"pak,kata orang disini ada hantu pocong ihh serem yah pak."Kata salah satu Dari bapak-bapak yang ada di pos ronda.
"Olah...Pak nggak ada."Kata Salah satu bapak yang memegang sebatang rokok dan mengisap rokok itu.
"ayo kita pak lanjutin."Kata Bapak itu yang langsung menurunkan kakinya.
"Tunggu pak rudi."Kata teman bapak rudi yang melangkah lebih cepat.
Bapak rudi pun mengikuti langkah para bapak-bapak yang lainnya.Sampai akhirnya Langkah bapak-bapak ini terhenti.
"Itu apa pak ?"Kata bapak rudi yang menyinari Pohon Pisang sambil menyipitkan matanya.
"Itu pocong pak !"Teriak Bapak yang disamping Pak Rudi.
Langsung saja Bapak-bapak yang tadi melihat Orang yang berbungkus kain putih dan wajahnya hancur itu.Lari kocar-kacir.
Ke esokan paginya.
"Eh,Din gue berangkat dulu ke kampus ya."Kata seseorang yang telah berada di ambang pintu.
"iya, bilang gw izin soalnya gw nggak enak badan nih."Kata seseorang yang dipanggil dengan nama Dina.
"Oke,gw berangkat dulu."Kata seseorang itu sambil melangkah kan kakinya keluar dari kost-kostan Dina.
"Thanks yah Alin."kata Dina sambil berteriak.
"Sama-sama."Kata seseorang yang dipanggil dengan Alin.
Alin yang tengah memanaskan mesin sepeda motornya.Dan Dina yang sedang duduk di atas sofa.
"Oke gw berangkat udah jam delapan lewat tiga puluh,semoga aja nggak telat."Gumam Alin yang menunggangi sepeda motornya.
Alin pun melajukan motornya dengan lihai nya dalam membelokkan setang sepeda motornya.
Sementara itu Dina dibuat bosan dengan tampilan yang ada di layar TV.Sampai akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke luar sebentar sambil menghirup udara segar.
"Oke, gw nggak mau pusing gw mau keluar."Kata Dina sambil melangkah kan kakinya ke dalam kamar dan mengambil jaket dan langsung memakai nya.
Dina yang sudah siap untuk berjalan jalan di gang itu, yang di penuhi lapangan yang luas.
"Kok hari nya mendung, biasanya kagak gini."Kata Dina sambil mengarahkan pandangannya, ke atas dan melihat awan hitam menggumpal di langit.
Dina kini tengah berada di pinggir jalan sunyi yang dipenuhi sawah dan lapangan luas.
"Itu juga apa ?."Kata Dina menajamkan Penglihatan nya.
"Itu Sajen kah ?"Tanya Dina kepada dirinya sendiri.
Dina yang melihat sajen dibawah Pohon pisang, Langsung saja ia berlari kecil menuju sajen yang terdapat di tengah sawah.
"Ini sajen siapa yang naruh..."Kata Dina sambil melihat ke sekelilingnya.
Hari pun sudah mulai menurunkan air dari awan dan membasahi Dina yang berada Dibawah Pohon pisang itu.
"Pas banget,Hari hujan dibawah pohon pisang.Kata orang-orang dulu awas Pocong kalau hari hujan jangan berteduh di bawah daun pisang,Mana ada sajen lagi."Gumam Dina sambil melihat-lihat sajen itu.
Bumi pun tidak berhenti untuk menurunkan air dari awan, Sampai akhirnya Dina memutuskan untuk pergi dengan mematahkan Daun pisang.Untuk berlindung.
"Ahhh,gw nggak peduli mau apa kek...Cerita orang dulu mah mitos."Kata Dina sambil mematahkan daun pisang itu.
"Mending gw makan nih Sajen...Hahahah"Kata Dina sambil memegang sebuah daun pisang dan mengambil beberapa kue yang ada di Sajen itu.
"Yaudah deh..."Kata Dina sambil berlari kecil menuju ke daratan dan akhirnya ia sampai di daratan dan mulai berlari.
Sementara itu Alin yang kuliah.
"Jadi adik-adik kali ini tugas untuk kalian semua yah."Kata Dosen sambil menuliskan beberapa kalimat di papan tulis.
Semua Mahasiswa/Mahasiswi yang berada di satu ruangan tampak menulis.
"Ini tugas Gw."Kata Alin sambil menyusun Kembali Buku nya dan laptopnya dan memasukkan nya ke dalam tas.
"Oke adik-adik mahasiswa atau mahasiswi hari ini, pelajaran hari ini sudah selesai.Terimkasih"Kata Dosen Alin sambil berangsur-angsur meninggalkan Ruangan.
Semua mahasiswa atau mahasiswi yang berada diruang itu langsung saja mereka bergegas keluar dari ruangan itu,Selain Alin.
Alin kini tengah duduk di meja paling depan dan merenungkan sesuatu.
