang membaca buku di Perpustakaan Sekolah
"Ah! Ketemu! Ini luar biasa, ternyata ini hal yang sangat bersejarah dalam sekolah kita." kata Yong Ho memecah keheningan.
"Benarkah?" tanyaku antusias.
"Coba kulihat." kata Bo Ram mendekat.
"Kabarnya ada Kotak Musik aneh yang berasal dari ruang laboratorium sekolah." sambungnya.
"Kotak Musik ...?" tanyaku heran.
"30 tahun yang lalu, Laboratorium Sekolah kita adalah kelas Tari Ballet, mereka mengadakan latihan tari di sana. Tari Ballet merupakan bagian penting dalam pelajaran seni. Tetapi, karena suatu alasan yang tidak diketahui semua kelas tari dihentikan. Dan sejak saat itu lagu Swan Lake dari sebuah kotak musik sering terdengar di sekitar ruang Laboratorium Sekolah setelah jam sekolah usai."
"......."
"Ah, apa ini? Halaman berikutnya hilang! Kita tidak tahu siapa pemilik kotak musik itu, tapi ini adalah cerita seram dari sekolah kita!" ujar Yong Ho.
"Aku rasa ini bukan hanya sebuah rumor! Shin Bi, kau ingat dengan Mi Young dan Seu Mi yang beberapa hari lalu pergi ke Laboratorium setelah jam pulang sekolah? Tidak ada orang lain selain mereka di sana." jelas Bo Ram.
"Ah! Iya, aku ingat! Dan setelahnya mereka berdua bertingkah aneh pagi tadi. Padahal sebelumnya mereka baik-baik saja." jawabku.
"Jadi, mereka melihat sesuatu saat pergi ke sana ...?" tanya Yong Ho.
"Kalau begitu, ayo kita pergi ke Lab, kita harus menolong mereka secepat mungkin!" ajakku.
"Benar." jawab Bo Ram.
"A, a ... tunggu aku!" sahut Yong Ho.
***
Laboratorium
Sesampainya di sana, tiba-tiba kami mendengar suara lagu Swan Lake, kami pun bergegas mencari sumber suara tersebut.
Kemudian kami menemukan sebuah Kotak Musik yang sangat cantik,
"Wah, lihatlah Kotak Musik ini, bukankah terlihat sangat mengagumkan?" tanyaku sambil mencoba memutar kembali Lagu Swan Lake tersebut.
"Hah?! Shin, Shin Bi, Jangan!" sahut Yong Ho.
"Hah? Kenap-- Akh!!!"
"Shin Bi!!!" teriak mereka.
Ada sebuah portal yang tiba-tiba muncul saat aku hendak memutar pedal Kotak Musik dan menarikku masuk ke dalamnya.
Bo Ram dan Yong Ho juga ikut tertarik masuk.
***
Saat aku membuka mataku, betapa terkejutnya saat melihat sebuah Kotak Musik yang begitu besar di hadapanku.
Sontak aku pun mencoba membangunkan kedua temanku yang tengah pingsan 'tak sadarkan diri.
"Bo Ram! Yong Ho! Sadarlah!"
Seketika mereka sadar, dan juga ikut terpana melihat sekitar.
Aku ... mereka ... kami ... kami semua sedang berada di dalam Kotak Musik tersebut!
"Shin Bi, itu mereka!"
Semua teman-teman kami terjebak di atas Kotak Musik, dan sedang menunjukkan gaya seorang penari. Rupanya tubuh mereka di kendalikan oleh sesosok makhluk yang berwujud Ballerina!
Makhluk itu tiba-tiba saja muncul dan terjatuh di tengah-tengah Kotak Musik, dan berkata,
"Ha, ha, ha, ha~♪ Apakah, kalian ingin menari denganku?"
Seketika kami semua bergidik-ngeri melihat semua itu.
Kotak Musik besar tersebut pun mulai bergerak secara memutar.
Makhluk Ballerina tersebut tampak sangat menyeramkan. Dia berjalan perlahan dan menghitung jumlah ballerina yang terjebak diatas Kotak Musik tersebut.
"Aku ... butuh lebih banyak ballerina~. Satu, dua, tiga ... aku butuh satu ballerina lagi~. Dimana kau~? Aku tahu kau ada di sini~. Ah! Ketemu~!"
Kami bertiga terkejut dan langsung lari. Namun, makhluk tersebut terus mengejar,
"Ha, ha~♪ siapakah yang harus kupilih~?"
Kami terus berlari sekuat tenaga. Tetapi, nahas, aku terjatuh. Dan saat kedua temanku hendak menolongku, tiba-tiba makhluk tersebut muncul di hadapanku dan berkata,
"Ayo~♪ menarilah bersamaku~!" ujar makhluk tersebut.
"Hah?! A, aku ... aku tidak bisa menari!"
Makhluk tersebut mengacuhkanku, tetapi tampak jelas dari belakangnya muncul tali-tali hitam berasap yang kemudian melilit kakiku dan menggantungku dilangit-langit.
"Hah?! Kyaa!!!"
"Astaga! Shin Bi!" sahut keduanya.
"Hahahaha~ menyenangkan, bukan~?" tanya makhluk itu.
