Di balik wajahnya yang ceria, Quila gadis yang memiliki paras yang cantik bak seperti Cinderella, memiliki sisi lain dalam dirinya.
"Hihihihihahahahahah" tawa melengking seorang gadis.
"Kita akan selalu menjadi teman" ujarnya setelah tertawa.
"-----"
Ternyata gadis yang sedang tertawa berbincang-bincang entah dengan siapa, dia adalah Quila.
Quila adalah gadis cantik yang memiliki kelebihan bisa melihat makhluk halus, namun Quila tidak seperti orang-orang pada umumnya, dia selalu melakukan hal-hal yang mungkin bisa membuat seseorang menjadi ketakutan karena perbuatannya.
"Roki, aku sudah melakukan yang kamu suruh, aku sudah berhasil melakukannya" ujar Quila dengan penuh kegirangan.
"Hihihihihahahaah, kamu sangat pintar" ujar Roki.
Roki adalah teman Quila, namun Roki bukanlah manusia melainkan makhluk tak kesat mata, Roki yang telah membuat Quila menjadi seseorang yang penuh dengan misteri.
"Setelah ini siapa lagi yang akan kau jadikan taruhan dalam permainan kita"ujar Roki.
"Aku akan menaruhkan adik ku, setelah kedua kakek nenekku telah ku taruhkan" ujar Quila.
"Hahahahah" tawa Roki dengan mimik muka jahatnya.
"Baiklah, ayo sekarang kita lanjutkan permainan kita' ujar Roki.
Quila dan Roki selalu melakukan permainan yang entah apa itu, namun dalam permainan itu Quila selalu kalah, dalam permainan yang keduanya mainkan, bagi yang kalah akan menerima tantangan dari si pemenang, dan untuk permainan yang keduanya mainkan Quila lah yang selalu kalah, dan Quila mendapatkan tantangan siapa orang yang akan dia taruhkan dalam permainannya.
Orang yang harus di taruhkan dalam permainan itu haruslah keluarganya sendiri, tanpa harus menaruhkan nyawa orang lain.
Quila telah menaruhkan kedua kakek dan neneknya, sebelum kakek dan neneknya Quila telah menaruhkan kakak dan adik dari ibu maupun ayahnya. Dan sekarang Quila akan menaruhkan adik nya sendiri.
Mereka berdua melakukan permainan dengan sangat serius, mereka melakukan permainan konyolnya di dalam kamar milik Quila.
Dilihatnya jam sudah menunjukan pukul 00:00, permainan mereka telah selesai, dalam permainan pasti ada yang kalah dan ada yang menang, untuk kali ini Quila kalah lagi dalam permainan konyol nya bersama Roki.
"Aissssh kalah lagi" decak Quila dengan kesal.
"Hihihihahahahh, sekarang kamu lakukan seperti biasa!" ujar Roki.
Yang di maksud dengan lakukan seperti biasa, yaitu membunuh orang yang telah menjadi taruhan dalam permainan mereka berdua.
Jadi selama ini, Quila lah yang membunuh semua keluarganya yang telah dia taruhkan untuk sebuah permainan yang Quila mainkan dengan Roki.
Permainan mereka terus berlanjut sampai ke titik dimana keluarga Quila telah habis menjadi taruhan dalam permainannya.
Kini Quila telah hidup sendirian, sekarang dia tidak memiliki satupun keluarga karena semuanya telah dia bunuh.
"Kenapa sekarang menjadi sepi?, tidak ada ayah,tidak ada ibu,tidak ada adik, bahkan semuanya?" ujarnya termenung dalam diam menyesali perbuatannya sendiri.
"Quila menyesal, seandainya Quila tidak bermain permainan konyol itu pasti kalian masih ada bersama Quila, Quila menyesal" ujarnya dengan air mata yang menetes.
Quila gadis cantik yang penuh dengan misterius yang dengan gampangnya menaruhkan keluarga nya sendiri demi permainan konyol yang menurutnya sangat seru, hingga menjadikan dirinya sendiri dalam kesunyian dan kesepian tanpa adanya satu keluarga yang tersisa, namun nasi sudah menjadi bubur, itu sebuah pelajaran untuk dirinya(Quila).
[END]