Namaku Lyla Didobingsih Aku Adalah Gadis Remaja Yang Cacat Pada Bagian Kakiku..Aku Terkena Penyakit Polio Semenjak Usiaku Menginjak 9 tahun dan aku seorang anak indigo yang bisa meramal apa yang akan terjadi di masa mendatang....
Awalnya Aku Bersekolah SMA di dekat kuburan..saat pertama kali masuk sekolah aku bertemu seorang Lelaki Yang Miskin Namun
Tampan Aku Menyapanya,
"Permisi,Bolehkah Aku Berkenalan Denganmu?" Tanya Aku Sopan...
"Boleh, Aku Vano." jawab ia singkat
"Aku Lila," Ucapku Sembari Tersenyum
Dia Menyadari Bahwa Kakiku Pincang Awalnya Aku Juga bertemu seorang lelaki yang aku sukai tapi tiba tiba lelaki tidak menyukaiku karena kakiku pincang aku pun khawatir...
Lalu Vano Bertanya, "Ada Dengan Kakimu Kenapa Terlihat Lebih kecil dibanding kakimu yang sebelah?."
Aku Tak Berkata Kata Aku Merasa Takut Akhirnya Aku Lari Menuju Kelas Dan Merasa Takut Dengan Apa Yang Akan Terjadi
Tiba tiba aku menabrak seseorang
"Bruukk!"
"Awww....kalo Jalan Lihat Lihat Ya." ucap seorang lelaki lain
aku menoleh dan dia segera membantuku aku membalas dengan senyuman
"Kamu Gak Papa?" Tanya Dia
"Enggak apa apa,terimakasih."
"Kenapa Kakimu Pincang? Dan siapa namamu?"
Lagi lagi aku takut tapi aku membalas
"Aku....aku...Lyla Dan Aku Mengidap Penyakit Polio," ucapku gemetar
..
Lalu Laki laki itu pergi. Rasa Detak jantung ku hampir berhenti melihat kejadian itu berlangsung
............
Aku Duduk Di bangku dan yang kulakukan hanyalah menulis...biasanya aku akan menulis diary tentang apa yang ada di pikiranku
Aku Menulis.......
..............................
*Ramalanku Di Masa Mendatang Adalah Suatu Saat Di Kota ini akan dilanda banjir besar dan banyak akan ada rumah yang roboh sekaligus Patung Kuburan Itu Akan Miring....Dan Di bulan depan aku meramal bahwa seorang kekasih sejati ku akan datang cepat atau lambat*
Selesai Menulis Aku Merenung
_Apa ramalanku akan nyata lagi? dahulu aku pernah meramal masa mendatang ku saat umurku 8 tahun dan kejadian kedua orang tua ku meninggal benar benar terjadi_
*************
Pelajaran Telah Selesai Aku Menuju Kantin Yang Dekat Dengan Kuburan
Aku Memesan Makanan Pada Mbak Nuri Disitu
"Mbak Aku Mau Belanja... Disini Ada Makanan Apa Aja ya?" tanyaku
"Disini Ada...Nasi Goreng, Mie Rebus, Soto Ayam, Roti Bakar, Sup ikan dan Snack ringan."
"Aku mau pesan nasi goreng minumnya ada gak Mbak?"
"Minumnya Ada Air Putih sama jus buah aja,"
"Yasudah Aku Air Putih Aja Ya Mbak."
Aku duduk di kursi dekat kuburan, sekolah dan kuburan itu cuman beda 5m dari sekolah
tiba tiba aku melihat bayang bayangan seseorang dihadapan ku...aku tak terkejut karena aku sudah biasa mengalami hal seperti itu
Bayang Bayang Itu Pun Berada Di Pohon Beringin, aku terus menatap bayangan itu dan arwah seorang nenek nenek pun terlihat jelas di mataku
Nenek nenek itu mendekatiku dan berkata,
"Kau bisa melihatku?" tanya dia
aku mengangguk, "Apa maumu nek? Dan kamu arwah di kuburan ini kan?" ucapku
"Benar, aku ingin memberitahu mu satu hal penting!" ungkap nenek itu
"Hal Penting Apa? Dan apa alasannya?"