Sedangkan aku berusaha keras untuk melepas lilitan tali tersebut. Tetapi, hasilnya nihil, tali tersebut terikat dengan sangat kencang, aku pun 'tak sanggup melepasnya!
"Uh? Yong Ho!" panggil Bo Ram.
"Ya?"
"Kau lihat Kotak Musik kecil yang berada di tengah-tengah Kotak Musik besar ini?"
"Ya! Aku melihatnya!"
"Aku akan mengambil kotak tersebut. Tetapi jika aku gagal, maka aku akan menghalangi makhluk tersebut dan kau harus berhasil mengambil alih Kotak Musik tersebut! Mengerti!"
Bo Ram langsung berlari sekencang mungkin menuju ke Kotak Musik besar tersebut. Tetapi, di saat yang bersamaan, Kotak Musik itu kembali berputar, Bo Ram terhempas dan makhluk itu muncul di hadapannya.
"Kau ... jika kau tidak bisa menarik dengan anggun maka kau ...--" ucapan makhluk itu terhenti.
"Yong Ho, sekarang!"
"Baik!"
Akhirnya, Yong Ho pun berhasil mengambil Kotak Musik kecil.
Ikatan di kakiku mulai merenggang dan akhirnya aku pun dapat turun walau sedikit terbanting ke lantai.
"Kau! Kau mengambil hartaku! Beraninya ...!" ucap makhluk tersebut yang tampak marah besar.
Setelah kupikir-pikir, ruangan ini tampak seperti Kotak Musik kecil tersebut. Jangan-jangan...
"Ah! Yong Ho! Cepat, banting Kotak Musik tersebut!" perintahku.
"Ha?! Tidak! Jangan!!!" teriak makhluk ballerina itu.
"Yong Ho, cepatlah! Aku tidak sanggup menahannya lebih lama lagi!" sahut Bo Ram.
"Huh ...! Baiklah!" jawab Yong Ho. "Lepaskan ... semua teman-temanku!
Praang!!
Kotak Musiknya telah berhasil dihancurkan.
Dan ruangan tersebut mulai berguncang hebat, seakan ruangan akan segera runtuh!
Tetapi, makhluk itu bukannya berlanjut marah, justru semakin bertambah sedih dan dia pun menunduk, menangis terisak-isak.
Isakkannya memekakkan telinga...
Dia pun bergumam,
"Tapi ... itu milikku ... kenapa dihancurkan ...? Aku hampir selesai ...!"
Seketika, setelah ia mengucapkan perkataan tersebut, aku pun langsung mendapatkan sebuah penglihatan.
***
Ballerina tersebut adalah seorang anak perempuan yang sangat pandai ballet, dia juga memiliki paras yang sangat cantik. Setiap hari, sepulang sekolah dia pasti akan berlatih menggunakan Kotak Musik tersebut.
Dia berpikir,
"Apakah mungkin, jika aku bisa menari diatas panggung besar dengan lagu Swan Lake ini ...?"
Dan impiannya pun terwujud! Ia mendapatkan tiket untuk pergi ke Eropa, dan melakukan pertunjukan ballet besar.
Sayangnya, perasaan bahagianya berubah menjadi kecemasan, karena dia meninggalkan Kotak Musik kesayangannya itu di sekolah.
'Tak lama setelahnya, pesawat yang ia tumpangi berguncang. Dan ia pun tewas mengenaskan, karena kecelakaan pesawat.
***
Ya, Kotak Musik tersebut merupakan barang berharga miliknya, dan karenanya ia tidak bisa pergi, jadi dia ingin menyelesaikan tarian Swan Lake di sini.
Ruangan pun mulai berguncang kembali.
"Medan kekuatannya belum hancur, dan kita harus segera pergi dari sini. Tetapi, sebelum itu aku harus menjadi penari terakhirnya! Akh!" Terkilir.
"Ah! Shin Bi, kau baik-baik saja? Uh ... baiklah, biar aku yang menjadi penari terakhirnya!" ucap Bo Ram.
Setelah jumlah para penarinya lengkap, Kotak Musik besar itu pun kembali berputar dan terdengarlah suara lagu Swan Lake yang diputarkan.
***
Lagu dan tarian ballet pun selesai dengan baik. Dan akhirnya kami berhasil keluar dengan selamat dari dalam Kotak Musik itu!
"Shin Bi!"
"Huh? Siapa yang memanggilku?"
"Di sini!" seseorang melambaikan tangan ke arahku.
"Ah ... kau ... Ballerina tadi, 'kan?"
"Hm~, ya! Terima kasih telah membantuku. Berkat kau aku bisa menyelesaikan misi terakhirku."
"Iya ... penampilanmu sangat memukau! Aku sungguh menyukainya!"
"Haha, terima kasih!" Mulai menghilang. "Ah!" Terkejut.
"Hm ... sepertinya ini sudah saatnya bagimu untuk beristirahat."
"Hm, ya ... berlatih menari memang meletihkan, sekarang aku akan pergi beristirahat. Sekali lagi, terima kasih, Shin Bi! Sampai jumpa!" ujarnya.
"Sampai jumpa~!"
***TAMAT***