setelah kepergian gurunya,dia harus mengembara dengan ilmu yang bisa di katakan masih sangat mentah.
begitu terharunya dirinya saat gurunya berpesan di akhir hayatnya untuk mencari guru baru dan mempelajari isi kitab yang beberapa tahun lalu di temukan gurunya di sebuah gua yang tidak berpenghuni.
selama pengembaraannya dirinya hampir saja mati saat di serang oleh beberapa perampok dan dirinya harus menyelamtkan diri dan terjatuh ke sebuah jurang.
di sinilah dirinya menemukan jati dirinya,kepalanya yang terbentur oleh batu membuat jalan pikiranya menjadi sangat cerdas dan berhasil mempelajari isi kitab peninggalan gurunya.
hingga akrhirnya dia menjadi seorang pendekar yang sangat tampan,tetapi walau dia berilmu tinggi dan memiliki wajah tampan tetapi dirinya selalu gagal dalam menjalin percintaan dengan para wanita sehingga dia di gelar sebagai pendekar asmara gila.