Mungkin semua lebih baik jika mereka berdua benar-benar hanya rakyat biasa.
****
Namanya roro jongrang. Ia adalah putri dari ratu dan raja boko. Raja boko merupakan raja dari kerajaan besar di wilayah prambanan.
Suatu hari, roro jongrang pergi keluar dari wilayah kerajaanya untuk menyamar karena penasaran dengan dunia luar. Sampailah ia ke wilayah kerajaan pengging. Ia bertemu dengan laki-laki biasa, yang merupakan seorang petani. Lelaki itu mengaku bernama bandung bodowoso. Untuk ukuran rakyat biasa dan hanya seorang petani, bandung bondowoso terbilang sangat tampan.
Roro jongrang tidak memberi tahu bandung bondowoso jika sebenarnya ia adalah seorang putri kerajaan. Karena apabila ia memberitahukan prihal tersebut kepadanya, roro jongrang takut lelaki itu akan menjauhinya. Merekapun menjalin hubungan secara diam-diam karena tidak mungkin ayahnya akan memberinya izin untuk menjalin hubungan dengan rakyat biasa.
****
Suatu saat, kerajaan prambanan terlibat konflik panas dengan kerajaan pengging karena perebutan wilayah pelebaran kerajaan. Raja dari kerajaan pengging terkenal dengan kekejamannya serta kekuatannya.
Karena konflik kerajaan tersebut, roro jongrang dilarang keluar dari istana demi keamanannya. Iapun tidak bisa bertemu dengan kekasihnya tersebut.
Ayahnya berusaha menikahkannya kepada beberapa pangeran dari kerajaan lain sebagai bentuk diplomasi. Akan tetapi, roro jongrang selalu menolak karena hatinya sudah di miliki oleh bandung bondowoso.
****
Konflik antar kerajaan semakin memanas hingga meletuslah perang antar kerajaan.
Sebelum perang antar kerajaan terjadi, roro jongrang sempat keluar dari wilayah kerajaan dan menemui kekasihnya. Wajah kekasihnya pada saat itu terlihat sangat lelah seperti memikul beban yang sangat berat. Pada saat itu bandung bondowoso berkata.
"Aku akan menikahimu jika semua urusanku sudah selesai" katanya sambil mengenggam tangan roro jongrang.
Roro jongrang tersenyum sambil berkata "Aku tidak tau beban besar apa yang sedang kau pikul, tapi aku juga ingin menikah denganmu"
****
Perang yang terjadi antara kerajaan prambanan dan kerajaan pengging ternyata lebih besar dari dugaan roro jongrang. Para tentara kerajaan pengging sudah berhasil memasuki wilayah istana kerajaan prambanan.
Roro jongrang yang awalnya hanya bersembunyi di kamarnya segera keluar untuk mencari kedua orang tuanya. Saat ia keluar dari kamarnya, ia sudah mendapati mayat-mayat bertebaran di lorong-loring istana. Para prajurit, penjaga kerajaan bahkan dayang-dayangnya sudah mati di bunuh. Ia pun segera berlari untuk mencari tau keadaan kedua orang tuanya.
Ia berlari menuju kamar kedua orang tuanya. Sesampainya di sana, betapa terkejutnya roro jongrang mendapati ibunya sudah tewas. Ia berjalan mundur sambil menutupi kedua mulutnya tak percaya. Di kamar itu hanya ada ibunya seorang. Ia belum menemukan ayahnya.
Roro jongrang berlari keluar dari kamar kedua orang tuanya untuk mencari ayahnya. Ia berharap ayahnya masih hidup. Ayahnya tidak boleh mati, ia tak mau ditinggalkan sendiri. Roro jongrang sampai ke aula pertemuan. Di ruangan yang luas itu ayahnya sedang bertarung dengan seorang laki-laki dengan sengit. Roro jongrang merasa bahwa punggung lelaki itu tampak tak asing. Lelaki tersebut terus menyerang ayahnya. Roro jongrang melihat sebuah guci besar di dekat pilar dan hendak memukul dari belakang lelaki yang sedang menyerang ayahnya itu. Akan tetapi, belum sempat roro jongrang melempar guci di tangannya. Lelaki itu sudah terlanjur menusukkan krisnya tepat di jantung ayahnya hingga ayahnya jatuh dan langsung terbujur kaku di lantai.
Roro jongrang menjatuhkan guci di tangannya ke lantai hingga jatuh berkeping-keping. Membuat lelaki yang membunuh ayahnya menoleh. Lelaki itu menatap roro jongrang terkejut. Matanya membelalak kaget. Roro jongrang yang masih syok tidak kalah terkejutnya karena lelaki yang berdiri di hadapannya adalah kekasihnya, bandung bondowoso.
Air mata mengalir membasahi pipi roro jongrang. Ia tidak menyangka bahwa lelaki yang membunuh ayahnya merupakan kekasihnya. Ia merasa dihianati.
Begitu juga bandung bondowoso, ia tidak menyangka bahwa roro jongrang merupaka putri dari musuhnya. Pertama kali ia bertemu roro jongrang, saat itu ia memang juga sedang menyamar menjadi rakyat biasa.
Roro jongrang yang merasa dihianati hendak pergi meninggalkan bandung bondowoso. Bandung bondowoso merasa ia tidak boleh membiarkan roro jongrang meninggalkannya. Ia takkan sanggup hidup tanpa kekasihnya tersebut.
"Kau berjanji akan menikah denganku. Bagaimana mungkin kau tega meninggalkanku" bandung bondowoso berkata lirih.
Roro jongrang membalikkan badannya sambil menghapus air matanya dengan telapak tangannya. "Baiklah, aku akan menikahimu dengan syarat kamu harus mendirikan 1000 candi untukku" pinta roro jongrang membalas perkataan bandung bondowoso.
****
Karena rasa cintanya terhadap roro jongrang, bandung bondowosopun menuruti permintaan kekasihnya. Ia pun mulai membangun 1000 candi sendiri.
Kesibukkan bandung bondowoso dalam membangun candi digunakan oleh roro jongrang untuk pergi meninggalkan bandung bondowoso. Ia mencintai lelaki tersebut tetapi, ia tidak akan sanggup hidup bersama orang yang membunuh kedua orang tuanya.
Karena terlalu fokus dalam membangun candi bandung bondowoso tidak menyadari bahwa kekasihnya sudah pergi meninggalkannya. Hingga pada saat 999 candi sudah berhasil didirikan, bandung bondowoso segera berlari mencari kekasihnya untuk memberi kabar bahwa ia hampir menyelesaikan permintaan kekasihnya tersebut. Akan tetapi, bukan senyum kekasihnya yang ia nanti-nantikanlah yang ia dapatkan. Ia malah mendapati fakta bahwa kekasihnya sudah pergi meninggalkanya.
Bandung bondowoso yang sedih dan terlukapun akhirnya membangun candi ke 1000 dengan arca berbentuk patung kekasihnya, untuk mengenang roro jongrang. Karena sampai kapanpun ia tidak akan pernah bisa melupakan kekasihnya itu.
end/selesai
Nb: Cerita ini merupakan cerita fiksi dan tidak terkait dengan pristiwa sejarah meskipun tokoh yang di ambil merupakan tokoh dari cerita sejarah. Ini hanyalah cerita yang dibuat dari hasil imajinasi penulis.