"Tiba-tiba gw khawatir sama Dina."Kata Alin sambil berdiri dan melangkah kan kakinya ke luar dan langsung menuju ke parkiran.
Bumi sudah mulai berhenti untuk menurunkan hujan.Kini Dina yang tengah berlari entah kemana ia pergi.
"Bukannya rumah gw di jalan yang melati RT satu Rw Sepuluh."Kata Dina sambil melihat tanda yang ada di setiap simpang empat gang.
"Ini kok...Jambu RT sembilan RW Tiga,Setau gw sih nggak ada nih di gang sini yang namanya Jambu."Kata Dina sambil melihat sekeliling.
Dina yang merasa ia tersesat karena hujan tadi,ia kini berlari ke sana kemari.
"Harusnya disini kok nggak ada ?"Kata Dina sambil melihat Tanda yang terpasang di depan gang.
"Neng.."Tepuk seseorang yang mengagetkan Dina.
"Pak..."Kata Dina dengan nada gugup.
"Neng tersesat,Makanya neng omongan orang zaman dahulu tuh jangan di anggap mitos."Kata bapak itu.
"Iya pak saya tersesat,saya tadi makan sajen dibawah Pohon pisang."Kata Dina sambil menundukkan kepalanya.
"Makanya jangan,Di anggap mitos neng, Sekarang saya bawa neng pulang."Kata bapak itu sambil melangkah mendahului Dina.
"Bapak tau ini dimana ?"Kata Dina sambil berjalan.
"Dulu ini neng banyak orang tersesat karena makan sajen orang disini,dan banyak juga yang meninggal karena di teror pocong."Kata Bapak itu sambil melihat wajah Dina.
"Terus saya dibawa kemana ?"Kata Dina sambil memperlambat jalannya.
"Sekarang kita sudah sampai."Kata Bapak itu sambil pergi meninggalkan Dina.
"Teri...ma...kasih..."Kata Dina menoleh ke arah belakang dan tidak mendapati Bapak tua itu.
"Kemana sih bapak itu ?"Kata Dina sambil berjalan menuju ke pintu kost-kostan.
Setelah pintu kost-kostan dibuka,Dina terkejut apa yang ia lihat sekarang.
"Bagaimana sih Lo sampai dengan aman."Kata Dina sambil menunjuk ke arah Alin yang duduk di atas sofa.
"Gw jalan yang lurus dan berbelok."Kata Alin sambil menjelaskan pada Dina.
"Gw mah jalan astral " Kata Dina sambil tertawa.
"Keren amat tuh.. "Kata Alin sambil memperbaiki posisi duduk."Cerita dulu.."Tambah Alin.
"Gini,gw tadi makan sajen yang ada dibawah Pohon pisang,Yang deket sawah itu loh, Tiba-tiba hari nya hujan terus gw potek daun pisang,akhirnya gw ambil tuh kue yang ada didalam kerajang sajen dan setelah gw ambil,gw lari kocar-kacir dan akhirnya sampai entah dimana...." Cerita Dina pun terputus di saat Alin mendapatkan telpon dari Mamah nya.
"Tunggu yah Din.."Kata Alin Sambil mengambil Ponsel yang ada di atas meja.
Dina yang mengetahui mama Alin yang menelpon,ia langsung mengambil keripik yang sudah siap sedia di atas meja.
"Hallo Mah ?" Kata Alin dengan nada sumringah
"Hi anak mamah .."Kata Mama Alin yang ada diseberang telpon."Mamah mau kamu bseok pulang soalnya ayah sakit."Kata mamahnya sambil menutup Telepon.
"Mah...Mah..."Kata Alin dengan nada panik.
"Din,maaf yah gw harus cepat-cepat pulang besok."Kata Alin sambil memegang tangan Dina.
"Gw ngerti...Semoga ayah Lo sehat aja ya " Kata Dina Sambil memeluk tubuh Alin.
"Gw harus siap-siap dulu."Kata Alin sambil berdiri dan meninggalkan Dina yang berada di depan televisi.
"Mau gw bantu gak?"Kata Dina
"Nggak usah..."Kata Alin yang sudah berada di dalam kamar.
Sementara itu Alin yang sedang mengemasi barang-barang nya,dan Dina yang tengah asik duduk di sofa sambil menonton televisi.
Tiba-tiba bau kemenyan atau dupa menyengat di hidung Dina.
"Huekk...Bau apa nih."Kata Dina sambil menggosok hidung nya.
"Lin,Lo nyium nggak bau kemenyan atau dupa."Teriak Dina sambil menutup hidungnya.
"Nggak..."Sahutnya.
"Ahhhhhhh....Pocong....."Teriak Dina ketakutan.
Tiba-tiba saja muncul sesosok bayangan hitam yang berdiri di depan pintu masuk kost-kostan Dina.Sontak saja Dina teriak.