Nenek Itupun Bercerita Beberapa saat
"Kamu Adalah Anak Yang Bisa Meramal Dan Anak Indigo...Berhati hatilah karena semua ramalanmu yang kamu tulis di buku mu adalah peristiwa yang Nyata,"
"Suatu Hari Nanti Banjir Besar Akan melanda Kota Ini Bukan hanya itu suatu saat hari kiamatmu akan tiba cepat atau lambat kau akan pergi bersama seorang *Kekasih*" Cerita Nenek Itu
Aku terkejut Mendengar nya...tiba tiba arwah itu hilang badanku berkeringat..
Lalu ada yang menepuk pundak ku
aku segera menoleh
"Kamu tidak mau makan? jangan merenung terus...dari tadi Mbak Nuri manggil manggil kamu tapi gak ada nyaut terus aku datang nih makan bareng." ucap Vano
Aku Hanya Menatapnya Dengan Tatapan Takut dia pun duduk di sampingku..
"Kamu kenapa? ada masalah? kalo ada masalah cerita sajalah.."
aku terus diam saja karena aku orang yang tertutup..aku malu dengan kondisiku sekarang apalagi hari Ki..kiamatku
"Gak apa apa kok Vano."
"Yasudah Ayo Makan Lupakan Masalahmu.."
"Bagaimana bisa aku melupakan masalahku? apalagi kondisi kakiku seperti ini!?"
Vano melihat kakiku dan berkata, "Kamu terkena polio ya?"
"Kamu tahu aku seorang lelaki yang miskin bahkan aku pun tidak punya rumah.." ucap Vano
Aku Menjawab, "Jadi kamu adalah anak yang yatim piatu juga?"
Vano Mengangguk Dan Tiba Tiba Menyuapi Makanan Ke Dalam Mulutku..
"Eh,,..tunggu sebentar coba kamu Membuka mulutmu kayaknya ada sesuatu deh...Coba aaaa....."
"Hah? emang ada apa?"
"Sudah Coba Buka.." pinta Vano
Aku Membuka Mulutku Dan Tiba tiba dia menyuapiku..
"Hey! kamu menyuapiku!" aku terkejut sambil berteriak
Vano Hanya Tersenyum Dan aku Malu Aku pun memalingkan pandanganku lalu lagi lagi melihat Roh Datang..Roh Ini Berwarna Putih Beda dengan nenek tadi
Roh itu berbicara padaku
"Sadarlah Lyla, Hari Kiamatku Tinggal Sebulan Lagi...Dan Berhati hatilah jangan sampai kamu tertelan bumi ini!" ucap roh itu dan hilang begitu saja
Aku Terkejut Dan Mataku Membelalak
"Kamu kenapa Lyla?" tanya Vano
"enggak kok gak papa..."
Aku pun makan bersama Vano dan merasakan kekhawatiran di saat aku berada di sampingnya
"Aku duluan masuk kelas ya.." ucapku pergi begitu saja dia menghentikan ku dengan memegang tanganku
"Tunggu..." Sembari memegang tanganku
aku menoleh dan berbalik
"Apa?"
"Kamu sepertinya menyembunyikan sesuatu apa yang kau sembunyikan?" tanya dia
Aku Diam Dan Tak Menjawab Aku Langsung Lari Pergi Dan Menangis Mengingat Kejadian Ortu Nya Meninggal Karena Runtuhnya Jembatan Merah Di Kota Itu
Keesokan Harinya
Aku Bangun pagi dan terlihat hujan deras sekali juga badai petir yang dahsyat
aku teringat akan Vano yang tidak mempunyai rumah aku segera mencari Vano dan Vano duduk dekat pohon beringin di kuburan
Tepat Saat Itu Banjir Melanda Kota Ku
Dan Vano Menghilang Saat Itulah aku sangat sedih kehilangan Vano secara tiba tiba
Singkat Cerita..........
