Bila kabut turun maka dikatakan orang yang masih hidup akan dapat bertemu kembali dengan roh orang yang sudah tiada di dunia.
Apakah itu benar?
***
Malam hari yang gelap dan juga sepi, entah mengapa malam ini berbeda dari malam biasanya tampak malam ini sangat menakutkan dari malam biasanya. Kenapa bisa seperti ini.
Tetap malam yang mengerikan ini ada seorang gadis manis jelita nampaknya tengah tersesat di sebuah hutan tidak sepertinya bukan hutan ini lebih menakutkan dari sekedar hutan.
Di mana ini?
Pertanyaan seperti ini lah yang terlintas di benak gadis manis jelita itu.
" Aku ada dimana ini...?". Gumamnya pelan sambil terus menyusuri jalan berharap segera keluar dari tempat asing itu.
Entah langit sedang membantunya atau apa tapi tampaknya sinar bulan malam ini menunjukkan Wujud, sehingga gadis manis jelita itu dapat melihat sekitarnya.
Alangkah terkejutnya saat dia mulai bisa melihat sekeliling. Banyak terjejer rapi ratusan batu nisan di tanah.
" Tidak! inikan kuburan!? mengapa aku ada di tempat seperti ini!?". Gadis manis jelita itu tidak bisa tidak berteriak saat menyadari bahwa dirinya berada ditengah - tengah sebuah makam.
Sialnya lagi kabut mulai turun perlahan dan itu membuat gadis itu tak bisa melihat dengan jelas sekitarnya.
' Perasaanku tidak enak! hari ini kabut sangat tebal, aku harus segera pulang ke rumah!' Batin gadis itu dan berlari secepat dia bisa tanpa tujuan yang jelas.
DEG...!
Entah pengelihatan nya yang bermasalah atau apa, tapi dia bisa melihat ada seseorang sedang berjalan kearahnya. Pikiran - pikiran negatif mulai menguasai isi kepalanya.
Di perkuburan berkabut kadang - kadang ada roh berkeliaran. Mungkinkah....?
" A...Aku takut aku takut! Eh...!?". Sebelum dia beranjak pergi Siapa yang dilihat, pria itu adalah....
" Rei!? Syukurlah! aku... ". Saat hendak gadis itu memeluk sosok pria itu.
Apa yang terjadi? mengapa aku tak bisa memegang nya?
Tentu saja karena tak dapat memegangnya gadis itu tersungkur ke tanah, namun saat dia menoleh kebelakang tetap bersamaan, pria itu juga menoleh kearah gadis itu.
' Bukan! Dia bukan Rei! Walaupun mirip sekali, tapi.... sepertinya dia lima tahun lebih tua dari Rei ' Pikir gadis itu.
" Tunggu! kalau tak bisa dipegang... berarti... tapi dia mirip sekali dengan Rei ". Gumamnya pelan.
" Jangan - jangan! Dia kakaknya Rei yang sudah meninggal... namanya siapa ya...?"
" Brian... ". Siapa sangka saat sosok pria itu mendengar sebuah nama disebut dia nampak terkejut, namun sedetik kemudian dia tersenyum dan berkata.
" Kau tau namaku? ya... aku sering melihatmu disurga... aku selalu berdoa agar kau bahagia ".
Gadis itu mendengar perkataan sosok tersebut bukannya merasa takut tapi entah mengapa dia merasa nyaman saja... meski dia hantu.
' Pasti dia kakaknya Rei! dia mirip saat tersenyum... seperti... bersama Rei '.
" Aaah.... kabut mulai menipis... aku harus segera pulang ". Ucap sosok itu.
" Brian apa kita bisa bertemu lagi? ya... pasti saat berkabut ". Ucapnya langsung berbalik dan pergi meninggalkan sosok itu.
Siang hari, tampaknya hari ini cuaca sangat dingin sepertinya tidak lama lagi akan segera turun hujan di kota.
Di jalan yang tak terlihat ramai terdapat dua insan sedang berjalan sepertinya mereka habis berbelanja.
" Rei taukah kau? katanya, saat kabut turun kau dapat bertemu dengan seseorang yang sudah mati ". Ucap gadis itu menggelayut di lengan pria yang dipanggil Rei.
" Apa - apaan sih ". Memang benar Rei bukanlah orang yang mudah percaya takhayul.
" Misalnya jika salah satu dari kita mati, maukah kau berjanji untuk bertemu?". Tanya gadis itu.
" Aku tidak mau ". Jawab tegas Rei.
" Kok begitu!? kalau aku, walau kau jadi hantu aku pasti tetap ingin bertemu, kau tidak ingin begitu?".
Sayang karena kurang hati - hati kaki gadis itu terkilir yang menyebabkan dirinya terhuyung ke tengah jalan raya.
Dan tetap dibelakang gadis itu ada mobil yang melaju kencang dan...
BRAK..!!!
Menabrak gadis itu, Rei yang telat bereaksi hanya bisa terduduk lemas melihat kekasihnya tergeletak tak bernyawa di dalam pelukan nya.
' Bodoh! karena kurang hati - hati...'. Dia menyesal sangat-sangat menyesal.
Dia mendatangi makam kekasihnya itu. Tiba - tiba dia merasa ada yang memanggil namanya. Saat itu dia teringat ucapan kekasihnya. Jika hari berkabut kita harus bertemu!.
' Apakah kita dapat bertemu? Ya... pasti pada hari berkabut '.
SELESAI :)