"Ada apa Dina."Kata Alin yang bergegas menuju ke arah Dina .
"Tadi ada bau kemenyan atau dupa terus ada Pocong..."Kata Dina Sambil menunjuk ke arah pintu masuk.
Alin yang melihat tangan Dina yang mengarah kan ke Luar,Ia pun bergegas keluar dan melihat ke sekeliling.
"Nih anak waras apa gak sih..." Gumam Alin
Dina yang merasa ia tengah di awasi di samping tubuhnya,Ia langsung menoleh dan mendapati sosok Pocong yang ia lihat sebelumnya.
"Ahhhhhhh... Pocong..."Dina yang menoleh sedikit dan langsung mendapati sosok pocong berwajah hancur.
Alin yang berada diluar pun langsung masuk dan mengecek keberadaan Dina.
"Lo kenapa lagi."Kata Alin sambil membalikkan punggung tangannya dan meletakkan ke atas dahi Dina.
"Ada pocong Lo tau..."Kata Dina sambil menangis.
"Pocong...?"Gumam Alin
"Ini jam setengah lima sore,mana ada pocong jam segini,lagi pula pocong tuh nggak ada ."Kata Alin sambil pergi meninggalkan Dina.
Dina yang merenung dan menangis mencoba menenangkan dirinya.
"Makanya Dina Lo itu percaya sama mitos Zaman dulu."Batin Dina.
"Dina Malam ini gw berangkat,Gw nggak jadi besok."Kata Alin yang berada di dalam kamar.
"Jadi elo nggak besok pulang kampung.?"Kata Dina
"Nggak,gw terpaksa banget, soalnya Ayah gw masuk rumah sakit."Kata Alin
"Gw takut..."Kata Dina melihat ke sekelilingnya.
"Takut apa ?" Sahut Alin.
"Yah hantu pocong."Kata Dina.
"Yaudah jangan lupa berdoa."Kata Alin sambil mengeluarkan Koper miliknya.
"Bener nih malam ini."Kata Dina
"Iya.,Malam ini gw pulang."Kata Alin Sambil mengambil beberapa barang nya dan menggantung ke koper.
"Oke deh..."Kata Dina sambil berdiri dan meninggalkan Alin yang sibuk mengemasi barang-barang nya.
Tidak begitu lama kemudian,Hari sudah mulai gelap hanya bulan menyinari separuh dunia.
"Bye-bye... Hati-hati yah dijalan. walaupun Lo naik kereta."Kata Dina melambaikan tangannya kearah Alin yang membawa koper nya.
"Oke..."Kata Alin
"Tuh taxi nya udah datang,Dadadah...."Kata Dina sambil mengarahkan telunjuknya ke Mobil berwarna biru.
"BYE--BYE "Kata Alin yang sudah masuk di dalam mobil taxi.
Mobil taxi yang membawa Alin melaju dengan kecepatan sedang.
"Semoga gw nggak diteror sama pocong..."Kata Dina sambil mengunci pintu depan.
Tiba-tiba saja Bau dupa atau kemenyan menyerbak seluruh kost-kostan Dina.
"Tuh kan,"Kata Dina sambil berlari ke arah pintu kamar dan masuk dan bersembunyi dibalik selimut.
Tiba-tiba saja terdengar suara Cangkir pecah dari arah dapur.
"Itu apa lagi..."Kata Dina sambil membuka sedikit Selimut nya.
Tiba-tiba sosok yang ia takuti ada di sebelah Dina yang ada didalam selimut itu.
"Ahhhhhhh..."Teriak Dina sambil melepaskan selimut yang menutupi tubuhnya.
Dina tidak tau kemana ia pergi,karena hari sudah malam,Berteriak pun tidak akan mungkin untuk Dina.
"Ahhh...."Dina yang terus menerus berlari kesana kemari sambil berteriak-teriak.
"Semoga Pocong itu hilang..."Kata Dina sambil Berdoa.
Bau kemenyan atau dupa terus menerus menyengat hidung dina.
"Mending Gw tidur."Kata Dina Sambil mengarahkan Kakinya ke kamar.
Seketika Suasananya hening.Dina yang tertidur pulas dan ia tidak menghiraukan lagi tentang pocong.
Tiba-tiba saja Dina membalikkan badannya dan membuka matanya perlahan dan mendapati sosok Pocong yang berwajah hancur.
"Ahhhhhhh...."Teriak Dina ketakutan.
Dina pun berteriak teriak sekeras-kerasnya sampai akhirnya pita suaranya terputus.
Belum sampai di situ,Dina yang merasakan pocong itu masih ada dibelakang badan nya,ia langsung menendang pocong itu.
Bguh * Suara benda terjatuh.
Dina yang Sepertinya kehabisan tenaga dan darah yang mengalir dari mulutnya.
Dina pun meninggal dunia,karena pita suaranya terputus dan Pastinya Karena teror Pocong.
TAMAT---