****"*"*"***************
******************.*..........
*1 Bulan Kemudian......*
Kini sudah waktunya aku kiamat...Vano Masih Aku Belum tahu keadaannya aku sangat sedih dan itu yang aku khawatirkan darinya..
Aku Pergi Suatu Kuburan Aku Menjenguk Makam Orangtuaku saat aku duduk di pohon beringin tiba tiba seseorang datang dan duduk di sampingku
Aku menoleh ke orang itu dan mataku terbelalak melihat di sampingku ada seorang lelaki yang aku cintai dahulu ialah...
*Vano*
"Vano!? ini kamu??" tanyaku
"Lyla!!?" ia juga terkejut melihatku beberapa saat aku dan dia saling menatap
"Sudah lama kita tak bertemu maafkan aku karena tiba tiba menghilang..." ucap Vano memelukku
"Kau pergi kemana saja?aku khawatir."
"Bisakah Kita Ke Suatu Tempat...?Aku ingin bicara penting denganmu" pinta dia
aku hanya mengangguk dan mengingat hari Kiamatku sebentar lagi..
"Tunggu dulu Vano..." aku menghentikan nya di depan sekolah
"Ada apa?"
"Bisakah kita bicara disini saja...aku juga ingin memberitahumu sesuatu."
"Baiklah kalo begitu ceritakan."
Aku bercerita tentang hari Kiamatku dan juga tentang diriku...bahkan aku tak menyadari air mataku mengalir saat bercerita
"Berhentilah Menangis Aku Sudah Tahu hal itu...oleh karena itu aku ingin menjadikanmu istriku..." Ucap Vano
Aku Kaget Dan tak percaya dengan apa yang kudengar
"Tapi kau kan sudah tahu kalo aku takkan hidup lama lagi? dan apa kau yakin ingin menjadikan ku istrimu!? kita masih muda!" protes ku
"Itulah kenapa aku ingin menjadikan mu istriku karena aku mencintaimu," ucap Vano memegang tanganku
"Dan kamu tahu...aku sudah tahu kalau kamu ada masalah termasuk hari kiamatmu aku akan selalu ada disampingnya sampai akhir hayat nanti..."
perkataannya membuat ku terharu...
aku sudah cacat apalagi aku takkan hidup lama karena takdirku yang sudah menyiapkan hari kiamat dimana aku harus berkorban agar orang orang yang ada di kota ini..
Tidak Di Telan Oleh Bumi...Karena Dahulu Ortu Ku Membuat Perjanjian Untuk Menjadikan Ku Sebagai Pengganti nya
"Aku Juga Mencintaimu Vano..tapi aku tak sanggup harus bersanding denganmu karena aku cacat dan juga tak pa.." Vano Memotong
"Cinta Tak Memandang Fisik, Tak Memandang Derajat Aku Tetap Mencintaimu Sampai Akhir Hayat Nanti Biarkan Aku Menikahimu..." ucap Vano menarik tanganku ke suatu tempat
"Kami Sudah Siap Untuk Menikah Pak." ucap Vano dan akhirnya kami benar benar resmi menikah...walau hanya beberapa orang yang hadir
Aku Menulis Cerita Ini Dengan Menangis Karena Kematianku Sudah Dekat
Tetapi Vano Siap Bersamaku Sampai Akhir Hayat Nanti
Ramalanku Nyata...Vano Benar Benar mencintaiku dengan tulus hatinya dan dimana besok lusa adalah hari penyerahan diriku...
"Terimakasih Vano..Aku Benar Benar Mencintaimu...*.
"Aku Mencintaimu Dan Siap Mati Bersamamu"
perkataannya membuatku terisak menangis sejadi jadinya kami bersama hanya semalam dan keesokannya adalah hari penyerahan diri
Aku Mencintai Suamiku Vano Dan Kami Cinta Sehidup Semati Sampai Akhir Nanti
Vano Menciumiku Tuk Terakhir kalinya
Ia Adalah Ciuman Pertama Dan Ciuman Terakhir ku dan bersama kekasih surgaku
......Selamat Tinggal......