Apakah kalian bersedia membantu polisi Desa Berkabut?
Kasusnya ada di bawah ini:
_______________________
"Dimana Ibu?" Tanya Killa pada Silla sudara kembarnya yang tengah duduk disofa, ia tengah memegang beberapa kuas cat dan kanfas, untuk melukis, dengan televisi yang tengah menampilkan film keren. Ruangan itu berdampingan dengan kamar orang tua mereka.
"Dikamar," Jawabnya singkat dan datar.
Kemudian Killa masuk ke dalam kamar ibunya, beberapa saat kemudian ia berteriak ketika melihat ibunya telah ambruk di lantai yang bersimpah darah segar yang mancur dan mengalir dengan deras dari beberapa bekas tusukan di dadanya.
"Astaga!" Teriaknya histeris.
Silla kemudian langsung menyusul ke kamar itu dan—Astaga, ia hampir saja pinsan, darah segar mengalir membanjiri lantai kamar itu. Dilihatnya Killa yang tengah menangis histeris dan langsung memeluk Silla.
"Aku akan memanggil polisi!" Kata Killa pada saudaranya yang masih terpaku pucat.
Killa dengan segera turun kearah dapur dan mengambil telepon yang ada didekat dapur.
Tak lama kemudian dua orang polisi sudah ada di kamar itu, memperhatikan kondisi mayat dan memeriksa ruangan itu. Jendela di ruangan itu aman, tak ada tanda-tanda dibobol, langit-langit pun terlihat aman. Jadi siapapun yang membunuh ibu itu pasti masuk lewat pintu.
Tukang masak mereka adalah seorang pria dengan rambut yang sudah mulai putih. Ia baru saja datang menggabungkan diri dengan mereka di kamar itu. Wajahnya dirundung rasa ngeri.
Kemudian polisi menanyakan beberapa hal pada masing-masing dari mereka bertiga. Satu polisi memeriksa rumah dan polisi lainnya mengintrogasi mereka.
"Silla, kau sedang apa tadi di ruang sebelah?" Tanya salah satu polisi.
"Aku sedang melukis dan menonton televisi," Ucapnya dengan tenang tapi sedikit gemetar.
"Ya aku percaya padamu, kulihat ada noda cat merah di bajumu itu ya?" Kata polisi itu lagi dengan menyelidik.
"Lupakanlah, sekarang kau tukang masak! Kau dimana saat pembunuhan ini terjadi?"
"Saya tidak tahu,"
"Tidak tahu?" Polisi itu memicingkan matanya.
"Karena saya tak tahu kapan beliau terbunuh."
"Kira-kira, belum lama, sekitar setengah jam lalu. Dimana Anda waktu itu?"
"Saya dari pasar, berangkat sejam lalu, dan baru saja kembali," pelayanan itu menoleh pada arlojinya.
"Baiklah, sekarang kau Killa, kenapa kau ingin menemui ibumu?"
"Tadinya aku—aku ingin bertanya soal daftar belanja sayur," Jawabnya dengan air mata kesedihan dan rasa takut yang bercampur.
"Baiklah,"
"Apakah ada salah satu dari kalian yang melihat ada tamu, atau seseorang yang masuk ke rumah ini selain kalian?"
"Tidak,"
Beberapa saat kemudian polisi satunya yang terlihat lebih muda datang setelah selesai memeriksa rumah. Terlihat ia menenteng sebuah kantong transparan dengan pisau daging yang berlumuran darah.
"Saya menemukan ini didapur," katanya.
"Ada yang lain?" Tanya polisi satunya.
"Ada kotak belanjaan baru di bawah tangga,"
"Itu belanjaan saya," Kata pelayan.
————
Jadi menurut kalian siapa pembunuhnya? Adakah diantara ketiga orang yang di interogasi? Atau ada orang lain?
Ayo bantu polisi desa berkabut untuk menemukan pembunuh dirumah itu.
Tuangkan ide dan gagasan kalian di kolom komentar ya,